Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Aku begini karenamu!


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Ellena masih dilanda kebingungan dalam memantafkan perasaannya. Ia masih takut untuk mencintai seorang pria, karena mengingat bagaimana pengkhianatan sang ayah pada ibunya. Pengalaman pahitnya diabaikan pun sudah cukup kenyang untuk Ell rasakan.


~ ~ ~


“Tuan Ghand, mengapa kita berhenti di tempat ini?” tanya Ell polos. Kala itu Mr. Ghand membawanya untuk menemui Leerie, anak semata wayang si duda tampan itu. Namun mereka justru berhenti di sebuah mansion yang terlihat cukup tua, bak tak berpenghuni.


“Mansion tua”


Ell mulai memandang sekelilingnya, dan mendekap tubuhnya sendiri. Hembusan angin malam menerpa kulitnya, ia pun tidak membawa persiapan mantel.


“Kau kedinginan?” tanya Mr. Ghand sembari merangkul Ell. Ell hanya mengangguk sembari tersenyum.


“Tuan, kita..—“ Ell mendongak ke  arah wajah Mr. Ghand yang sedang menuntunnya untuk masuk ke dalam mansion tua tersebut.


Wajah Mr. Ghand berubah pucat, bahkan sorot matanya pun menggelap merah kehitaman. Tiba-tiba saja bulu kuduk Ell meremang, dan kakinya otomatis gemetar.


Ia mencengkram mantel milik Mr. Ghand dan berkata, “tuan, mengapa Leerie bisa berada di tempat seperti ini?” ucap Ell dengan nada terbata.


“Apakah kau mencintaiku? katakan Ellena!” tukas Mr. Ghand sembari mencengkram kedua bahu Ell dan menatap Ell dengan tatapan lekatnya.


“Mee-ngapaa tuan menanyakan hal itu..?” jawab Ell gemetar. Ell sudah melihat perubahan pada Mr. Ghand, dan pria yang dulu ia kenal adalah pribadi yang baik kini berubah total.


“Apa kau takut padaku, katakan Ellena!” bentak Mr. Ghand dengan sorot matanya yang kian menggelap.


“Siapa kau!!” jerit Ell dan mendorong tubuh Mr. Ghand. “Kau bukan lagi tuan Ghand yang kukenal!!” jerit Ell lagi.


Ia berlari dari hadapan Mr. Ghand, berlari dan terus berlari dengan deraian air mata.


Bugh…


Karena terlalu panic, Ell pun tersandung hingga terjatuh. Akibat hantaman pada lantai marmer, kakinya menjadi kseleo. Tak dapat ia gerakkan, sangat sakit.


“Mengapa kau lari dariku!” tukas Mr Ghand yang kini sudah berada di hadapan Ell.


Ahk.. desah kaget Ell tatkala melihat  sosok Mr. Ghand yang sudah tak seperti yang dulu lagi. “Keluarga Matthe telah merenggut seseorang yang berharga dari hidupku, dan semuanya hanya memanfaatkanku saja! dan kini wanita yang sangat kuharapkan pun telah direbut!” teriak Mr. Ghand.


Ell menutup telinganya dengan kedua tangannya, ia sangat ketakutan. “Mengapa kau seperti ini, tuaan..” isak Ell.

__ADS_1


“Aku seperti ini karena mereka, Ellena..” tukas Mr. Ghand dengan dua taringnya yang muncul dari balik gusinya.


“Tu-tuan, apa yang terjadi..—“ isak Ell berubah dengan nada tegang.


“Mereka boleh merenggut istriku, tapi tidak dengan wanita yang akan menggantikan Laura” tukas Mr. Ghand sembari mencengkram rahan Ell.


“Siapa! siapa yang akan menggantikan siaapa!” teriak Ell dengan terisak.


“Tentu saja kau! kau hanya milikku, Ellena!” Mr. Ghand mengangkat tubuh El dan melayang di udara.


“Lepaskan aku! lepaskan!” Ell terus saja meronta, namun  Mr. Ghand justru membantingnya ke  atas kasur king size.


“Ellena, apakah kau tidak ingin bersamaku hah!” racau Mr. Ghand sembari mengunci kedua tangan Ell.


Ell terus terisak, Mr. Ghand tak seperti tuan tampannya yang dulu lagi. “Mengapa kau begini tuan..—“ isaknya.


“Aku begini, karena kau tidak pernah melihatku dengan perasaan tulus Ellena!” bentak Mr. Ghand yang sudah terlihat mengerikan.


“Aku selalu melihatmu dengan hatiku, tuan… tapi aku tidak bisa begitu saja mengatakan isi hatiku padamu. Terlalu banyak luka masa lalu yang membuatku harus belajar dari kesalahan.._” isak Ell.


