
“Mr. Devil – Season III”
Auhor by Natalie Ernsion
Ellena kembali menjalani hari-harinya sebagai pemilik toko bunga juga minyak wangi yang cukup dikenal. Ellena menjalani hari-harinya dengan cukup baik, dan Ellena sangat menikmatinya.
~ ~ ~
Ell menerima kiriman bunga dari seseorang yang ia kenal. Sungguh hal yang aneh baginya, dan siapa sebenarnya yang telah malakukan hal itu.
“Toko bunga xx”
Ell seperti biasa menjalani usahanya, bukan karena kekurangan uang. Namun Ell lebih memilih untuk hidup sederhana.
Sedang asyik membaca beberapa buku sebagai pengusir sepi, tiba-tiba ada sesuatu yang menganggu Ell. Ini masih sore menjelang malam, namun sepertinya ada sesuatu yang sedang memperhatikannya.
Ell pun menutup toko miliknya, dan kembali ke kediaman sederhananya. Ell merasa ada yang sedang memperhatikannya dari jarak yang cukup dekat, namun siapa itu.
***
Tatkala Ell hendak beristirahat, ada sesuatu yang mulai mengganggunya. “Bukankah aku sudah menutup jendela kamarku, mengapa bisa terbuka?” gumam Ell.
Ell pun beranjak dari tempat tidurnya hanya untuk menutup kembali jendela kamarnya.
Ahkk… desah kaget Ell, saat ada dua pasang mata menatapnya tajam. Ell bahkan terjatuh, dan merasakan aura yang tidak biasa. Namun kedua pasang mata itu pun seketika menghilang. Ell terengah-engah, dan masih sangat syok dengan apa yang baru saja ia lihat.
“Tidak mungkin itu dia..” gumam Ell.
Karena aura yang sama pada saat ia bersama Henokh. Namun Ell memungkirinya, dan perlahan menutup jendela kamarnya.
Ahhkk… jerit Ell, saat lampu-lampu kamarnya mati secara tiba-tiba.
Ell berusaha meraih ponselnya, dan lampu kamarnya kembali menyala. Sungguh kejadian yang cukup aneh. Ada sebenarnya dengan saklar lampu Ell.
***
Lagi-lagi Ell menerima paket barang dari seseorang yang tidak ingin menyebutkan identitasnya. Karena merasa dipermainkan, Ell pun membuang paket tersebut di tempat sampah, tepat di samping toko miliknya.
“Ini sudah sangat keterlaluan..” gumam Ell.
Hari ini Ell menutup tokonya lebih cepat, dan malam ini pun ia kembali ke kediaman mewah keluarganya.
“Hallo kak Johz, tolong jemput aku..—“ ujar Ell menelepon Johz kala itu.
Tak lama setelahnya, Johz pun tiba dengan membawa mobil mewah miliknya.
“Mengapa kau tidak memberitahuku, jika kau merasa bosan? dan kau tidak perlu terus menerus membuka toko jika kau merasa lelah,” ujar Johz penuh perhatian.
“Ia kak Johz, sepertinya besok aku ingin berlibur sejenak dari segala kesibukanku,” tukas Ell
__ADS_1
“Baiklah nona muda Cars,” ujar Johz yang terlihat begitu memperhatikan Ell.
***
“Kediaman Ellena family”
“Apa yang sebenarnya menggangguku, mengapa seperti ada yang sedang mengikutiku,” gumam Ell sembari duduk santai di balkon kamar pribadinya.
Sambil menikmati angin malam nan sejuk menyapa kesendirian Ell.
Drrttt… satu panggilan baru…
Ell berkali-kali mematikan ponsel miliknya dan enggan untuk menerimanya. Ell merasa ada yang salah, dan akhirnya mematikan ponsel miliknya.
Keesokan harinya…
“Ellena hari ini temui aku di tempat biasa, dan aku akan mengirimkan seseorang untuk menjemputmu.” Johanez. Satu pesan yang baru saja Ell terima namun menggunakan nomor baru.
Tak lama setelahnya, seseorang datang atas nama Johz untuk membawa Ell pergi bersamanya.
“Mengapa kak Johz menggunakan nomor baru, dan mengapa kau yang menjemputku! siapa kau?” tukas Ell sinis pada seorang pria yang baru saja datang untuk membawa Ell pergi.
“Maaf nona Ellena, namun nona akan tahu sendiri..” tukas sang pria yang sedang fokus menyetir. Ell pun acuh, tak mempedulikan pria tersebut.
***
“Kak Johz yang aneh, mengapa membawaku ke pantai begini,” gumam Ell, lalu duduk.
Ell mulai haus dan meminum air mineral yang telah tersedia di hadapannya.
“Sudah lama nona?” tukas seseorang dengan berpakaian serba tertutup.
“Kau tuan yang waktu itu, bukan?” tukas Ell spontan. Pria itu ialah pria yang membeli paket bunga dari toko miliknya dan juga yang mengirimkannya kembali pada Ell.
“Apakah kau yang memberikanku paket..—“ belum selesai Ell berbicara. Pria itu justru membuka topi, kacamata hitam, dan masker miliknya.
“Sudah cukup lama tidak berjumpa,” ujar si pria dengan tersenyum sendu pada Ell. Pria itu ialah Henokh, yah Henokhnya yang telah lama menghilang.
