Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Rasa yang tetap sama


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Henokh membawa Ellena untuk pergi bersamanya ke mansion kediaman Henokh. Ellena yang sudah mulai mencintai Henokh pun begitu mudahnya luluh dan menurut pada Henokh. Akankah cinta keduanya benar-benar direstui oleh alam…


~ ~ ~


Ellena sudah terlelap saat berada dalam pelukan Henokh, seusai keduanya mandi berdua dan bermain hal-hal yang sedikit panas.


Henokh bersandar di kepala ranjang king size miliknya, memandangi wajah cantik Ell saat terlelap. Ia menyeringai penuh arti, dan membelai lembut pipi milik Ell. Ell sangat terlelap, karena Henokh cukup lama menahannya di dalam air kolam.


“Ellena, mengapa kau sangat menarik bagiku..” gumam Henokh sembari menatap wajah cantik wanitanya dikala terlelap.


Drrttt… ponsel milik Henokh bergetar, dan daftar panggilan baru pun tertera di layar ponsel miliknya.


“Hallo tuan Henokh, maaf mengganggu istrahat tuan. Di luar ada seseorang yang sedang mencari tuan!” tukas sang pengawal mansion kediamannya.


“Baik, tunggu saja..” balasnya, dan menatap sekilas ke  arah Ell, lalu mengecup lembut kening Ell sebelum ia pergi meninggalkan Ell seorang diri di dalam kamar yang berada di ruang bawah tanah.


>>>


Henokh pergi menuju ruang tamu mansionnya, dengan mengenakan piyama tidur miliknya. Berjalan dengan gaya super elegant, dengan balutan rambutnya yang masih basah, pasca mandi panasnya bersama Ell beberapa saat lalu.


“Wow.. lihatlah, siapa di sini!” ujar Henokh sembari berjalan menuju sosok pria yang sudah duduk di sofa tepatnya di dalam ruang tamu.


“Tuan muda Henokh memang selalu tampan seperti biasanya” ujar pria yang telah menanti kedatangan Henokh kala itu.


Henokh tertawa sembari mendekap pria tersebut. “Arseo Caesar, kau memang pria yang awet muda selalu!” puji Henokh pada pria tersebut.


Pria itu ialah Arseo Caesar, putera pertama Mr. Cullen Kyleer dan Mrs. Jasmeen Kyleer ( #Season II).


Arsineo Caesar Kyleer/ Arseo




“Bagaimana dengan pekerjaanmu di luar negeri?”


Arseo terlihat cukup murung, saat Henokh menanyakan perihal pekerjaannya. “Yah, seperti kau lihat! aku harus bertahan untuk tidak pulang, karena pekerjaanku..” ujarnya sendu.


“Arseo, kau anak yang sangat berbakti pada orang tua dan pekerjaanmu, bukan” kekeh Henokh mencoba menghibur hati Arseo yang saat ini sedang gundah.


“Yah Henokh, kepulanganku karena perihal keluargaku..” ujar Arseo dengan wajah sendunya.


“Ada apa dengan keluargamu, bukankah keluargamu sangat sukses!”

__ADS_1


“Adikku sekarang menjadi pembangkang pada ayah dan ibuku, dan aku harus datang sebagai pendamai..” ujar Arseo sendu dan terlihat begitu banyak beban pikirannya kala itu.


“Sejak aku mulai mengenalmu, walau hanya beberapa pekan saja, aku merasa kau pria yang sangat luar biasa..” puji Henokh mencoba untuk menenangkan hati Arseo.


“Adikku sudah berani bertindak di luar batas, dan ibuku sangat marah padanya, hingga hampir mengusirnya dari rumah..”


“Apakah sebegitu bersalahnya adikmu, Arseo!” tukas Henokh heran.


“Dia mencintai seorang gadis, dan gadis itu lebih memilih pria lain yang bahkan hanya bisa menyakitinya. Itulah yang membuat adikku sangat marah, dia tidak terima dan menyalahkan keadaan. Karena amarahnya, sempat terucap bahwa ia membenci latar belakang keluarga kami yang adalah vampire campuran..”


