
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Mrs. Flia dan Mr. Brandon sangat terpukul dengan apa yang telah Johanez lakukan pada gambar-gambar yang dikirim secara misterius. Selama ini Johanez sendiri pun sangat jarang terlinat skandal percintaan.
~ ~ ~
Ahkkk hargkk… Ell kembali mengerang, sembari mencengkram kepalamya. Semua terlihat berputar dan kian menyakitkan baginya. Ingatan demi ingatan mulai bermunculan.
”Ibu, ibu! bibi apa yang bibi lakukan pada ibu” isak seorang anak gadis kecil.
“Diam! aku akan membuat ibumu tidur untuk selamanya” tukas seorang wanita sembari menutup pintu ruang pasien.
“Jangan bibi! jangan..—“ isak seorang anak gadis kecil tersebut.
Arghhhkkk… erangan Ell semakin parau, dan akhirnya ia jatuh terhuyung.
***
“Mansion kediaman Henokh Matthe”
“Tuan, nona Ellena masih belum sadarkan diri” ujar seorang pelayan.
“Jika dia sudh sadar, jangan biarkan dia pergi, walau hanya beberapa langkah saja!” titah mutlak Henokh kala itu.
“Baik tuan,” balas sang pelayan sembari menunduk dan melaksanakan apa yang telah Henokh katakan padanya.
Setelah beberapa jam kemudian…
Euhhmm… desah Ell sembari menyentuh kepalanya yang masih terasa pening. “Di mana aku?” ucap Ell sembari membuka matanya perlahan, dan memandangi sekitar.
Ahkk.. pekiknya terkejut. “Bukankah ini..—“ Ell berusaha mengingat, namun kepalanya semakin pening saja.
Arghhkk hakkhh ahkk… lenguhnya dan berusaha bangun, namun rasa sakit kepalanya justru semakin menyiksa.
Prang… barang-barang yang berada di area kamar tersebut pun berserakan, akibat ulah Ell. Ell yang berusaha untuk bangun namun ia harus jatuh terhuyung.
“Mengapa harus memaksakan diri, jika masih lemah!” tukas Henokh yang tiba-tiba muncul dari balik pintu ruangan kamar tempat Ell kini berada.
“Kak Henokh..—“ ucap Ell lirih, dan menyentuh wajah Henokh. Air matanya pun mulai berlinang, seiring dengan sentuhan tangannya pada wajah Henokh.
“Kau sudah mengingatku sekarang?” tukas Henokh dengan bibirnya yang bergetar, menahan air mata.
__ADS_1
“Kak Henokh..—“ isak Ell semakin pecah, saat sesuatu kenangan lama yang seakan sudah terlupan kini mulai muncul secara perlahan.
“Sekian lama akhirnya kau mengingatku dengan baik, Ellena” ucap Henokh dengan isak tangisnya pula.
----*----
Henokh yang merupakan kembaran dari Hogue, sering kali bertukar peran. Karena keduanya adalah kembaran yang cukup sulit dicari perbedaannya. Disaat keduanya masih kecil bahkan beranjak remaja,
mereka memiliki satu teman (seorang gadis kecil) yang sama. Henokh sudah sekian lama menyukai Ellena si gadis kecilnya, namun karena keadaannya yang tidak mampu untuk terkena sinar matahari. Henokh pun sangat jarang bisa bermain dengan sang gadis kecilnya.
Hingga suatu saat, Ellena menjadi senang akan kepribadian Henokh yang dulu dikenal lembut dan ramah. Namun Hogue selalu bersikap egois.
“Henokh! aku menyukai Ellena, tolong berikan dia padaku. Jangan dekati dia lagi” tukas Hogue dengan angkuh.
“Hogue, bukankah masih banyak gadis yang lain, mengapa harus Ellena?” tukas Henokh heran.
“Kau hanya seorang aneh yang bahkan tidak bisa keluar saat siang hari. Jadi jangan berlaga bisa banyak bertidak!” cela Hogue sinis. Hogue sejak kecil sudah memunculkan tanda-tanda kelaianan pada dirinya. Hingga dewasa pun ia memiliki kecenderungan yang menyimpang pula.
Suatu ketika…
Hogue terlihat begitu bahagia, saat baru pulang bermain.
“Henokh, aku sudah mengikat janjiku dengan Ellena, kami adalah kekasih disaat dewasa nanti” ejek Hogue.
Hingga akhirnya Jen beranjak remaja, Jen kerap kali menerima perlakuan tak adil dari sang ibu tirinya. Henokh lah yang diam-diam selalu memperhatikannya. Bahkan disaat Ell diganggu oleh anak-anak lainnya, Henokh berusaha melindunginya. Ellena kerap kali menerima ejekan dari anak-anak lainnya. Karena sikapnya yang pemalu, dan sering kali jatuh pinsan. Itulah yang membuat anak-anak lain mengejeknya dengan sebutan "Si gadis lemah."
