
"Mr. Devil - Season III"
Author by Natalie Ernison
Henokh yang adalah saudara kembar dari Hogue, begitu terobsesi dengan sosok lembut Ellena. Bahkan Henokh rela berkali-kali keluar pada saat siang hari demi bertemu dengan gadis pujaannya. Tentu saja Henokh membutuhkan banyak energy bagi tubuhnya.
~ ~ ~
Ellena sepanjang hari terus berada di dalam kamarnya, dan didampingi oleg seorang pelayan, juga penangkal bagi Henokh.
"Aku tidak akan membiarkan Ellena menjadi korban! aku mencintai Ellena bu!" tegas Hogue pada bunda Liberttie.
Huhh... "Apa yang kau tahu tentang cinta Hogue! Ellena tak lebih dari seorang tumbal!" timpal sang bundanya dengan mata melotot penuh ketegasan.
Hogue tersungkur di kaki sang bunda Tie. "Bunda, Ellena hanya korban dari keserakahan kedua orang tuanya.." ujar Hogue memohon pada sang bundanya.
"Hogue! Bunda akan mengorbankannya demi kesuksesan ayah!" tegas sang bunda Tie dan pergi dari hadapan Hogue.
Ahk... erangnya sambil meninju tembok.
"Ellena maafkan aku. Aku hanya ingin memberi pelajaran padamu, tapi tidak tahu jika akan seperti ini" lirih Hogue.
Sejak pertemuan pertamanya dengan Ellena, Hogue sudah cukup tertarik dengan Ellena. Namun karena Ellena terlihat tidak menyambutnya, itulah yang membuat Hogue berniat mengerjai Ellena. Hogue pun tidak dapat menahan hasratnya yang ingin menyakiti wanita.
Sejak kecil Hogue sudah mulai menampakkan perilaku aneh. Semua berawal ketika sang ayahndanya, Luke Matthe diam-diam bersetubuh dengan para mahkluk kegelapan.
Bunda Liberttie mengandung seorang bayi kembar, namun keduanya begitu berbeda.
Henokh lahir dalam keadaan pucat biru, dan tak dapat keluar saat siang hari. Sedangkan Hogue cenderung introvet, tak ingin terbuka dengan lingkungan sekitarnya.
Setelah mengetahui bahwa Mr. Luke selalu berhubungan dengan wanita kegelapan, Mrs. Liberttie sangat geram. Namun karena ia begitu menyayangi kedua anaknya, ia rela masih hidup bersama Mr. Luke.
Walau keluarga besar ini harus selalu memberikan tumbal bagi Henokh. Karena Henokh adalah sumber ekonomi mereka. Kehadiran Henokh membawa kesuksesan besar. Sedangkan Hogue, ia lebih cenderung tertutup.
***
"Ellena. Apakah kau tidak mengingatku?" tanya Hogue, berdiri di hadapan Ell.
"Apa maksudmu tuan?" jawan Ell heran.
"Apa kau lupa dengan janji kita dulu, saat di peisisir pantai?" Hogue melangkah mendekat dan menyentuh wajah Ell yang terlihat sembab.
"Ellena kita adalah kekasih masa kecil. Mengapa kau lupa dengan janji kita!" Hogue menatap wajah Ell dengan tatapan sendu.
"Maksud tuan?" Ell masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh Hogue.
"Apa yang telah terjadi padamu selama belasan tahun ini?" ucap Hogue dengan tatapan sendunya. Ia langsung mendekap erat Ell.
"Ellena katakan padaku, apa yang harus kulakukan agar kau mengingatku!" bentak Hogue di sela pelukan eratnya.
"Aku tidak mengerti tuan," jawab Ell. Ell tidak mengerti apa yang Hogue katakan padanya. Ia bahkan tidak pernah mengingat semuanya.
"Kau diamlah di sini!" bentak Hogue. Membanting pintu dan kembali menguncinya dari luar. Ell hanya meringuk merenungi nasib malangnya kini.
__ADS_1
***
Kota A
Hogue pergi menuju kota A. Kota tempat nenek Ell berada. Hogue berniat mencari tahu kebenaran tentang masa lalu Ell.
"Sepertinya, ini benar" gumam Hogue sambil memperhatikan peta maps miliknya.
Kini ia berada di depan sebuah rumah classic. Berdiri dan mengetuk pintu.
Seorang wanita paru baya berdiri dan menatap Hogue. "Nak Hogue!" ucap wanita tersebut, yang ialah nenek dari Ellena.
"Nenek," jawab Hogue sambil menyalami nenek Ell.
"Masuklah nak" tukas nenek Ell mempersilakan Hogue masuk.
"Nenek, aku merindukan nenek" ujar Hogue sambil mendekap nenek Clesia.
"Apa yang membuatmu datang kemari nak? nenek pikir, kau sudah melupakan nenek" tukas nenek Clesia.
