
“Mr. Devil –Season III”
Author by Natalie Ernison
Ellena yang sangat berniat ingin membalas semua perbuatan keluarganya, kini menjadi sosok yang cukup berbeda dari biasanya. Akankah Ellena akan berpikir lagi untuk menghancurkan kehidupan Johanez. Johanez sebenarnya satu-satunya pria yang peduli padanya, di dalam keluarganya.
~ ~ ~
Di sebuah ruangan pribadi Henokh.
Duduk sembari menggoyang-goyangkan gelas yang berisi darah segar. “Apakah Ellena selalu bersama pria itu?” tukasnya sembari meneguk segelas darah segar tersebut.
“Benar tuan. Namun posisi nona Ellena di dalam perusahaan pun kini tidak sebagai pegawai biasa lagi..--”
“Apa maksudmu!” potong Henokh. Henokh seketika beranjak dan melangkah menuju asisten Trush.
“Benar tuan. Nona Ellena sekarang sebagai pemegang saham ketiga. Pertama, tuan muda Johanez, kedua Mr. Brandon dan ketiga ialah nona Ellena sendiri.”
Hmm… “Ternyata wanitaku sudah bertindak jauh” tukas Henokh dan…
Prangg… bunyi pecahan beling dari puing-puing gelas yang berisi darah segar. Semua berserakan di lantai bahkan sisa tetesan darah pun.
Asisten Trush hanya menunduk, dan menunggu perintah selanjutnya dari sang tuannya. “Kau pergilah dan cari tahu kapan Ellena ada waktu luang untukku!” titahnya.
Henokh terlihat sangat marah dan tak terima dengan apa yang ia dengar. Ia tak terima jika Ellena bersama pria lain, sekali pun itu hanya rencana balas dendamnya saja.
***
“Besok kau boleh istirahat, aku akan mentransfer sejumlah uang ke rekeningmu” tukas Johz sembari mengelus kepala Ell dengan begitu lembut. Johz sangat lembut pada Ell, namun untuk kali ini mata
hati Ell tertutup untuk rasa simpati pada semua kebaikan dari Johz terhadap dirinya.
Johz pun pergi dari area kediaman Ell, dan selang beberapa menit kepergian Johz datanglah sebuah mobil yang tak asing bagi Ell.
“Bukankah itu mobi milik...—“ gumam Ell. Mobil tersebut langsung terhenti tepat di hadapan Ell sedang berdiri.
“Tuan Henokh..—“ desah kaget Ell.
“Ikut denganku!” Henokh meraih tangan Ell menuju ke dalam mobil miliknya.
“Lepaskan aku!” lenguh Ell sembari melepaskan cengkraman Henokh pada dirinya.
“Apakah kau sudah mendapatkan posisi terbaik dengan cara menggoda saudaramu sendiri!” cela Henokh sembari menindih tubuh Ell. Sementara itu, mobil yang mereka tumpangi pun terus melaju.
“Bukan urusanmu! ini hidupku!” tukas Ell dengan nada melawan.
“Apakah kau sudah merasa sangat hebat karena berhasil membuat langkah bagus dalam ajang balas dendammu!”
“Tentu saja, bahkan itu bukan urusanmu! dengan siapa pun aku, bukanlah urusanmu!” teriak Ell kesal. Dengan napas terengah-engah menahan rasa kesalnya pada Henokh.
“Kau benar-benar berbeda sekarang! bukan hanya menjijikan, kau bahkan menjadi wanita bagi saudara tirimu sendiri!” cela Henokh dengan sorot mata penuh amarah. Ia sangat marah akan semua yang telah Ell perbuat.
“Terima kasih atas pujian anda, tuan. Setidaknya aku menjadi ****** tidak cuma-cuma! tapi aku mendapatkam keuntungan banyak..” balas Ell dengan terbahak. Namun tawa itu bukanlah tawa bahagia, melainkan tawa pilu hati yang mendalam.
“Aku pikir kau wanita baik-baik, namun kau hanya wanita yang seperti ini!” cela Henokh dan melepaskan cengkramannya pada kedua tangan Ell.
“Turunlah!” titahnya pada Ell.
Ell pun bergegas turun, entah di mana kini ia berada. Tentunya ia berada di area pertokoan dan suasana pun sudah cukup malam. Ell malngkah tanpa menoleh ke arah Henokh. Mobil Henokh pun pergi dari hadapannya.
