Modern System

Modern System
#30 Versi 1.3


__ADS_3

"Kuharap kau tidak pengecut!"


Dilla melangkahkan kedua kakinya menuju tempat kudanya berada.


"...."


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, semuanya prajurit kerajaan langsung mengikuti Dilla.


Semua orang terdiam ketika melihat Dilla dan para pengawalnya beranjak pergi.


"...."


"...."


"Sayang!!!" Teriak Carissa sambil berlari menuju Cakra.


*KEP*


Carissa langsung memeluk erat tubuh Cakra.


"Syukurlah kau baik-baik saja, sayang." Ucap Carissa sambil terus memeluk Cakra.


"Sudahlah." Ucap Cakra sambil berusaha melepaskan diri.


Cakra langsung menolehkan kepalanya ke sana kemari, setelah Carissa melepaskan pelukannya.


"Oi, sini!" Teriak Cakra memanggil Vanya, Silvi dan Sachi.


Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Vanya, Silvi dan Sachi langsung berjalan mendekati Cakra dan Carissa.


"Terima kasih, mau melindungi kami, tuan." Ucap Vanya sambil menundukkan kepalanya, begitu pula sikap Silvi dan Sachi.


"Tu-tuan, tolong jadikan kami bud4k, tuan." Ucap Silvi sambil memandang Cakra.


"Hah~ kalian bukan bud4k ku, kalian adalah teman ku." Ucap Cakra sambil mengelus kepala Silvi.


"Hah?" Vanya terkejut.


"Sudahlah, ayo kita kembali ke penginapan!" Ucap Cakra saat melihat massa yang ada di lokasi itu sudah mulai membubarkan diri.


"Kita mau kemana, sayang?" Ucap Carissa sambil memandang Cakra.


"Kembali ke penginapan." Cakra.


"Memangnya kau menyewa kamar di sana berapa lama?" Carissa.


"Kita tidak perlu mikir hal itu, biar My Project saja yang memikirkannya, ayo." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan menuju penginapan. Diikuti Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi.


*****


Malam hari di jalanan Kota Herla, terlihat sosok Cakra dan Carissa tengah berjalan bersama. Di belakang mereka berdua juga terlihat Vanya, Silvi dan Sachi, yang terus berjalan mengikuti.


"Kau sudah biasa berurusan dengan Putri Kerajaan ya." Ucap Carissa dengan nada bergumam.


"Hah? Kau bilang apa?" Ucap Cakra yang mendengar tapi tidak mengerti.


"Kau bisa bersikap biasa saat berhadapan dengan Putri Dilla. ... Oh iya, kau kan setiap hari selalu berurusan dengan Putri-." Ucap Carissa terpotong.


*TAK*


Cakra tiba-tiba saja menjitak kepala Carissa.


"Aduh~, sayang, kau kenapa?!" Ucap Carissa sambil menyentuh bagian kepala yang terkena jitakan Cakra, dengan kedua tangannya.


"Yang kenapa itu kau? ... Dari tadi bicara apa sih?!" Ucap Cakra sambil memandang Carissa.


"Bukan apa-apa!" Tepat setelah Carissa mengucapkan kalimatnya, ia langsung menggembungkan kedua pipinya.


Cakra menggunakan tangan kirinya untuk mencubit pipi Carissa.


"Aduh." Carissa.


"...."


Tidak ada lagi yang bersuara setelah itu.


Cakra langsung mengalihkan pandangannya kembali, dari Carissa ke jalan.


"Status."

__ADS_1


[Nama : Cakra Aditya]


[Usia : 19 tahun]


[Ras : Manusia]


[Level : Emas (....)]


[Exp : 164.100/-]


[Tubuh : Mata Matahari, Tangan Penghancur]


[Elemen :-]


[Skill : Pasukan Kebangkitan]


[Senjata : GN-2 Premium, SSR-3, PPG-7]


[Atribut :-]


[Pekerjaan :-]


[Penyimpanan : Motor, Ponsel]


[Kotak Hadiah : 1 kotak hadiah kelas 5]


[Poin : 10.010]


[Toko»]


"System, Bukannya level cuma sampai Emas, tapi kok, Exp-nya masih ada?" Ucap Cakra dalam hati dengan mata dan mulut yang terbuka lebar melihat tampilan system.