"Nenek. Mengapa Ellena tidak mengingatku lagi?" tanya Hogue dengan wajah sendunya.
"Ellena pernah mengalami kecelakaan, saat kepergianmu dari Kota B. Saat itu Ellena masih usia sembilan tahun...---"
..............
"Kilas balik"
"Siapa itu ayah! siapa wanita itu!" lirih seorang wanita.
Mrs. Casey, sang ibunda dari Ellena.
"Jujur ayah... mengapa ayah bisa sedekat ini!" lirih Mrs. Casey sambil menunjukkan selembar foto, Mr. Brandon bersama seorang wanita muda.
"Sayang, dengarkan ayah"
Argh... jerit Mrs. Casey, menepis tangan Mr. Brandon.
"Aku akan membawa anakku pergi!" teriak Mrs. Casey. Menarik paksa seorang gadis kecil berusia sembilan tahun, untuk pergi bersamanya.
"Ibu, kita kemana bu?" tanya sang gadis kecil, yang ialah Ellena kecil.
"Diam dan ikutlah!" tukas sang ibunya, dan membawa Ellena pergi bersamanya.
***
Sepanjang perjalanan, Mrs. Casey terus menangis sedu. Ellena kecil hanya duduk manis di samping kursi setir.
Menyetir dengan begitu kencangnya, dan...
Dhuarr.... mobil yang sedang Mrs. Casey kendarai pun mengenai trotoar, hingga akhirnya menyebabkan kerusakkan.
Ahkk... lenguhnya, dan seketika melihat ke tempat duduk Ellena. Ellena sudah bersimba darah.
__ADS_1
"Ellena!! Ellena... jerit histeris sang ibunya. Susah payah, ia berjuang meraih tubuh Ellena.
Setelah hampir satu jam, pertolongan pun datang. Keduanya dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat.
***
Ellena kecil tak sadarkan diri.
"Sepertinya, Ellena mengalami masa yang cukup kritis ma'am," tukas seorang dokter.
"Apa maksud anda, dok?" jawan Mrs. Casey dengan raut wajah yang tak mengerti.
"Kemungkinan, sebagian ingatan pentingnya akan hilang," tukas sang dokter.
Arghk... "tidak mungkin..." lirih Mrs. Casey.
Ellena bersama sang ibu pun dibawa kembali ke kediaman Cars family.
"Kediaman Cars family"
"Semua gara-gara kamu! lihat yang terjadi pada Ellena!" bentak Mr. Brandon, sang ayah Ell.
Mrs. Casey hanya menunduk dalanlm tangisannya.
"Ini yang membuatku bosan denganmu!" tukas Mr. Brandon.
"Bajing*n! kau suami bajing*n!" umpat Mrs. Casey dengan berteriak.
Plak....
"Kau hanya seorang wanita pembawa sial! jika kau masih ingin tercukupi, turuti dan diam saja."
"Kau bajing*n!" jerit histeris Mrs. Casey.
Sejak saat itulah, Mr. Brandon menjadi lebih dingin pada sang istri. Demi kehidupan Ellena, Mrs. Casey rela diam saja, tatkala melihat sang suami membawa wanita lain ke kediaman mereka.
............
"Itulah kenyataannya nak. Ellena kehilangan memory terpentingnya, saat kalian bersahabat di masa kecil."
"Tidak mungkin..." lirih Hogue. Kini ia menyesal atas apa yang telah ia lakukan pada Ellena.
Di awal Ell tinggal bersamanya, kerap kali Ell mengalami siksaan fisik.
Ellena adalah teman masa kecil Hogue, sebelum Hogue pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Hal itulah yang membuat Hogue begitu marah pada Ellena, karena Ellena telah melupakan janji mereka. Itu yang Hogue pikirkan selama ini.
Namun, sebuah penyesalan besar baginya. Karena telah pernah menyakiti Ellena. Terlebih lagi, Mr. Brandon, ayah Ellena adalah klien bisnis Hogue.
Mr. Brandon banyak mengambil keuntungan darinya, sehingga Hogue begitu marah. Menjadikan Ellena sebagai jaminan, merupakan cara Hogue membalaskan kemarahannya.
Akan tetapi, ia baru mengetahui sebuah kebenaran besar. Bahwa Ellena adalah anak Mr. Brandon, juga teman masa kecilnya yang begitu berarti baginya.
Setelah menyiksa Ellena, Hogue pun pergi ke luar negeri untuk menenangkan hati pikiran, juga untuk mengurus bisnisnya.
__ADS_1
Selama kepergiannya, Henokh telah membuat langkah besar. Mendekati Ellena dengan berperan sebagai Hogue. Ellena tidak pernah tahu rahasia dari keluarga besar Hogue. Bahkan untuk mengingat Hogue pun Ellena tidak mampu.
****