
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Keinginan besar Henokh ialah untuk hidup bahagia bersama wanita yang mampu menerimanya apa adanya. Wanita terindah itupun sudad ada di dekatnya, yaitu Ellena Casey. Namun, sebagai wanita yang ingin memiliki rumah tangga bahagia, Ellena tidak sanggup jika harus menyaksikan suami masa depannya ketergantungan dengan darah perawan.
~ ~ ~
“Jadi kau ingin menyerah begitu saja,” ucap Ell lirih.
Henokh berjalan mendekati Ell dengan wajah sendunya, bahkan sorot matanya yang tadi berwarna merah, kini mulai meredup. “Apakah kau ingin aku terus berjuang?” tukas Henokh sembari meraih tengkuk leher Ell.
Hmm… Ell mengangguk dengan air mata yang sudah mulai menetes di pipi mulusnya. “Tentu saja aku ingin,” isak Ell.
“Baiklah, mari kita berjuang bersama. Maafkan aku yang tak sempurna untukmu,” tukas Henokh lirih. Mengecup bibir Ell, Ell pun memejamkan kedua matanya.
Setelahnya, Henokh pun beranjak pergi dari hadapan Ell. Henokh masih memperjuangkan hubungan mereka hingga tahap yang lebih baik lagi, walau semua terasa begitu sulit.
***
“Kediaman Ellena family”
“Ellena, bagaimana dengan pernikahanmu bersama tuan muda Henokh?” tanya sang nenek Clesia pada Ell, yang sedang membereskan ruangan kerja pribadinya.
“Masih butuh waktu nek, karena masih banyak yang harus kami kerjakan.”
“Bukankah, kalian sudah sama-sama mapan, Ellena!” tukas nenek Clesia heran.
Ell menghentikan pekerjaannya dan menghela napas pelan. Karena Ell harus bisa menjelaskan secara benar tentang dirinya bersama Henokh. Tak ingin membuat sang neneknya curiga sedikit pun.
“Nenek, sudah tidak sabar ingin melihat Cars junior, bukan,” kekeh Ell dengan nada bercanda. Sehingga suasana hatinya bisa kembali normal.
“Tentu saja cucu nenek, nenek sangat ingin melihat Cars junior. Ayah dan ibumu pasti sangat bahagia,” ujar nenek Clesia sambil membantu Ell membereskan segala berkas yang saat itu Ell miliki.
>>>
Selama berbulan-bulan lamanya, Ell tak lagi saling berkomunikasi dengan Henokh. Walau hanya sekedar saling berkirim pesan pun tidak.
“Apakah semua akan baik-baik saja,” gumam Ell sembari menatap gaun yang telah Henokh persiapkan untuk hari pernikahan mereka kelak. Ell mulai pesimis dengan segala rencana mereka, karena hingga saat ini Henokh belum juga memberikan kabar berita.
“Permisi nona Ellena, hallo!” seru seseorang dari balik pintu kamarnya. Ell terpaksa beranjak dari tempat tidurnya hanya untuk membukakan pintu.
“Yah, ada apa?” tukas Ell dingin.
“Maaf mengganggu istirahat nona. Tapi di bawah sudah ada seseorang yang sedang mencari nona,” ujar sang asisten rumah Ell.
“Mengapa kau lupa, bukankah aku sudah berpesan jika aku akan sangat sibuk!” tukas Ell kesal.
“Mohon maaf nona Ell,--“
“Sudahlah, aku tidak ingin hal ini terjadi lagi.” Ell pun kembali ke dalam kamar pribadinya, mengambil cardigan sebagai penutup dress tidur miliknya.
Ell kemudian turun ke bawah dan melihat siapa sebenarnya tamu penting itu.
“Ellena!” seru seseorang yang sudah menunggu Ell.
__ADS_1
“Paman Luke,” ujar Ell pada pria tersebut, yang ialah Mr. Luke, ayah dari Henokh.
“Maaf, jika paman telah menganggu istirahatmu Ellena,” sesal Mr. Luke. Tak biasanya Mr. Luke bertamu malam-malam begini, pikir Ell.
Ell pun duduk berhadapan bersama Mr. Luke di sebuah ruang tamu.
“Apa yang membuat paman datang kemari?” tanya Ell pada Mr. Luke.
“Ellena, apakah Henokh tidak memberimu kabar hingga saat ini?”
“Mengapa paman menanyakan hal ini padaku?” Ell justru balik bertanya pada Mr. Luke.
“Henokh sudah cukup lama tidak kembali ke rumah, kami keluarganya tak satupun tahu keberadaannya.”
“Apa, tuan muda Henokh tidak di mansion!” Ell terkejut mendengar hal itu.
“Yah Ellena. Terakhir kali kami bertemu ialah pada saat Henokh membawamu ke mansion.” Ell sangat tidak menyangka akan apa yang ia dengar saat ini. Akankah Henokh menghilang, dan tak akan kembali lagi.
“Aku akan ke mansionnya,” tukas Ell lalu segera kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Setelah selesai berganti pakaian, Ell pun segera mengajak Mr. Luke untuk pergi bersamanya.
***
Ellena pergi bersama Mr. Luke beserta supir pribadi Mr. Luke kala itu. Sepanjang perjalanan Ell terlihat begitu cemas, dan terus berpikir apa yang kini Henokh telah lakukan.
Setelah beberapa saat kemudian…
“Mansion kediaman Henokh”
Ell begitu tak sabar ingin menjumpai Henokh.
