Modern System

Modern System
#23 Monster Berkedok Manusia


__ADS_3

"Bukannya mereka yang kemarin?" Ucap Cakra saat melihat ketiga gadis itu di jarak lebih dekat.


"Sayang, kau mau apa?" Ucap Carissa saat tiba-tiba sudah di samping Cakra.


"Apakah bud4k memang diperlakukan seperti itu?" Cakra


"Iya."


"Hah?" Setelah itu, Cakra langsung melangkah maju.


*KEP*


"Jika kau mau membantu bud4k-bud4k itu, tunggu sebentar! Aku akan mencari bantuan, kau tidak akan sanggup melawan orang sebanyak itu." Ucap Carissa sambil menggenggam tangan Cakra.


"Baiklah, aku tunggu."


Cakra terus menatap Carissa yang semakin lama semakin jauh. Bukan Cakra jika ia sabar menunggu.


Cakra langsung berjalan menuju kerumunan massa.


"Permisi, nolep numpang lewat!" Teriak Cakra sambil membentangkan kedua tangannya untuk menarik perhatian massa yang ada.


"Siapa kau?!" Teriak salah satu massa.


Cakra tidak memperdulikan pertanyaan barusan, Cakra berjalan menuju ketiga gadis itu.


"Kenapa kalian melempari gadis-gadis ini?" Ucap Cakra saat sudah berdiri didepan ketiga gadis dengan posisi berdiri membelakangi mereka.


"Kakak, bukannya kakak yang kemarin?"


Cakra menolehkan kepalanya kebelakang saat mendengar pertanyaan tadi. Cakra tersenyum sejenak, dan kemudian membalikkan kepalanya kembali.


"Woi, Siapa kau?!" Teriak salah satu massa.


"Oi, jawab dulu pertanyaan ku! Kenapa kalian melempari gadis-gadis ini?!" Teriak Cakra balik bertanya.


"Bukannya sudah jelas, mereka adalah para bud4k!" Teriak salah satu massa yang lain.


"Kejam kali ah~, kalau memang seperti itu lawan aku dulu!" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung tersenyum sinis.


"...."


"...."


"...."


"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok sambil menunggu jawaban.


"Alah-alah, kenapa pada diam semua?!" Cakra.


"Maaf, tuan, sebenarnya tuan ini mau apa?" Ucap seorang pria sambil berjalan menghampiri Cakra.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang bertanya, ada apa dengan kalian ini? Apa rasa kemanusiaan kalian ketinggian di rumah? Kenapa kalian melempari gadis-gadis ini?" Ucap Cakra sambil menatap tajam pria yang menghampirinya.


"Maaf, tuan, mere-" ucap pria itu terpotong.


"Meskipun mereka bud4k, apa pantas kalian melempar batu kepada mereka?" Ucap Cakra menyela.


"Mereka ini adalah utusan monster, jadi kami ingin menghukum mereka sebelum kami serahkan kepada kerajaan." Ucap pria itu.


"Hah? Apa yang kau maksud? .... Kalau memang seperti itu mana buktinya?" Ucap Cakra sambil mengadahkan tangan ke pria itu.


"...." Pria itu menolehkan kepalanya ke sana kemari. Dari gerak-geriknya saja sudah bisa diartikan, jika ia kebingungan saat dimintai bukti oleh Cakra.


"Oi, kau dengar tidak?" Ucap Cakra tidak sabar.


"Maaf, tuan, sebenarnya saya disuruh oleh pria yang duduk di sana." Ucap pria itu sambil menunjuk seorang pria yang duduk di bangku yang ada di bawah pohon, dan pria yang dimaksud itu, ternyata juga mengamati apa yang terjadi sejak tadi.


"Heh." Cakra memasang senyum sinis saat kedua matanya menangkap kobaran aneh di dalam tubuh pria itu. Kobaran aneh pada pria itu adalah kobaran yang biasa dilihat Cakra saat berhadapan dengan monster.


Cakra menghisap rokok, dan lalu menghembuskan asap rokok.


"Kau bilang gadis-gadis ini utusan monster?" Ucap Cakra sambil menunjuk ketiga gadis yang ada di belakangnya. "Akan aku perlihatkan siapa monster sebenarnya." Lanjutnya.


