Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Sesuatu yang belum kau ketahui


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Kedatangan Henokh hanya untuk melepaskan rindunya yang telah sekian lama ia tahan. Inilah saatnya Henokh mencurahkan segala kerinduan tak terucapnya pada Ellena.


~ ~ ~


Arghhk… desah Ell, sambil membuka matanya perlahan, memandang sekelilingnya. “Ternyata kau sudah kembali” gumam Ell.


Ia kini berada di dalam kamar pribadinya, dan masih mengenakan pakaian kerjanya.


Drrtt… satu pesan belum dibaca.


“Baru saja aku memulai, kau sudah jatuh pinsan. Bagaimana jika aku mengajakmu terjaga hingga pagi, apakah kau akan tertidur berminggu-minggu..” Mr. Henokh.


Cih… “Hal begini saja harus diucapkan lagi” dengus Ell, dan pergi membersihkan dirinya.


Setelah membersihkan diri, Ell pun turun ke lantai dasar untuk makan malam.


“Hei, kau sudah terbangun dari tidur nyenyakmu!” tukas Johanez yang kala itu sedang menyantap salad buahnya.


“Kak Johz, sejak kapan kakak datang?” tanya Ell, menarik kursi tepat di hadapan Johz.


“Baru saja, aku ingin membangunkanmu, namun sepertinya kau sangat kelelahan..”


“Oh. yah.. aku sangat lelah hari ini” ujar Ell sembari menyantap makan malamnya.


Tanpa sadar, Ell mengenakan gaun tidurnya, sehingga memperlihatkan bekas kissmark di area dadanya.


Pandangan Johz pun tak sengaja melirik ke arah tanda merah itu. Johz menunduk dan kembali menyelesaikan makan malam salad buahnya.


“Apakah pekerjaanmu sangat berat hari ini! atau kau bertemu dengan seseorang?” tanya Johz penuh selidik.


“Ahh, tidak kak. Aku hanya fokus dengan pekerjaanku,” ujar Ell dengan terpaksa berbohong.


Terlebih lagi perihal Mishel, Ell tidak ingin membuat Johz cemakin cemas dengannya.


>>Beberapa saat yang lalu>>


Johz mendengar kabar bahwa Mishel berkunjung ke perusahaan tempat Ell bekerja, dan membuat keributan di sana. Ia pun bergegas pulang, namun…


“Sepertinya kau harus lebih mengajarkan calon istrimu untuk tidak banyak membual! atau aku akan membuat perhitungan keras padanya!” tegas Henokh yang berpapasan dengannya saat di depan pintu kediaman Ellena family.

__ADS_1


“Apa maksud perkataanmu! bukankah kau lebih beruntung dalam situasi ini!” tukas Jozh dengan tatapan penuh amarah.


Henokh tertawa geli, tatkala mendengar pernyataan dari Johz. “Kau tidak sekedar pintar menipu Ellena, tapi kau juga pintar membuat pernyataan yang seolah-olah kau dirugikan!” cela Henokh.


“Apa maksudmu Henokh! kau jangan bicara sembarangan!” peringat Johz, meraih krah leher kemeja milik Henokh.


“Apakah kau ingin aku mengatakan yang sebenarnya, tentang identitas seorang makhluk penghisap darah rendahan sepertimu!” ucap Henokh dengan suara pelan, menepuk bahu Johz.


“Kau!” Johz menaikan kepalan tangannya, dan hendak mendaratkan pukulannya mengenai wajah Henokh.


“Lakukan saja! mengapa raugu-ragu, tuan penghisap darah!” cela Henokh.


“Tutup mulutmu Henokh!” peringat Johz.


“Ataukah aku harus perlahan-lahan memberitahukan kebusukanmu pada Ellena! wahai kakak Ellena tersayang” cela Henokh dengan terkekeh.


Johz pun melepaskan cengkaraman tangannya pada krah leher baju Henokh.


>>__<<


“Bagaimana dengan rencana pernikahan kakak bersama kak Mishel?” tiba-tiba saja Ell menanyakan hal yang cukup sensitive pada Johz.


“Aku masih sangat lelah dengan pekerjaanku, aku tidak sempat memikirkan hal ini” ujar Johz mencoba mengalihkan topic pembicaraan.


“Kakak akan pergi lagi?” tukas Ell, saat Johz beranjak dari kursinya.


“Ada apa dengan kak Johanez? mengapa kak Johanez terlihat sedikit berbeda dari biasanya?” batin Ell penuh dengan pertanyaan.


Karena melihat sikap Johz yang tak seperti biasanya. Wajah Johz pun terlihat sangat pucat dan sorot matanya pun sayup redup.


