Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Misteri masa lalu


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Sungguh jalan hidup yang tidak pernah Ellena inginkan. Harus mengalami berbagai macam penderitaan, dan perjuangannya demi tetap bertahan hidup. Sempat berada dalam cengkraman Hogue, kini Henokh pun enggan untuk melepaskan dirinya.


~ ~ ~


Seluruh tubuh terasa kaku nan dingin. Sorot mata kosong, bibir pun hampir tak mampu berucap lagi.


Sakit!! sakit!! sakitt… itulah yang kini Ell rasakan. Air matanya menetes, dan hanya mampu berharap akan kehidupan yang lebih baik.


Ahh hhh hhh… susah payah Ell mengambil napasnya secara perlahan. “Tu-anh hh hh… menga-phaa…” lirih Ell. Suaranya nyaris tak jelas terdengar.


Henokh kini berada di at*s tubuh Ell. Menatap Ell dengan begitu lekat. Sungguh sorot mata nan tajam, seakan siap memburu mangsanya dengan sekali terkam.


“Kau milikku!” tukas Henokh dengan nada berbisik, dan mengecup-negcup wajah Ell. Dalam keadaan mulut masih bersimba darah segar dari Ell, Henokh terus mencumbu Ell, sehingga area tubuh Ell dipenuhi darah dari mulut Henokh.


Ell hanya bisa menganga dan menahan rasa sakit pada bagian bahunya. Rasa sakit bekas gigitan Henokh.


***


Sementara di sisi lainnya…


Bugh…


Mr. Ghand terjatuh dari atas kursi kerjanya, dan bagian punggung tangannya terluka akibat pecahan beling  gelas yang telah ia jatuhkan.


Hah hahh… napasnya tersengal-sengal, sembari mencengkram area dadanya. Keringat dingin mulai menyucur deras, namun ia hanya seorang diri kini.


Drrrttt… ponsel Mr. Ghand terus bordering sedari tadi. Dengan tertatih, ia meraih ponsel miliknya dan menjawab panggilan yang masuk.


“Yah, hallo!” ujarnya sembari menahan napas yang kian memberat.


“Hallo ayah… aku ryinndu ayah..” seru seorang anak kecil dari balik panggilan suara tersebut.


“Leerie! yah, ayah juga merindukanmu sayang,” jawabnya dengan senyuman sendu.


“Ayah, kapan ayah akan membawa ibu gulhhu Ellena padaku? aku ingin beltemu..” tukas Leerie dengan antusias.


Seketika ia terkekeh, “ia.. tunggu waktunya sayang..—“


“Apakah ayah bisa menepati janji untuk membawa Ellena padamu, nak..” lirihnya, sembari bersandar di sisi meja kerja.


>>


Setelah seharian bekerja, Mr. Ghand beristirahat sejenak, dan membalut luka pada punggung tangannya. Beruntung, luka tersebut tidak tergolong parah. Hanya mengores permukaan kulitnya saja.


“Permisi, tuan Ghand!” ujar salah seorang pegawainya.


“Tuan, sepertinya perusahaan cabang


Matthe Group telah diambil alih oleh tuan muda Henokh!”

__ADS_1


“Henokh!” Mr. Ghand seketika itu juga membelalak tak percaya dengan apa yang ia dengar.


“Tuan! tuan!” seru sang karyawannya, saat Mr. Ghand tiba-tiba saja bergegas pergi dari hadapannya.


“Aku tidak bisa membiarkan Ellena bertemu dengan Henokh!” gumamnya, dan bergegas menuju perusahaan cabang. Ia begitu gusar dan tak tahu harus berbuat apa lagi, jika Ellena sudah berada di tangan Henokh, pikirnya kala itu,


***


“Cabang Matthe Group”


“Maaf tuan, tapi tuan muda sedang tidak ingin diganggu!” cegat beberapa pengawal pribadi Henokh, bahkan termasuk sang asistennya, Mr. Trush.


“Apa hak kalian menghalangiku! aku hanya ingin bertemu dengan bawahanku!” tukas Mr.Ghand tak terima dengan perlakuan para pengawal Henokh.


“Tapi privasi dari tuan muda adalah tanggung jawab kami. Tolong jangan buat kami berbuat kasar!” peringat Mr. Trush pada Mr. Ghand


Mr. Trush



“Kalian menyingkirlah!” bentak Mr. Ghand dengan sangat kesal.


Ehemm.. tiba-tiba Henokh membuka pintu ruangan khususnya dengan berdehem. “Ada apa saudaraku?” ujar Henokh dengan tersenyum miring. Henokh memberi kode pada para pengawalnya untuk melepaskan Mr. Ghand.


Kedunya pun duduk bersama di sebuah sofa, tepatnya di ruang tamu khusus.


“Maafkan atas perbuatan orang-orangku,” sesal Henokh.



