
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Hari pertunangan antara Mishel bersama Johanez pun akan segera dilaksanakan di sebuah hotel mewah berbintang. Pertunangan tersebut semata-mata hanya karena permintaan dari Ellena, agar Johanez menuruti keinginan kedua orang tua mereka. Karena rasa cintanya pada Ellena, Johanez pun rela melakukan apapun demi wanita tercintanya.
~ ~ ~
Merias diri dengan make up tipis, dengan balutan gaun nan elegant. Ell terlihat begitu anggun, tentu saja gaun tersebut pemberian dari Johz.
“Malam ini aku ingin melihat seberapa berkuasanya keluarga mereka” gumam Ell dengan wajah yang dipenuhi dengki. Ia pun bergegas pergi menuju hotel tempat dilaksanakannya acara pertunangan Johz dan Mishel.
***
“Hotel berbintang lima xx”
Ell turun dari dalam sebuah mobil yang telah Johz sediakan baginya, beserta seorang supir pribadinya. Berjalan dengan anggun dan hati-hati, ia memasuki ruangan acara dengan mengenakan topeng pesta.
Acara pertunangan ini diselenggarakan dengan balutan kostum yang cukup unik. Semua tamu undangan diwajibkan mengenakan topeng wajah yang menutupi mata hingga bagian hidung mereka.
Di sana sudah ada Johz yang terlihat begitu tampan elegant, bersama nona Mishel beserta keluarga besar Deolofa. Arah pandangan Ell terfokus pada dua pasangan yang membuat dadanya tiba-tiba terasa panas. Mr. Brandon bersama Mrs. Flia terlihat begitu bahagia di sana. Posisi Ell benar-benar seakan terhapus dari kartu keluarga.
Ell mengepal kedua tangannya dan berusaha menahan rasa sesak di dadanya. Walau bagaimana pun juga, dia adalah bagian dari keluarga besara Brandon Cars. Tapi mengapa Ell bahkan tidak mendapatkan undangan khusus dari sang ayahnya.
“Ayah apakah posisiku di dalam keluarga ini sudah benar-benar terhapus!”batin Ell. Ell segera pergi menuju sebuah toilet. Ia menarik napasnya sejenak, dan masih berusaha menahan rasa sesaknya.
Tawa bahagia di sana membuat Ell semakin sesak. Selama beberapa menit Ell berdiam diri dan berusaha agar tetap tegar disaat nanti harus berhadapan dengan keluarganya.
Semua orang saling memberikan ucapan selamat atas pertunangan Johz bersama Mishel. Ell pun sama, ia berjalan ke kerumunan orang yang sedang memberikan ucapan selamat. Kini saatnya bagi Ell untuk memberikan ucapan.
“Selamat atas pertunangan kalian, semoga kalian bahagia” ucapnya sembari memberikan salam.
Johz terlihat begitu terpukau dengan penampilan Ell malam ini. “Terima kasih Ellena” ucap Johz sembari mendekap Ell di hadapan keluarga besarnya.
“Segeralah menyusul sehingga kau memiliki pegangan hidup” cela Mrs. Flia dengan senyuman palsunya. Namun Ell tidak menghiraukannya, bahkan tidak memberikan salam pada sang ibu tirinya tersebut.
“Terima kasih atas kesediaan para tamu-tamu undangan dalam acara pertunangan kami, terkhususnya pada semua anggota keluargaku, “ ujar Johz.
Ell merogoh ponselnya dari dalam hand bag miliknya. “Kakakku tersayang, aku ingin bertemu kakak di dalam kamar kosong tiga puluh sekarang juga!” ujar Ell melalui pesan singkat.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Johz pun tiba dan menjumpai Ell yang kini berada di dalam sebuah kamar hotel berbintang tersebut. “Maaf, aku harus mencari alasan agar dapat menemuimu” ujar Johz sembari melingkari kedua tangannya di pinggul Ell dan meletakkan dagunya di atas bahu Ell.
Ahh, sial! bagian leher hingga punggung juga dada Ell cukup terbuka. Sehingga membuat desah napas Johz menerpa kulit Ell, dan membuatnya sedikit merinding.
“Aku sangat merindukanmu kak” rengek Ell sembari membalikkan tubuhnya pada Johz, dan mendorong tubuh Johz ke atas kasur empuk yang berada di dalam kamar tersebut.
“Ellena, apakah kau ingin..—“
“Ingin apa kak, aku hanya butuh pelukan, belaianmu” ujar Ell sembari membelai area dada kokoh milik Johz. Johz bergidik saat tangan nakal Ell membelai area dadanya.
