
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Ellena sangat membenci Hogue, dan atas semua yang telah Hogue perbuat padanya. Dimulai dari menjadikan dirinya sebagai jaminan atas hutang-hutang sang ayah. Lalu harus tinggal di mansion kediaman Hogue, namun juga menerima berbagai siksaan dari penyakit kelainan dari Hogue.
Tak hanya itu saja, Ellena pun harus menerima pelecehan dari Hogue. Namun yang melakukan hal tersebut bukanlah Hogue, melainkan Henokh, sang kembaran dari Hogue.
~ ~ ~
Kini kehidupan Ellena bagaikan air yang mengalir dan hanya bisa mengikuti arus semata. Keluarga hanya bisa menjadikan hidupnya semakin menderita, bahkan semua orang hanya bisa membuat kekecewaan mendalam.
Lelah. Yah, Ell terlalu lelah dengan kisah hidupnya yang begitu tragis.
Di suatu siang nan cerah, Ell terlihat sibuk mengurus segala pekerjaannya. “Heh!” seru seorang wanita dengan nada membentak.
“Nyonya Liberttie” ucap Ell, seraya merapikan pekerjaannya.
Tsk… “Kau bahkan bukan siapa-siapa di tempat ini. Lebih baik kemasi barang-barangmu, dan janga pernah kembali lagi ke tempat ini!” tukas Mrs. Liberttie. Tentu saja itu adalah pengusiran bagi Ellena.
“Baiklah nyonya, terima kasih atas segala bantuannya” ucap Ell. Ia pun mulai merapikan barang-barangnya. Melangkah dari hadapan tempat ia bekerja.
***
Berjalan menyusuri area jalan nan cukup luas. Mengenggam erat tali tas selempang miliknya, dan duduk sejenak di kursi yang terletak di area perluasan trotoar.
“Mengapa semua terasa begitu berat”batin Ell. Dadanya terasa begitu sesak setelah menerima semua perlakuan keluarga besar Matthe.
“Nona Ellena!” panggil seseorang dan berdiri tepat di hadapan Ell.
“Tuan Ghand” jawab Ell, dan langsung berdiri menyambut kehadiran Mr. Ghand.
“Bolehkah aku duduk di sampingmu?” ujar Mr. Ghand dengan tersenyum lembut.
Ell hanya tersenyum, sebagai tanda menyetujui permintaan Mr. Ghand. “Mengapa tuan sendiri? kemana Lerrie?” tanya Ell sembari duduk menyerong ke arah Mr. Ghand.
“Lerrie sedang berada di kediaman orang tuaku!” tukas Mr. Ghand dengan wajah tersenyum sendu.
“Orang tua tuan! oh, di kediaman keluarga besar Matthe?”
Hmm.. Mr. Ghand hanya menggeleng sembari menghela napas sejenak. “Apakah kau ingin tahu tentang kehidupanku?” ujar Mr. Ghand dengan senyuman lega. Yah, karena selama ini, ia terus menyimpan semuanya di dalam hati tanpa ada yang peduli padanya.
“Ma-maaf tuan, aku tidak bermaksud—“ ucap Ell dengan terbata, dan perasaan yang kurang nyaman, tatkala melihat ekspresi wajah Mr. Ghand.
“Aku bukanlah anak kandung dari keluarga Matte, atau Mr. Luke dan Mrs. Liberttie” ujar Mr. Ghand, membuat Ell begitu terkejut.
“A-apa maksudmu tuan?” Ell masih belum memahami betul alir pembicaraan mereka.
“Aku hanya anak angkat dari Mr. Luke. Aku dibawa dari panti asuhan, karena orang tuaku sudah lama meninggal.”
“Tuan, maaf jika aku membuat tuan bersedih,” sesal Ell.
“Tidak nona, aku justru lega jika aku menceritakan semua ini padamu,” ujar Mr. Ghand dengan senyuman leganya
Drrttt…. tiba-tiba saja ponsel Ell terus berdering, saat Mr. Ghand hendak melanjutkan kisahnya.
“Hallo nenek! iya nek, baiklah.—“ Ell terlihat bahagia ketika menjawab panggilan dari sang neneknya.
