
"Mr. Devil - Season III"
Author by Natalie Ernison
~ ~ ~
“Kediaman Brandon Cars”
“Ayah!” seru Ell, dan mendorong pintu kamar sang ayahnya.
“Ellena, kau datang” ujar Mr. Brandon yang kini terbaring lemah. Ellena duduk di sisi ranjang ayahnya.
“Aku ingin bicara berdua dengan anakku” tukas Mr. Brandon. Semua yang berada di sana pun pergi.
“Ellena—“ Mr. Brandon mulai menceritakan semuanya.
----*----
“Setelah Ellena dewasa, dialah yang akan kupilih menjadi menantuku” tukas Mr. Luke kala itu.
Cih… “Mengapa kau sangat bernafsu untuk menjadi besanku” cela Mr. Brandon mencandai Mr. Luke, ayah dari si kembar Hogue Henokh.
“Karena wanitaku kau rebut, Brandon!” tukas Mr. Luke.
“Aku tidak tahu itu, Luke. Ibu yang menjodohkan kami, dan begitu banyak penyesalanku setelah kepergiannya..” ucap Mr. Brandon lirih.
“Salahku, mengapa aku tidak berterus terang padanya. Sehingga sebagai balasannya, kau harus berikan putrimu padaku..—“ kekeh keduanya. Mr. Brandon dan Mr. Luke ialah rekan sekaligus sahabat baik.
Namun saat itu goncangan ekonomi kelurga Brandon Cars sudah di ambang kehancuran. Mr. Brandon pun harus berhadapan dengan si sadis, Hogue. Tentu saja hal itu bukanlah hal yang cukup baik baginya. Mengingat bagaimana sadisnya perbuatan Hogue.
__ADS_1
>>
“Ambilah anak gadis dari tuan Brandon! ayah hanya ingin anak dari Brandonlah yang menjadi menantu!” tukas Mr. Luke pada Hogue kala itu.
“Mengapa ayah, mengapa harus wanita menyebalkan itu!” tukas Hogue keberatan.
“Karena itu adalah gadis yang tepat. Kelak, kau akan tahu betapa baiknya saran dari ayah” ucap Mr. Luke dengan tersenyum.
Namun justru terjadilah hal yang tidak diinginkan. Karena si kembar ternyata mencintai satu wanita yang sama. Mr. Luke pun tidak ingin banyak turut campur akan segala urusan anaknya. Ia pun terus menanti waktu yang tepat.
----*----
“Mengapa ayah seakan ingin menjualku” isak tangis Ell kala itu.
“Itu hanya permainan kami, sayang. Ayah harus seolah tidak menginginkanmu, agar kau bisa perlahan mengingat si kembar Hogue Henokh.”
“Tapi bagaimana mungkin ayah! tidak mungkin! aku bahkan menerima berbagai perlakuan kejam. Tidakkah ayah jahat padaku” isak Ell.
“dan.. ayah sudah mengetahui semua yang telah kau lakukan pada perusahaan, saham-saham dan lainnya. Namun ayah sudah katakan pada Johanez agar tetap diam dan mengukuti alur ceritamu. Ayah sangat pantas menerima hukuman darimu, nak..”
“Ayah! kau kejam!” jerit Ell histeris. Ternyata Mr. Brandon memiliki alasan lain dibalik semua sikap diamnya. Namun karena semua kenyataan dimasa lalu tak dapat ia perbaiki begitu saja. Ia pun hanya bisa menunggu Ell merasa puas dengan rencana balas dendamnya.
“Ayah mencintaimu Ellena. Semua saham sudah atas namamu dan Johanez. Johanez pria yang baik. Jadi sekarang tergantung dengan pilihanmu sendiri. Flia pun sekarang sedang berada di rumah sakit jiwa” tuks sanga ayahnya.
“Apa! mengapa ayah!”
----*----
“Semua saham atas nama Ellena dan Johanez. Kita sudah cukup tua, dan biarkan mereka yang melanjutkannya” tukas Mr. Brandon pada Mrs. Flia.
__ADS_1
“Tidak! tidak boleh! ini milikku! anakku! anakku tidak mungkin mati jika bukan karena kau. Kau penyebabnya!”
teriak histeris Mrs. Flia dengan tertawa tak karuan. Ambisi besarnya, membuat pikirannya sakit.
“Sudah cukup Flia! kau telah membunuh istri sahku! kau pembunuh!” bentak Mr. Brandon.
“Dia pantas mati! bukankah kau pun senang dan puas!” tukas Mrs. Flia sembari teriak dan tertawa tak karuan lagi.
Tapi aku tidak pernah memintamu untuk membunuhnya!” bentak Mr. Brandon.
“Kk-au kau ******** Brandon! pengorbananku besar, dan ini balasanmu hah!” pertengkaran pu kian memanas, hingga akhirnya muncul ucapan yang tak sengaja Johz dengarkan.
“Aku sudah susah payah membesarkan anak adopsi itu! demi apa! semua demi semua ini!”
“Pelankan suaramu! kau keterlaluan!” peringat Mr. Brandon.
Akibat dari pertengkaran hebat tersebut, Mrs. Flia mulali mengalami gangguan jiwa. Terlebih lagi karena semua saham kini diatas nama Ellena juga Johanez.
Johanez hanya terdiam dibalik pintu. Ia justru sudah mengetahuinya sejak lama. Bahkan ketika kepulangannya ke kediaman keluarga Brandon pun, Johz sudah mencari informasi secara diam-diam. Itulah sebabnya, Johz berani menerima kehadiran Ellena.
----*----
“Sekarang ayah bisa pergi dengan tenang. Maafkan ayah Ellena..—“ lirih sang ayahnya.
“Ayah!!” teriak histeris Ell memenuhi ruangan kamar tersebut. Mr. Brandon pun akhirnya menghela napas terakhirnya.
"Ayah, jangan tinggalkan aku..--" isaknya.
Ellena terus menggoncang tubuh kaku sang ayahnya. Namun ia hanya mampu meratapi kepergian sang ayahnya.
__ADS_1
****