Ellena tidak pernah mengetahuinya. Karena keberadaan Henokh pun tidak akan mampu ia lihat lagi. Henokh selalu menakut-nakuti anak-anak nakal yang selalu mengejek bahkan mengganggu Ellena kecil.
Henokh menunggu dan terus menunggu. Setelah bertahun-tahun lamanya, Ellena pun tingga di mansion yang sama dengan Henokh. Itulah waktu yang tepat bagi Henokh untuk hadir kembali. Namun disaat dipertemukan kembali, Ellena justru telah kehilangan ingatannya.
>>
Kilas sebelum kematian Hogue…
“Henokh, tolong jaga Ellena. Dia gadisku yang berharga, jangan sampai kau sakiti dia. Sudah cukup aku membuatnya menderita.—“ peringat Hogue saat menjelang ajalnya.
“Aku pasti akan menjaganya, walau ku tahu jalanku akan sangat sulit, setelah apa yang telah Ellena alami.”
Beberapa menit setelahnya, Ellena puun datang. Saat kedatangan Ellena, Henokh harus menyembunyikan dirinya. Dengan sabar menanti waktu yang tepat.
----*----
“Kau tahu, bertahun-tahun lamanya aku menantimu” ucap Henokh sembari membelai waja sembab Ell, akibat isak tangisnya sedari tadi.
__ADS_1
“Mereka jahat padaku! aku harus membalas semuanya..” teriak histeris Ell.
Ia mulai teringat, bagaimana kejamnya sang ibu tiri, Mrs. Flia.
Saat mendiang ibunya berada di rumah sakit. Sangg ayahnya, Mr. Brandon justru begitu asyiknya bercumbu dengan Mrs. Flia, seakan sangat menanti kematian sang ibu dari Ellena. Hal itu telah Ell saksikan, bahkan Mrs, Flialah yang menjadi penyebab kematian sang ibunya.
>>
Ingatan Ell tiba-tiba mucul kembali, walau rasa sakit yang harus dideritanya.
“Kau wanita ******! harus mati ditanganku! semuanya hanya milikku!” tukas Mrs. Flia sembari melepaskan selang yang tersambung dengan tabung oksigen.
Ellena kecil melihat semuanya, namun saat itu kepalanya pun masih terbalut perban. Sehingga begitu sulit baginya untuk kembali mengingat semua secara jelas, justru membuat kelapanya sakit.
Setelah beberapa menit berlangsung, ibu dari Ell si gadis kecil pun merenggang nyawa untuk terakhir kalinya.
Mr. Brandon yang baru saja tiba di ruangan pasien,sedangkan mrs. Flia diam-diam melakukan aksinya secara bersih. Terlebih lagi, Ellena masih sangat kecil. Lagi pula, suatu hal yang bagus bagi Mr. Brandon, jika sang istrinya mati. Setelah melihat apa yang terjadi terhadap ibunya, Ellena pun pinsan. Semenjak saat itu, Ell kehilangan banyak kenangan mau pun ingatannya.
***
Arghkk… Ellena menjerit hebat. Ia meronta-ronta dalam dekapan Henokh.
“Tenanglah Ellena, kau harus tenang..” tukas Henokh mencoba menenangkannya.
“Tidak.. mengapa semua ini harus aku alami.. mengapa..” isaknya, hingga tergugu. Rasa pening itu semakin menyiksanya.
Arghkk ahkk.. “sakit! ahkk” erangnya.
Karena melihat Ellena yang sungguh menderita, akibat ingatan demi ingatannya mulai mucul. Henokh pun tidak tahan, akhirnya menusukkan sebuah suntikan penenang pada lengan Ell.
Hahh hhh...desah napas Ell terengah, wajahnya begitu berantakkan. Keringat bercucuran deras. “Kak Henokh, ini sangat menyakitkan..” lirih Ell.
Bukan karena sakit pada kepalanya saja, namun sakit tatkala meratapi semua penderitaannya sejak kecil. Rasa sesak kian menyiksanya, isak tangisnya pun kian pecah.
“Mereka akan membayar semua yang telah mereka perbuat padamu!” tukas Henokh, matanya kian menggelap penuh amarah. Tatkala melihat penderitaan Ell kini.
Ingatan masa lalu yang kian lama Henokh nantikan pun akhirnya ia dapatkan kembali. Walau pun Henokh harus bersabar dan menahan diri untuk tidak bertindak memaksa. Namun pada akhirnya, justru ingatan
itu yang membuat gadisnya kian tersiksa. Rasa untuk terus membalaskan dendam pun hampir sirna dari pikiran Ell.
Terlalu sakit semua yang ia telah lalui dari sejak kecil hingga dewasa kini.
Lalu bagaimana dengan rencana balas dendamnya pada keluarga Brandon Cars, kelurganya sendiri. Akankah Ell masih tetap melanjutkan, ataukah justru berhenti sampai di sini dan membiarkan Henokh yang bertindak…?
__ADS_1
****