“Omong kosong! kau hanya mencoba berbohong, bukan!” bentak Mr. Ghand.


“Tidak tuan, aku pun masih bingung dengan perasaanku. Aku harus memikul tanggung jawab perusahaan ayah, aku tidak boleh lemah hanya karena cinta..—“ isak Ell.


Arghk… hagkk aghhkk… tiba-tiba saja Mr. Ghand mengerang dan  mencengkram kepalanya. Ia terlihat kesakitan, bahkan dari matanya menetes darah segar.


“Tuan!! tidak!!” jerit Ell. Spontan, Ell langsung mendekap Mr. Ghand. Tak peduli apa yang telah Mr. Ghand hendak perbuat padanya, Ell masih menggunakan hati nuraninya.


Walau bagaimana pun juga, Mr. Ghandlah yang telah membuat Ell menyadari akan kasih yang tulus. Meski kini Mr. Ghand tak seperti dulu.


“Ellena, tinggalkan aku!” aghkk… lenguh Mr. Ghand


“Tidak tuan, aku tidak akan meninggalkanmu..—“ isak Ell semakin kencang saja, ia bahkan meraung-raung. Tak tau harus berbuat apa.


“Tuan, sadarlah tuan..—“ isak Ell.


“Tinggalkan aku Ellena, aku tidak ingin menyakitimu..-“ lirih Mr. Ghand. Ell tiba-tiba saja tersadar, bahwa Mr. Ghand kini telah menjadi sosok penghisap darah.


Hmm… Ell menggigit bibir bawahnya dan menahan rasa nyeri, tatkala Ell dengan paksa menancapkan pergelangan tangannya mengarah ke  dua taring Mr. Ghand.


“Ellena, apa yang kau..—“

__ADS_1


Glekpp….


Mr. Ghand mulai menghisap setiap tetesan darah yang menetes dari pergelangan tangan Ell.


Dengan gemetar, Ell mencoba tetap sadar. Mr. Ghand terlalu banyak menghisap darahnya.


Hah hah hah… desah napas Ell terengah, Mr. Ghand akhirnya melepaskan gigitannya. “Jangan pernah berpikir untuk bertindakk bodoh lagi..—“ tegas Ell sembari menyentuh wajah Mr. Ghand.


“Apakah aku  terlihat tak layak bersamamu, Ellena..—“ lirih Mr. Ghand.


“Hentikan tuan, jangan pikirkan hal lain lagi..—“ isak Ell.


“Ellena, andai kau tahu seberapa kejinya perbuatanku selama ini..” batin Mr. Ghand.


Mr. Ghand menangis sedu di atas pangkuan Ellena, ia berbaring di atas paha Ell. Memainkan rambut panjang Ell dan terlihat begitu memperihatinkan.


>>>


Keduanya pun saling bertatapan, dan duduk di sebuah kursi tua yang berada di dalam mansion tuan tersebut.


“Ellena, aku.—“


“Diam! katakan padaku!  mengapa tuan berubah seperti ini! mengapa tidak bercerita denganku, jika beban tuan terlalu berat! mengapa, mengapa—“ bentak Ell dan mulai terisak.


“Aku tahu kau akan bersama Henokh, sehingga aku sudah sangat yakin, bahwa aku tidak akan berkesempatan,,--“


“Diam! itu bukanlah alasan! aku bukan milik siapa-siapa! jika aku memutuskan untuk tidak menikah, maka tak ada yang akan bisa memaksaku! termasuk tuan Henokh!” teriak Ell.”


“Maafkan aku Ellena, aku..—“ Mr. Ghand berlutut di kaki Ell.


“Apakah kau tidak berpikir, bagaimana perasaan Leerie jika dia tahu ayah hebatnya menjadi pecundang seperti ini! apa tuan tidak berpikir dengan otak ini!!” Ell menggonncang tubuh Mr. Ghand, Mr. Ghand hanya terdiam tanpa kata.


“Aku sangat bersalah Ellena, maafkan aku..-“


“Tidak ada gunanya meminta maaf padaku! tuan sudah mengabil keputusan seperti ini, tentu saja tuan harus tanggung akibatnya…”


“Aku kehilangan arah Ellena… aku sudah terjatuh terlalu jauh, aku tidak bisa kembali..” lirih Mr. Ghand.


Semua yang telah terjadi, tidak akan mungkin dapat terulang kembali. Kini Mr. Ghand telah memilih jalannya sendiri, dan ia pun harus menjalaninya. Untuk menyesal pun tidaklah ada artinya lagi. Mr. Ghand kembali tersadar saat Ell mengatakan tentang Leerie putera semata wayangnya.


Akankah Mr. Ghand kembali menjadi dirinya yang dulu, atau kah tetap menjadi sosok pembunuh keji..

__ADS_1


****


__ADS_2