
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Setelah sekian tahun lamanya, akhirnya Christo pun muncul kembali. Christo bahkan dipertemukan kembali dengan Ellena, wanita yang pernah membuatnya sangat jatuh cinta. Begitu pula Ellena sangat mmencintai Christo. Namun karena keadaan yang begitu pelik, akhirnya Ellena pun lebih memilih tinggal bersama Hogue.
~ ~ ~
Berbagai perderitaan dan kekecewaan, sudah terlalu banyak Ell alami. Sehingga hatinya pun hampir lupa akan rasanya jatuh cinta dan mencintai. Semua yang berharga dalam hidupnya seakan pergi perlahan. Melalui proses yang cukup panjang, Ell akhirnya mulai membuka hatinya kembali pada sosok pria yang pernah sangat ia benci.
Namun dibalik semua hal yang telah ia lalui, begitu banyak kisah-kisah hampir terlupakan. Kehilangan memori yang sangat berarti, sudah cukup menyiksa batin Ell.
“Ellena!” ujar Christo memanggil, namun mulutnya seketika terbungkam tatkala melihat seorang pria muncul dari arah belakang Ell. Pria merangkul Ell, dan mereka terlihat saling tersenyum.
“Christo apa yang kau lihat?” ujar Arseo heran, dan ia pun melihat sosok seorang teman yang ia kenali.
“Henokh!” serunya, lalu Henokh pun membalas lambaian tangannya. Henokh berjalan ke arah Arseo dan Christo.
“Henokh… Hogue…” gumam Christo, dan menatap ke arah Ell dengan begitu lekat.
Ell sangat terkejut, karena sudah cukup lama keduanya tak dipertemukan kembali. Akan tetapi Ell sekarang sudah bersama Henokh, Christo hanya sepenggal kisah masa lalunya.
***
Setelah saling bertegur sapa, mereka pun pergi ke sebuah resto terbuka dan saling bercengkrama.
“Perkenalkan ini adalah calon istriku, Ellena” ujar Henokh dengan penuh rasa bangga. Ell pun tersenyum dan mulai memperkenalkan diri.
“Luar biasa, setelah sekian lamanya, akhirnya tuan muda Henokh mendapatkan wanita yang tepat..” puji Arseo sembari menepuk bahu Henokh.
Sementara Christo masih sangat bingung dengan situasi ini, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Henokh menatap ke arah Christo, dan ia tahu jika Christo sedari tadi menatap Ellena dengan tatapan dingin. “Aku hampir lupa! aku memiliki seorang kembaran yang bernama Hogue, dia telah wafat karena sakit..” tukas Henokh, dan cukup membuat fokus Christo teralihkan.
__ADS_1
“Wafat!” tukas Christo dan terlihat semakin heran.
“Yah, benar. Aku adalah kembarannya..—“ tukas Henokh kala itu.
“Arseo! ada sesuatu yang ingin kutunjukan padamu, kemarilah!” ujar Henokh secara tiba-tiba, dan mengajar pergi bersamanya. Detik itu juga, keduanya pergi entah kemanan, sedangkan Christo kini berdua bahkan duduk secara berhadapan bersama Ell.
“Aku tidak menyangka pertemuan kita akan berakhir dengan kisah seperti ini… dan aku cukup lega, jika pria pilihanmu adalah pria yang dapat membuatmu bahagia..” tukas Christo dengan tersenyum sendu.
“Maaf tuan Christo, semua sudah sangat lama berlalu.. dan kita sudah saling dewasa.—“
“Aku tahu Ellena! tapi mengapa aku baru tahu, jika pria yang bersamamu adalah kembaran dari Hogue, ataukah Hogue terlalu peduli dengan kebahagiaan saudaranya, sehingga dia sempat menentangku dulu..” sela Christo dengan sorot mata sendu.
“Ternyata dia tidak tahu apa yang telah kulalui selama ini, dan ini jauh lebih baik..” batin Ell.
“Sekarang kita sudah memiliki jalan hidup masing-masing, dan aku senang jika tali pertemanan diantara kita akan tetap baik…” ujar Ell dengan tersenyum kecil.
Ell pun menyadari bahwa kisahnya dan Christo sudah lama berakhir dan tak mungkin kembali. Terlebih lagi, Ell sudah mencintai Henokh.
“Yah, aku bisa melihat sendiri, seberapa berharganya pria itu bagimu. Aku sangat lega, Ellena..” ujar Christo sendu, dan menyeruput segelas air mineral. Karena kenyataan ini terasa cukup menyesakkan, kisan yang tak sempurnanya.
Tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini, masa lalu tetaplah masa lalu. Namun setiap masa lalu pun memiliki kisah uniknya masing-masing. Masa depan pun karena masa lalu, dan kesalahan dimasa lalu cukuplah menjadi pembelajaran berharga. Ell kini ingin lebih menata kehidupannya menjadi lebih baik lagi, tentunya bersama pria yang menyayanginya dengan sepenuh hati.
Setelah beberapa saat kemudian, Henokh pun kembali bersama Arseo dengan membawa sekotak besar berwarna keemasan.
“Happy birthday my sweety” ujar Henokh dengan membawa kotak keemasan yang berisikan kue ulang tahun special untuk Ell.
Taburan bunga mawar merah dan bunga segar lainnya pun mengiringi suasana haru biru kala itu.
“Tuan Henokh, kauu..” ucap Ell penuh haru. Ia tidak menyangka bahwa Henokh masih peduli dengan hal seperti ini.
Setelah mengadakan pesta kejutan kecil dihari ulang tahun Ell, mereka pun saling berpisah.
“Wanita yang pernah hampir membuatku gila adalah Ellena, kak..” tukas Christo dengan tersenyum pada Arseo, kakanya.
__ADS_1
“Sudah kuduga, wanita itu bukanlah untukmu, dan kau tidak akan bisa seperti ayah yang akan menggunakan berbagai cara demi merebut ibu terbaik kita..” kekeh Arseo menghibur Christo.
“Aku tahu, aku pun bukanlah pria gila kak..” tukas Christo dengan terkekeh.
Sungguh pertemuan yang cukup unik baginya, dan Ell pun hanyalah sebagian kisah lamanya. Christo juga menyadari kenyataan ini sudah menjadi takdir hidupnya.
***
“Kediaman Ellena family”
Henokh pergi ke kediaman Ell, dan keduanya kini duduk berdua di area kolam renang pribadi Ellena family.
“Apakah kau sudah bicara dengan mantan kekasih masa lalumu!” ujar Henokh, membuat Ell cukup terkejut, dan mulai berpikir akan apa yang baru saja Henokh ucapkan.
“Apa maksudmu tuan..” jawab Ell dengan enggan.
“Kau pikir aku sembarang memilih wanita dan tidak menyelidiki semua kisah masa lalunya! apakah aku terlihat seperti pria yang tidak peduli dengan kisah masa lalu kakasihku!” tukas Henokh, sembari mendekap Ell dan mengusap gemas puncak kepala Ell.
“Maaf tuan, aku tidak bermaksud untuk merahasiakan kisak masa laluku bersama tuan Christo. Karena kisah itu sudah cukup lama, dan jika aku menceritkannya kembali… maka aku akan teringat betapa kejamnya tuan Hogue..—“ ucap Ell lirih.
Seeehhhttt… Henokh menahan bibir Ell menggunakan jari telunjuknya.
“Jangan lanjutkan lagi jika itu membuat hatimu terluka, aku tidak suka dengan air mata kesedihan, aku hanya ingin senyuman ini tulus bukan kepura-puraan..” tukas Henokh dan mengecup bibir milik Ell.
Memeluk erat Ell dan merendam kedua kaki mereka di dalam air kolam. “Jika saja aku cepat hadir dalam hidupmu, mungkin kisah ini akan jauh berbeda, dan aku akan semakin berseteru dengan kembaranku hanya karena satu wanita saja..” kekeh Henokh.
“Jika bukan karena masa lalu, mungkin kisah ini tidak akan sama dengan sekarang… aku harus melewati banyak hal menyakitkan terlebih dahulu. Sehingga aku menjadi wanita yang cukup tangguh untuk bisa menjadi pendamping tuan muda Henokh Mathhe..” ucap Ell sembari membelai lembut pipi milik Henokh.
“Lalu kapan kita akan memiliki Henokh junior..” kekeh Henokh sembari kembali berbuat hal-hal nakal pada Ell.
“Tuan, kau sangat keterlaluan..” pekik Ell, dan Ell terlihat tertawa lepas saat bersama Henokh.
Tidak mudah bagi Ell untuk dapat melalui berbagai peristiwa hidup yang menyakitkan. Terlalu banyak air mata kekecewaan semasa hidupnya. Akankah tiba saatnya bagi Ell untuk mendapatkan kebahagiaan yang tulus…
__ADS_1
****