Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Merindukanmu


__ADS_3

Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Henokh baru saja kembali dari segala urusannya, dan tiba-tiba saja bayangan Ellena mampu membuyarkan fokusnya. Bahkan kehadiran seorang gadis perawan murni saja tidak mampu menggantikan posisi Ellena di hati dan pikirannya.


~ ~ ~


“Apa lagi yang harus kami lakukan tuan?” ujar asisten Trush sembari menuduk di hadapan Henokh.


“Malam ini aku ingin bertemu calon istriku tercinta” tukas Henokh dengan senyuman iblisnya. Tentu saja yang ia maksud ialah Ellena.


“Baik tuan Henokh, kami akan siapkan mobil” tukas para pengawalnya dan segera melaksanakan perintah tuannya.


Sementara itu, Henokh pergi membersihkan diri dan bersiap-siap untuk menemui wanita tercintanya.


Setelah semua siap, mereka pun segera pergi berkunjung ke kediaman Ellena family.


***


“Kediaman Ellena family”


“Mengapa rumah ini terlihat sangat sepi, tuan?” tanya asisten Trush.”


“Tentu saja sepi, karena hanya Ellena yang berdiam di sini, juga bersama para pekerjanya,” tukas Henokh dan langsung menuju gerbang utama.


“Maaf tuan, nona Ellena butuh banyak istrahat..” ujar salah seorang penjaga atau anggota keamanan perumahan kediaman Ellena.


“Hei!” sela asisten Trush tak terima dengan perlakun sang keamanan. Namun Henokh menahan langkah asisten Trush.


“Baiklah, aku mengerti. Namun aku perlu tahu kondisi calon istriku” tukas Henokh dengan sorot matanya yang tajam.


“Ma-maf tuan, aku sungguh tidak tahu, jika tuan calon suami nona Ellena” sesal sang anggota keamanan tersebut.


“Lain kali bertanyalah terlebih dahulu sebelum kau bicara banyak!” peringat Henokh dan langsung melangkah menuju pintu utama.

__ADS_1


Para pekerja rumah pun memberikan rasa hormat tertinggi mereka.


Mereka pun tahu bahwa Henokh adalah sosok paling berpengaruh di kota A. Henokh langsung masuk dan berjalan menuju kamar pribadi Ell.


Bhuakhh…


Henokh mendorong keras pintu kamar Ell, dan membuat sang pelayang yang sedang merawat Ell turut terkejut karena suara bantingan pintu tersebut.


“Tu-tuan Henokh.” ucap sang pelayan wanita yang sedang merawat Ell, lalu bergegas keluar. Ia tahu Henokh ingin bicara berdua bersama majikannya.


Berjalan dengan gaya angkuh dan tatapan setajam mata elang. “Baru kutinggal sebentar saja, kau sudah begini” tukas Henokh pada Ell yang sedang terbaring lemah, dan duduk di sisi kasur milik Ell.


“Apakah mereka tidak bisa merawat calon istriku dengan baik!” tukas Henokh sembari membelai lembut wajah Ell.


“Para pelayanku adalaj pelayan terbaik bahkan sudah puluhan tahun mengabdi di keluarga Cars. Jadi, apakah taun muda Henokh ingin mencoba meremehkan kemampuan keluarga Cars!” cela Ell dengan tatapan tak senang dengan pernyataan Henokh.


“Sayang, aku merindukanmu. Tapi melihatmu seperti ini, tidakkah membuatku tidak bernafsu lagi” kekeh Henokh.


“Pergilah, jika kedatanganu hanya untuk mengejak keberadaan keluarga Cars. Ataukah kau ingin mengejak atas kemerosotan perusahaan kami!” tukas Ell kesal, dan seketika berbalik menghadap arah tembok.


“Jadi benar dugaanku, kau jatuh sakit begini karena mengurus perusahaan keluarga!” tukas Henokh sembari menggoncang pelan tubuh Ell yang kini terbungkus selimut tebal miliknya.


“aku bisa mengembalikan perusahaanmu, tapi dengan syarat kau tidak perlu lagi bekerja keras seperti ini!”


“Aku sudah berjuang keras demi perusahaan ini lalu kau dengan mudahnya berkata demikian! tidak masuk akal sekali pemikiran tuan muda Matthe ini!” cela Ell dengan mendengus sebal.


“Sayang, aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Aku dtang kemari karena aku sangat merindukanmu” bujuk Henokh.


