
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Ellena yang baru saja pulang dari tempat ia bekerja, namun harus melewati area gang sepi. Jarak antara kantor dan kediamannya memang tergolong dekat. Sosok pria dengan keadaan yang cukup mengerikan, terjatuh tepat di hadapannya.
~ ~ ~
Ell terhimpit ke dinding dengan napas yang terengah. “Si-siapa kau—“ desah ketakutan Ell kala itu.
“Kau sudah melupakanku sayang?” ujar sosok pria tersebut, dan melangkah semakin dekat dengan Ell.
Ell terus mundur namun sudah cukup terhimpit. Kakinya gemetar hebat, keringatnya bercucuran. Ell sangat ketakutan, seakan ia tak dapat merasakan kakinya lagi. Semua terasa sangat kaku, ia sangat ketakutan, dan tak dapat dilukis dengan kata-kata lagi.
“Akhirnya kita bertemu lagi sayangku—“ ujar sosok tersebut.
Phhkk… memukul dinding, tepat di samping Ell sedang berdiri. “Mengapa kau takut sayang. Bukankah kita sudah berkali-kali bertemu?” ujar sosok tersebut. Namun Ell masih saja menutup matanya, ia tidak berani menatap sosok pria tersebut.
Ell menangis dan keringat dingin. “Ja-ngan tuan, kumohon..” lirih Ell.
Tsk… “Aku hanya ingin kau menatapku, dan aku sangat merindukanmu—“ bisik sosok pria tersebut, sembari menyibak rambut panjang Ell ke sisi telinganya.
Perlahan-lahan , Ell mulai membuka matanya, dengan wajah yang dipenuhi rasa takut. “Tuan Hogue!” ucap Ell terkejut. Matanya seketika membelalak, dan tak percaya.
“Bukankah tuan sudah—“
Sehhttt… sosok pria tersebut membungkam mulut Ell menggunakan jari telunjuknya. “Aku Henokh, bukan Hogue!” ujar sosok tersebut yang ialah Henokh.
Ell menggeleng tak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar. “Ti-dak mungkin.. tuan Hogue sudah meninggal—“ ucapnya lirih, dan semakin ketakutan.
Swushh… Henokh mengangkat tubuh Ell dan membawanya melayang ke atas gedung tak berpenghuni.
Argh… jerit ketakutan Ell. “Lepaskan aku tuan! jangan—“ lirih katakutan Ell. Ia sungguh tak percaya dengan semua yang menimpanya kini, sungguh hal mustahil baginya.
“Sekian lama aku hidup dalam kegelapan malam. Terkurung dalam ruang bawah tanah. Namun, setelah bertemu denganmu dan menyerap energimu, aku bisa menikmati udara di siang hari. Walau pun tidak dapat bertahan lama.” Tukas Henokh yang masih betah mendekap erat tubuh Ell dari arah belakang.
“Aku tidak mengerti apa yang tuan katakan…” lirih Ell dengan terisak.
“Aku adalah saudara kembar Hogue, aku Henokh. Namun karena sebuah kesalahan dari ayah, aku harus menanggung akibatnya,” tukas Hogue dengan mengeratkan dekapannya.
Ahkk.. desah Ell, saat tubuhnya terasa sesak karena dekapan dari Henokh.
“Mengapa aku baru mengetahui semua ini.. atau..-“ Ell seketika berbalik dan menatap kedua mata Henokh dengan begitu lekat.
“Apakah tuan yang selama ini menjadi sosok tuan Hogue yang lainnya?”
Hmm.. Henokh tersenyum miring dan semakin mendekatkan wajahnya pada Ell. “Iya sayang, Hogue tidak pernah menyentuhmu. Akulah yang pertama bagimu, Hogue hanya pernah menyiksamu karena kelainan yang ia alami.”
“Jadi, selama ini aku tidak tahu apa pun!”
“Karena belum saatnya kau tahu,” jawab Henokh dengan tersenyum lembut pada Ell. Henokh langsung mengecup bibir Ell dan mendekap tubuh Ell dengan begitu erat. Seakan ia tidak ingin Ell pergi jauh darinya kala itu.
“Tuan.. mengapa tuan melakukan ini padaku! tidak cukupkah keluarga tuan telah..—“
“Telah apa sayang? mulai detik ini, tidak akan ada yang berani menyakitimu. Juga, berhati-hatilah agar tidak terlalu dekat dengan Ghand!” peringat Henokh.
__ADS_1
“Mengapa tuan seakan ingin mengatur hidupku. Sudah cukup aku menderita selama ini! janga tuan persulit lagi hidupku! “ tegas Ell.
Henokh seketika tertawa keras. “Sayang! kau wanita yang sangat luar biasa. Aku tidak akan melepaskanmu!” peringatnya lagi. Kali ini dengan tatapan yang sangat tajam. Sehingga mampu membuat mental Ell seketika melemah.
***
Malam yang sangat mengejutkan juga tak dapat Ell mengerti dengan akal sehatnya. Namun kali ini Ell mendapat dukungan kuat dari keluarga Matthe, yaitu Henokh. Akankah Ell akan berpikir untuk membalaskan dendamnya pada ibu tirinya?
