Modern System

Modern System
#47 Desa Yang Diserang Naga


__ADS_3

"Kalau begitu baiklah, tapi aku ada permintaan, apakah boleh Vanya, Silvi dan Sachi ditinggal?" Ucap Evans sambil memandang Cakra.


"Hah? Aku tidak salah dengar?" Ucap Cakra sambil menatap tajam Evans.


"Bukan begitu, tuan.... Aku berencana untuk memperkejakan mereka di restoran, aku berjanji akan memberikan upah yang sesuai." Evans.


"Kalau begitu baiklah, tapi jika aku berkunjung ke restoran dan mendapatkan laporan dari mereka, aku tidak akan segan membakar restoran-mu." Cakra.


"Tenang saja, tuan. .... Dan apakah perlu aku bilang kepada nona Carissa untuk bersiap karena tuan akan pergi berpetualang besok?"


"Tidak perlu, lagian aku sudah tidak berniat mengajak siapapun." Cakra.


"Tapi kan, nona Carissa adalah is-." Ucap Evans terpotong.


"Sudahlah, jika kau ingin kembali, kembalilah dulu." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung menghisap rokok sambil terus berjalan.


*****


*****


*****


Keesokan harinya di jalanan Ibukota Kerajaan Aila, Kota Aly. Terlihat sosok Cakra sedang berjalan menuju suatu tempat yang pastinya sudah direncanakannya.


"Ayang, kau pasti hanya ingin berpetualang berdua bersamaku kan? Makanya kau meninggalkan Vanya, Silvi dan Sachi." Ucap Carissa yang tiba-tiba muncul dihadapan Cakra dengan pose berkacak pinggang sambil sedikit membungkuk.


"Siapa juga yang mengajakmu? Dan sejak kapan kau merubah panggilan mu menjadi ayang?" Ucap Cakra sambil mencubit pipi Carissa dengan kedua tangannya.


"Ach~ sakit!" Carissa.


Cakra melepaskan cubitannya. "Jika ingin kembali, kembalilah, ini masih belum terlambat." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan melewati Carissa yang ada dihadapannya.


"Hei, aku tidak ingin kembali, tunggu!!!" Ucap Carissa yang langsung mengejar Cakra.


*****


Cakra dan Carissa berjalan keluar dari sebuah bangunan yang dikenal sebagai markas guild petualang.


Dari ekspresi Carissa terlihat jelas jika ia sangat ketakutan. Sangat berbeda dengan Cakra yang terlihat sangat santai.


"Ayo." Cakra mulai melangkahkan kakinya.


"Ayang, kau serius mengambil misi itu?" Ucap Carissa yang begitu ketakutan hingga tak berani melangkahkan kakinya.


"Kan aku sudah bilang, belum terlambat untuk kembali ke rumah Evans, aku yakin mereka masih akan menerima mu." Ucap Cakra tanpa memperdulikan Carissa dan tetap berjalan.


"..... Tunggu!!!" Carissa memberanikan diri mengejar Cakra.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju gerbang Kota Aly.


"Melawan naga? Jangan bercanda! Melawan monster hewan saja aku tidak mampu. .... Bukannya aku meragukan kemampuan Cakra, tapi naga bukanlah monster sembarangan."

__ADS_1


".... Naga bukanlah monster sembarangan, apalagi misi ini menyelamatkan desa dari serangan naga, misi ini tidak akan mampu diselesaikan hanya dengan dua orang saja, misi ini membutuhkan banyak petualangan." Ucap Carissa dalam hati yang masih ragu sekaligus ketakutan berlebih.


"Ca-cakra, bagaimana jika kita membentuk party untuk misi ini? Ya, hanya untuk misi ini." Ucap Carissa mengusulkan.


"Aku tidak butuh itu, lagi pula jika kau takut kembalilah, aku tidak butuh seorang penghambat dan pengganggu sepertimu!" Cakra.


"...."


Carissa terdiam seribu bahasa ketika Cakra menganggapnya sebagai penghambat sekaligus pengganggu. Carissa sudah berulang kali mendengar kata-kata kasar dari Cakra, tapi ini yang begitu menyakitkan bagi Carissa.


