
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Kehidupan Ellena yang tenang, kini berubah menjadi penuh dengan tekanan dan rasa takut. Setiap harinya, Ell harus sebisa mungkin menjaga perilakunya agar tidak membuat Hogue marah padanya.
~ ~ ~
Sedang asyik dengan pekerjaannya, tiba-tiba saja seorang pria menyapanya dari balik kaca mobil mewah. “Nona Ellena!” seru seorang pria.
Ell terkejut melihat pria tersebut. “Tu-tuan Ghand!” ucap Ell dengan ekspresi malu. Yah, dia sangat malu saat tuan Ghand orang tua mantan muridnya, melihat dia yang seperti ini.
Tuan Ghand pun turun dari dalam mobil miliknya, berjalan mendekati Ell. “Mengapa kau di sini?” ujar tuan Ghand sambil menyentuh pundak Ell. Namun Ell terlihat ketakutan, dia mundur menjauhkan dirinya.
Tuan Ghand menatap Ell dengan begitu lekat. Dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Sepertinya tuan Ghand mulai mengetahui apa yang telah Hogue perbuat pada Ellena.
“Kemarilah!” tuan Ghand maraih paksa tangan Ell, dan menuju ruang tempat Hogue kini berada.
“Jang-an tuan.. kumohon jangan! aku takut..” ucap Ell dengan lirih.
“Nona Ellena! apa yang telah adikku perbuat padamu! katakan!” ujar tuan Ghand sembari menggocang tubuh Ell.
“Tidak tuan.. aku hanya melakukan tanggung jawabku sebagai jaminan ayahku..” lirih Ell.
“Sial!” umpat tuan Ghand kesal. Ia kembali menarik tangan Ell menuju ruangan Hogue.
>>
“Hogue! Hogue!” panggilnya, dan menggedor pintu ruangan kerja Hogue.
“Apa yang kau lakukan!” tukas Hogue sambil membuka pintu, dan langsung menatap ke arah Ell.
“Kau sangat keterlaluan Hogue! apa yang telah kau lakukan pada nona Ellena!” tukas tuan Ghand dengan ekspresi yang tidak suka dengan semua perbuatan adiknya tersebut.
Tsk… Hogue tersenyum miring. “Wanita ini telah aku beli dan sebagai jaminan hutang-hutang si brengs*k Brandon!” ujar Hogue dengan menatap ke arah Ell. Ell hanya menunduk ketakutan, dan sungguh bukan ini yang ia harapkan.
“Mengapa kau harus melakukan ini Hogue! mengapa kau siksa wanita yang tidak bersalah!” tukas tuan Ghand.
Hogue pun tertawa terbahak. “Sudah kuduga, kau sangat tertarik dengan wanita ini..” Hogue meraih krah leher baju tuan Ghand.
“Yah, aku memang tertarik padanya!” tukas tuan Ghand, dan mendorong tubuh Hogue kembali ke dalam ruangnya.
“Seleramu sekarang sudah turun? mengapa harus tertarik dengan jalang ini!”
__ADS_1
“Hentikan Hogue! dia bukan jalang! kau sangat keterlaluan!” ujar tuan Ghand dengan penuh amarah.
“Tuan Ghand! tinggalkan aku, jangan begini.. ini sudah seharusnya kulakukan untuk melunasi hutang-hutang ayahku..” lirih Ell sambil melangkah mendekati Hogue.
“Kau dengar sendiri, bukan! dia lebih memilih untuk tetap tinggal di sini! kau urus saja urusanmu! jangan campuri kehidupanku!” tukas Hogue dengan nada membentak.
“Nona Ellena, ikutlah bersamaku..” pinta tuan Ghand penuh harap. Namun Ell tidak bisa melakukannya, karena nyawa keluarganya tentu saja akan terancam.
“Tidak tuan. Aku akan tetap di sini..” ucap Ell dengan lirih.
Tuan Ghand pun pergi dari hadapan Ellena dan Hogue.
Hogue melangkah ke arah Ellena. Ellena terlihat sangat ketakutan, karena ia mengira Hogue akan menyiksanya lagi. “Kau istirahatlah, kau sudah sangat pucat..” ucap Hogue sambil mengusap kepala Ell. Ell bak di sambar petir pada siang bolong, sungguh hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Bagaimana mungkin Hogue akan memperlakukannya dengan baik.
>>>
“Ellena! antarkan minuman dan makanan ini ke dalam kamar tuan bos Hogue.” Perintah sang kepala pelayan. Hogue memang seorang tuan, dan juga bos besar mansion tersebut. Semua sangat menghormatinya.
