
Carissa yang sadar akan hal itu langsung mengarahkan telapak tangan kirinya ke jaring laba-laba yang menuju kearahnya.
Sebuah lingkaran sihir muncul di depan telapak tangan Carissa. "Dewi Air, Serangan pertama : Jet Air."
Lingkaran sihir itu menembakkan air bertekanan super tinggi lurus ke depan.
*BHRUUS*
Tekanan air yang begitu tinggi juga membuat monster laba-laba yang menembakkan jaringnya ke Carissa, ikut terhempas kebelakang, monster itu juga terkena semburan jet air.
"Awas di belakangmu!!!"
Carissa langsung membalikkan tubuhnya, saat melihat orang yang ada didepannya menunjuk arah belakang tubuhnya sambil berteriak.
"...."
Kedua mata Carissa terbuka lebar ketika melihat jaring laba-laba menuju kearahnya, percuma jika Carissa menghindar atau menahan jaring tersebut. Karena jarak keduanya sudah bisa dibilang sangat dekat.
*SWUUUT*
Di detik-detik terakhir, muncul entah dari mana seekor monster serigala yang membawa seorang gadis di punggungnya. Gadis itu langsung menyapu jaring laba-laba yang menuju Carissa, dengan tongkat kayu yang dibawanya.
"Auuuuu!" Seekor monster serigala yang ditunggangi Elf mengaum sangat keras.
*WHOOOOM*
*WHOOOOM*
Seorang pria yang duduk di atas motor, menggeber-geber motor Satria FI-150.
Ya, benar, mereka adalah kelompok Cakra. Dan yang baru saja menyelamatkan Carissa ialah Vanya.
Mata semua orang seketika itu pula langsung menatap kelompok Cakra. Mereka semua tidak ada yang senang atau bahagia, mereka semua malah ketakutan. Bagaimana tidak, melawan sepuluh monster laba-laba saja sudah membuat pusing, apalagi sekarang malah datang monster serigala dalam jumlah banyak.
"Alah-alah, tinggal sembilan orang?" Ucap Cakra sambil turun dari motornya. Cakra berjalan maju sambil menghidupkan rokok.
"Auuuuu!"
Auman Galang memberikan pesan intimidasi yang sangat kuat terhadap semua monster laba-laba.
"Ssrrr!"
Monster laba-laba tentunya tidak mau mundur sebelum baku hantam, semua monster laba-laba langsung membalas dengan desisan yang juga mengandung pesan intimidasi.
Semua orang yang ada di tempat itu sudah seperti toge basi, tidak diperlukan lagi. Mereka semua berjalan menjauh secara perlahan, sebelum pertempuran dua jenis monster yang berbeda terjadi.
Tapi sayang, tempat itu tidak cukup luas. Tubuh semua orang langsung membentur dinding labirin.
Jika ditanya seperti apa suasana saat ini, maka jawabannya hanya satu, yakni seperti dua geng motor mau tawuran.
Tidak sedikit dari orang-orang itu memandang Cakra dengan ekspresi bingung. Bagaimana bisa sepuluh monster serigala dan satu Elf berada di pihak Cakra? Apakah Cakra menggunakan Semar Mesem? Dan dari orang-orang itu Carissa juga termasuk.
Mau bagaimanapun juga Cakra tetaplah suami Carissa. Carissa memberanikan diri untuk berjalan mendekati Cakra.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok. "System." Cakra mengambil pistol GN-2 Premium yang muncul dan melayang di hadapannya.
"Auuuuu!"
__ADS_1
Semua monster serigala, Alvin yang berada di punggung Galang, Vanya, Silvi dan Sachi yang duduk di punggung monster serigala yang lainnya, mereka semua langsung berlari maju menuju monster laba-laba.
"Aaaach!" Teriak Carissa takut saat semua monster serigala melewati dirinya.
Carissa langsung berlari menuju Cakra setelah semua monster serigala melewati dirinya.
*TAP... TAP... TAP...*
Cakra malah langsung berlari menuju medan pertempuran ketika Pasukan Kebangkitan, Vanya, Silvi dan Sachi sedang melawan monster laba-laba.
Cakra mengarahkan moncong pistolnya ke salah satu monster laba-laba.
