
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Sejak awal pertemuan antara Ellena bersama Henokh, waktu seolah-olah terlalu cepat berlalu. Begitu banyak kisah pilu masa lalu yang membuat hati Ellena kian terluka dan kecewa. Sesuatu yang begitu menyedihkan terus terjadi dalam kehidupan Ellena.
~ ~ ~
Johz pun mengajak Ell untuk berkeliling, dan membeli barang-barang bermerek.
“Mall xx”
Ell terlihat begitu girang, tatkala Johz membawanya untuk pergi bersamanya.
“Kau sudah puas, atau ada yang ingin kau cari lagi?” ujar Johz sembari merangkul Ell.
“Aku ingin menikmati makanan yang rekomendasi di tempat ini,” ujar Ell dengan wajar riang gembira.
Johz pun mengajak Ell untuk memilih jenis kuliner yang cocok dengan selera Ell. Akhirnya mereka memilih untuk menyantap steak daging yang cukup terkenal di area tersebut.
Hmmm.. “Ini sangat nikmat kak Johz,” ujar Ell sembari menyantap makan malamnya.
“Baguslah jika kau menyukainya,” ujar Johz lega. Sangat lega rasanya saat melihat senyuman Ell yang begitu menawan.
Ell masih asyik dengan makanannya, juga beberapa makanan pencuci mulut lainnya. Pandangan mata Johz tak pernah lepas dari Ell. Hanya dengan melihat senyuman Ell saja, Johz merasa cukup kenyang. Hei, ada apa dengan Johz! Jelas-jelas, Ell tidak akan menyambutnya, pikirnya kala itu.
Johz tiba-tiba menyeringai. “Ada apa kak Johz?” tanya Ell heran dan penuh selidik.
“Tidak Ell, aku hanya bahagia bisa melihatmu tersenyum seperti ini,” tukas Johz dengan senyuman sendunya.
“Baiklah kak. Sekarang kakak harus rasakan daging ini sangat lezat,” Ell menyodorkan garpu miliknya pada Johz.
Johz pun menerima makanan itu dengan sangat bahagia. Ell tertawa lepas, seakan tak ada lagi beban padanya.
Setelah menyelesaikan acara makan malam bersama, tanpa sengaja Ell berpapasan dengan Christo. Semua terlihat biasa, hingga muncul seorang wanita yang sangat Ell kenal, juga Johz.
“Christo,” ucap Ell dan kini seorang wanita bersama Christo.
“Hai Ellena, Johanez!” sapa Christo kala itu.
__ADS_1
“Ohh hai Christo,” jawab Johz biasa.
“Datanglah ke pesta pernikahanku akhir bulan depan,” ujar Christo sembari menyodorkan undangan pada Ell.
Ell menerimanya dengan sikap biasa, karena Christo memang hanya kisah masa lalunya. “Tentu saja, kami pasti datang,” jawab Ell dengan tersenyum.
“Lalu kapan kau akan menyusul, maksudku kau dengan tuan muda Henokh?” ujar Christo.
“Itu akan segera kau ketahui, Christo,” sela Johz, dan setelahnya Christo pun pergi.
Wajah Ell terlihat sendu, bukan karena merasa cemburu dengan kebahagiaan Christo. Namun, Ell sedih karena nama Henokh pun terucap begitu saja. Seseorang yang sangat ingin ia lupakan dari dalam kisah hidupnya.
***
“Kediaman Ellena family”
“Ellena, ada yang ingin aku sampaikan,” ujar Johz serius.
“Baiklah kak, aku akan berganti pakaian terlebih dahulu,” Ell pun bergegas untuk membersihkan diri dan mendengarkan kisah dari Johz.
“Ellena jika aku berkata, bahwa aku adalah seorang manusia penghisap darah. Apakah kau akan mempercayaiku, dan masih bersedia untuk bersikap baik terhadapku?” tanya Johz, Ell terdiam sejenak.
“Apa yang kakak katakan! mengapa kakak harus mengatakan hal omong kosong seperrti ini!” tukas Ell.
“Beberapa waktu setelah kutahu, kau tidak pernah mencintaiku, aku sangat terpukul Ell. Aku sempat hampir patah arah, dan kau benar-benar berhasil membuatku gila. Lalu aku sempat pergi ke suatu tempat, aku memimum sesuatu yang membuat naluriku seakan seperti binatang. Akhirnnya aku membunuh seorang wanita muda, aku menggigitnya hingga kehabisan darah..—“
“Lalu kakak berusaha menyembunyikannya dariku, bukan! dan selama kakak pergi dengan alasan perjalanan bisnis. Itu kaka sedang menjalani proses menyembuhan?” tukas Ell.
