
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Tuan besar Ezrai sudah hampir saja menjadikan Ellena sebagai pengantinnya. Namun sesuatu tak terduga pun terjadilah di acara ritual pernikahan mereka.
~ ~ ~
“Hentikan itu baj**gan!” teriak seseorang dari tengah kerumunan para tamu undangan.
“Siapa itu!” tukas tuan besar kesal, rahangnya mulai mengeras dan sorot matanya berubah hitam kemerahan.
“Tuan Henokh..—“ ucap Ell tatkala melihat seorang pria yang sangat ia cintai akhirnya muncul setelah sekian lamanya.
“Henokh Matthe, kau ********!” teriak sang tuan besar Ezrai kala itu.
Ahkk.. Ell memekik, saat sang tuan besar mendekap dirinya, lalu mengarahkan belati panas di leher Ell.
“Kau..—“ sorot mata Henokh menggelap, ia hendak melangkah mendekati namun belati panas tersebut kian membuat Ell terisak ketakutan.
“Kau sudah berani datang dan menghancurkan pernikahanku! Jika wanita tidak dapat kumiliki, maka tak ada satupun yang dapat memilikinya juga,” peringat tuann besar Ezrai.
“Tuan Henokh.. hentikan..” lirih Ell.
Beberapa makhluk meraih tubuh Henokh, menahan Henokh di sana. Henokh tak dapat berbuat banyak, karena kini Ell berada dalam bahaya besar.
“Kalian berani menyentuhku!” peringat Henokh pada beberapa makhluk yang mencoba untuk menahannya. Hanya dengan tatapan mata saja, mereka merasa begitu takut pada Henokh.
“Coba saja ********!” seru sang tuan besar, dan melayang bersama tubuh Ell dan menghilang seketika.
“Bajingan! lepaskan Ellena!” teriak Henokh. Henokh mulai mengamuk, memporak porandakan seisi kastil tersebut. Setelah dirasa puas menghajar para makhluk, Henokh tersungkur di depan pintu kastil.
Tubuh Henokh seketika melemah, saat sesuatu yang basah menetes deras dari bahunya.
Henokh menoleh ke belakangnya. “Tak akan kubiarkan kau menyakiti tuan besar kami, dan juga calon nyonya besar kami” tukas seorang gadis remaja, yang ialah Namie. Namie menghujam keras sebuah besi panas hingga menembus bahu dan hampir saja mengenai area jantung Henokh.
Bagaimana pun juga Henokh adalah manusia kegelepan, dan separuh tubuh jiwanya ialah tubuh manusia biasa. “Apa yang telah kau lakukan gadis kecil, apa kau pikir dengan begini aku akan mati?” tukas Henokh dan mencabut besi dari bahunya.
Arghhkk… erangnya, besi yang telah menembus bahunya cukup menyakitkan ketika tercabut dari tubuhnya. Henokh bangkit berdiri ke arah Namie Teddy.
“Jangan sakiti Namie! Kami tidak ingin kau mengacaukan kebebasan kakak manusia cantik kami!” peringat Teddy sembari melindungi Namie dari tatapan mematikan Henokh.
__ADS_1
Namie terlihat ketakutan, dan meringuk di belakang tubuh Teddy. “Kau pasti orang yang akan menghancurkan kebahagiaan kakak manusia!” teriak Teddy.
“Aku adalah calon suami Ellena, yah dia adalah Ellenaku.. aku telah mencarinya kemana-mana, lalu kalian mencoba untuk menghalangiku” peringat Henokh, sekali lagi melangkah mendekati Teddy Namie.
“Jadi kakak manusia bernama Ellena, dan kau adalah calon suaminya dari dunia manusia. Bagaiaman mungkin kau manusia bisa masuk ke alam kegelapan!” tergas Teddy.
Henokh mulai mengatakan dirinya yang sebenarnya, sementara di sisi lainnya.
***
Ell terus terisak ketakutan, kini berada di dalam sebuah kurungan besi, tepatnya di dalam sebuah gua.
“Kau sudah mengingat semuanya!” bentak sang tuan besar, membuat Ell semakin takut.
“Jika saja dimasa lalu aku mendapatkan wanita yang sangat aku inginkan, mungkin keadaanku tidak akan seperti ini,” tukas sang tuan besar Ezrai sembari menyeruput darah segar di dalam cawan.
“Mengapa kau menahanku tuan, aku akan segera menjadi istri pria lain, dan..—“
“Diam! jika aku tidak segera memilikimu, lalu siapa yang akan menjadi penerusku! Bertahun-tahun aku menantikan gadis manusia murni, dan akhirnya kau datang..” tukas sang tuan besar.
Tuan besar Ezrai dulunya ialah seorang pria yang baik dan bermoral (Mr. Devil Season II). Namun karena wanita yang begitu ia inginkan tak dapat ia miliki, tuan Ezrai pun sempat patah arah.