“Tuan, bukankah tuan sangat ingin bertemu dengan nona Ellena?” tanya asisten Trush.
“Apakah kau tidak melihat! betapa ambisinya Ellena yang sekarang, aku pun bahkan tidak menduga jika dia akan begini” tukas Henokh sembari menyandarkan diri di kursi mobilnya. Pikiran Henokh saat ini sangat kacau. Seharusnya ia menahan Ell, namun karena keca dengan apa yang Ell telah perbuat, ia pun memilih untuk meninggalkan Ell.
__ADS_1
“Aku hanya menginginkan wanitaku tetap menjadi seorang bunga yang anggun, bukan bunga yang penuh duri” gumam Henokh putus asa.
***
Hah… mengehela napas panjang. “Semua memang akan seperti ini” batin Ell kala itu.
Ell duduk di kursi yang terletak di area pertokoan tersebut. Sembari membeli segelas ice coffee sebagai mendingin pikirannya. Setelah menerima perkataan dari Henokh, Ell merasa pusing. Henokh benar-benar merendahkan dirinya, namun semua sudah terjadi.
Sebenarnya balas dendam bukanlah rencana terbaiknya, namun karena semua yang ia rasakan hanyalah kekecewaan dan penderitaan. Ell sudah hampir kehilangan rasa hati nuraninya yang baik, yang ia tahu ialah membalaskan semua yang telah keluarga perbuat terhadap dirinya.
Untuk jatuh cinta pun seakan hati terasa tumpul dan tak bereaksi terhadap cinta yang tulus. Bagi Ell semua hanya kepalsuan belaka, bahkan keluarganya sendiri pun tidak menunjukkan cinta kasih tersebut.
Akhirnya Ell pun pulang ke kediamannya dengan menumpangi sebuah taksi.
***
“Kediaman Ellena Casey”
Tinggal seorang diri memang bukan hal baru baginya, karena selama beberapa tahun belakangan pun ia sendiri. Walau rasa kesepian itu kadang menyiksanya.
Drrttt… Mr. Ghand memanggil…
“Tuan Ghand..” gumam Ell, dan langsung terbangun dari tempat tidurnya. Karena nama itu sudah sekian lama tidak memberinya kabar berita.
Ellena: “Hallo, tuan” ucapnya dengan wajah dipenuhi senyuman.
Mr. Ghand: “Bagaimana kabarmu nona Ellena, apa kau sehat?” tanyanya.
Ellena: “Aku baik-baik saja tuan, bagaimana dengan tuan sendiri?”
**Mr.Ghand:**“Aku sangat baik-baik saja nona. Apakah akhir pekan kau sibuk?”
“Akhir pekan apakah kak Johz tidak ada agenda bersamaku?” gumam Ell.
Ellena: “Ah, tidak tuan. Tentu saja bisa..” jawabnya antusias.
Menerima panggilan suara dari Mr. Ghand, Ell terlihat sangat bahagia karenanya. “Apa yang terjadi padaku! bodoh sekali” gumam Ell sembari tersenyum. Kali ini senyuman itu terlihat begitu tulus.
***
“Perusahaan Cars Group”
Ell masih berkutat dengan pekerjaannya. Di luar begitu bising sehingga membuat konsentrasinya cukup terganggu. “Apa yang terjadi di sana?” gumamnya kesal.
Saat hendak membuka pintu, langkahnya pun terhenti tatkala melihat seorang wanita yang tinggi anggun bak model. “Kak Mishel!” ucapnya dari balik pintu.
“Mereka tak boleh tahu keberadaanku di kantor ini untuk sementara waktu,” batin Ell sembari menutup kembali ruang kerjanya.
Mishel ialah wanita yang dijodohkan dengan Johanez, sejak kecil pun perjodohan tesebut sudah direncanakan. Walau Johz sendiri pun tidak menginginkannya.
Drrttt… satu pesan baru belum di baca. “Sayang, aku akan menemani Mishel pergi berbelanja. Kau jangan lupa waktu makan siang, oke.” Kak Johanez. Membaca pesan singkat tersebut, Ell merasa ada yang laindalam dirinya. Namun ia pun harus tetap melanjutkan rencananya.
