Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Berusaha untukmu


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Setelah mendengar kenyataan yang sesungguhnya, Ellena sangat hancur. Orang-orang yang sangat ia cintai pun pergi secara perlahan. Semua benar-benar terasa begitu menyesakkan hati. Suara isak tangisannya pun memenuhi kamar pribadi sang ayah, Mr. Brandon.


~ ~ ~


“Ayah!” teriak histeris Johanez kala itu. Sementara Ellena terlihat semakin sembab. Bahkan untuk menangis pun sudah terasa cukup melelahkan baginya. Johanez merangkul Ell, dan membantu Ell untuk duduk di atas kursi.


“Ayah..—“ isak Ell. Ell terlihat tidak cukup baik kali ini. Henokh yang berada di sana, hanya bisa merangkul Ell. Sebagai tanda penguatan bagi wanitanya.


Semua yang terjadi benar-benar diluar pikiran Ell. Ell tidak pernah tahu, jika sang ayahnya, Mr. Brandon telah sekian lama merahasiakan penyakitnya. Mr. Brandon ingin disaat kematiannya, Ell tidak terlalu terpuruk, mengingat semua kesalahannya di masa lalu.


Mungkin dengan begini, Ell akan lebih kuat dan tangguh lagi menghadapi kenyataan hidupnya.


Setelah beberapa saat kemudian, tubuh kaku Mr. Brandon pun di bersihkan dan disiapkan untuk acara pemakaman.


***


Seluruh anggota keluarga besar Brandon Cars pun berkumpul, kecuali Mrs. Flia yang kini sedang beradadi rumah sakit jiwa.


Di sebuah pemakaman.


Jasad Mr. Brandon dimakamkan, di area pemakaman yang cukup berkelas. Mengingat keluarga besar Brandon Cars adalah orang yang cukup berpengaruh dalam bidang ekonomi.

__ADS_1


Di sana Ell sudah tersungkur di sisi pemakaman sang ayah, dan berada di samping pemakaman sang ibunya.


Ell terus terisak, hatinya kian hancur, tatkala mengingat semua kenangan bersama kedua orang tuanya. Kini ayah dan ibunya sudah pergi untuk selamanya, Ell harus tetap kuat menjalani kehidupannya di masa mendatang.


“Sekarang ayah sudah bebas dari penyakitnya.. sekarang ayah sudah tenang bertemu dengan bibi” ujar Johanez sembari menepuk bahu Ell yang sedang terisak pilu. Tangisan Ell tak henti-hentinya, sejak sang ayah menghembus napasnya tuk terakhir kalinya.


Keluarga besar Deolofa pun turut serta dalam acara pemakaman Mr. Brandon.


“Ellena, paman Brandon sudah tenang di alam sana” ujar nona Mishel sembari mendekap Ell dengan lembut. Ell hanya diam saja, dan terus meratapi kepergian ayahnya.


Semua orang pergi satu per satu, bahkan anggota keluarga Brandon Cars. Namun tidak bagi Ell, Ell masih duduk tersungkur di sisi makam sang ayahnya.


“Semua orang pasti sedih dan terpukul jika anggota keluarganya pergi. Namun, untuk terus meratapi kepergian mereka pun bukanlah solusi atas kedukaanmu” ujar Henokh merangkul Ell.


Ell perlahan menuruti perkataan Henokh, dan memeluk Henokh sembari terus terisak. Henokh membelai puncak kepala Ell dengan lembut.


“Kak Henokh.. ini terlalu sakit..” isak Ell, sambil menelusupkan wajahnya di sada kokokh milik Henokh.


“Aku mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi dirimu, karena semua orang pun tidak akan bisa berada di posisi kesedihan orang lain. Sekali pun sekian banyak orang berkata “yah aku mengerti bagaimana perasaanmu!” itu adalah kalimat penguatan yang tidak salah, namun tidak seorang pun bisa mengerti isi hatimu, Ellena.”


Aku tidak bisa berjanji selalu menjadi pria terbaik bagimu, namun aku akan selalu berusaha berada di sisimu, mendengarkan semua keluhanmu, jika kau membutuhkanku” tukas Henokh, lalu mengecup kening Ell.


Ell hanya terdiam, matanya sayu tatkala menatap ke arah Henokh. Setelah mengatakan hal itu, Ell pun beranjak dari pemakaman ayah juga ibunya.


***

__ADS_1


“Kediaman Brandon Cars”


Ell kini berada di kediaman keluarganya, tepatnya di rumah mendiang ayah dan ibunya. Ell menyusuri rumah megah tersebut, memasuki ruangan kerja ayahnya. Begitu banyak foto-foto dirinya saat masih masa kanak-kanak.


Membuka semua album foto yang berada di ruangan tersebut.


“Semua ini adalah ruangan yang bahkan nyonya Flia tidak boleh masuki” tukas salah seorang asisten pribadi ayahnya.


“Paman Yu” ujar Ell sembari meletakkan album foto di atas meja kerja mendiang ayahnya, Mr. Brandon.


“Ellena, ayahmu sangat menyayangimu. Bahkan semenjak kepergian mendiang ibumu, tuan sangat terpuruk. Tuan terus meneysali semua perbuatan bahkan sikap kasarnya pada nyonya terdahulu. Karena selama hidup bersama nyonya Flia, harta tuan perlahan-lahan terkuras banyak.”


“Ayah tidak pernah bicara apa pun padaku, paman..” jawab Ell, lalu duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


“Tuan sengaja tidak membicarakannya. Tuan ingin nona Ellena menjadi wanita yang lebih kuat lagi, dan tidak mudah putus asa. Namun, mungkin cara tuan terlalu keras bahkan cenderung melukai perasaan nona Ellena. Tapi percayalah, sudah sekian lama tuan Brandon berencana untuk menyerahkan seluruh asset juga saham atas nama nona Ellena bersama tuan muda Johanez.”


Ell terdiam dan kembali meneteskan air mata. Bahkan hal terdalam dari kehiduapan sang ayahnya pun, tidak pernah ia ketahui secara jelas.


Mr. Brandon sangat tahu bagaimana karakter pribadi Ellena, anak perempuannya. Sehingga dengan cara menekan, ia berharap Ellena menjadi wanita yang lebih tangguh lagi. Ia berharap, Ell mampu mengendalikan semua asset saham perusahaan dengan bijak.


Karena ia tahu usinya tak akan lama lagi. Semenjak kepergian mending ibu Ell, Mr. Brandon sudah mengalami sakit yang ia sendiri tak ingin orang lain tahu. Setiap perjalanan bisnis ke ;uar negeri, ia sebenarnya pergi untuk perawatan.


Selama bersama Mrs. Flia, keduanya kerap kali bertengkar hebat. Akan tetapi, hal itu pun mereka rahasiakan.


Ell pun harus bekerja sebagai guru di taman kanak-kanak, juga sebagai penjual bunga. Semua Mr. Brandon biarkan, agar Ell lebih mandiri dan bisa bersikap lebih dewasa. Karena rencana untuk menjadikan Ell pewaris semua yang ia tinggalkan.

__ADS_1


Tidak mudah memang untuk dapat memahami semua yang sang ayahnya lakukan. Kini Ell harus serius dengan semua hal yang telah ayahnya percayakan padanya.


****


__ADS_2