Henokh pun tertawa geli, ketika mendengar pernyataan dari Mr. Ghand. “Apakah kau masih sangat membenciku!” tukas Henokh sembari menepuk bahu Mr. Ghand.


“Apakah kau pikir lucu!” tukas Mr. Ghand sinis.


“Laura sudah tiada lagi, dan tidak akan pernah kembali lagi! jadi, jangan habiskan waktumu dengan menyimpan rasa dendam padaku,” tukas Henokh sembari merangkul Mr. Ghand, layaknya saudara.


“Jangan pernah berpikir untuk bisa merampas orang-orang yang kucintai lagi!” peringat Mr. Ghand dan pergi dari hadapan Henokh.



“Ghanderso!” seru Henokh, Mr. Ghand pun menoleh sejenak.


“Aku ingin hubungan persaudaraan kita kembali seperti semula!” seru Henokh, namun Mr. Ghand enggan untuk membalas pernyataannya.


Mr. Ghand pun melangkah pergi dari hadapan Henokh. “Tidak akan kubiarkan kau merampas wanita berharga bagiku lagi!” gumam Mr. Ghand kala itu.


***


Mr. Ghand pergi ke sebuah pemakaman, dan tersungkur di sana.


“Laura…” ucapnya lirih, sembari mencengkram batu nisan yang ada di hadapannya.


“Leerie sangat membutuhkanmu. Leerie sangat membutuhkan seorang ibu baginya.. Laura, aku telah jatuh cinta pada seorang wanita yang sangat cantik. Tentu saja dia tak akan bisa menggantikan posisimu, namun aku yakin dia bisa menjaga dan merawat Leerie dengan penuh cinta..” lirihnya.

__ADS_1


Mr. Ghand terlihat begitu rapuh dan membutuhkan seseorang yang dapat memberikannya rasa tenang sejenak.


“Tuan Ghand, aku sudah mendapatkan kabar dari nona Ellena!” tukas salah seorang asisten pribadinya, yang bernama Asisten Delco


Asisten Delco



“Yah, apa yang kau dapatkan?” jawab Mr. Ghand, sembari menyeka air matanya.


“Nona Ellena terlihat baik-baik saja tuan,” ujar sang asisten.


Seketika itu, Mr. Ghand terlihat cukup sumbringah. “Aku harap dia baik-baik saja..” gumamnya sembari tersenyum sendu. Karena ia tahu bahwa Henokh tidak akan membiarkan siapa pun mendekati wanita yang telah berada di dalam cengkramannya.


***


“Kediaman Ellena Casey”


Duduk berdiri, duduk berdiri, sembari menggigiti ujung kukunya. Ellena terlihat sangat gelisah tak karuan.


“Apa yang harus aku lakukan! mengapa tubuhku terasa sangat panas begini..” gumam Ell sembari mendekapkan kedua tangannya.


Hah hh hh… Ell mendesar kasar, napasnya terasa terengah-engah. Keringat dingin mulai menyucur, dan bibirnya pun terlihat sangat pucat pasi.


Arghkk hah hh hh… Ell tiba-tiba melenguh kesakitan. Napasnya terasa memberat,  dan seluruhtubuhnya terasa kaku bak mati rasa.


Swusshhh swussttt… angin berhembus menerpa jendelanya kamar Ell.


Bugh… sesuatu kini terjatuh kasar tepat di hadapan Ell.


Ell mencoba mendongak sembari mencengkram dadanya yang terasa nyeri secara tiba-tiba.


“Sayang..” ujar sosok yang kini berada di hadapan Ell.


“Tu-tuannhh…” ucapnya lirih. Menahan segala rasa nyeri pada seluruh aliran darahnya.


Sosok tersebut adalah Henokh. Mengangkat tubuh Ell menuju tempat tidur, dan membaringkan tubuh Ell di sana.


Arghh… hhhh ahhkk… lenguh Ell, tatkala Henokh menusuk kuku panjangnya tepat di bagian lengan Ell.


“Sakit ini akan segera berakhir sayang..” bisik Henokh tepat di daun telinga Ell.


Ell mencengkram lengan kokoh milik Henokh. Air matanya menetes, menahan rasa nyeri pada tubuhnya.s


“Kau sekarang milikku, dan darahmu sudah mengalir di tubuhku.” Tukas Henokh dengan sorot matanya yang tajam, bak predator buas nan kejam.


Ell kerap kali mengalami sesak napas dan nyeri pada seluruh tubuhnya. Semua bermula, ketika Henokh menghisap darahnya.


Masih menjadi misteri, sebenarnya apa yang telah Henokh perbuat pada tubuh Ell. Karena Ell akan merasa sangat kesakitan, ketika Henokh pun juga merasa ingin meminum darah segar.


Akankah Henokh akan menjadi pria yang menyayangi Ellena, ataukah akan menjadi predator kejam bagi Ellena?


 ****

__ADS_1


__ADS_2