
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
***
Ell benar-benar serius dengan rencananya, ia ingin menghancurkan keberadaan Cars family secara perlahan. Walau hingga saat ini, Ell belum mendapatkan sesuatu yang berarti dari makna kekeluargaan. Karena yang ia tahu, keluarganya hanya sekumpulan manusia serakah dan juga bajing*n.
~ ~ ~
“Perusahaan Cars”
Sebuah perusahaan yang cukup ternama, namun sempat mengalami goncangan hebat. Kala itu pemasukan perusahaan merosot dan sejatuh-jatuhnya. Namun, berkat kerja keras Johanez bersama sang ayahnya, Mr. Brandonlah yang membuat perusahaan sedikit demi sedikit mulai stabil.
Kini Ell telah berada di sana, dan apa pun yang telah rencanakan tentu saja perlahan akan ia aktualisasikan.
“Semua laporan kerjakan secara mendetail! jangan sampai ada satu persen pun terlewatkan!” tegas Johz kala itu. Johz terlihat sangat berbeda disaat sedang serius mengerjakan sesuatu.
Dari balik tirai ruangannya, Ell memperhatikan apa yang sedang Johz lakukan. Namun tanpa Ell sadari, Johz sudah memperhatikan dirinya dan semua yang Ell lakukan. Johz tersenyum ke arah Ell, dan Ell pun segera mengalihkan pandangannya.
>>
“Apa nyaman dengan tanggung jawabmu!” tukas Johz yang tiba-tiba saja mendekati Ell.
Ahkk.. “Kakak!” pekik Ell terkejut.
“Kau terlalu fokus, mari keluar makan” ajak Johz. Ell pun menghentikan pekerjaannya dan pergi bersama Johz.
Johz merangkul bahu Ell. “Kau ingin makanan apa?” tanya Johz sembari mempersilakan Ell masuk ke dalam mobil. Bahkan Johz tak ingin ada asisten mau pun supir yang mengawalinya. Ia benar-benar ingin Ell seorang yang bersamanya.
“Kita akan pergi kemana kak?” tanya Ell gugup. Entah mengapa perasaan Ell tidak tenang kali ini.
“Aku hanya ingin menikmati waktu denganmu lebih lama” tukas Johz sembari membelai pipi mulus Ell. Ell terdiam tanpa bicara. Ia tidak tahu apa yang telah ia perbuat sehingga membuat Johz, saudara tirinya begini.
***
Keduanya pun tiba di sebuah restu tertutup, bahkan terletak di area danau-danau buatan.
“Kita akan makan ikan bakar, oke!” tukas Johz. Ell hanya mengangguk. Ell sangat canggung, ia sungguh tidak berpikir Johz akan secepat ini bertindak. Bukankah Johz adalah saudaranya, sekalipun beda ibu.
“Kau harus makan lebih banyak dan jaga kesehatanmu” ujar Johz sembari memberikan Ell suapan demi suapan.
Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul. 20.00.
“Kak, kita sudah cukup lama!” pekik Ell.
Hmm.. “Mengapa! apakah salah jika aku ingin lebih lama bersamamu” tukas Johz. Johz meraih tengkuk leher Ell, dan mendekati wajah Ell. Secara tiba-tina, aliran darah Ell seketika mendadak panas.
Rasanya sedikit aneh, karena walau bagaimana pun, Johz adalah kakak satu ayah dengannya. Namun rencana Ell untuk membalas semua penderitaannya, telah membuat Ell menutup mata hatinya.
“Apakah kakak yakin akan hal itu!” tantang Ell. Ell membalas dengan membelai wajah Johz, dengan belaian nan lembut menggoda.
“Jika sudah seperti ini, aku hanya bisa melanjutkan peranku” batin Ell.
Sejak saat itu, Johz lebih sering mengajak Ell untuk pergi bersamanya. Bahkan Johz lebih betah berada di dekat
__ADS_1
Ell. Sedikit demi sedikit Johz mulai menaruh kepercayaan pada Ell. Ell bahkan kerap kali memasak bagi Johz.
Johz kini benar-benar jatuh cinta pada saudari tirinya, Ellena.
***
“Kediaman Brandon Cars family”
“Johz! kapan kau akan membawakan wanita yang sangat kau cintai pada ayah dan ibu?” ujar Mrs. Flia dengan terkekeh.
“Benar Johz. Ayah pun perlu tahu siapa wanita itu!” kekeh sang ayahnya, Mr. Brandon.
“Apakah kalian sangat menginginkanya?” balas Johz sembari menyantap makanannya.
“Johz, bukankah kau berhubungan dengan anak dari pengusaha kaya waktu itu!”
“Maksud ibu!” Johz mengernyitkan dahinya.
Hmm.. Mrs. Flia mulai mengingat-ingat sesuatu. “Nona muda, Mishel!” tukas Mrs. Flia dengan penuh antusias.
“Mishel! aku tidak suka dengannya bu” tukas Johz, membuat ayah dan ibunya begitu terkejut.
“Johanez! kau tahu apa yang kau bicarakan!” bentak sang ibunya, Mrs. Flia.
“Sayang, tenanglah” ujar Mr. Brandon.
“Ayah, anak ini..—“ Mrs. Flia masih belum menerima pernyataan dari Johz.
“Siapa pun yang akan menjadi pasanganku, bukankah itu urusanku!” tegas Johz, lalu seketika itu juga menghentikan makan malamnya. Lalu pergi keluar dengan mengenderai mobil tanpa sang asisten mau pun pengawal.