“Nenekku sudah berada di rumah. Aku harus kembali tuan,” sesal Ell.
“Tidak masalah, aku akan mengantarmu”
“Tidak tuan, aku akan pulang sendiri,” Ell pun bergegas menuju kediamannya. Ell berjalan setengah berlari, karena sudah sangat tidak sabar bertemu dengan sang neneknya.
Tit tit tit… bunyi klakson mobil berwarna hitam matte, terhenti tepat di depannya.
__ADS_1
“Nona Ellena, naiklah” seru Mr. Ghand dari balik kaca hitam mobil miliknya.
Hm.. “Sepertinya aku tidak dapat menghindari pria ini lagi” batin Ell. Ia pun akhirnya menerima tawaran dari Mr. Ghand.
***
“Kediaman Ellena Casey”
“Nenek!” seru Ell, langsung mendekap sang neneknya. Ia pun tak mampu menahan semua kesediahan yang selama ini ia hadapi sendiri.
“Ellena, cucu nenek” ujar nenek Clesia dan mengecup kening Ell dengan begitu lembut.
“Masuklah nak” ujar nenek Clesia pada Mr. Ghand.
“Terima kasih nenek” jawab Mr. Ghand
Mereka pun duduk bersama di ruang bersama, kediaman Ellena yang merupakan rumah warisan dari sang neneknya, nenek Clesia.
Sedari tadi Ellena terus terisak di dalam dekapan sang nenek. “Nenek sudah mendengar semuanya” ucap sang nenek, sambil terus membelai lembut puncak kepala Ell.
Sementara Mr. Ghand hanya menunduk, melihat Ell yang terus terisak pilu.
“Nenek, sebenarnya aku anak kandung ayah atau tidak! mengapa ayah begitu kejam menjadikanku sebagai jaminan hutang-hutangnya..” isaknya.
“Kau adalah anak kandung ayahmu, dan cucu nenek” isak sang nenek.
“tapi mengapa ayah melakukan semua ini padaku nek.. mengapa..” isak Ell yang tak kunjung reda sedari tadi.
“Nenek akan bicara pada ayahmu” ujar sang nenek Clesia menenangkan Ell.
>>
“Maafkan aku tuan. Tidak seharusnya tuan melihat aib keluargaku” ucap Ell dengan lirih.
“Aku yang seharusnya meminta maaf, karena aku bahkan tidak dapat berbuat apa-apa pada wanita yang sangat kuinginkan” tukas Mr. Ghand. Ell membelalak tak percaya, dengan semua yang baru saja Mr. Ghand katakan padanya.
“Aku tidak boleh gegabah, bisa-bisa Ellena akan menjauhiku” batin Mr. Ghand.
“Yah tuan” ucap Ell lirih.
“Aku hanya tidak suka melihat guru tersayang dari anakku terluka” tukas Mr. Ghand, semakin membuat Ell bertanya-tanya tentang maksud dari yang telah ia ucapkan. Tapi yasudahlah, Ell bahkan tak sempat memikirkan hal lain, selain permasalahan keluarganya.
“Terima kasih tuan Ghand, atas semua kepeduliaan tuan” Ell pun tersenyum lega. Karena di saat seperti ini, masih ada yang peduli padanya.
***
“Kediaman Cars family”
Plakk… suara tamparan keras mengenai wajah Mr. Brandon.
“Ada apa ibu, mengapa ibu memukulku?” tukas Mr. Brandon heran.
“Kau sangat keterlaluan Brandon. Apakah kau tidak berpikir bahwa semua tindakkanmu sangat kejam. Bahkan Ellena anak kandungmu sendiri, kau korbankan!” tukas nenek Clesia, sang ibunya.
“Tuan Hogue pun terlihat menginginkan Ellena, jadi mengapa tidak sekalian saja!” tukas Mr. Brandon dengan santai.
“Ibu tidak pernah mengajari melakukan hal itu Brandon!” bentak sang ibunya.
“Cukup bu. Aku tidak pernah mencintai wanita itu (wanita yang dimaksud ialah ibu kandung Ellena).
“Brandon! kecilkan suaramu,” bisik nenek Clesia. Khawatir jika Ell akan mendengar perbincangan mereka.
