
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Ellena tidak menyadari bahwa ia sebenarnya telah kehilangan banyak dari ingatannya. Bahkan kenangan bersama orang-orang tercinta, keluarga semua terlupakan begitu saja. Akankah Ellena dapat mengingat kembali serpihan kenangannya, walau begitu banyak luka dalam cerita hidupnya…
~ ~ ~
“Kakak manusia!” jerit Teddy Namie histeris. Namun tubuh Ell sudah terlilit dan melayang di udara bersama wanita bertubuh ular.
“Kau akan menerima akibatnya!” teriak Teddy emosional. Karena Ell sudah sangat dengan mereka, bahkan sudah seperti seorang ibu bagi mereka.
Namie bergegas memberitahukan hal tersebut pada sang tuan besar. “Tuan! tuan!” lirih Namie gelisah.
“Apa yang kau lakukan di sini? tuan besar sedang beristirahat” tukas seorang wanita sinis.
“Kakak manusia sedang diganggu oleh wanita ular hijau” tukas Namie dengan terengah.
Bhuakkhh….
Bantingan pintu terdengar begitu mendengung, sang tuan besar keluar dengan wajah penuh amarah. Rupanya sang tuan besar telah mendengar semua yang Namie katakan.
>>>
“Tidak!!” jerit Teddy histeris.
“Hentikan itu! apa yang kau lakukan!” bentak sang tuan besar yang kini sudah berada di tengah-tengah mereka.
Bugh…
Tubuh Ell terjatuh di tanah. “Tuan besar, gadis manusia ini hanyalah manusia rendahan. Mengapa anda lebih membelanya..” tukas si wanita bertubuh ular tersebut.
“Kau enyahlah dan jadilah ular yang akan tersiksa seumur hidupmu!” tukas sang tuan besar, dan tubuh si wanita ular seketika terbakar namun ia tetap hidup. Sungguh siksaan yang akan membunuhnya perlahan.
“Kau! Bertahanlah” tukas sang tuan besar lalu mengangkat tubuh Ell melayang bersamanya. Mereka melayang ke bagian teratas kastil, tempat peristirahatan sang tuan besar.
“Syukurlah, kita tepat waktu..” ujar Namie Teddy lega.
>>>
“Ellena… namamu Ellena bukan?” ujar sang tuan besar sembari menyentuh wajah Ell lembut.
“Aku Ellena..” pekik Ell terkejut. Lagi-lagi sakit dikepalanya sungguh menyiksa, dan ia berusaha mengingat semua kenangan itu.
“Hentikan, itu hanya akan menyiksamu saja..” sang tuan besar meraih kedua tangan Ell.
“Tuan besar, mengapa anda menyelamatkanku..” ucap Ell lirih.
“Karena kau akan menjadi pengantinku..” tukas sang tuan besar dengan senyuman bahagia.
“Tidak! tidak mungkin! aku hanya mencintai tuan Henokh..” batin Ell. Tiba-tiba kalimat itulah yang muncul dibenaknya.
“Panggil aku Ezrai. Dikehidupan sebelumnya aku adalah manusia biasa, dan tubuh asliku menyatu dengan darah kegelapan.” Tukas sang tuan besar pada Ell.
“Tuan Ezrai..” ucap Ell perlahan. Ell masih merasa sakit pada bagian kepalanya.
“Yah… panggil aku tuan Ezrai saat kita bersama.” Tuan besar mengecup punggung tangan Ell.
__ADS_1
“Terima kasih tuan besar…” ucap Ell gemetar dan kembali mengatur napasnya.
>>>
Ell kembali ke kamar kediamannya, dan sang tuan besarlah yang mengantarnya kembali.
Sepanjang malam Ell terus gelisah, dan perlahan ingatannya kembali pulih. Seketika bayangan Henokh pun mulai muncul, namun rasa sakit kian menyiksanya. Setiap Ell mencoba untuk kembali mengingat, maka rasa sakita akan semakin menyiksanya.
Sementara di sisi lain…
***
"Mansion kediaman Henokh"
“Bodoh! kalian terlalu lamban!” bentak Henokh dan membuat meja-meja kaca yang berada di depannya pecah hancur akibat tendangannya.
“Kemana aku harus mencarimu Ellena!” isak Henokh, mengepal kedua tangannya dan kembali meninju benda-benda yang ada disekitarnya.
Semua penghuni mansion ikut merasakan kemarahan Henokh. Mereka hanya terdiam ketakutan melihat betapa kacaunya, tuan mereka saat ini.
“Aku bodoh! bodoh! bodoh!” isak Henokh. Henokh terus menyalahkan dirinya sendiri. Ia begitu sedih karena Ell hilang akibat kecerobohannya sendiri.
Sudah cukup lama Henokh mencari keberadaan Ell, namun ia tak juga mendapati Ell.
“Malam ini kita akan membawa seorang gadis sebagai umpan” titah Henokh pada para pengawalnya. Mereka pun membawa seorang gadis belia sebagai umpat bagi korban para makhluk kegelapan.
***
Henokh bersama seorang gadis kini terhenti di area bahu jalan, dan tepat di tengah hutan tempat Henokh kehilangan Ell kala itu.
Mulai merubah dirinya menjadi hambusan angin dan melayang ke arah pepohonan.
Setelah beberapa saat kemudian…
Muncullah seorang wanita setengah siluman bersama seekor burung elang yang berwujud cahaya kobaran api. Merekalah yang telah membawa tubuh Ell kea lam kegepalan.
Mereka mulai memperhatikan tubuh gadis belia yang tergelatak tak berdaya, lalu tiba-tiba menghilang bersama hembusan angin.