“Sudahlah sayang, mungkin pilihan Johz tidak dapat dipisahkan lagi!” tukas sang ayah Johz, Mr. Brandon.
“Ayah, mengapa anak kita begitu!” ucap Mrs. Flia dengan linangan air mata.
Sementara di sisi lain…
***
Ell yang sedang mencoba untuk beristirahat, tiba-tiba saja mendengar pintu di ketuk secara beruntun. Ia
segera melangkah menuju pintu utama, dan mulai berpikir bahwa ini adalah perbuattan Mr. Ghand. Dengan tidak sabar, Ell pun membukanya.
Namun bukan Mr. Ghand yang berada di sana, melainkan Johz. Sehingga ada ekpresi penyesalan tergambar secara jelas di raut wajah Ell.
“Ellena!” tukas Johz dan langsung memeluk Ell.
“Kakak..—“ Johz mencengkram batang leher Ell dan hendak mengecup Ell.
“Kak! hentikan!” pekik Ell, secara spontan mendorong tubuh Johz darinya.
“Aku hanya ingin kau peduli denganku, aku saat ini hanya membutuhkanmu—“ sesal Johz. Saat ia hendak pergi, Ell menahannya.
“Maafkan aku kak, aku hanya terkejut” sesal Ell namun masih dengan keadaan tidak tenang. Tidak tenang karena ia merasa sangat canggung pada Johz.
“Pria ini terlihat sangat sedih, sekarang waktuku untuk mengambil peran penting”batin Ell. Ell meraih tangan Johz dan menyentuh wajah sendu Johz.
__ADS_1
“Ceritakan padaku kak, apa yang terjadi” tukas Ell sembari meraih Johz dan mendekap tubuh kekar Johz.
“Aku benci dikekang! aku tidak suka aturan ayah dan ibu..—“ keluhnya sembari mendekap erat Ell.
“Mengapa kak, bukankah ayah dan ibu sangat baik” ucap Ell mencoba menghibur dan mulai menjadi sosok wanita yang akan berusaha mengerti Johz.
“aku pernah menjalani hubungan bersama Mishel,”
“Maksud kakak, kak Mishel si anak tunggalnya paman..—“
“Benar Ellena. Namun jika boleh jujur, aku sudah lebih jatuh cinta padamu—“
Mendengar pernyataan Johz, Ell sangat terkejut dan bingung akan jawabannya pada Johz. “Aku tahu ini konyol, bukan! kau adikku, dan aku mencintaimu—“ ucap Johz sembari menunduk sendu. Ia pun bingung akan dirinya, namun ia merasa hanya Ell yang mampu mengerti dirinya.
“Apa yang kakak maksud—“ Ell sangat gugup nan canggung malam itu.
“Yah, aku mencintaimu, namun bukan sebagai adik, melainkan kekasih.” Ell benar-benar kalang kabut kala itu.
“Tapi aku tidak ingin kakak membuat ayah dan ibu cemas. Aku ingin kakak tetap bersama kak Mishel, apa pun caranya, kakak harus kembali padanya.”
“Ellena, aku tidak mencintai Mishel! aku hanya ingin bersamamu”
“Aku akan tetap bersama kakak, namun kakak juga harus tetap bersama kak Mishel!” tukas Ell semakin membuat Johz bingung.
“Apakah kau berniat menjadi orang ketiga diantara aku dan Mishel!” Ell kala itu hanya mengambil keputusan asal saja.
“Yah, hanya itu caranya agar kakak tetap bisa bersamaku” tukas Ell dengan penuh keyakinan.
“Apakah kau tidak ingin menjadi yang pertama!” Johz membelai lembut wajah Ell.
“Aku rela menjadi yang kedua dalam hati kakak, namun aku tidak sanggup melihat ayah dan ib cemas” Ell pun mendekap Johz erat.
“Terima kasih sayang, bisakah aku memanggilmu sayang?” pinta Johz.
“Tentu, namun ada syaratnya!” tukas Ell, membuat Johz kian penasaran.
“Apa itu syaratnya sayang?” tukas Johz tak sabar.
“Hubungan ini cukup kita yang tahu, dan hingga nanti saatnya semua orang akan tahu”
“Ia sayang, sepandai-pandainya kita menyimpan, tetap saja akan terbongkar.”
“Tentu kakak tahu, aku tidak ingin posisiku sia-sia—“ Ell bermanja di atas pangkuan Johz. Membuat Johz tak karuan karenanya.
“Besok aku akan urus saham untukmu” tukas Johz sembari mengecup kening Ell dan hendak mengecup bibir Ell. Namun Ell menahannya, “jangan dulu, sabarlah---“ bisik Ell dengan nada sensual di daun telinga Johz.
“Baiklah sayang, aku akan menjagamu dengan baik.”
“Terima kasih kak, sekarang kakak harus pulang dan perbaiki hubungan dengan ayah dan ibu.” Mendengar hal itu, Johz sangat menurut pada Ell. Ia pun pulang dengan gembira,d an segera meminta maaf pada ayah dan ibunya.
Tsk… “Mishel, anak dari bibi Amanda, si wanita ****** laknat!” gumam Ell dengan sorot mata dipenuhi dendam.
Siapa sebenarnya Mishel, juga bibi Amanda yang Ellena maksud? apakah mereka telah berbuat sesuatu yang jahat pada Ellena?
***
__ADS_1