>>>


Drrtttt… Tuan Henokh memanggil…


Ellena: “Apa lagi!” tuks Ell menyambut topic pembukaan mereka kala itu.


Henokh: “Apakah kau sudah bugar, sayang?” kekeh Henokh dari balik panggila suara.


Ellena: “Apa maumu, tuan! tidakkah tuan melihat bekas-bekas kekejaman pada tubuhku!” dengus Ell sebal. Tentu saja yang ia maksud ialah semua tanda-tanda cinta peninggalan dari Henokh.


Henokh: “Sayang, aku sudah merindukanmu! apa yang harus aku lakukan, agar rasa rindu ini tersampaikan..” ujar Henokh dengan suara tawa terkekehnya.


Ellena: “Hentikan tuan, dasar buaya..” dengus Ell, dengan tersenyum diam-diam.

__ADS_1


Keduanya larut dalam percakapan indahnya malam itu. Sepertinya Henokh menyadari seusatu, sehingga dengan sengaja membuat Ell terus terjaga.


Dughh dughh dughh…


“Suara apa itu! mengapa selarut ini masih ada suara yang aneh” gumam Ell, dan pergi melangkah ke luar kamarnya.


Lampu di dalam kediamannya pun sudah terlihat meremang, dan tak terang benderang lagi. Wajar saja, ini sudah larut malam, dan Ell masih terjaga karena Henokh terus saja mengganggunya melalui panggilan suara.


“Bibi, paman! kaliankah itu?” seru Ell dari lantai atas tepatnya di depan pintu kamar pribadinya.


Namun suara itu seketika menghilang, dan muncullah aroma bau amis darah. “Aroma apa ini! mengapa seperti aroma darah yang sangat menyengat” gumam Ell. Bulu kuduknya sudah mulai meremang tak karuan.


“Mengapa kau masih terjaga!” tukas seseorang dengan suara datar, tepat di belakang batang leher Ell.


Ahkk.. Ell mememik dan hampir membuatnya terjatuh karena efek kejut dari suara datar itu. “Kak Johz!” ucap Ell dengan ekspresi wajah terkejut. Menarik napas dengan tergesa-gesa pula.


“Tidurlah, ini sudah malam” ucap Johz dengan wajahnya yang terlihat pucat, dan rambutnya pun basah.


“Kak Johz, mengapa mandi selarut ini! tidakkah itu akan membuat kakak terkena flu!” tukas Ell memperingatkan.


Johz tersenyum sendu. “Pedulikanlah kesehatanmu, aku akan baik-baik saja” ujar Johz sembari mengusap lembut puncak kepala Ell.


“Kak Johz, aku baru saja mendengar suara aneh, dan aroma darah yang sangat menyengat! tidakkah kakak mencium aroma ini!” ujar Ell dengan mengernyitkan dahinya.


Johz menatapnya tajam dan napas Johz tiba-tiba saja terdengar kasar. “Tidurlah, mungkin kau hanya berhalusinasi!” tegas Johz dengan wajah pucatnya.


“Kak Johz, aku merasa sedikit takut malam ini.. tidakkah kakak merasakan aura aneh ini!” ujar Ell lagi. Sembari mendekapkan kedua tangan pada tubuhnya sendiri.


Melihat sekeliling dengan penuh rasa curiga, aneh dan juga rasa takut yang mulai menghantui pikirannya.


“Lebih baik kau tidur dan lupakan apa yang kau dengar juga rasakan malam ini” tegas Johz dengan suara sedikit membentak Ell. Tak biasanya Johz bersikap dingin pada Ell, dan bahkan belum pernah selama ini Ell menerima perlakuan dingin dari sang kakaknya ini.


“Kak Johz, mengapa kakak berkata seperti ini, kakak sakit!” ucap Ell, sambil melangkah menuju arah Johz berada.


“Ellena masuklah ke kamarmu sekarang juga!” tegas Johz, kali ini dengan suara membentak kasar.


Ell terkejut dan hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini. “Kak Johz, mengapa kakak berubah..” ucap Ell lirih, dan Ell berbalik hendak kembali ke kamarnya.


Namun…


Hah hahh hhhkkk hrgg… suara aneh terdengar jelas dari arah Johz saat ini berdiri. Langkah Ell terhenti dan ia perlahan berbalik ke arah Johz kala itu.


“Ka--k Jo--hzz..” ucap Ell terbata, dengan mata membelalak, mulut menganga.

__ADS_1


Hahh hhhh hhrrggkkk… deru napas Johz…


****


__ADS_2