[System harap tuan tidak lupa, karena system tidak mau menjelaskan soal 'Level' (Coba baca ulang Bab-2)]


".... Tidak usah dipikir! System, buka kotak hadiah!" Ucap Cakra dalam hati.


[Ding~ kotak hadiah kelas 5 dibuka]


[Selamat, tuan rumah mendapatkan artefak, "Menara Iblis"]


[Deskripsi»]


"Deskripsi!"


".... Kotak hadiah kelas lima, ternyata berisi barang tak berguna." Ucap Cakra dalam hati yang kecewa.


[Coba tuan gunakan terlebih dulu artefak Menara Iblis, setelah itu baru menyimpulkannya]


*****


"Sayang, kita sudah sampai." Ucap Carissa saat sudah berada di depan pintu penginapan yang dimaksud.


"Oh iya, maaf, aku lupa." Ucap Cakra dengan tempo cepat.


"Kalian semua, sini dulu!" Ucap Cakra untuk Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi.


Dengan ekspresi bingung, Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi berjalan mendekati Cakra.


Cakra mengeluarkan semua uang yang dimilikinya. "Sewakan kamar untuk mereka! Aku ada urusan sebentar." Ucap Cakra sambil memberikan uangnya kepada Carissa.


"Memangnya kau mau kemana?" Carissa.


"Izinkan kami mengikuti tuan." Ucap Vanya.


"Sudahlah, kalian tidur saja dulu!" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berlari tak tentu arah.


*****


Di celah dua bangunan yang sangat sepi dan gelap. Terlihat sosok Cakra sedang duduk bersandar di salah satu dinding bangunan, dan menghisap rokok sambil bermain ponsel.


Cakra sebenarnya sudah berada di tempat itu sejak dua jam yang lalu. Cakra lupa dengan pe-levelan di dunia ini, dan hal itu membuat Cakra sangat penasaran.


Versi system saat ini tidak bisa menjelaskan tentang pe-levelan, karena system harus diupgrade untuk menjelaskan tentang pe-levelan lebih lanjut.


Kalian pasti sudah paham kenapa Cakra duduk menganggur di tempat itu? Harus paham lah!


[Ding~ proses upgrade selesai, system saat ini menggunakan versi 1.3]


[System membawa fitur informasi lawan untuk mempermudahkan tuan]

__ADS_1


"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok. "Jelaskan tentang pe-levelan, system!"


[System pe-levelan di seluruh alam semesta dibagi menjadi tiga tingkatan. Tingkatan pertama ialah level Warna:


* Hijau


* Biru


* Kuning


* Merah


* Emas


Tingkatan kedua ialah level Tangga Langit:


* Langit 1


* Langit 2


* Langit 3


* Langit 4


* Langit 5


Tingkatan terakhir ialah level:


* Alpha


* Beta


* Gamma


* Delta


Di setiap tingkatan level tetap terdapat lima bintang yang harus didapatkan, jika ingin naik ke level selanjutnya]


"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok sambil berdiri. "System, keluarkan Menara Iblis!"


*SWUUUT*


Bukan sulap, bukan sihir. Tiba-tiba saja muncul benda berbentuk kerucut berwarna hitam pekat, melayang di hadapan Cakra.


"Pantas dinamai Menara Iblis." Ucap Cakra sambil mengamati tanpa menyentuh benda kerucut itu.


Cakra mengeluarkan cutter dari kantong hoodie-nya. Cakra menyayat jari telunjuknya dengan cutter itu, setelah darahnya keluar, Cakra langsung mengambil benda kerucut dan langsung mengusapkan ke benda itu.


*SWUUUT*


Menara Iblis tiba-tiba terbang ke udara dan berputar sangat cepat.


Setelah beberapa saat berputar, tiba-tiba saja Menara Iblis lenyap seakan ditelan bumi.


*SWUUUT*


Lingkaran aneh berwarna hitam pekat muncul di hadapan Cakra, tak lama setelah Menara Iblis menghilang.


Cakra yang kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya bertanya. "System, ada apa ini?"


[Menara Iblis berhasil diaktifkan, lingkaran hitam itu adalah pintu masuk ke Menara Iblis]


"Oh...." Cakra menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia paham.


Cakra menghisap rokok sambil berjalan ke pintu masuk Menara Iblis.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2