Namun...
Nenek Clesia
__ADS_1
“Benarkah ayah, apakah itu alasan ayah tidak pernah benar-benar mencintai ibu!” teriak Ell dari balik tirai pintu.
“Ellena” gumam nenek Clesia.
“Jawab ayah” tukas Ell emosional.
“Yah. Aku tidak pernah benar-benar mencintai ibumu. Ibu hanyalah gadis desa, yang dijodohkan ibu padaku,” tukas Mr. Brandon
“Bahkan sekalipun aku darah daging ayah” ucap Ell lirih.
“Aku tidak pernah menginginkan anak perempuan. Aku selalu ingin anak laki-laki, bukan kau” tukas Mr. Brandon.
---------- Kilas balik sejenak
Mr. Brandon ialah seorang pemuda kaya raya, anak pewaris perusahaan Cars family. Namun karena keluarganya yang begitu selektif dalam memilih jodoh. Ia pun dijodhkan dengan seorang gadis desa nan lugu.
“Ibu, aku hanya ingin menikahi Flia” lirih seorang pemuda tampan tersungkur di hadapan sang ibu.
“Brandon, nikahi dia dan milikilah keturunan untuk meneruskan warisan keluarga.” Tukas sang ibu, yang ialah Mrs. Clesia.
“Tapi bu, aku sudah memiliki anak bersama Flia,” ucap Brandon dengan menundukkan wajahnya.
“Apakah kau ingin membuat keluarga kita malu, dengan melahirkan anak di luar nikah!” tukas Mrs. Clesia sinis.
Mrs. Clesia terlihat begitu arogan dan enggan untuk mendengarkan keluhan sang anaknya.
“Gadis itu adalah anak dari pamanmu. Ibu berhutang banyak padanya,”
“Baiklah aku akan menikahinya, dengan syarat. Jika ia tidak dapat memberiku seorang putra, maka aku akan bebas memperlakukannya,” tukas Brandon sinis. Ia pun pergi dari hadapan sang ibunya.
“Brandon! Brandon!” panggil sang ibu. Namun Brandon tak menghiraukannya.
***
“Lalu bagaimana dengan anak kita” isak seorang wanita muda yang ialah Flia.
“Aku hanya akan menikahinya sayang, dan jika dia tidak memberiku putra, aku akan kembali padamu.”
“tapi sayang..—“ lirih Flia.
Sehhhttt… “Aku akan selalu mencintaimu sayang,” ujar Brandon, lalu menyetubuhi Flia layaknya pasangan suami istri. Ia bahkan enggan untuk menyentuh sang istri sah, dan lebih senang menyetubuhi Flia, sang kekasihnya.
-----------
“Apakah ayah sungguh tidak menginginkanku..” isak Ell.
“Maafkan ayah Ellena, namun ayah..—“
“Cukup ayah. Oh tidak.. tuan Brandon maksudku. Aku tidak pantas berada di sini, terima kasih nek atas segalanya. Sekarang aku tahu, bagaimana posisiku..—“
Ell pun berlari dari kediaman Cars family. Ell benar-benar hancur tak karuan lagi. Mengapa ayah kandungnya tidak menginginkan dirinya, hanya karena ia terlahir sebagai perempuan. Bukankah itu sudah menjadi kehendak Tuhan baginya.
Kini Ell benar-benar tak tahu harus kemana melangkah. Kakinya terasa berat untuk tetap melanjutkan langkah. Tubuhnya begitu lemah.
>>
Ia menangis sejadi-jadinya, di samping tembok, di sebuah bangunan tua. “Tuhan! cabut saja nyawaku, aku tidak sanggup lagi…” isak tangis Ell, meratapi kepedihan hidupnya.
Sementara di sisi tembok, ada seorang pria yang sedang berdiri menantinya. Namun ragu untuk menyapa. Karena terlalu takut, jika Ell mengira ia telah dibuntuti.
“Ellena, bisakah aku masuk ke dalam hidupmu, dan memulihkan luka hatimu,atau bahkan sekedar pengisi hatimu sesaat.” lirih batin Mr. Ghand yang sedang berada di sisi tembok.
__ADS_1
***