Henokh menepuk bahu Arseo, “aku memang tidak mengenal adikmu, dan juga keluargamu aku tidak terlalu tahu. Namun aku turut prihatin dengan keadaan adikmu..”


“Terima kasih Henokh, maaf kedatanganku menganggumu. Karena kau sempat memberikan alamat rumahmu beberapa tahun yang lalu, maka aku mencoba untuk berkunjung kemari. Terlebih lagi setelah aku tahu kau adalah sebangsaku..” ujar Arseo tersenyum pada Henokh.


Arseo adalah seorang pilot. Ia terbiasa pergi bekerja ke berbagai tempat, bahkan negera, sehingga membuatnya jarang pulang. Pertemanannya bersama Henokh pun tidak terbilang lama, karena keduanya bertemu pada saat Henokh berada dalam perjalanan bisnis, dan menumpang di dalam pesawat yang Arseo kemudi kala itu.


Henokh sempat mengenal Arseo, saat keduanya masih remaja. Henokh yang masih tidak mampu terkena sinar matahari. Tanpa sengaja, Henokh bertmu dengan Arseo yang dengan senang hati mau bermain bersamanya, dan keduanya sama-sama manusia penghisap darah. Walau Arseo tidak pernah berniat untuk membunuh nyawa seseorang.


Arseo tumbuh menjadi pria yang sangat tampan, tak kalah tampan dari ayahnya, Cullen Kyleer. Ia hidup dengan baik layaknya manusia normal pada umumnya. Mrs. Jasmeen, sebagai ibunya sangat melarang Arseo meminum darah manusia. Mrs. Jasmeen akan melakukan segala cara, agar kedua anaknya menjadi pria-pria yang tumbuh sebagai manusia normal.


***


“Mansion kediaman Cullen Jasmeen family”


Arseo pun pulang kembali ke mansion kediaman keluarganya. Masih mengenakan seragam kerja kebanggaannya.


“Selamat datang kembali tuan muda Arseo, nyonya dan tuan Cullen sudah menunggu di dalam..” ujar para pelayan mansion megah kelaurganya. Arseo tersenyum dan melangkah perlahan ke ryang bawah tanah mansion.


“Arseo!” seru seorang wanita yang cantik dan menyambut kedatangannya dengan penuh senyuman bahagia.


“Ibu.. aku sangat merindukan ibu..” ujar Arseo sembari mendekap sang ibunya, Mrs. Jasmeen.


Mrs. Jasmeen meneteskan air mata, dan terlihat sangat bersedih. Hal itu membuat perasaan Arseo menjadi tidak tenang. “Ibu, mengapa ibu menangis?” tanya Arseo, menyeka air mata sang ibunya.


“Ayah sangat marah pada Christo… ibu tidak sanggup melihat adikmu seperti itu..” ucap Mrs. Jasmeen dengan suara lirih, lalu menunjukkan apa yang sedang terjadi di sana.


“Christo!” pekik Arseo, tatkala melihat adik semata wayangnya berada dalam ruangan besi. Arseo melangkah ke  arah depan pintu besi, tempat Chriso berada.


“Ayah, mengapa Christo seperti ini..” pekik Arseo, ia terlihat tidak terima akan perlakuan sang ayahnya pada adik semata wayangnya itu.


“Di depan ibumu, dia membunuh seorang gadis muda, bahkan hampir menyetubuhi gadis itu. Apakah ayah pernah mengajari kalian berbuat seperti itu!” teriak sang ayahnya, Mr. Cullen dengan sorot mata semerah darah.


“Apa.. bagaimana mungkin ayah..” lirih Arseo, ia sungguh tidak percaya akan apa yang ia dengar kala itu.


“Aku benci dengan keluarga terkutuk ini! jika bukan karena ayah seorang penghisap darah, mungkin aku tidak akan seperti ini!” jerit Christo, ia mengamuk di dalam ruangan jeruji besi tersebut.


“Apa yang terjadi di sini ayah.. mengapa begini..” lirih Arseo.