"Oi, kalau berani maju sini! Jangan jadi pecundang yang hanya berani duduk!!!" Teriak Cakra lantang sambil menunjuk pria yang ada di bawah pohon.


Semua orang yang ada di lokasi geger dibuat Cakra. Memangnya apa urusan Cakra dengan pria itu? Apa jangan-jangan Cakra yang sebenarnya gila? Hingga mau melindungi bud4k. Yah, kira-kira seperti itu yang ada di kepala semua orang saat mendengar Cakra berteriak lantang.


"Oi, cepat kesini! Jangan jadi pecundang!!!" Teriak Cakra sambil menjatuhkan rokoknya.


"Ada apa tuan?" Ucap pria itu sambil menyeringai di hadapan Cakra.


"Apa yang kau lakukan? Jangan sampai ak-" ucap Cakra terpotong.


"Apa yang aku lakukan? Apakah salah jika aku mencari uang dengan memanfaatkan bud4k-bud4k ku?" Ucap pria itu menyela kalimat Cakra.


"Bud4k-bud4k ku? Mencari uang?" Ucap Cakra tidak mengerti.


"Ya, aku memergoki jika mereka mengabdi kepada monster, aku ingin masyarakat menghukum bud4k-bud4k ku terlebih dulu dengan membayar, sebelum aku menyerahkan mereka kepada kerajaan." Ucap pria itu sambil menatap tajam Cakra.


Cakra berfikir sejenak untuk memahami apa yang di alaminya saat ini. Tak lama kemudian, sebuah senyuman sinis tergambar pada wajah Cakra.


"Alah-alah, aku paham sekarang. .... Mengabdi kepada monster ya? Kalau begitu mengaku saja! Siapa monster sebenarnya!" Ucap Cakra dengan nada intimidasi.


"Hah? Apa yang tuan maksud?" Ucap pria itu pura-pura tidak tau apa maksud Cakra.


"Heh."


*BHAAAM*


Tanpa banyak basa-basi lagi, Cakra langsung melancarkan sebuah bogem mentah yang mendarat di hidung pria itu.


Jangan lupa! Saat ini Cakra memiliki tubuh spesial, yakni Tangan Penghancur. Kekuatan pukulan Cakra sudah bertambah sangat-sangat signifikan.

__ADS_1


Buktinya, pria yang terkena pukulan Cakra langsung terhempas dan kepalanya remuk tak karuan.


Mata dan mulut semua orang yang ada di lokasi terbuka selebar-lebarnya. Mereka semua tidak ada yang pernah menyangka jika akan terjadi pembunuhan di tengah kota di siang bolong seperti ini.


"Kenapa kalian terkejut? Dia belum mati!"


Kalimat dari Cakra kembali membuat semua orang yang ada di lokasi ternganga tidak percaya. Jelas-jelas kepala pria itu remuk seperti hati kalian ketika melihat dia jalan bersama yang lain.


"Cakra, apa yang kau lakukan?!!" Teriak Carissa yang ternyata sudah berada di tengah-tengah massa.


Carissa berjalan menerobos massa untuk mendekati Cakra.


*WHUUUS*


Tiba-tiba saja langit yang tadinya cerah, seketika berubah gelap, hembusan angin bertiup sangat kencang.


Disaat semua orang terlihat panik, Cakra malah tetap terlihat tenang, karena ia memang sudah menyadari jika hal seperti ini akan terjadi.


"Uwahaha. Kau hebat juga bisa menyadari ku." Sesosok aneh dan bahkan sulit dijelaskan muncul dari tubuh pria yang terkena bogem mentah Cakra.


Untuk ketiga kalinya, mata semua orang dibuat terbuka lebar ketika mereka melihat monster yang muncul dari tubuh pria itu.


"Akhirnya keluar juga." Ucap Cakra sambil bersiap menyerang.


"Kau terlalu percaya diri, kalau begitu cari jalan keluar dulu!" Ucap monster itu.


"Hah?"


Saat semua orang berusaha mencerna apa maksud dari monster itu, tiba-tiba saja sebuah lingkaran hitam muncul di atas tanah yang mereka pijak.


"Argh!!!"


Semua orang tiba-tiba terhisap masuk entah kemana. Tak terkecuali Cakra.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2