“Ellena, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau begini” tukas Johz dan membalikan posisinya hingga berada di atas tubuh Ell. Ell menegang karenanya, ia sangat gugup. Haruskah ia menggoda Johz seperti ini.
“Kak, aku ingin membuka usaha, bisakah kakak menolongku untuk menambahkan modal” pinta Ell dengan wajah memelas manja.
“Jadi hanya karena hal kecil itulah, kau menggodaku” tukas Johz sembari mengendus batang leher. Ah sial! Ell lagi-lagi bergidik, dan tak ingin mereka berbuat terlalu jauh, Ell pun mencari akal agar terlepas dari Johz.
“Kakak aku sangat mencintaimu, tapi kakak harus kembali menjalankan peran kakak di luar kita berdua, oke!” Ell mendorong tubuh Johz dari atas dirinya.
“Sayang” Johz mendekap Ell dan membuat area dadanya cukup terlihat karena bajunya yang cukup terbuka. Ell sudah mulai merasa aneh di dalam tubuhnya.
“Baiklah kakakku, pergilah..” Ell dudu di atas pangkuan Johz, akhirnya Johz pun menyerah.
“Besok uang lima ratus juta akan masuk ke rekeningmu.” Johz pun pergi dari kamar tersebut.
Tsk… “Perlahan-lahan aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi hakku!” gumam Ell.
***
__ADS_1
“Kediaman Brandon Cars family”
“Johz! mengapa pengeluaranmu tiba-tiba banyak begini” tukas sang ibunya, Mrs. Flia.
“Aku sedang membangun usaha, bu. Jadi, wajar saja jika banyak pengeluaran” ujar Johz mencari-cari alasan.
“Tapi mengapa saham keluarga Cars sepertinya ada yang aneh! dua tiga puluh lima persen saham! apa ini Johz!” tukas sang ibunya terkejut.
“Ada apa bu, mengapa ibu selalu turut campur dalam segala urusanku!”
“Johanez! apa yang membuatmu berubah begini!” bentak sang ibunya.
“Ibu tidak berhak mencampuri urusanku! ibu terlalu banyak menyetirku!” tukas Johz dan pergi dari hadapan sang ibunya.
“Johanez!!” teriak sang ibunya, dan..
Ahkk.. hahhkk ahh… tiba-tiba saja Mrs. Flia terjatuh dna tersungkur sembari mencengkram area dadanya.
>>
“Tuan muda! tuan!” teriak histeris salah seorang asisten rumah tangga mereka.
“Mengapa berteriak begitu bi!” tukas Johz dengan mengernyitkan dahinya, kala itu ia sedang melakukan panggilan suara bersama Ellena.
“Nyonya Flia jatuh pinsan tuan” ujar sang asistennya.
“Apa! ibu pinsan!” Johz membelalak, bahkan lupa mengakhiri panggilannya.
>>
“Ibu! bu…” lirih Johz dan segera membawa sang ibunya ke rumah sakit.
Sementara di sisi lain…
***
Drrttt… Kak Johanez memanggil…
Ellena: “Hallo kak Jo?”
Johanez: “Ellena, ibu masuk rumah sakit dan aku harus menjaga ibu. Tolong bantu segala urusan kantor besok!”
Ellena: “Baik kak. Kakak jaga kesehatan, dan katakan padaku jika butuh bantuan. I love you.”
Seketika itu, Ell terbahak. “Rasakan kau Flia ******! lihat saja bagaimana aku akan menyiksamu perlahan”
***
Ell pun sibuk dengan segala tugas tambahan dari Johz. Ia harus merapikan segala dokumen-dokumen penting perusahaan. Johz sangat mempercayainya kini.
Ia meraih ponsel miliknya. “Hallo kak, apakah ibu baik-baik saja?”
“Yah. Aku sedang pergi keluar mencari makanan, dan ibu sekarang sudah cukup membaik..—“
“Baiklah kak. I love you” ujar Ell dengan tertawanya.
Ia pun membuka gallery ponselnya, di sana sudah begitu
banyak rekaman mau pun gambar dirinya saat bersama Johz. Gambar tersebut memperlihatkan Johz seakan sedang mencumbunya, waktu itu Johz hanya sebatas memeluk. Ell pun mengangkat bagian kakinya, sehingga mempertontonkan paha putih mulus miliknya.
Gambar demi gambar pun mulai tercetak, dan siap untuk ia lanjutkan misinya. “Lihat saja, bagaimana aku akan menyiksamu tanpa harus menyentuh!” tukas Ell sinis.