***
“Sayang, kapan kau berencana menikahiku?” ucap seorang wanita sambil menggelayut manja pada Johz.
“Apakah kau sangat menginginkannya?” tukas Johz dengan tersenyum miring.
“Tentu saja sayang. Kita sudah sekian lama menjalin hubungan” rengek Mishel.
Mishel Deolofa, adalah anak tunggal dari pengusaha ternama di kota A. Namun Ell sepertinya memiliki denda pribadi pada Mishel beserta ibunya.
***
__ADS_1
“Kediaman Deolofa family”
Sebuah bangunan yang cukup megah, dan tepatnya itu ialah mansion keluarga Deolofa.
“Johanez sayang..” ujar seorang wanita sembari menyentuh wajah Johz kala itu.
“Ibu, Johz sedang lelah setelah menemaniku” tukas Mishel pada sang ibunya tersebut.
“mari mari duduklah sayang!” ucap Mrs. Amanda, ibu dari Mishel. Mereka pun saling berbincang-bincang, kehadiran Johz pun sangat di terima keluarga Deolofa.
“Aku akan kembali, dan beristirahatlah” ucap Johz sembari mengusap kepala Mishel.
“Sayang!” cegat Mishel.
“Yah, ada apa Mishel?”
“Cium aku!” tukasnya, dan karena menghargai permintaan dari Mishel. Johz pun mengecup keningnya. Namun
sepertinya Mishel belum puas akan hal itu. Johz pun bergegas pergi menuju kediaman Ellena.
***
Ellena terlihat begitu bahagia dengan tawa penuhnya. “Selesaikanlah dulu makananmu, baru kau lanjutkan” kekeh Mr. Ghand.
“Yah tuan, film malam ini benar-benar lucu sekali” kekeh Ell sembari menahan rasa gelinya, tatkala mengingat kejadian konyol dari film yang baru mereka saksikan.
“Ellena, aku mencintaimu” tukas Mr. Ghand, membuat tawa Ell terhenti seketika.
Sejenak keduanya saling menatap dalam, Ell hanya terdiam tak bersua lagi. “Bukankah sudah cukup lama aku menanti jawaban darimu?” tukas Mr. Ghand.
“Bisakah tuan merahasiakan hubungan kita, terutama dari tuan Henokh sekeluarga!” pinta Ell dengan penuh keyakinan.
Hmm… Mr. Ghand mengangguk setuju. “Tapi aku ingin kau bisa membagi waktu untukku, dan beri tahu padaku, jika kau sudah siap orang lain tahu hubungan ini” tukas Mr. Ghand. Mr. Ghand dengan berani,
mengecup kening Ell.
Ahh… “Maaf Ellena, aku..—“ Mr. Ghand terlihat panic dengan apa yang telah ia lakukan pada Ell.
“Terima kasih tuan. Mari kita pulang!” ajak Ell dengan ekpresi canggungnya.
***
Mr. Ghand malam ini sangat bahagia dan tak mampu terucap melalui kata-kata lagi.
Setiba di kediamannya, Ell merasa dirinya benar-benar bukan seperti dirinya yang dahulu. Namun semua perasaan itu ia berusaha tepis jauh-jauh, dan enggan untuk menghiraukan hati kecilnya.
“Nona Ellena, ini ada titipan untuk nona” ujar seorang security yang bertugas menjaga keamanan area kediaman Ell, sembari menyodorkan sebuah paper bag.
“Dari siapa tuan?”
“Pria yang tinggi tampan, dan jika tidak salah ia menyebut namanya Joh-Johann..—“ ucap sang security yang mencoba mengingat-ingat.
“Johanez!” tukas Ell secara cepat.
“Benar nona..—“ ucap sang security. Ell pun bergegas menuju kamar pribadinya.
Ia pun membuka isi dari paper bag. Secarik kertas terjatuh dari antara lipatan pakaian tersebut. “Kenakan ini di malam pertunangan palsuku bersama Mishel. Aku ingin kau tampil lebih cantik, hadirlah sebagai wanitaku bukan adikku.”
Ell meremas secarik kertas tersebut. “Permainan baru akan dimulai” gumamnya dengan sorot mata penuh dengki.
Apakah yang akan terjadi di hari pertunangan Johanez bersama nona Mishel? Akankah kebohongan Ellena bersama Johanez dapat terus mereka tutupi?
****
__ADS_1