"Jika kau tidak ingin dianggap sebagai penghambat sekaligus pengganggu, buktikanlah hanya dengan melukai naga yang nanti akan kita lawan." Ucap Cakra yang tiba-tiba merasa tidak enak kepada Carissa.


"System."


Cakra langsung menyerahkan pistol GN-2 Premium miliknya kepada Carissa.


"A-apa ini?" Carissa tidak paham kenapa Cakra menyerahkan senjata aneh tapi sangat mematikan kepadanya.


"Mungkin pedangmu tidak akan mampu melukai lawan di jarak puluhan meter, setidaknya dengan senjata ini kau bisa melukai lawan di jarak 25 meter." Cakra.


"Tapi, aku tidak bisa menggunakannya." Ucap Carissa ragu-ragu menerima pistol GN-2 Premium Cakra.


"Setidaknya terimalah dulu sebelum aku berubah pikiran!" Cakra.


"Baik." Dengan segera Carissa menerima pistol itu.


*****


*****


*****


Cakra dan Carissa terlihat baru saja turun dari motor yang mereka tunggangi, ketika mereka berdua sampai beberapa meter dari pintu masuk desa yang akan menjadi lokasi misi yang diambil.


"A-apa ini?" Ucap Carissa tercengang tidak percaya melihat keadaan desa.


Ya, dari jarak beberapa meter Cakra dan Carissa sudah dapat melihat keadaan desa tersebut. Desa itu sudah dapat disebut hampir hancur, kemungkinan besar karena kebakaran, hal itu terbukti dari asap hitam yang masih membumbung tinggi.


"Ayo." Cakra langsung melangkahkan kaki setelah motornya hilang dari pandangan.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Carissa segera mengikuti Cakra.


Saat Cakra dan Carissa baru saja masuk ke dalam desa, tiba-tiba saja kedua mata Cakra menangkap kobaran api hitam di dalam tubuh beberapa orang. Sebenarnya Cakra tidak bisa melihat orang-orang itu, karena mereka tertutup oleh kabut pekat.


Tapi jangan lupa, Cakra memiliki Mata Matahari yang dapat berfungsi sebagai radar jarak jauh.


"Heh, seperti inikah cara kalian menyambut tamu?" Ucap Cakra dalam hati sambil tersenyum sinis.


Cakra terus menatap beberapa orang yang berniat jahat kepadanya, hingga akhirnya salah satu dari mereka bergerak mendekat.


Orang itu terus mendekat dan akhirnya terlihat wujudnya oleh Cakra dan tentu saja Carissa yang berada ditempat yang sama.

__ADS_1


Orang itu melompat menuju Cakra sambil mengangkat tinggi-tinggi pedang yang digenggam kedua tangannya.


"Cakra!!!" Ucap Carissa terkejut karena tiba-tiba mendapatkan serangan, tapi meskipun ia bergerak, Carissa sudah terlambat.


"Heh."


Dengan mudahnya Cakra melangkah sedikit ke samping untuk menghindari tebasan pedang secara vertikal dari orang itu.


Carissa yang melihat kejadian itu juga, membuat Carissa menarik pedang La Naga dan langsung digunakan untuk menebas orang itu.


*SLAAAS*


Cakra yang berada di seberang Carissa membuka kedua matanya lebar-lebar melihat tubuh orang itu terbelah menjadi dua. Bagian atas sendiri, bagian bawah sendiri.


"Kekuatan tebasan seperti apa itu?" Ucap Cakra dalam hati tidak percaya.


[Kemampuan Pedang La Naga memang mengerikan ya tuan]


"Oi, kenapa kau malah ikut heran, system?"


"Ayang, kau tidak apa-apa kan?" Ucap Carissa sambil melompati jasad orang itu untuk mendekat ke Cakra.


"Ya, aku tidak apa-apa."


Cakra kembali bersiap ketika kedua matanya menangkap pergerakan orang-orang yang berniat jahat, mendekat secara bersamaan.


"Berhenti ditempat!!!" Ucap salah satu dari mereka dengan nada tinggi.


"System."


Cakra langsung meraih senapan serbu SSR-3 yang muncul dihadapannya, dan ia langsung bersiap untuk kemungkinan terburuk. Begitu pula dengan Carissa, ia juga langsung bersiap.


"Siapa kalian?"


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2