***
“Kediaman Brandon Cars family”
Mrs. Flia dengan duduk santai sembari menikmati acara televise favoritenya. Sungguh keadaan yang membahagiakannya, semua terasa begitu mudah dan cepat. Keungan pun berlimpah ruah.
__ADS_1
“Permisi nyonya, ada paket khusus bagi nyonya!” tukas salah seorang pengurus pekarangan rumah.
Hmm… Mrs. Flia hanya meraih isi dari paket tersebut. Perlahan ia membukanya, “ini!” desah kagetnya.
Arggkk… ahhkk… “Apa ini!” teriak Mrs. Flia saat membuka isi dari paket kiriman yang hanya di balut dengan map biasa.
Beberapa foto Johz yang terlihat sedang menggagahi seorang wanita. Bahkan sang wanita terlihat sedang mengangkang sempurna, sungguh mengejutkan memang.
“Tidak mungkin anakku seperti ini! ini bukan nona muda Mishel, bukan Mishell!” jerit histerisnya dan lagi-lagi sakit area dada bagian letak jantungnya terasa nyeri.
>>
Menjelang malam, Johz bersama sang ayahnya Mr. Brandon pun tiba di rumah.
“Mengapa ibu tak terlihat!” ujar Johz pada sang ayahnya.
“Mungkin ibumu ada di atas..—“
“Anak ********!!” Plakkk… suara tamparan dan makian menjadi kata samburan dari sang ibunya pada Johz.
“Sayang, mengapa?” tukas sang ayahnya sembari menahan sang ibu Johz.
Plakkh..
Mrs. Flia melemparkan beberapa selembaran foto ke wajah Johz. Foto tersebut pun berjatuhan dan memperlihatkan begitu banyak adegan yang terlihat begitu panas.
“Johanez!” tukas Mr. Brandon.
Foto tersebut membuat mereka saling bertatapan sinis, dan Mr. Brandon sudah hampir lepas kendali.
“Jangan katakan, jika ini bukan nona muda Mishel!” tukas Mr. Brandon.
“Ayah! lihatlah anak ini! apa yang telah dia perbuat!” teriak sang ibunya sembari terisak pilu, bahkan terhuyung lemas.
“Ini fotoku bersama Ellena! tidak mungkin, siapa yang melakukannya” gumam Johz. Setelah itu ia bergegas pergi dan tak menghiraukan pertanyaan demi pertanyaan dari ibu dan ayahnya.
Johz melaju dengan kecepatan tinggi. Malam ini ia sangat marah, bahkan jika Ell yang melakukannya, ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan.
***
“Kediaman Ellena Casey”
Johz menggedor pintu kamar Ellena. “Ellena! buka pintu, Ellena!” serunya dengan keadaan pikiran yang sangat kacau balau.
Ternyata pintu tidak terkunci. Johz sudah sangat marah, matanya sudah terlihat merah.
Baru saja ia tiba.. Plakkk… sebuah tamparan mengenai wajahnya, tamparan dari Ell tentunya.
“Bajingan! aku pikir kakak akan memperlakukanku dengan baik! mengapa kakak melakukan ini!” teriak Ell sembari melemparkan foto-foto yang sama seperti yang ada di kediaman keluarga.
“Ellena..” lirih Johz. Ia awalnya sangat ingin marah pada Ell, namun ketika melihat Ell seperti ini, ia sangat bingung.
“Lebih baik aku mati, dari pada harus menanggung aib!” teriak Ell sembari meraih sebuah pisau hendak menyayat nadinya.
“Ellena janga gila kamu!” Johz secara cepat merampas pisau tersebut.
“Kak, aku baru saja mendapat paket dan isinya foto-foto ini—“ isak Ell.
“Ellena, aku pun mendapatkannya. Bahkan ibu dan ayah telah melihatnya.. aku pun tak tahu Ellena, aku tidak mungkin melakukannya untuk mempermalukanmu” ujar Johz sembari mendekap Ell. Awalnya Ell enggan namun akhirnya luluh pada pelukan Johz.
Dalam gambar tersebut memang tidak memperlihatkan wajah Ell, hanya wajah Johz yang terlihat jelas. Itulah hasil dari rencana bertahan Ell.
Tsk… “Hanya dengan air mata palsu ini, kakak luluh padaku. Ini baru tahap-tahap awal untuk kalian..” batin Ell. Di balik tangisannya, Ell menyeringai puas, rencananya pun berjalan dengan mulus.
Apakah yang selanjutnya akan terjadi pada si ibu tirinya, dan keluarga Cars lainnya?
__ADS_1
****