Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Kau milikku bitch


__ADS_3

"Mr. Devil - Season III"


Author by Natalie Ernison


Ellena sangat bingung dengan semua kejadian-kejadian aneh yang menimpanya belakangan ini. Hendak bertanya kepada para pekerja mansion pun, hasilnya nihil. Tidak ada satu pun yang bersedia mendengarkan keluhan Ellena.


~ ~ ~


Drtttt.... "Nona Ellena, aku sangat ingin bertemu denganmu. Apakah, nona ada waktu luang khusus?" Mr. Christo.


Ohh... desah kaget Ell saat membaca isi pesan singkat dari Christo, pria yang sangat ia puja sejak dulu.


Ell mulai berpikir keras, dan ingin mencari cara agar dapat bertemu dengan pria pujaannya.


"Tuhan... apa yang harus aku perbuat... aku tidak mungkin meminta ijin tuan Hogue..." batin Ell.


"Nona Ellena! bos meminta nona untuk datang ke ruangannya!" ujar salah seoranh pekerja bagian gudang penyimpanan.


Ell pun bergegas menuju ruangan pribadi Hogue. Ia sangat gugup, terlebih lagi niatnya ingin menjumpai Christo secara diam-diam.


>>


Mengetuk pintu. "Permisi tuan Hogue!" seru Ell sambil mengetuk dan memutar gagang pintu.


Hogue sudah duduk menghadap dirinya dengan senyuman yang terlihaat sedang bahagia.


"Tuan, apakah ada yang perlu kulakukan?" tanya Ell gugup dan terus memilin ujung bajunya.


"Kemarilah!" perintah Hogue dengan seringai senyuman khasnya, hal itu membuat bulu kuduk Ell meremang ketakutan. Bagaimana tidak, Ell tiba-tiba teringat sosok lain dari Hogue.


Ahk.. pekik Ell. Hogue langsung menarik tangannya, hingga membuat Ell terjatuh di atas pangkuan Hogue.


"Puaskan aku!" bisik Hogue tepat di daun telinga Ell dengan sedikit sentuhan halus. Ell semakin bergidik tak karuan.


"A a a-phaa maksud tu-tuan..?" tanya Ell dengan hati-hati, ia takut jika ucapannya akan menyinggung perasaan Hogue.


"Kau cukup bergerak dan buat aku puas!" perintah Hogue. Ell benar-benar tidak menyangka jika Hogue akan meminta hal ini padanya. Mengapa Ell harus mengalami semua ini, Ell sangat takut dan tidak ingin melakukannya.


Hogue pun mulai menggerayangi seluruh tubuh Ell, dan....****


******************************


Setelah melakukan apa yang Hogue perintahkan, Ell hanya terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi.


"Kau hebat *****..." ucap Hogue sambil membelai lembut puncak kepala Ell. Ell hanya menunduk dan merasa dirinya begitu murahan.


"Apakah kau tidak menyukainya *****"? wajah Hogue berubah kaku, dan rahangnya mulai mengeras.


"Maa-maaf tuan.. ini pengalaman baruku..." ucap Ell dengan penuh rasa takut.


Ia benci dengan dirinya, mengapa Hogue harus memintanya melakukan hal yang tidak senonoh seperti ini. Mengapa Hogue harus memintanya untuk memuaskan dirinya sendiri di hadapan Hogue.


***

__ADS_1


Di dalam sebuah kamar mandi, Ell terus terisak penuh penyesalan. Marah, dan mulai mengutuki dirinya sendiri..


"Apakah aku seorang *****..." lirihnya. Tersandar di dinding toilet dengan perasaan yang berkecamuk tak karuan.


Drrttt.... Mr. Christo memanggil...


Ell: "Hallo tuan" jawab Ell sambil sesenggukkan.


Christo: "Mengapa suaramu berbeda, kau sakit nona?" tanya Christo dari balik panggilan telepon selular.


Ell: "Tidak tuan, kesehatanku hanya kurang baik saja. Maaf tuan, aku tidak bisa pergi bersama tuan.." ucap Ell sambil menahan rasa sedihnya.


Christo: "Baiklah nona Ellena... semoga lekas sembuh"


Setelah menerima panggilan dari Christo, Ell semakin sedih. Sedih karena ia harus berbohong pada Christo.


***


Ell kembali bekerja, raut wajahnya sedari pagi enggan untuk tersenyum.


"Nona Ellena, ada yang mencari" ujar salah seorang pegawai.


Ell bergegas berjalan ke loby utama.


"Hai!" seru seorang pria sambil melambaikan tangannya pada Ell.