Ellena pun bergegas menuju kamar pribadi milik Hogue. Namun setiba di sana, Ellena mendengarkan suara seorang wanita. Suara desahan, juga lenguhan seorang wanita.
Hendak mengetuk pintu, namun Ell takut membuat sang tuannya marah. Yasudah, lebih baik Ell menuruti perintah tuan Hogue saja, pikirnya.
Tok tok tok… “Permisi tuan.. ini makanan dna minuman tuan..”
Dengan keadaan mulut terikat kain, dan tubuhnya dipenuhi memar akibat bekas cambukan. Tubuh Ell gemetar, ia kemudian meletakkan nampan tersebut di atas meja.
Saat Ell hendak bergegas pergi. “Kau kemarilah” perintah Hogue. Ell pun tidak berani membantah, ia pun menuruti perintah Hogue.
“Duduk!” perintah Hogue. Ell dengan ragu-ragu pun duduk di atas pangkuan Hogue.
Hogue langsung mendekap Ellena, dan melumat bibir Ell di hadapan wanita yang kini tersungkur. “Tu-tuan…” ucap Ell dengan gemetar, saat Hogue melepaskan kecupannya.
“Kenapa? tidakkah kau menyukainya?” ujar Hogue sambil membelai wajah Ellena dengan begitu lembut. Sungguh pria yang sangat membingungkan, terkadang marah tanpa sebab. Bahkan menyiksanya, namun terkadang ia bersikap begitu lembut.
Hogue beranjak dari tempat duduknya, dan membiarkan Ell tetap berada di sampingnya.
Splashhh splasshhh….
“Kau hanya jalang yang begitu mengharapkan uang!” bentak Hogue sambil terus mencambuk wanita tak berbusana tersebut. Melihat hal itu, Ell hanya berusaha menahan isak tangisnya.
Ell sungguh tidak menyangka jika Hogue memiliki kecenderungan menyimpang seperti ini. Ell mengatup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia saksikan saat ini. Air matanya berderai saat melihat betapa menderitanya, wanita yang kini sedang di siksa sang tuannya, Hogue.
Arghkk ahhkk hh hh… lenguh sang wanita, Hogue melepaskan ikatan yang berada di mulut sang wanita. Wanita tersebut bahkan sangat gemetar menahan segala rasa sakit di area tubuhnya.
__ADS_1
Hogue berbalik ke arah Ell. Ell hanya menunduk ketakutan. Siapa pun tentu saja sangat takut jika melihat adegan seperti itu.
“Apakah kau masih takut padaku?”ucap Hogue sambil mencengkram wajah Ell dengan kedua tanganya.
Hhh hh… deru napas Ell sangat tidak beraturan. “Aaa-khu..—“ ucap Ell dengan terbata-bata, a sangat ketakutan.
“Aku tidak suka jika kau masih merasa takut padaku. Inilah asliku sebenarnya, aku inginkau tahu itu!” tukas Hogue dan kembali mengecup bibir Ell.
“Ellena, berjanjilah untuk tetap tinggal di sisiku mulai saat ini dan seterusnya! atau aku akan membunuhmu!” ujar Hogue sambil terus mencumbu Ell.
“Yah tuan, aku akan terus bersama tuan..” lirih Ell dengan berderai air mata, karena perkataan itu hanyalah untuk menyenangkan telinga sang tuannya.
“Jangan pernah menangis lagi. Aku sangat tidak suka dengan wanita lemah, mulai besok kau akan bekerja di kantor.” Hogue mengecup kening Ell dengan begitu lembut.
“Apakah ini benar-benar tuan Hogue! mengapa pria kejam ini bisa bersikap manis padaku!” batin Ell. Ell sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Hogue. Namu ia harus tetap bersikap baik dan menurut.
>>
Sepanjang malam, Ell terus terjaga. Ia menatap bintang-bintang dari balik tirai jendela kamar pribadinya.
“Mulai malam ini aku harus bertahan hidup. Aku harus melakukan yang terbaik, dan mengembalikan kehidupan normalku secara perlahan,” batin Ell.
Yah, Ellena harus bisa memanfaatkan kesempatannya untuk mulai berkarir. Terlepas dari semua penderitaan yang ia alami selama ini, ia harus bertahan hidup.
***
Mr. Devil qoutes
👇👇
"Beloved Mister (Mr. Devil Season IV)
#Revisi
😍😉😉
__ADS_1