Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Sosok ibu pengganti


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


~ ~ ~


Henokh telah terobsesi dengan sosok Ellena, bahkan telah meminum darah dari dalam tubuh Ellena. Kini, setiap kali Henokh merasa haus darah, maka Ellena akan merasakan sara sakit di sekujur tubuhnya.


“Selamat pagi tuan Ghand!” sapa para pegawai perusahaan cabang Mathhe group, ketika Mr. Ghand baru saja tiba.


“Tolong panggilkan nona Ellena ke ruangan pimpinan!” titah Mr. Ghand pada sang asisten pribadinya, asisten Delco.


Setelah memberi perintah pada asisten Delco, Ell pun tiba di ruangannya.


“Permisi tuan Ghand!” ucap Ell dengan penuh rasa hormat. Melihat Ell yang begitu rapi nan anggun, dadanya pun tiba-tiba saja berdebar tak karuan.


“Silakan duduk nona Ellena,” ujarnya sembari mempersilakan Ell duduk tepat di hadapannya. Sejak kedatangan Ell, Mr. Ghand tak henti-hentinya tersenyum sumbringah.


“Nona Ellena, bagaimana dengan perusahaan dan pemasok barang-barang?” tanyanya, sekedar mencari topic pembicaraan.


“Semua aman terkendali tuan, dan aku pun sudah membuat semua laporan bulanan.”


“Terima kasih atas kerja kerasmu. Ah, bisakah kita makan malam bersama?” ujar Mr. Ghand penuh harap.


Ell seketika menunduk sendu, ia teringat akan peringatan dari Henokh. “Aku masih ada pekerjaan lain, tuan” jawab Ell mencari-cari alasan.


“Tidak masalah, aku akan menuggu,” ujarnya dengan antusias. Ell mulai bingung dengan alasan yang akan ia katakan lagi. Karena Mr. Ghand terlihat sangat menginginkan pertemuan ini.


***


“Kediaman Ellena Casey”


Tok tok tok… suara ketukan, di saat Ell baru saja usai merapikan lemarinya. Ia pun bergegas hendak membuka pintu.


“Selamat malam..” ujar Mr. Ghand yang kini berdiri di depan pintu.


“Tu-tuan..” ucapnya dengan terbata.


“Kau sepertinya memiliki kesibukan yang sulit untuk ditunda. Jadi, aku membawakan makanan, agar kita makan bersama.” Mr. Ghand yang membawa beberapa bungkusan makanan bagi dirinya bersama Ell.


Karena sudah berada di depan pintu, sangat tidak mungkin bagi Ell untuk tidak menerimanya. “Silakan masuk, tuan!” ujar Ell sembari menyajikan semua makanan yang telah Mr. Ghand  siapkan.


Keduanya pun makan bersama, Mr. Ghand terlihat sangat menikmati makan malamnya bersama dengan Ell.


“Ellena” panggilnya.

__ADS_1


Ell pun menatap ke arah Mr. Ghand “iya tuan” jawabnya sembari mengunyah makanan.


“Akhir pekan aku ingin mengajakmu pergi bersama Leerie” ujar Mr. Ghand, membuat kunyahan Ell terhenti sejenak.


“Apa yang harus aku lakukan, tapi aku pun bukanlah kekasih tuan Henokh. Ah sudahlah..” batin Ell.


“Baiklah tuan Ghand” ujar Ell menyetujui.


Malam itu pun berlalu dengan baik, bahkan Henokh sudah berhari-hari bahkan minggu tak terlihat lagi.


***


“Ayah, aku sudah tak sabarll ingin bertemu dengan bu gulhu..” ujar Leerie kecil yang terlihat begitu antusias


menemui Ell.


Mr. Ghand hanya tersenyum dan mengelus kepala Leerie kecil. “Apakah kau bahagia?” ujar Mr. Ghand sembari fokus menyetir.


Hmm hmm… Leerie hanya mengangguk, pertanda menyiayakan pertanyaan sang ayahnya.


Keduanya pun tiba di depan kediaman Ell. Di sana, Ell sudah duduk manis menanti kedatangan Mr. Ghand bersama anak semata wayangnya.


“Ibu gulhuu..” seru Leerie sembari mendekap Ell dengan penuh kerinduan.


Ell berjongkok, menyetarakan posisinya dengan Leerie.  “Anak baik yang tampan” ujar Ell sembari mengusap kepala Leerie. Mr. Ghand terlihat tersenyum sumbringah, tatkala melihat betapa lembutnya Ell pada Leerie.