“Di mana tuan muda Henokh?” tanya Ell sinis pada salah seorang pelayan wanita.
“Kami tidak tahu nona..” balas sang pelayan.
“Bagaimana mungkin kalian bisa tidak tahu, bukankah kalian bekerja di sini!” bentak Ell kesal.
“Ellena tenanglah nak, kita harus tenang,” ujar Mr. Luke mencoba menenangkan Ell.
“Bagaimana mungkin aku bisa tenang paman, sedangkan Henokh menghilang.. sudah cukup lama dia tidak menemuiku.” ucap Ell lirih.
“Mengapa paman baru mengatakan hal ini padaku!”
“Karena aku berpikir Hneokh telah memperseiapkan segalanya untuk pernikahan kalian, dan akupun sedang berada di luar negeri.”
Ell memijat kepalanya, dan sejenak berpikir. “Kemana aku harus mencari tuan Henokh..” lirih Ell.
“Nona Ellena, bisakah kita bicara sebentar,” tukas salah seorang anggota keamanan mansion kediaman Henokh.
>>>
Ell mencoba untuk tetap tenang, dan berbicara dengan pengawal kepercayaan Henokh.
“Tuan Henokh berpesan agar kami tidak membicarakan hal ini pada nona. Tapi melihat nona begitu cemas, aku tidak tahan untuk tidak berbicara.”
__ADS_1
Ell menatap dalam pria tersebut, dan tentu saja tidak sabar akan informasi apa yang ia dengar.
“Tuan Henokh sedang berada di alam kegelapan, dan..—“
“Apa! bagaimana mungkin!” sela Ell yang begitu tak sabar ingin mengetahui lebih lagi.
“Nona Ellena mohon tenanglah. Hanya tuan Henokh yang bisa berada di sana, sedangkan manusia biasa tidak.”
“Lalu menurutmu aku harus menunggu lama!” Ell mulai marah, dan tidak puas akan informasi yang baru saja ia dengarkan.
“Yah nona, kita hanya bisa menunggu,” sesal sang pengawal priadi Henokh tersebut. “Tapi jika nona bersedia mengikuti ritual, maka kita bisa pergi ke sana.”
“Kau bersungguh-sungguh!” tukas Ell penuh antusias. Pengawal tersebut mengangguk mantaf, dan mereka pun siap untuk melakukan beberapa ritual.
>>>
Ell mengenyampingkan segala pekerjaannya dan bersiap-siap untuk mengikuti ritual. Meskipun ritual ini belum tentu berhasil dan akan sangat berbahaya bagi nyawa Ell. Ell sudah benar-benar serius dan yakin dengan pilihannya tersebut.
“Nona Ellena sudah siap?” tanya sang pengawal dan beberapa pelayan mansion.
“Aku siap!” jawab Ell mantaf.
Arghk… ahhh… jerit Ell, saat bagian pergelengan tangannya tersayat belati tajam. Tidak hanya Ell, tapi para pelayan maupun pengawal yang berada di sana turut merasakan hal yang Ell alami.
Salah satu pengawal pria membuat bentuk pola lingkaran lalu darah mereka di teteskan disetiap lingakaran tersebut. Lilin-lilin merah pun menyala mengelilingi setiap sudut tempat. Mereka mengadakan ritual di dalam ruangan lantai dasar mansion, karena ruang bawah tanah tak satupun yang berani menjamahnya.
Benang wol berwarna merah direkatkan pada setiap pergelangan tangan mereka. Mereka saling bergandengan tangan.
“Tangan dan tali ini tidak boleh terputus, apapun yang terjadi bertahanlah,” peringat Mr. Trush, sanga sisten pribadi Henokh yang juga turut serta dalam acara ritual tersebut.
Swusshhh swushs…
Angin mulai berhembus kencang, dan segala isi ruangan tersebut bergetar. Tubuh mereka melayang di udara. Ada sesuatu yang mulai mengganggu mereka, dna membuat fokus hilang.
Ahkk… semua menjerit hebat, dan akhirnya mata mereka terbuka. Kini jiwa roh mereka sudah terpisah dari tubuh manusia. Tubuh manusia mereka masih duduk tenang sambil terus bergumam.
“Apakah kita sudah terpisah,” tukas Ell ngeri. Hal ini sangat mengerikan baginya.
“Yah nona Ellena, kita akan sama-sama menuju alam kegelapan.” Tukas Mr. Trush.
Secara tiba-tiba jiwa roh mereka menghilang, dan terlempar ke dalam kegelapan malam mencekam.
***
Ahkk… Ell menyentuh kepalanya yang terasa nyeri akibat terbentur sesuatu yang keras. “Di mana aku?” ucap Ell sembari memandangi sekitarnya.
“Nona Ellena,” panggil Mr. Trush yang tiba-tiba sudah ada di hadapan Ell.
“Tuan Trush, sejak kapan tuan di sini?” pekik Ell.
“Aku sudah menunggumu nona,” ujar Mr. Trush, namun ada sesuatu yang janggal.
Wajah Mr. Trush terlihat begitu pucat dan sorot mata yang meredup. Ell pun menyambut tangan Mr. Trush yang mengajaknya untuk pergi.
“Nona Ellena! jangan ikut iblis itu!” jerit Mr. Trush bersama seorang pelayan wanita.
__ADS_1
“Apa yang harus kita lakuka tuan?” desak sang pelayan wanita. Karena sosok iblis telah mengambil rupa seseorang yang Ell kenal.
****