
"Mr. Devil – Season III"
Author by Natalie Ernison
Baru saja pulang dari segala kepenatan dan ingin mengajak sang istrinya untuk bercinta, namun justru harus mengalami hal yang kurang menguntungkan baginya. Mr. Ghand terkejut saat melihat keadaan kamar tanpa sang istrinya.
~ ~ ~
"Laura!" teriak Mr. Ghand.
"Ghandso!" ucap Laura terkejut dan berusaha menutupi tubuh telanjangnya.
"Henokh! Laura! kalian berdua sangat ********!" teriak Mr. Ghand kala itu.
Henokh hanya terdiam dan terduduk di sofa, sementara Laura sibuk mengenakan kembali pakaiannya.
"Jadi ini yang kau lakukan dibelakangku! bahkan haruskah pria itu adalah saudaraku, Laura! Kau Henokh! kau sangat keji!" tukas Mr. Ghand penuh pilu.
"Apa yang terjadi di sini" tukas Mrs. Liberttie bersama Mr. Luke yang baru saja tiba. Mereka sangat terkejut saat melihat apa yang telah terjadi di sana.
"Henokh Laura!" bentak Mrs. Liberttie
"Apa yang kalian telah perbuat!" bentak Mr. Luke sembari memukul pintu ruangan bawah tanah kala itu. Henokh enggan untuk bicara lagi, ia hanya diam acuh.
"Maaf paman bibi, aku mencintai Henokh!" tukas Laura acuh, seakan tak peduli dengan perasaan sang suaminya.
"Laura! apa yang kau katakan! kau sadar apa yang baru saja kau ucapkan!" bentak Mrs. Liberttie
"Jika sejak awal aku tahu Ghandso hanya pria yang lemah di ranjang, maka aku akan menolak pernikahan!" cela Luara. Laura mengatakan hal tersebut pun dengan gaya sinisnya, tanpa peduli akan anggapan keluarga Matthe.
"Kau sungguh wanita yang berani!" tukas Mrs. Liberttie kesal.
"Apa yang harus aku takutkan! aku tidak peduli dengan keluarga bodoh ini!"
"hentikan! jangan sekali-kali kau bicara begitu!" tuka Henokh.
Arghh.. hargkk... erang Laura, saat Henokh mencekiknya. Kala itu Henokh sedang menahan hasrat membunuhnya.
__ADS_1
"Henokh!" teriak Mr. Ghand. Walau bagaimana pun juga, Laura adalah ibu dari anak semata wayangnya, baby Leerie.
"Ghandso! wanita ini hanyalah seorang ****** rendahan! kau masih berniat untuk menjadikannya istri!"tukas Henokh geram dan sudah muncul dua taring tajamnya yang siap menusuk kerongkongan.
"Henokh! kau ********!" teriak Mr. Ghand
Bugh...
Tubuh Laura pun terhempas ke lantai marmer. Henokh pun menghilang seketika, sehingga suasana mansion Mathhe family cukup resah akan hal tersebut.
>>>
Selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, Laura tidak ingin tinggal bersama Mr. Ghand dan memilih untuk tinggal di kediamannya sendiri. Laura pun meninggalkan baby Leerie bersama keluarga Matthe.
Mr. Ghand sudah terlalu lelah dengan semua yang telah sang istrinya perbuat, bahkan terbesit di pikriannya untuk berpisah.
"Tuan! tuan!" ujar salah seorang pelayan mansion kediaman Matthe, memanggil Mr. Ghand
"Bicaralah dengan benar" tukas Mr. Ghand yang sedang bersama baby Leerie.
"Ada apa lagi dengan wanita itu?" tukas Mr. Ghand sembari meminta salah seorang pengasuh untuk membawa baby Leerie.
"Nyonya Laura pergi mencari tuan Henokh!"
"Apa!" Mr. Ghand langsung spontan memukul meja.
***
"Henokh kau terlalu munafik! aku bahkan akan segera bercerai dengan Ghando!" teriak Laura.
"Kau ****** rendahan! lebih baik kau pergi dari sini!" tegas Henokh dengan sinis.
"Tidak! aku tidak akan pergi!" teriak Laura lagi.
"Jangan membuat situasi menjadi runyam Laura! aku tidak akan mencintai wanita sepertimu!" cela Henokh.
"Kau—kau berani Henokh! aku akan mati! aku akan mati jika kau berani menolakku!" ancam Laura sembari meletakkan pisau di lehernya.
__ADS_1
Cih... "Silakan saja! lebih baik kau mati saja!" cela Henokh tanpa ingin berbalik. Laura sangat kesal dan malu, namun rasa malunya seakan hilang untuk saat itu.
"Baiklah jika itu yang inginkan Henokh!"
Cluakkhh...
Ahkk... hhkk... lenguh Laura saat pisau tersebut tertancam di batang lehernya, tepatnya di kerongkongannya. Saat itu ia hanya sekedar mengancam, namun ada bisikan dan dorongan kuat yang membuatnya nekat.
"Kau!!" teriak Henokh.
Tiba-tiba suara tawa sosok wanita menggelegar memenuhi ruangan baah tanah tersebut.
"Dasar wanita bodoh tak berguna! bahkan bukan perawan saja tidak layak mati untukku!" cela sosok suara wanita tersebut.
"Apa yang kau lakukan!" teriak Henokh. Namun ketika ia hendak mengangkat tubuh Laura, Mr. Ghand tiba-tiba sudah berada di depan pintu.
"Henokh kau ********!" teriak Mr. Ghand dan langsung memukul wajah Henokh berkali-kali. Henokh hanya diam tanpa perlawanan sedikit pun, walau pukulan tersebut bertubi-tubi hingga membuat wajah tampannya terlihat cukup lebam.
"Laura!!" teriak Mr. Ghand histeris.
"Maafkan aku Ghand! aku tidak paaa-htas untukhhmuhh..—" ucap Luara lirih dan menghembuskan napasnya seketika itu juga.
Sejak saat itu, Henokh benar-benar tidak lagi memunculkan diri di antara keluarga Matthe. Bahkan Mr. Ghand sendiri pun pindah ke kediaman kakek dan neneknya bersama baby Leerie.
Luka yang mendalam itu pun tentu saja tidak bisa begitu saja terlupakan. Namun menjadi kenangan luka yang tak akan mampu terobati. Mr. Ghand berusaha mengikhlaskan kepergian naas sang istri, namun ini cukup sulit.
---kilas selesai---
"Apakah aku salah jika mencoba mempertahankan wanita yang sangat kucintai!" lirih Mr. Ghand pada sang asistennya.
"Tentu saja tidak tuan. Namun jangan pernah menyesali semua yang telah terjadi, tuan harus tetap melanjutkan kehidupan tuan" ucap sang asistennya menenangkan M. Ghand.
Mr. Ghand pernah sangat mencintai seorang wanita yang bahkan telah melahirkan seorang anak laki-laki tampan baginya. Namun semua pun hancur karena keegoisan dan sikap sang istri yang selalu semena-mena padanya.
Sikap sabar dan lembutnya membuat ia tak jarang menerima perlakuan tak adil. Dari keluarga angkatnya, keluarga kecilnya sekali pun. Ia sebelumnya tidak mencintai Laura, namun seiring berjalanna waktu, ia berusaha untuk terus belajar mencintai. Walau akhirnya ketulusannya berakhir dengan luka kecewa mendalam.
****
__ADS_1