Ell meraih tasnya dan hendak bergegas pergi. Ell menyadari bahwa Henokhlah yang telah dengan sengaja membawanya hingga ke pantai. Pantai yang pernah mereka kunjungi dulu.
“Dengarkan aku Ellena!” tukas Henokh meraih tangan Ell, dan menahan kepergian Ell.
“Kau pria yang sangat bajing*n! kau bahkan tidak pantas untuk memanggil namaku..” teriak Ell tepat di hadapan wajah Henokh.
Wajah Henokh terlihat sendu dan begitu merindukan Ell. Henokh meraih tengkuk leher Ell dan langsung mengecup bibir Ell.
Plakk…
__ADS_1
Ell menampar wajah Henokh dengan pukulan yang cukup keras. “Apakah kau sudah tidak tahu rasa malu! kau benar-benar bajing*n tengik!” umpat Ell kesal.
Ell sudah mulai menangis, Ell sangat marah. Ell membanting tas miliknya dan mengarahkan pada Henokh.
Henokh hanya terdiam tanpa perlawanan.
“Kau bajing*n! kau tahu apa yang telah ku lewati, aku sangat menderita..” jerit histeris Ell kala itu.
“Aku terpaksa melakukannya demi kau Ellena, walau pelayanku harus menjadi korban kekejian para makhluk itu. Aku sangat menahan diriku saat itu! aku sangat ingin mencabik-cabik ratu kegelapan itu, namun aku tidak boleh membunuh satupun makluk di sana..” lirih Henokh sembari tersungkur di hadapan Ell.
“Kau pembohong! aku tidak akan mempercayaimu! kau sama saja kejam jahat!” jerit Ell lagi.
“Aku bahkan tidak pernha menyetuh ratu iblis itu, aku hanya menuruti syarat dari leluhurku. Aku..—“
“Diam! kau hanya pria bajing*n bagiku! tak ada lagi yang perlu kau jelaskan!” Ell bergegas pergi namun Henokh menahan kaki Ell, dan memeluk kaki jenjang milik Ell.
“Lepaskan aku! lepaskan..—“ lirih Ell.
Henokh mulai menceritakan secara benar kejadian sesungguhnya pada Ell. Bahwa Henokh hanya berusaha menahan dirinya untuk tidak membatalkan ritualnya selama itu. Sudah cukup lama Henokh menahan diri untuk tidak menemui Ell. Malam itu, merupakan malam-malam terakhir baginya untuk menjalankan ritual.
Sehingga sesuatu diluar dugaan pun terjadi. Ell datang ke alam kegelapan, tanpa Henokh bayangkan sebelumnya. Malam-malam terakhirnya ialah harus berada di kastil dan menjalani mediatasi selama berjam-jam.
Sedangkan sang ratu hanyalah alat bagi Henokh. Karena setelah kepergian Ell dari kastil tersebut, para leluhur Henokh pun membereskan semua yang akan mengganggu ritual Henokh. Sang ratu pun hanyalah ilusi drai para leluhurnya.
Ell harus menerima perlakuan tidak menyenangkan, dan itu adalah bentuk ujian cinta Henokh dan seorang gadis manusia. Tanpa diduga, Henokh pun berhasil membuat para leluhurnya percaya, bahwa wanita yang akan mendampinginya ialah wanita yang sangat tangguh.
Henokh tak diperbolehkan untuk goyah, walaupun ia harus menyaksikan Ell terluka karenanya. Hal itulah membuat Henokh semakin mencintai Ell, semua pengorbanan Ell yang tidak pernah ia duga.
>>>
Ell terdiam kaku, dan hampir tak percaya akan kenyataan itu. “Tapi, pelayanmu mati karena ritual itu..” lirih Ell dengan ekspresi yang masih dalam keadaan terkejut.
“Itu sudah takdir yang harus dia hadapi. Kau pun bertahan untukku, bagaimana bisa aku membiarkan wanita seindah dirimu lepas begitu saja..” ujar Henokh dengan berderaian air mata. Sungguh hal yang tak biasa bagi Ell melihat sisi lemah Henokh kali ini.
“Apakah sudah ada jalan lain..” isak Ell.
“Tentu saja sweety.. Aku tidak perlu lagi meminum darah perawan secara langsung, namun setiap bulan purnama memang harus ada pengorbanan yang lain..”
“Pengorbanan yang lain, apa maksudmu tuan..” tukas Ell tak sabar.
“Kita harus bercinta dibawah sinar bulan purnama,” kekeh Henokh lalu mendekap Ell.
“Kau memang tuan bajing*nku yang menyebalkan” isak Ell. Namun kali ini adalah air mata bahagianya.
Sungguh panjang kisah cinta Ell bersama Henokh. Pengorbanan Ell yang tak pernah Henokh bayangkan pun, membuat ritual Henokh semakin ringan. Akhirnya Henokh tak lagi ketergantungan dengan darah perawan, namun ia masih tetap bisa meminum darah. Tentunya dari pasokan darah yang akan disiapkan para pelayannya.
Air mata Ell akhirnya berubah menjadi air mata haru bahagia, dan Henokh pun sudah tak sabar untuk segera meminang Ell secara benar.
~Tamat~
__ADS_1