*DOR*
*BHAAAM*
Sudah tertembus peluru, masih saja digeprek oleh Silvi menggunakan palu besarnya. Itulah yang dialami salah satu monster laba-laba hingga akhir hayatnya.
Cakra langsung mengganti targetnya, Cakra mengarahkan moncong pistolnya ke monster laba-laba yang berada tepat di belakang Silvi.
*DOR*
*DOR*
*DOR*
Suara letusan senjata api terus terdengar bergema di lorong labirin, peluru demi peluru silih berganti bersarang di tubuh monster laba-laba.
Dari segi kuantitas dan kualitas kelompok Cakra sudah lebih unggul dibanding monster laba-laba. Tidak usah heran jika kelompok Cakra berhasil memenangkan tawuran ini dengan mudah.
"Tuan, apa anda kau baik-baik saja?" Ucap Vanya sambil mendekati Cakra, dan diikuti Silvi dan Sachi.
Cakra membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke Carissa. "Oi, sini!"
Carissa yang sejak tadi diam mematung menyaksikan tawuran di hadapannya, langsung berlari menuju Cakra.
*KEP*
Carissa memeluk erat tubuh Cakra.
"Sayang, kau tid-." Ucap Carissa terpotong.
"Kalau nangis aku tinggal!" Ucap Cakra menyela kalimat Carissa sambil mengelus kepala Carissa.
"Uhm, aku tidak akan nangis." Ucap Carissa sambil melepaskan pelukannya.
"Maaf mengganggu, tuan, tapi sekarang kita akan kemana?" Ucap Alvin yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Cakra.
Cakra membalikkan tubuhnya. "Kita akan keluar dari sini secepatnya." Ucap Cakra sambil memandang Alvin, Vanya, Silvi dan Sachi secara bergantian.
"Tuan, tolong selamatkan kami berdua, kami berdua adalah anggota keluarga bangsawan, kami akan memberikan banyak koin emas kepada, tuan."
Cakra, Carissa, Alvin, Vanya, Silvi dan Sachi langsung menolehkan kepala mereka kearah sumber suara tersebut.
"Tenang saja, aku juga sedang berfikir." Ucap Cakra sambil memikirkan cara membawa semua orang keluar dengan selamat.
[Jika tuan mencari tunggangan, kenapa tidak membangkitkan monster laba-laba]
__ADS_1
Suara system yang didengar Cakra, memberikan petunjuk dari masalah yang dihadapi Cakra.
Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Cakra langsung berjalan mendekati mayat para monster laba-laba.
Cakra mengarahkan telapak tangan kirinya ke mayat-mayat monster laba-laba.
"Sekarang aku tuan kalian, bangkitlah!"
Setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, muncul kabut hitam yang langsung menyelimuti seluruh mayat monster laba-laba. Dari kabut hitam itu tiba-tiba keluar 10 monster laba-laba dengan mata merah menyala.
Seluruh monster laba-laba itu langsung menunduk di hadapan Cakra.
Semua orang yang ada di lokasi itu bahkan Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi dibuat terkejut, kebingungan sekaligus tidak dapat percaya dengan apa yang mata mereka lihat.
"Hah~." Cakra menghela nafas panjang saat melihat seperti apa reaksi semua orang.
Cakra berjalan menuju motornya terparkir, tanpa memikirkan apapun.
*BRUUUM*
*WHOOOOM*
Cakra berhenti saat berada di samping Carissa.
Cakra mendekatkan mulutnya ke telinga kanan Carissa yang masih diam tak bergerak seperti yang lain.
"Huh." Cakra meniup telinga Carissa.
"Kya~." Carissa terkejut.
"Oi, kenapa masih diam? Cepat naik ke monster serigala dan monster laba-laba!" Ucap Cakra dengan nada tinggi.
*****
Beberapa saat kemudian.
Semua orang sudah menunggang monster serigala ataupun monster laba-laba.
*WHOOOOM*
Cakra langsung melaju dengan kecepatan tinggi setelah seorang wanita yang duduk di belakangnya memeluk dirinya.
Semua monster serigala dan monster laba-laba langsung berlari mengikuti Cakra.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
__ADS_1
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.