Modern System

Modern System
#64 Menuju Kerajaan Baru


__ADS_3

Siang hari di gerbang Kota Aly. Terlihat sosok Cakra dan yang lainnya, Cakra dan Carissa akan meninggalkan Kota Aly, Kerajaan Aila untuk selama-lamanya.


Meskipun hanya Cakra yang bisa dibilang diusir, tapi Carissa tetap memaksa ikut. Tentu saja karena Cakra adalah suami Carissa, dan Carissa akan terus mengikuti kemana Cakra pergi.


"Vanya, Silvi sini." Ucap Cakra meminta kedua orang itu untuk mendekat.


Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Cakra langsung mengecup kening Silvi, dan kemudian kening Vanya.


Vanya dan Silvi langsung menutup kening mereka dengan kedua tangan mereka. Vanya dan Silvi tiba-tiba merasa malu setelah dikecup kening mereka oleh Cakra.


Sesaat kemudian Cahaya kuning muncul menyelimuti tubuh Vanya dan Silvi. Vanya dan Silvi tentu saja heran dengan cahaya yang menyelimuti diri mereka, tapi mereka berdua juga merasakan kehangatan memenuhi diri mereka dan pengetahuan baru tiba-tiba masuk kedalam diri mereka.


"Apa ini, tuan." Ucap Vanya juga mewakili keheranan Silvi.


"Kalian berdua harus menjadi kuat." Ucap Cakra sambil tersenyum.


"Cakra, apa kau serius akan meninggalkan Kerajaan Aila?" Saut Dilla yang tidak rela dengan kepergian Cakra.


"Ya, aku akan sesekali menyelinap ke sini, dan berharap bertemu denganmu." Cakra.


Cakra kemudian mengalihkan pandangannya dari Dilla. "Tolong jaga Vanya dan Silvi, Evans, Iska."


"Ya, tentu saja." Ucap Evans dengan sangat percaya diri.


"Mungkin Vanya dan Silvi yang akan melindungi kita." Timpal Iska.


"Heh, kalau begitu sampai jumpa lagi." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung membalikkan tubuhnya. "Ayo." Ucap Cakra kepada Carissa sambil berjalan pergi.


"Ya." Carissa langsung berjalan di samping Cakra.


"Cakra, pastikan kau kembali ke Kerajaan Aila!!!" Teriak Dilla sambil terus memandang kepergian Cakra dan Carissa.


Cakra dan Carissa terus berjalan menjauh. Mereka berdua sama-sama belum mengetahui tujuan mereka, mau itu Cakra sendiri belum tau tujuannya kali ini akan kemana.


"Ayang, aku iri." Ucap Carissa tiba-tiba.


"Hah? kenapa iri?" Ucap Cakra tanpa memandang lawan bicaranya.


"Ehm... Aku juga mau dicium, tadi, tadi kau mencium Vanya dan Silvi, aku juga mau!" Ucap Carissa yang tiba-tiba berada dihadapan Cakra sambil menggembungkan pipinya.


Cakra menggunakan kedua tangannya untuk mencubit kedua pipi Carissa.


"Ach~ sakit!" Carissa.


"Heh, kalau gitu ntar, aku cari dulu." Ucap Cakra sambil berjalan melewati Carissa yang ada dihadapannya.


"???" Pertanyaan muncul di benak Carissa.


"Ayang, apa mencium ku sesulit itu?" Ucap Carissa yang langsung meraih tangan Cakra untuk menahannya.


"Hah~ kau ini bodoh apa gimana? Aku memberikan skill kepada Vanya dan Silvi saat mencium mereka." Ucap Cakra mengeluh.


".... Oh, begitu ya. Tapi aku tetap iri!" Ucap Carissa malu-malu.


"Kalau begitu lepaskan dulu, aku cari dulu." Ucap Cakra yang langsung menarik tangannya dan kembali melanjutkan perjalanan.


Carissa langsung mengejar Cakra, dan berkata. "Aku tidak butuh skill, sekarang aku mau kau mencium ku!"


"Jangan bodoh lah! Sekarang diam atau tidak sama sekali!" Ucap Cakra yang langsung menatap tajam Carissa.

__ADS_1


".... Baiklah." Carissa langsung menunduk setelah mendapatkan tatapan tajam Cakra.


"System, carikan skill untuk Carissa." Ucap Cakra dalam hati.


[Sesuai dengan poin yang tuan miliki 5.640, system hanya bisa menampilkan skill tingkat S]


[1. Skill: Granat Gelembung. Skill tingkat S]


[Informasi»]


[Harga: 5.400]


[Beli]


[2. Skill: Penjara Air. Skill tingkat S]


[Informasi»]


[Harga: 5.000]


[Beli]


[3. Skill:


"Perbedaan Skill pertama dan kedua." Ucap Cakra memotong system untuk mempersingkat kata yang dibutuhkan.