“Perusahaan Matthe Group”
Semua pegawai menunduk memberi hormat pada sosok pria yang sedang berjalan menyusuri karoet merah.
“Selamat datang tuan Henokh!” ujar para pegawai kala itu.
Berjalan dengan gaya nan elegant dan wajah tampan. “Sungguh luar biasa, ketampanan tuan Henokh tak kalah dari saudara kembarnya, almarhum tuan Hogue!” bisik para pegawai kagum.
“Selamat datang kembali tuan Henokh,” ucap sang asisten pribadinya. Sebelumnya Henokh pernah berada di perusahaan tersebut. Namun karena keadaannya yang tidak mampu berlama-lama keluar pada saat siang hari, ia pun memilih untuk melakukan segalanya di ruang bawah tanah.
Ia pun tingga di mansion yang sama, bersama dengan saudaranya, Hogue. Sehingga Henokh bisa leluasa bertemu dengan Ellena selama ini.
“Bagaimana dengan perusahaan cabang di daerah A?” ujar Henokh sembari memeriksa beberapa laporan perusahaan.
“Di cabang sudah cukup berkembang tuan. Di sana sudah ada nona Ellena Casey,” ujar sang asistennya.
“Ellena Casey!” Henokh melepaskan berkasnya secara tiba-tiba.
“Bukankah Ghanderso berada di sana?”
“Benar tuan. Tuan Ghanderso bersama nona Ellena adalah rekan kerja.”
Mendengar info tersebut, Henokh terlihat tidak senang dan sangat ingin segera menemui Mr. Ghand.
>>
“Ternyata wanita kesayanganku sangat lihai membuat para pria memujanya” gumam Henokh dengan seringai senyuman iblisnya.
“Tuan Henokh, semua sudah siap” ujar sang asistennya.
“Baik. Kita akan berangkat sekarang juga!” tukas Henokh dan ia sudah terlihat tidak sabar ingin menemui Mr. Ghand dan terutamanya Ellena.
Hakh ahkk.. lenguh Henokh saat terkena matahari terik, dari balik kaca mobilnya.
“Tuan, besok aku akan menggantikan kaca mobil ini dengan warna hitam pekat,” tukas sang asisten.
“Yah, aku belum terbiasa keluar disaat siang begini” ucap Henokh sembari meminum stok darah yang ia bawa di dalam sebuah botol khusus.
Wajahnya terlihat sangat pucat, karena ia belum terbiasa.
***
“Cabang Matthe Group”
Hah hhh hh… napasnya terengah saat keluar dari mobil dan melangkah keluar.
__ADS_1
“Tuan, masuklah ke ruangan khusus itu!” ujar sang asistennya.
“Tunggu!” panggilnya dengan suara serak.
“Yah tuan..” jawab sang asisten dengan membungkukkan diri.
“Cepat bawa Ellena padaku, sekarang juga!” titahnya. Dengan segera sang asisten pun berlari mencari keberadaan Ellena.
>>
“Nona Ellena!” seru sang asistennya.
“Tuan Trash!” jawab Ell kala itu.
“Nona, ikutlah bersamaku” tukas sang asisten pribadi Henokh, yang bernama Trash tersebut.
Asisten Trash Grofiou/ Mr. Trash
Ell terlihat bingung dengan tindakan asisten Trash. “Ada apa tuan? aku bahkan belum menyelesaikan laporanku”
“Ini sangat penting,” tukas asisten Trash tanpa menghiraukan pertanyaan Ell. Mereka pun tiba di dalam sebuah ruangan khusus bagi tamu penting atau pemilik perusahaan.
“Masuklah nona!” ujar asisten Trash dan segera pergi.
Ellena mulai melangkah masuk. Ruangan tersebut terlihat sangat elegant dan juga design yang berwarna gelap. Tirai jendela tertutup rapat.
Hah hhh hh.. suara seru napas yang terdengar sedikit serah dari balik ruangan yang terdapat sebuah ranjang.
“Permisi tuan Ghand” ujar Ell. Karena ia mengira, Ghandlah yang memanggilnya.
Bugh…
Tubuh Ell terlempar ke atas kasur, dan lampu pun mulai meremang. “Siapa!” lenguh Ell dengan napas terengah-engah karena terkejut.
Srahhhkkk… sosok pria dengan tatapan hitam kemerahan langsung menancapkan taringnya, tepat di bagian bahu Ell.
“Tu-an Heno-kh.. hah hh hhh” lenguh Ell. Ia sangat kesakitan. Gigitan dari Henokh seakan mengoyakan permukaan kulitnya. Tetesan demi tetesan darah terasa membasahi kulitnya.
Hah hh hh… napas Ell melemah dan penglihatannya pun perlahan kabur.
***
Akhkkk... tiba-tiba saja, gelas yang berada di atas meja kerja Mr. Ghand terjatuh. "Mengapa hatiku tidak tenang? Apa yang terjadi padamu Ellena..." gumam Ghand, tatkala mengingat Ell. Ia seakan turut merasakan apa yang kini terjadi pada Ellena.
Mr. Ghanderso Matthe new visual😉
****
__ADS_1
Ini visual permanen Mr. Ghand, karena harus mencari yang sesuai dengan karakternya.
Thank you, semoga jatuh cinta dengan visual Mr. Ghand😄😉