Henokh secara dam-diam telah mengikuti jejak dua makhluk tadi. Ternyata mereka terhenti di depan sebuah kastil tua.
Saat itu juga, Henokh mulai mencium aroma tubuh Ell. Yah, Henokh sangat mengenali aroma tubuh wanita tercintanya.
***
“Bajingan! ternyata Ellena berada di kastil pria ******** itu” tukas Henokh penuh amarah. Rasanya, Henokh sudah tak sabar ingin menyoyakan tubuh pemilik kastil tersebut. Sepertinya Henokh sudah mengetahui siapa pemilik kastil tersebut.
“Aku bersumpah akan memusnahkan semua makluk laknat di kastil ini, jika Ellenaku sampai terluka.” Gumama Henokh dan ia kini hanya bisa menunggu dari kejauhan.
***
Di sebuah rumah.
“Mengapa tuan Henokh berkunjung ke kediaman kami yang tak seberapa ini?” ujar seorang pria bersama seorang wanita yang ialah istrinya.
“Aku hanya ingin mengambil kembali pengantinku, dank arena kecerobohanku, dia harus terjebak di kastil terkutuk itu” tukas Henokh yang kini menyamar sebagai makhluk serupa dengan mereka.
__ADS_1
Pria yang kini sebagai tempat ia menumpang, ialah pria yang satu bangsa dengannya.
“Itu adalah kastil termegah lainnya di alam kegelapan tuan. Sangat sulit bagi para makhluk lain untuk dapat berkunjung ke sana.”
“Suamiku, bukankah sang tuan besar akan segera melangsungkan pernikahan megahnya bersama seorang gadis manusia yang cantik” timpal sang istrinya lagi.
“Gadis manusia, apakah itu..—“ ucap Henokh. Henokh sudah sangat marah dan tak sabar ingin segera menemukan Ell.
***
“Kastil tuan besar”
“Kakak manusia, kau sangat cantik” puji Teddy dan Namie, saat Ell mengenakan gaun pengantinnya.
Wajah Ell terlihat begitu sedih, namun ia benar-benar tak dapat mengingat kembali semua kenangan lamanya. Ell akhirnya menuruti keingingan tuan besar untuk menjadi seorang pengantin, semua karena pengaruh ilusi dari sang tuan besarnya.
“Teddy, Namie.. mengapa hatiku tiba-tiba terasa sakit, dan sangat ingin menangis..” ucap Ell lirih.
“Kakak manusia, jangan menangis pada saat kakak manusia akan segera menjadi pengantin tuan besar..” ujar Namie dengan nada berbisik.
“Kakak manusia, jika kakak manolak, maka kami tidak akan bisa membantu..” ucap Teddy Namie sendu. Lalu pergi dari hadapan Ell.
Ell duduk termenung, perasaannya begitu gelisah tak menentu.
“Apakah aku sudah gila.. mengapa aku mendengarkan semua perkataan tuan besar! Aku tidak mencintainya, aku tidak mencintainya..” lirih hati Ell. Ell menahan tangisannya, sebisa yang ia lakukan
.
“Ellena.. di mana kau Ellena.. aku lelah sudah lelah menanti.. tunjukan dirimu Ellena..” terdengar jelas suara seseorang yang sedang berbicara padanya.
Namun Ell tidak sanggup mengingatnya, dan suara ini membuat Ell sangat ingin menangis.
Ell menatap wajahnya ke sebuah cermin, seketika itu Ell terdiam kaku. “Aku Ellena.. Ellena calon istri tuanku Henokh.. bukan tuan besar..” gumamnya pelan, dan ingatannya perlahan pulih setelah mendengar suara yang memanggil-manggil nama Ellena.
“Pengantinku, kau sudah siap” seru tuan besar yang kini melangkah ke arah ruangan rias Ell. Ell spontan berdiri, dan ia menyadari semua yang terjadi adalah cerita ilusi sang tuan besar tersebut.
“Tuan besar” ucap Ell lirih, namun ia harus bertahan. Karena ada sebuah keyakinan kuat dalam hatinya, jika Henokh akan segera menjemput dirinya.
>>>
Sang tuan besar menuntun Ell untuk ke luar kastil, dan Ell menurut. Tak sanggup menahan rasa sedihnya, Ell pun seketika menangis, dan tuan besar tak suka dengan tangisan itu.
“Bukankah sudah kukatakan agar tetap tersenyum, apakah itu begitu sulit!” tukas sang tuan besar, lalu memojokan Ell ke tepi.
“Maaf tuan Ezrai.. aku hanya terharu..” ucap Ell lirih, dan berusaha untuk tetap tersenyum seolah ia masih berada dalam kendali sang tuan besar.
Semua tamu para makhluk berbagai macam rupa sudah beraris rapi. Sedangkan Ell bersama sang tuan besar berdiri di tengah-tengah keramian tersebut.
Acara pernikaha dengan berbagai ritual akan segera dimulai. Sang tuan besar meraih sebuah belati panas. “Sayatan belati ini adalah tanda kita sebagai pasangan selamanya,” tukas sang tuan besar sembari menyayat pergelangan tangannya.
Lalu bersiap-siap untuk menyayat pergelangan tangan milik Ell. Mata Ell membelalak tak percaya dengan cara ritual ini, sungguh aneh dan tak masuk akal baginya.
Tangan Ell gemetar, ingin rasanya Ell menolak. Sekali dua kali, Ell masih enggan dan terlihat begitu ketakutan. Sementara sang tuan besar cukup memahami rasa takut Ell, walau akhirnya ia meraih paksa tangan Ell.
“Hentikan itu ********!” seru seseorang, dengan suara yang sangat Ell kenali.
__ADS_1
****