[Skill pertama efektif untuk menyerang di area yang luas dan mampu ditingkatkan ke tingkat SS. Skill kedua efektif untuk melawan musuh dalam jumlah kecil dengan area terbatas, dan juga mampu ditingkatkan ke tingkat SS]


"Okelah, aku beli yang pertama, tapi apakah bisa ditingkatkan setelah skill diekstrak ke Carissa, system?"


[Bisa, tuan hanya perlu mencium kembali penerima skill selama proses peningkatan]


[Ding~ transaksi berjalan lancar]


[Poin tuan rumah tersisa 240]


"Buset, aku kere sekali sekarang." Ucap Cakra dalam hati mengeluh.


Cakra menoleh kearah Carissa, dan tiba-tiba Cakra merasa malu untuk mencium istrinya sendiri.


".... Carissa." Cakra menyiapkan mentalnya.


Carissa memandang Cakra dengan begitu polosnya.


Cakra langsung memegang kepala Carissa dengan kedua tangannya.


*KISS*


"Tidak sesuai naskah, anjing." Ucap Cakra dalam hati yang masih tetap menempelkan bibirnya di bibir Carissa.


"Hah? Ca-cakra, ka-kalau tiba-tiba seperti ini aku belum siap." Ucap Carissa dalam hati.


"Tidak apalah, lagi pula dia istriku." Ucap Cakra yang kemudian berpikir untuk menikmati ciuman itu untuk sesaat.


Carissa tiba-tiba mendorong Cakra ketika merasakan lidah Cakra mulai masuk ke mulutnya. "Cakra, berhenti!" Ucap Carissa dengan wajah memerah.


"Maaf." Ucap Cakra sambil menunduk dan melepaskan Carissa.


Sesaat kemudian, cahaya kuning muncul menyelimuti tubuh Carissa. Carissa merasakan kehangatan memenuhi diri mereka dan pengetahuan baru tiba-tiba masuk kedalam dirinya.

__ADS_1


"Cakra, apa ini?" Ucap Carissa yang masih malu.


"Aku baru saja mengekstrak skill kepadamu." Ucap Cakra yang kemudian mengalihkan pandangannya dan kembali melanjutkan perjalanan.


"Ayang, tunggu!" Carissa langsung berjalan di samping Cakra


"Carissa, kau tadi imut." Ucap Cakra secara spontan sambil terus berjalan.


Wajah Carissa kembali memerah seperti tomat. "Ja-jangan bicara bodoh, Cakra." Ucap Carissa yang salah tingkah.


Cakra hanya tersenyum manis sambil merangkul Carissa.


Mereka berdua melanjutkan perjalanan tanpa tau tujuan pasti. Mereka berdua hanya mengikuti langkah kaki membawa kemana.


"Carissa, bagaimana kalau kita ke Kerajaan Berlyan?" Ucap Cakra sambil mengamati layar system yang menampilkan maps.


"Tidak! Jangan ke tempat itu! Aku, aku tidak mau kembali ke tempat itu!" Ucap Carissa yang tiba-tiba menolak dengan keras.


"Memangnya kenapa? Bukankah Kerajaan Berlyan cukup dekat dengan lokasi kita saat ini?" Ucap Cakra yang tidak paham kenapa Carissa menolaknya dengan keras.


"Pokoknya aku tidak mau!" Carissa.


"Lalu kita kemana?" Cakra.


"Bagaimana kalau Kerajaan Zuto? Ya Kerajaan Zuto, sepertinya kita akan cocok di Kerajaan Zuto." Ucap Carissa bersikeras tidak mau ke Kerajaan Berlyan.


"Memangnya ada apa dengan Kerajaan Zuto?" Cakra.


"Di Kerajaan Zuto semua ras bisa hidup berdampingan." Ucap Carissa spontan.


"Heh, memangnya kau bisa menipuku, Carissa!" Ucap Cakra yang langsung menatap tajam Carissa ketika melihat kebohongan menggunakan kemampuan Mata Matahari.


"Ehm... Meskipun di Kerajaan Zuto semua ras dapat hidup berdampingan, tapi di sana tetap ada perbud4kan." Ucap Carissa merasa tertekan dengan tatapan Cakra.


"Oh... Tapi Kerajaan Zuto sangat jauh dari tempat kita sekarang." Ucap Cakra cukup bimbang.


"Ayang, pokoknya aku tidak mau ke Kerajaan Berlyan." Ucap Carissa dengan nada lemah.


Mata dan mulut Cakra terbuka lebar ketika menyaksikan Carissa tiba-tiba meneteskannya air mata. "Oi, kenapa dia menangis? Aku sudah lama tidak melihatnya menangis, ya, meskipun kebanyakan akulah penyebab Carissa menangis." Ucap Cakra dalam hati.


Cakra bergerak dengan sendirinya memeluk Carissa. "Baiklah, kita akan ke Kerajaan Zuto."


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2