__ADS_1


“Ayah harus mendisplinkan siapa saja yang melanggar, bahkan berani menghina keluarga ini!” tukas Mr. Cullen penuh amarah.


“Aku hanya ingin bebas! aku ingin bebas!” jerit Christo. Sedangkan Mrs. Jasmeen hanya menangis pilu melihat keadaan Christo yang begitu memprihatinkan.


“Kau harus merenungkan kesalahanmu, Christo! kau sudah membuat ibumu hampir mati karena ulahmu!” bentak Mr. Cullen, sembari menendang jeruji besi tempat Christo berada. Christo bahkan memuntahkan darah dari mulutnya, dan matanya sudah berubah menjadi merah kehitaman.



“Ayah sudahlah… hukuman ini sudah cukup..” lirih Mrs. Jasmeen, memohon pada Mr. Cullen.


“Kau adalah ibu terbaik yang pernah ada, dan karena ini permintaanmu.. baiklah..” ujar Mr. Cullen luluh hanya dengan kalimat permohonan sang istri tercintanya.


Arseo pun memapah tubuh Christo, sementara Mrs. Jasmeen pergi bersama Mr. Cullen.


>>>


Di dalam sebuah kamar pribadi milik Christo.


Arseo membantunya membersihkan setiap darah yang bersimba di baju miliknya, dan mencoba untuk mengajar Christo bicara.


“Mengapa kau bisa membuat ayah sangat marah, dan menyalahkan keluarga ini! tidakkah kau tahu seberapa besar pengorbanan ayah untuk keluarga ini!” tukas Arseo kala itu.


“Aku salah kak, tapi aku pun berhak marah dengan keluarga ini! mereka melarangku untuk merebut hal yang seharusnya menjadi milikku, sedangkan ayah sendiri saja sangat protect pada ibu..” ujar Christo penuh emosional. Ia mengepal kedua tangannya, dan matanya kembali memerah lagi.


“Kau tidak bisa menyamakan dirimu dengan ayah. Kau berbeda dengan ayah, dan ibu kita adalah seorang wanita manusia yang sangat baik hati. Tidakkah kau sudah menyakiti hati ibu dengan perbuatanmu itu..” tukas Arseo menasihati sanga adiknya.


“Kakak tahu, Hogue Matthe! aku sangat ingin mencabiknya dan seisi rumahnya! aku sangat membenci pria laknat itu!” tukas Christo, dan memukul dinding kamarnya.


“Hogue Matthe..” gumam Arseo, seakan mengingat sesuatu namun ia kembali fokus untuk menenangkan hati Christo kala itu.


Setelah beberapa hari kemudian...


“Ayah, ibu! aku akan membawa Christo untuk berkeliling..” ujar Arseo meminta ijin dari kedua orang tuanya, sedangkan Christo masih terlihat keras hati saat berhadapan dengan ayahnya, Mr. Cullen.


“Silakan, dan jangan membuat kekacauan!” peringat sang ayah mereka, dan sang ibu mereka hanya tersenyum tanda menyetujui permintaan dari kedua anak lelakinya.


***


Keduanya pergi berkeliling ke sebuah area pusat perbelanjaan dan juga kuliner, hanya untuk menenangkan pikiran.


“Kakak masih ingat pulang! tidakkah pekerjaan kakak sebagai pilot sangat sibuk!” tukas Christo, sembari menyeruput kopi panas miliknya, dan keduanya duduk di sebuah kursi yang terletak di area tersebut.


“Mendengar bahwa kau mulai membangkang membuatku melupakan pekerjaanku sejenak..”  ujar Arseo, dan membuat Christo tersenyum miring.


Sambil menyeruput kopi, pandangan mata Christo pun teralihkan pada sosok wanita yang sedang berjalan menysuri area sama dengannya.


“Ellena..” ucapnya dengan mata terfokus pada sosok wanita bermantel hitam dan rambut tergerai. Wanita yang mampu membuat perhatiannya teralihkan dalam sekejap, dan wanita itu ialah Ellena.

__ADS_1



****


__ADS_2