“Katakan saja secara langsung jika kedatanganmu hanya untuk berbuat hal-hal cabul. Semua orang tahu jika kau sangat berpengaruh, tapi bukan berarti kau bisa bertindal sesuka hati!” teraik Ell kesal.


Karena terlalu keras berteriak, ia pun terbatuk dan area perutnya kembali terasa nyeri.


“Jangan berteriak, atau aku harus mendiamkanmu dengan ciumanku!” tukas Henokh sembari memeluk Ell.


“Lepaskan aku! kau senang bukan!” Ell terus meronta dan kesal dengan pernyataan Henokh padanya, apalagi itu menyangkut urusan keluarganya.

__ADS_1


“Ellena, aku mencintaimu, bisakah kita memiliki keluarga yang bahagia!” tukas Henokh sembari mengecup lembut bibir Ell yang terlihat kering karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak sehat.


“Kau kemana saja, mengapa tiba-tiba datang tanpa memberiku pesan” rengek Ell dengan ekspresi tersipunya.


“Aku pergi mengurus bisnis keluarga ke luar negeri, karena semenjak Hogue tiada, akulah yang menanggung semua usaha bisnis keluarga.”


“Ohh… jadi datang kemari hanya karena butuh seseorang untuk dicabuli” dengus Ell.


“Jika aku datang hanya untuk mencabulimu, mengapa harus mencari kau jauh-jauh! di mansionku bahkan selalu tersedia gadis-gadis perawan yang sangat cantik, lalu untuk apa aku mencarimu, hhmm..” Henokh mengecup puncak kepala Ell, sebagai tanda kasihnya yang begitu tulus pada Ell.


Namun Ell masih belum bisa sepenuhnya menaruh kepercayaam pada Henokh. Ell bahkan selalu bimbang dengan ketetapan hatinya.


“Ellena, apakah saudaraku, Ghandso tidak menemuimu lagi?”


“Tuan Ghand..” Ell baru saja melupakan sesuatu. Yah, Mr.Ghand sudah lama tak terlihat.


“Ghand sudah pergi ke luar negeri, dia bertekat ingin meluruskan hidupnya dan juga pemikirannya.”


“Lalu bagaimana dengan Leerie!” Ell seketika duduk dan kian penasaran tentang kabar dari Mr. Ghand.


“Ghand telah memilih jalan hidup yang salah, dan penyesalan selalu mengahntui pikirannya. Bahkan kabar terakhirnya, Ghand mengalami gangguan mental,” tukas Henokh dengan wajah sendu.


“Apa! mengapa aku tidak pernah tahu, lalu bagaimana dengan Leerie—“ ucap Ell engan mata berkaca-kaca. Ia terlalu fokus dengan pekerjaannya dan mengabaikan keberadaan Mr. Ghand yang bahkan selalu berusaha membantunya.


“Leerie telah bersama keluarga Laura, mendiang istrinya. Aku pun tidak menyangka, jika Ghand akan mengalami hal ini” sesal Henokh, lalu beranjak dari sisi kasur milik Ell.


“Tuan Henokh, bisakah aku menemui tuan Ghand?” pinta Ell lirih.


“Ghand sekarang berada di panti rehabilitas mental. Dia bahka tak mampu berkomunikasi dengan baik, bahkan saat bertemu denganku, dia terus menjerit tak karuan. Dia berusaha terlepas dari pengaruh kegelapan, namun kegelapan itu menelan akal sehat dan jiwanya.”


“Tidak mungkin.. mengapa seperti ini..” isak Ell.


Karena selama ini Mr. Ghand merupakan pria yang selalu baik padanya dan terus membantunya dalam segala kesulitannya. Namun kini keadaan Mr. Ghand jauh lebih memprihatinkan lagi.


“Ellena, kau boleh bekerja keras tapi tetap utamakan kesehatanmu. Aku tidak akan membiarkan orang-orang terkasihku pergi, aku akan berusaha mempertahankan apa yang ada padaku saat ini.” Henokh pun pergi dari kamar pribadi Ell, dan membiarkan Ell tenang sejenak dengan berita dari Mr. Ghand.

__ADS_1


Ell terus meratapi keadaan Mr. Ghand, ia sangat ingin bertemu dengan Mr. Ghand dan bercerita banyak hal. Namun kini ia hanya bisa menunggu keajaiban datang, dan memulihkan mental Mr. Ghand.


****


__ADS_2