“Bagaimana kau tahu hal itu Ellena, bukankah aku tidak pernah memberitahumu!” Johz cukup terkejut saat mendengar ucapan Ell padanya.
“Aku sudah mengetahuinya, bahkan saat malam kakak tiba-tiba bersikap aneh padaku. Aku sudah mengetahuinya, hanya saja aku menunggu kejujuran kakak. Walau akhirnya aku tidak menemukan kejujuran itu.”
“Maafkan aku Ellena, aku hanya belum siap. Aku takut, jika saja kau akan menjauhiku.”
“Apakah hal itu yang selama ini kakak pikirkan tentangku!” ucap Ell lirih. “Aku selalu menyayangi kakak, dan perasaan bersalahku terhadap kakak tidak akan pernah bisa kulupakan! kakaklah harta berhargaku, setelah ayah dan ibu pergi..” isak Ell.
Ell memukul tubuh Johz sembari terisak pilu. “Maafkan aku Ellena, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi,” Johz memeluk Ell penuh penyesalan.
__ADS_1
“Aku sangat kesepian kak, setelah tuan Henokh tiada.. aku benar-benar sendiri, dan nenek pun tentu akan kembali ke luar negeri. Tidakkah kakak tahu seberapa kesepiannya aku..” isak Ell pilu dan semakin lirih.
Johz akhirnya mengakui apa yang selama ini ia sembunyikan dari Ell. Namun Johz telah kembali menjadi manusia seutuhnya. Melalui tahapan proses panjang, akhirnya Johz berhasil menyembuhkan dirinya sendiri.
***
Hari lepas hari Johz terus menemani Ell di rumah megah peninggalan ayahnya, Brandon Cars. Terkadang Johz menginap di sana, karena walau bagaimana pun juga Johz sudah memiliki kediamannya sendiri. Namun demi Ell, Johz rela untuk tetap tinggal.
Ellena pun menjalani aktivitasnya seperti biasanya. Pekerjaan kantor lebih banyak ia serahkan pada Johz. Sementara Ell sibuk membuka usaha bunganya lagi, setelah sempat tutup karena ulah Hogue di masa lalu.
“Toko bunga xx”
Ell membuka kembali toko bunga miliknya, dan juga menjual berbagai jenis parfum juga kosmetik tradisional.
Kring kring kring…
“Selama siang tuan, ada yang bisa dibantu?” tanya Ell ramah. Seorang pria dengan topi juga kacamata, dan masker sehingga Ell tak dapat mengenalinya.
“Aku ingin beberapa bunga yang menurutmu indah,” ujar si pria yang kerap kali batuk.
“Tuan boleh minum, “ ujar Ell prihatin melihat pelanggannya tersebut. Sosok pria bertubuh tinggi profosional.
Setelah melayani si pembeli, Ell pun kembali bersantai di tempatnya. Sungguh pekerjaan yang tidak memerlukan pemikiran berat. Ell sudah sangat lelah dengan pekerjaanya sebagai seorang pemimpin. Ell sudah sangat percaya pada Johz, yang ia yakini mampu mengurus perusahaannya.
Sudah saatnya tutup, Ell pun beristirahat di belakang toko bunga miliknya. Karena ada sebuah rumah sederhana, yang merupakan satu kesatuan dengan toko miliknya. Ell kerap kali berada di sana untuk beberapa hari, jika ia merasa lelah.
“Kediaman Ellena”
Ell membersihkan dirinya dan menyeduh teh hangat sebagai teman sepinya. Ell merasa cukup nyaman dengan pekerjaannya yang membuatnya lebih banyak bersantai.
Tiba-tiba ada suara ketukan pagar. Ell pun beranjak untuk melihat siapa yang datang.
“Permisi nona Ellena, ini ada paket bunga juga makanan,” ujar seorang kurir. Ell bingung siapa yang telah mengirimkannya paket bunga juga makanan ini.
Ell membawanya kembali, Ell memperhatikan secara seksama bunga tersebut. “Bukankah ini bunga yang pria itu beli dariku?” gumam Ell heran. Ell teringat akan sosok pria yang sulit untuk kenali membeli paket bunga.
Kini paket bunga misterius itu ada padanya, Ell benar-benar tidak mengerti.
****
__ADS_1