---Kilas balik---
Arghh… “Sialan!” erang tuan Ezrai, ia menghentikan mobil miliknya tepat di depan kuburan tua. Kala itu ia sedang kacau, marah dan tak tentu arah lagi.
“Nenek, aku sangat meirndukanmu” gumamnya kala itu, tuan Ezrai terlihat sedang mabuk minuman. Tuan Ezrai berniat untuk mengunjungi tempat peristirahatan terakhir sang neneknya.
Baru saja ia melangkah maju, tiba-tiba seekor ular memagut tepat di bagian leher. Darah segar mulai mencuat tak biasa.
Arghhkk hkkk aakkk… Tuan Ezrai terus menjerit kesakitan, dan darah segar pun turut menetes dari dalam matanya. Penglihatannya mulai berputar, dan tubuhnya terangkat ke udara, dan yang tertinggal di sana hanyalah jasad ilusi dari makluk yang telah memagutnya.
***
“Kastil tua”
“Mengapa aku bisa berada di sini,” gumam tuan Ezrai panic. Kini ia sudah berada di sebuah kastil tua, yang dihuni oleh beberapa makluk kegelapan berkepala binatang.
“Hormat sembah sujud kami pada tuan besar” seru para makluk tersebut sembari bersudu di hadapannya.
“Apa yang kalian lakukan..—“ Arghhk… tiba-tiba saja tuan Ezrai mulai mengerang kesakitan. Tubuhnya perlahan berganti kulit, dan seakan terlahir kembali. Suara jerit kesakitannya menggema ke segala penjuru kastil.
__ADS_1
Setelah kurang lebih satu jam, ia pun terlahir sebagai sosok pemimpin kastil tua tersebut. Kehidupannya penuh dengan kekejaman, dan terlebih lagi ia menyimpan dendam membara di dalam pikirannya. Hal itulah yang membuatnya kian jahat nan keji lagi.
Hingga suatu saat, tuan Ezrai sempat berjumpa dengan sosok Henokh tatkala ia sedang mencoba kembali ke dunia manusia. Dipertemuan itu sudah tak ada kata saling peduli, dan tuan Ezrai dikenal sangat keji di dunia kegelapan.
Tak ada belas kasihan lagi padanya, semua ia anggap sebagai kepuasaan tersendiri. Bahkan tak ada hal yang mampu membuatnya tertarik, selain menampung para manusia dan jiwa-jiwa yang terhilang.
Tuan Ezrai benar-benar telah berada di bawah kendali dunia kegelapan. Tak ada yang berani menentangnya, apapun keputusannya selalu benar.
------
Arghhkk… “Tidak tuan.. jangan..” isak Ell, saat sang tuan besar Ezrai meraih paksa tangannya dan hendak menyeyat pergelangan tangan Ell.
“Aku sudah cukup baik padamu, tapi kau berani menentangku!” bentak tuan besar Ezrai penuh amarah. Bahkan wujud tuan Ezrai berubah menjadi begitu menyeramkan.
Lidahnya menjulur panjang keluar, taring-taringnya sudah siap untuk dipuaskan dengan darah segar Ell. Ell ditarik dan dilemparkan ke atas ranjang yang sudah tersedia dalam goa tersebut.
“Tidak.. jangan… jangan…” jeritan Ell terdengar panjang nan parau.
>>>
“Ellena! Ellena!” jerit Henokh yang sedang berusaha mencari jejak Ell bersama Teddy Namie.
Ahk… pekik Henokh, saat bahunya mulai terasa begitu sakit, akibat hujaman besi panas Namie. “Tuan, ampuni kami tuan… ini karena kecerobohan kami..” lirih Namie penuh penyesalan.
“Sudahlah, ini bukan saatnya untuk menyesal. Sekarang kita harus cari Ell..—“ tiba-tiba terdengar suara jeritan wanita dari dalam hutan gelap mencekam.
“Ellena!!” teriaknya nyaring, dan segera bergegas mencari asal suara.
“Tuan! itu adalah area gua milik tuan besar, tapi kami pasti akan mati dan disiksa tuan..” lirih Namie Teddy.
“Aku akan membawa kalian kembali ke alam manusia, dan ke tempat kalian seharusnya. Jadi, tetaplah bersamaku hingga akhir,” pinta Henokh. Teddy Namie mengangguk setuju.
Sebuah hutan lebat, dan hanya mereka yang memiliki penglihatan khususlah yang dapat melihat gua tak kasat mata tersebut.
Akhirnya Henokh pun mendapati sebuah goa berbentuk tengkorak di atas gua tersebut.
Suara tangisan itu semakin dekat, dan..
“Ellena!!!!” teriak Henokh kala itu, saat melihat Ell terbaring di atas kasur dengan leher tercekik oleh sosok makhluk berbentuk mengerikan. Seluruh pakaian Ell hampir habis tercabik.
****
__ADS_1