Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Pribadi yang berbeda


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Ellena kini disibukkan dengan pekerjaan barunya, di salah satu bisnis milik Hogue. Hingga suatu saat Ellena bertemu dengan seorang pria yang tak pernah ia sangka-sangka akan muncul kembali.


~ ~ ~


“Tuan Christo!” ujar Ell tercengang. Christo ialah pria yang sangat Ell sukai sebelumnya.


“Nona Ellena! jadi nona bekerja di sini?” tukas Christo dengan tersenyum pada Ell.


“Benar tuan. Tuan ingin mencari camera seperti apa?” Ell pun menuntun Chisto untuk berkeliling toko tersebut. Ell sangat bahagia hari ini, semua karena kehadiran Christo kembali.


“Nona Ellena, boleh kah aku meminta kontakmu?” ujar Christo sembi mengeluarkan ponsel milinya. Tanpa pikir panjang, Ell pun memberikan nomornya kepada Christo.


Sepanjang hari, Ell terus berkirim dan berbalas pesan-pesan singkat. Tentu saja pria itu ialah Christo. Belum pernah Ell sesemangat ini sebelumnya.


***


“Mansion kediaman Hogue”


Setelah seharian mengurus bisnis/ pertokoan, Ell pun kembali pulang ke mansion milik Hogue. Namun Ell tidak tinggal satu mansion, melainkan tinggal di sebuah ruamh kecil yang berada di area samping belakang mansion.


Khkhkk.. ckkkkhh… suara tawa yang cukup menakutkan terdengar jelas.


“Siapa yang bermain malam-malam begini!” keluh Ell. Meraih alarm jam yang masih menunjukkan pukul. 01.00.


Mencoba untuk tertidur kembali, namun suara itu tak kunjung berhenti. Akhirnya Ell pun memutuskan untuk mencari asal suara. Baru saja ia hendak melangkah ke luar dan membuka tirai rumahnya.


Ahkk.. Ell membekap mulutnya dengan kedua tangannya sendiri. Ell melihat seorang wanita sedang melayang-layang di area mansion dengan bentuk wajah rata.

__ADS_1



Ell sangat ketakutan bahkan hamoir mengompol karena rasa takutnya.


Bughh… suara benturan yang cukup hebat menimpa dinding mansion kediaman Hogue. Ell mencoba melihat kembali keadaan di luar sana.


“Tuan Hogue” ucap Ell dengan nada yang hampir tak terdengar, semua karena rasa takutnya yang sudah semakin menjadi-jadi.


Dari leher hingga area dada Hogue bersimba darah segar, dan dua pasang gusi yang mucul dari dalam mulutnya. Seketika tatapan mata semerah darah itu menatap ke arah Ell.


Ell langsung menutup kembali tirai jendelanya. Berjalan setengah berlari menuju kamar kediamannya. Tubuh Ell gemetar, ia tidak dapat tidur. Ia bahkan tak dapat menangis, karena ketakutan itu.


Bersembunyi di balik selimut dengan keadaan lampu menyala. Tiba-tiba saja lampu kamar Ell mati. Ell cukup panic, namun tidak berani keluar dari balik selimut miliknya.


“Ellena…” suara sedang memangggilnya. Bulu kudu Ell semakin meremang tak karuan. Takut sungguh takut, hingga mau mati saja. Oh Tuhan tolong, apa yang harus Ell perbuat.


Whusssttt… sesuatu sedang menarik selimut tebal Ell. Ell memberanikan diri untuk membuka mata, dan…



“Mengapa belum tidur?” ujar sosok tersebut.


Ell masih dalam keadaan gemetar hebat. :”Tu-tu-aann… Hogu—e” ucap Ell dengan gemetar.


“Kau seharusnya beristirahat dengan baik Ellena!” tukas Hogue dengan nada yang cukup datar nan lembut. Sungguh tidak seperti Hogue biasanya.


“Yah tuan..” jawab Ell dengan terbata.


Ahk.. pekik Ell, saat tangan Hogue membelai lembut wajahnya. Dengan penuh senyuman dan sorot mata semerah darah tadi. “Kau harus istirahat, besok akan banyak pekerjaan” tukas Hogue.


Ell pun mendengarkan perkataan Hogue padanya.

__ADS_1


***


Sepanjang hari. Ell terlihat lebih banyak melamun. Ia terus teringat akan sosok lembut Hogue malam itu. Hogue sungguh sangat berbeda dari dirinya yang biasa.


“Mengapa tuan Hogue terlihat berbeda pada saat malam. Mengapa sorot matanya seperti mata para iblis yang pernah aku lihat di film-film?” batin Ell. Ell sunguh tidak mengerti tentang kepribadian Hogue.


Ia sangat yakin, pria itu adlah Hogue. Karena saat Ell melihat Hogue, Hogue baru saja keluar dari jendela kamarnya dan melayang bersama seorang wanita tanpa wajah yang jelas. Ell tidak mengerti, dan rasa ingin tahunya pun semakin besar pula.


***


“Mansion kediaman Hogue”


“Bibi” Ell meraih tangan seorang pelayan wanita paru baya.


“Iya, ada apa nona Ellena?”


Dengan wajah memelas, Ell memohon. “Bibi, bolehkah aku tidur bersama bibi malam ini” pinta Ell penuh harap.


“ada apa nona Ellena? mengapa tiba-tiba?” tukas sang pelayan.


“Bibi kau takut tidur sendiri. Semalam aku melihat seorang wanita melayang di area mansion dan..—“


“Maaf nona Ellena, aku harus kembali bekerja” sang pelayan tiba-tiba pergi, saat Ell baru saja hendak bercerita.


Ell pun menengus sebal. Saat Ell berbalik, para pelayan lainnya menatapnya sejenak. Lalu kembali bekerja, seolah tak terjadi hal apa pun.


“Mengapa aku merasa ada banyak rahasia di mansion ini yang tidak aku ketahui” batin Ell.


Semua orang yang berada di dalam mansion seolah tak ingin membicarakan hal-hal aneh yang telah Ell alami.


***

__ADS_1


__ADS_2