Sepanjang perjalanan, mereka bertiga terlihat sangat akrab. Ell bahkan duduk di kursi depan di samping Mr Ghand. Sementara Leerie pun berada di dalam pangkuannya. Kehangatan diantara mereka layaknya pasangan suami istri dan anak.


***


“Wahana taman bermain”


Leerie sangat menyayangi Ell, sejak ia masih menjadi guru bagi Leerie. Ell pun sangat lembut pada anak semata wayang si Mr. Ghand.


“Laura, apakah wanita ini yang akan menjadi ibu bagi Leerie?” batinnya. Seketika itu juga Mr, Ghand tersenyum dalam diam, tatkala mengingat mendiang  istrinya yang lembut.


“Ayah! ayo kita bermain yang lainnya lagi!” ajak Leerie sembari menggenggam tangan Ell dan juga Mr. Ghand.



Ell hanya menuruti permintaan dari Leerie kecil. Ia hanya tersenyum dan menikmati setiap wahana permainan yang mereka sedang ikuti.


Setelah lelah bermain, ketiganya pun menyempatkan diri untuk menyantap makanan yang berada di area luar wahana bermain.


“Ibu gulhu, bolehkah aku memanggilmu, ibu?” tukas Leerie memecahkan suasana makan mereka di senja kala itu.

__ADS_1


Uhukkhh…Ell seketika tersedak, setelah mendengar permintaan dari Leerie.


“Leerie!” peringat sang ayahnya. Hanya dengan menatap ekspresi sang ayahnya, Leerie pun menunduk tak melanjutkan lagi.


Melihat hal tersebut, Ell merasa simpati pada Leerie. Walau bagaimana pun juga, Leerie masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu. “Tentu saja Leerie, kau boleh memanggilku, ibu” tukas Ell. Mr. Ghand sungguh tidak menyangka, jika Ell akan mengatakan hal tersebut.



Leerie pun terlihat sangat bahagia ketika Ell memperbolehkannya untuk memanggil dirinya, dengan sebutan ibu.


Mr. Ghand tercengang dan masih tidak percaya dengan apa yang telah ia dengarkan tadi. “Ellena..---“ panggilnya dengan wajah sendu. Tentu saja ia sangat terharu karenanya.


Dalam perjalanan pulang, akhirnya Leerie pun tertidur pulas dalam dekapan hangat Ell. “Ellena, maaf jika Leerie meminta sesuatu yang aneh” sesal Mr. Ghand sembari menyetir.


“Tidak tuan. Leerie anak yang sangat mandiri sejak aku masih menjadi gurunya” tukas Ell sembari mendekap Leerie yang sedang tertidur karena kelelahan.



“Semenjak ibunya tiada, Leerie menjadi lebih mandiri dalam usianya yang masih sangat kecil” ucap Mr. Ghand dengan tersenyum sendu, seakan ada banyak kesedihan yang belum terungkapkan hingga kini.


“Yah tuan..” jawab Ell dan masih mendekep Leerie. Mr. Ghand pun engga untuk melanjutkan topik mengenai mendiang sang istrinya.


***


Setiba di apartemen kediaman Mr. Ghand


Ell meletakan Leerie ke atas kasur dengan hati-hati. “Terima kasih untuk hari ini” ujar Mr. Ghand dengan sikapnya yang salah tingkah.


“Tidak masalah tuan..—“ tukas Ell, yang juga terlihat sedikit canggung dengan keadaan yang hanya ada dirinya bersama Mr. Ghand.


“Aku akan mengantarkanmu pulang” ujar Mr. Ghand, Ell hanya mengangguk mengiayakan tawaran dari Mr. Ghand.


>>


“Jaga kesehatanmu dan sekali lagi terima kasih” ujar Mr. Ghand, saat setiba mereka di depan kediaman Ell.



“Ia tuan, dan terima kasih atas hari ini.”


Mr. Ghand hanya tersenyum dan rasa bahagia yang tak akan mampu terlukis melalui kata-kata lagi.


Mr. Ghand sudah sekian lama mengagumi sosok Ell. Bahkan semenjak Ell masih berada dalam cengkrama Hogue, ia masih setia saja menanti Ell. Kini waktu memberikannya kesempatan untuk dapat bersamaa Ell. Walau hanya sebatas pergi ke wahana bermain, dengan alasan Leerie yang menginginkannya.


Ia sangat mencintai Ell di dalam diamnya, walau ia pun tahu bahwa Henokh tidak akan tinggal diam akan segala kemajuannya bersama Ell.

__ADS_1


Akankah Mr. Ghand memiliki kesempatan untuk membebaskan Ell dari cengkraman Henokh kali ini?


***


__ADS_2