"Tuan Christo" gumam Ell. Melirik kiri kanan, dan dengan cepat melangkah setengah berlari ke arah Christo.


"Kau sudah sehat?" tanya Christo sambil menyodorkan paper bag yang berisi kotak makanan.


"Makanlah dan istirahatlah..." ujar Christo sambil mengusap puncak kepala Ell.


"Terimakasih banyak tuan" ucap Ell dengan senyuman sendunya.


>>


Ell menyantap makan malamnya dengan rasa hambar, karena diiringi dengan isak tangisnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" lirih Ell sambil bersandar di kursi kerjanya.


***


"Mansion kediaman Hogue"


Ell merapikan semua barang-barangnya dan juga pakaiannya. Ia tinggal seorang diri di dalam sebuah rumah kecil yang terletak di belakang mansion utama.


"Mengapa kau tidak menemuiku?" tukas seseorang tepat di depan pintu kamar Ell.


Ah hh... desah kaget Ell. "Tuan Hogue, maaf tuan, aku baru tiba" ucap Ell dengan terengah.


"Aku hanya ingin kau selalu memberitahuku, jika kau kembali dari pekerjaan. Ingatlah untuk selalu memberitahuku" tukas Hogue dengan tersenyum lembut.


"Mengapa pria ini sangat berbeda lagi..." batin Ell.

__ADS_1


"Kemarilah, akan kutunjukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa kau lupakan!" ujar Hogue sambil melingkarkan tangannya pada pinggul Ell.


Whussstt... kedua tubuh mereka melayang di udara. Hogue tersenyum manis pada Ell, sembari membelai lembut wajah Ell.


"Tuann aku takut" ucap Ell sambil menelusupkan wajahnya di dada kokoh milik Hogue.


"Pejamkan matamu sweety" ujar Hogue sambil mengecup batang leher Ell. Ell menggeliat geli, seraya mencengkram bahu kokoh nan kekar Hogue.


Hogue menurunkan tubuh Ell tepat di atas gedung pencakar langit. Angin bertiul kencang menyapu kulit Ell. Ell hanya mengenakan dress tidurnya saja.


"Ellena aku ingin kau selalu bersamaku" ucap Hogue sambil kembali menyambar bibir ranum Ell.


Kecupan yang lembut nan hangat. Sungguh mampu membuat Ell melayang dalam kenikmatan.


Keduanya bercumbu di tengah malam nan dingin, seakan semakin membuat sensasi yang berbeda. Ell terlihat nyaman dengan kehadiran Hogue di kala malam.


Ell tidak lagi mempedulikan tentang kepribadian Hogue, yang ia tahu Hogue bersikap lembut padanya.


Membelai dengan lembut. mendekap erat tubuh Ell. Ell pun meringuk di dalam dekapan hangat Hogue.


............


Pagi seperti biasanya, Ell akan turut sarapan di meja yang sama bersama Hogue. Namun Hogue terlihat tetap sama seperti dirinya yang dingin.


"Siang ini datanglah ke kantorku tepat waktu!" titah Hogue tanpa protes. Ell tentu hanya memiliki satu jawaban yang pasti.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Ell teringat akan adegannya bersama sosok Hogue yang lain di kala malam. Namum sikap Hogue tetap tak berubah, bahkan seakan malam itu bukan Hogue.


***


Ell masuk ke dalam ruangan khusus milik Hogue.


"Kemarilah *****!" ujar Hogue memanggil Ell. Tentu saja Ell menurut dan tidak ada kalimat bantahan mau pun protes.


Duduk di atas pangkuan Hogue, dan bercumbu.


Kemeja kerja Ell sudah sangat berantakan yak karuan. Rambutnya pun acak-acakan akibat ulah Hogue.


"Kau sangat jalang" ujar Hogue. Hati Ell sebenarnya sangat tersayat saat mendengar ucapan tersebut. Ia bahkan hanya seorang ***** dimata Hogue.



"Kau tidak ingin berkunjung ke rumah orang tuamu sayang?" ucap Hogue sambil membelai puncak kepala Ell.


Ell hanya menggelengkan kepalanya, sekan enggan untuk menemui kedua orang tua brengs*knya.


"tidak tuan..." Ell bersandar di dada Hogue. "Jalang yah jalang, biarlah aku sepenuhnya menjadi jalang," batin Ell.



"Kembalilah bekerja, dan kau adalah milikku *****..." ucap Hogue yang terlihat tersenyum pada Ell seraya mengecup puncak kepala Ell dengan lembut .


Mengapa Hogue sangat jauh berbeda, dan sorot mata Hogue pun sangat berbeda di saat siang ini.

__ADS_1


****


__ADS_2