Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Mampukah kau tetap setia?


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Pertemuan antar keluarga besar Matte akhirnya berhujung dengan rasa tidak nyaman. Terlebih lagi bagi Henokh, Henokh sangat marah akan semua yang terjadi dalam lingkup keluarganya. Saat ini pun Henokh sangat membutuh Ellena sebagai penenang emosinya.


~ ~ ~


Hanya sosok Ellena yang mampu menenangkan perasaan Henokh, walau melalui hal-hal yang menyebalkan bagi Ell. Itulah Henokh, ia belum bisa memahami perasaan seorangw anita secara utuh.


“Ellena!” ujar Febbe dan seketika pintu kamarnya terbuka.


“Aku malam  ini harus menyelesaikan laporanku dan aku akan pergi ke lantai dasar. Kau istirahatlah,” ujar Febbe kemudian menutup kembali pintu kamarnya.


Ellena menelan ludah, dan merasa cukup lega. Namun…


Ahkk… pekiknya, Henokh bersembunyi di balik selimut tebal miliknya. “Tuan Henokh keluarlah..” pekiknya sebal.


“Apa yang kau takutkan, bukakah kita akan segera menikah..” ujar Henokh sembari bermain dengan tubuh Ell. Membelai, ****** area **** wajah cantik milik Ell.


“Aku merindukanmu sweety… aku saat ini sangat membutuhkanmu..” ujar Henokh manja.


“Pria keras kepala ini tidak biasanya manja begini, apakah terjadi suatu hal dalam pekerjaannya atau keluarganya” batin Ell.


“Jika ingi menemuiku, bicaralah pada siang sehingga aku bisa mengatur waktuku.. maaf, jika aku tidak ada saat kau membutuhkanku..” ucap Ell sembari membelai lembut puncak kepala Henokh yang kini bersandar di atas da**nya.



“Aku hanya ingin kehadiranmu saat aku berada dititik terendah. Hanya kau wanita yang mampu mengerti diriku..” gumam Henokh seraya ia menutup kedua matanya. Henokh terlihat berbeda, kali ini ia terlihat begitu letih.

__ADS_1


Keesokan harinya…


“Apakah tidurmu nyenyak Ell?” ujar Febbe sembari menuangkan air mineral ke dalam gelas milik Ell.


“Yah tidurku sangat nyenyak, Febbe” balas Ell dengan tersenyum.


“Ahk… pinggangku sangat sakit, karena semalaman tuan Henokh tidur di  atas tubuhku..” batin Ell. Henokh tidur bersamanya hingga pagi, dan sebelum fajar menyinsing ia segera pergi dari kamar tempat Ell beristirahat.


“Permisi nona Ellena, di depan sudah ada tuan Henokh sedang menanti anda” ujar salah seorang asisten rumah kediaman Febbe.


“Aku harus kembali Febbe, kau jaga kesehatan, Oke.” Keduanya saling berpelukan dan Ell pun segera menuju ke depan gerbang kediaman Febbe.


“Good morning sweety” sapa Henokh saat Ell baru saja tiba di depan mobil miliknya. Keduanya pun pergi dengan mobil pribadi milik Henokh.


***


“Apaka tuan tidak lagi memperkerjakan supir, sehingga tuan harus menyetir seorang diri!” tukas Ell pada saat keduanya masih dalam perjalanan.


“Apa yang tuan bicarakan! jangan bicara omong kosong!” sela Ell. Pernyataan Henokh seakan membuat Ell teringat kisah-kisah pilu kehidupan masa lalunya.



Menatap ke  arah samping dan mencari sesuatu yang dapat menenangkan kembali perasaannya. Tiba-tiba saja Henokh menghentikan mobil miliknya.


“Apa yang mengganggumu sweety?” tanya Henokh sembari meraih tengkuk leher Ell sehingga keduanya saling bertatapan.


“Henokh menatap Ell dalam, sementara Ell sudah terlihat sangat muram. “Kenapa tuan harus berucap hal yang terdengar memilukan.. apakah tuan berencana untuk meninggalkanku..” ucapnya lirih.


“Sweety… aku hanya biaca fakta, umur tidak ada yang tahu sampai kapan…--“

__ADS_1


“Tapi , kau tidak harus bicara demikian..” tukas Ell dengan bibir yang gemetar menahan air matanya yang hampir saja terjatuh.


“Maafkan aku sweety… aku hanya ingin kau menjadi lebih tegar jika aku tidak lagi bersamamu..”


“Ka-kau..”


Plakkk… Ell mendaratkan pukulannya pada wajah Henokh.


“Jika kau hadir hanya untuk menambahkan luka, lebih baik jangan datang sejak awal! jangan uat harapan yang kau sendiri tidak dapat wujudkan.. apakah kau tahu seberapa tersiksanya seseorang yang ditinggal selamanya, bahkan lebih dari sekali..” isak Ell.


“Semasa hidupku sudah terlalu banyak menghilangkan nyawa yang tak bersalah.. hal itu membuatku..—“


“Diam!” bentak Ell dan memukul bagian depan mobil.


“Lebih baik dari sekarang kau tinggalkan saja aku, jika memang sudah berniat!” lirih Ell dan masih terisak.


“Apa pun yang terjadi di depan kita, apakah kau akan mampu untuk tetap setia padaku..”


Hmm… Ell mengangguk pilu.


“Walau pun kenyataan itu terlalu perih untukmu, apakah kau siap untuk segala kemungkinan terjadi..” tukas Henokh meyakinkan Ell.



Hmm… Ell hanya mampu menganggukkan kepalanya, dan terus terisak. “Tolong yakinkan aku, jika kau tulus padaku tuan… aku tidak ingin bahagia di atas kepura-puraan..” isaknya.


Henokh pun kembali mendekap Ell erat dalam dekapannya.


Entah mengapa, Henokh secara tiba-tiba mengutarakan sesuatu hal demikian. Tentu saja sangat mengejutkan bagi Ell saat ini. Sudah terlalu sakit saat ia ditinggal oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


Karena saat ini, hanya Henokhlah yang Ell miliki. Hidup ini terlalu melelahkan baginya, sehingga Ell sangat membutuhkan sosok yang dapat menemaninya dalam mengarungi badai hidup sejak saat ini hingga kelak ia sudah tak sekuat saat ini.


****


__ADS_2