
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Henokh membawa para anggota event organizer, perancang busana, dan peñata rias yang cukup ternama. dengan maksud untuk melakukan sesi pemotretan bersama Ellena di kediaman Ellena family. Semua yang Henokh lakukan ialah untuk menyenangkan hati Ellena, karena Henokh tahu bahwa Ellena cukup lelah dengan tanggung jawab kepemimpinannya.
~ ~ ~
Setelah menyelesaikan pemotretan, Henokh bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat dengan membawa Ell bersamanya.
“Tuan, mengapa tergesa-gesa, aku bahkan belum menyelesaikanya” keluh Ell, Henokh menarik paksa tangannya menuju mobil sport mewah milik Henokh.
Henonk membawa Ell bersamanya dengan mengendarai mobilnya sendiri, tentu saja tanpa supir bahkan pengawal pribadinya. Henokh melaju dengan kecepatan tinggi, dan berkali-kali membuat Ell menjerit ketakutan.
“Ada apa tuan, tuan!!” jerit Ell sembari bertahan.
***
Ckhitt… Henokh menghentikan mobilnya secara mendadak tepat di tengah hutan yang cukup gelap.
“Kenapa! kenapa kita berhenti di sini?” ujar Ell dengan tubuh gemetar. Ini sangat gelap mencekam, Ell sangat takut.
Tanpa menghiraukan pertanyaan demi pertanyaan dari Ell, Henokh langsung meraih tengkuk leher Ell.
Ahk… hhh hh… Ell melenguh, saat dua taring milik Henokh tertancap di bahunya. tak ingin mengenai leher, Henokh cukup menggigit di antara leher dan bahu milik Ell. Tetesan demi tetesan darah segar mengalir hingga ke permukaan kulit Ell menetes hingga meninggalkan noda pada baju milik Ell.
Hah hh… deru napas Henokh terdengar begitu berat, dan…
“Tuan.. tuan..” pekik Ell, saat Henokh terlihat ambruk di dadanya. Henokh tak lagi bergerak sedikit pun setelah menghisap darah milik Ell.
Ell merogoh tas miliknya, dan melakukan panggilan. “Tolong kami, aku pun bingung kami berada di mana. Tapi tuan Henokh tiba-tiba tak sadarkan diri..—“ lirih Ell dengan nada ketakutan. Ell memanggil salah seorang pengawal pribadi Henokh.
Mereka benar-benar di tengah hutan, tak ada satu pun yang melewati jalan tersebut. Bulu kuduk Ell merinding tak karuan. Ell menyalakan lampu mobil dan tubuhnya begitu gemetar. Ingin berpindah posisi, namun bobot tubuh Henokh cukup berat baginya.
“Bagaimana ini..” isak Ell. Ell begitu ketakutan dan tak terkatakan lagi. Sekali pun Henokh ialah manusia penghisap darah, namun keadaan kali ini sungguh berbeda.
Bugh…
Suara sesuatu menghantam atap mobil milik mereka. Suara langkah kaki yang cukup kasar, Ell mulai meringuk.
__ADS_1
Bugh bughh… sesuatu kini berada di luar pintu mobil, tepatnya di samping Ell duduk. Hmm… Ell terbungkam oleh sosok menyerupai wanita namun dengan tampilan aneh juga sangat mengerikan baginya.
Bersama sosok wanita itu, ada cahaya kuning terang benderang yang menyerupai burung elang.
Sosok tersebut terlihat menantikan Ell membukakan pintu mobil mereka. Ell menggoyangkan tubuh Henokh namun Henokh tak bergeming sedikitpun. Ini sungguh malam yang sial bagi Ell, tidak, ini sungguh malam yang mengerikan.
Arghh… Ell menjerit ketakutan, sosok tersebut akhirnya dapat membuka pintu mobil miliknya. Namun ketika melihat ada sosok Heronk, sosok wanita mengerikan tersebut terlihat meringuk ketakutan. Ell menyadarinya, namun kembali si sosok tadi meraih tangan Ell hingga terlempar keluar.
Gelak tawa sosok tersebut terdengar bising dan mengerikan. Ell bahkan menutup kedua telinganya.
“Kau telah tergigit oleh pewaris darah kegelapan… ini akan sangat menguntungkan tuan besar kami..” tukas sosok tersebut dengan suara bak ular mendesis, sangat aneh dan menakutkan.
Wuhhh… sosok tersebut meniup wajah Ell, dan seketika Ell mulai kehilangan kesadaran penuhnya dan ambruk. Ponselnya pun terjatuh di area samping mobil.
Swushhh… mereka pun menghilang bersama hembusan angin malam, sementara Henokh masih berada di dalam mobil.
***
Sebuah kastil tua.
Ckikikk ckikikk… suara tawa mengerikan dari para penghuni kastil tua tersebut. Mereka menyentuh kaki, tangan Ell dan menjulurkan lidah, bak sosok yang sedang kelaparan.
“Jangan! Kau merusak suasana hati tuan besar!” peringat salah seorang anak kecil dengan wajah pucat bersama seorang wanita cantik namun tidak terlihat seperti manusia biasa.
Wanita itu melangkah menuju arah Ell, dan ia menghirup aroma tubuh Ell. “Wanita ini masih perawan, tuan besar pasti sangat bahagia!” tukas wanita tersebut.
Hmmm emmm… Ell mendesah menyentuh kepalanya, dan juga bahunya yang masih terasa nyilu akibat gigitan dari Henokh.
Ahk… pekiknya. Melihat sekitar dan suasana ini sangat dingin mencekam dengan aroma-aroma aneh nan amis.
“Gadis manis, mengapa bahumu terluka..—“ Ahkkk…. pekik si wanita, baru saja hendak menyentuh wajah Ell namun ia pun memekik tatkala melihat bekas gigitan di bahu Ell.
“Ka-kau… apa hubunganmu dengan pewaris kegelapan terkutut itu!” tukas si wanita dengan mata membelalak.
“Apa yang kau maksud!” tukas Ell heran juga sangat ketakutan.
__ADS_1
“Hentikan! Kalian akan merusak santapan tuan besar,” tukas seorang anak kecil laki-laki dengan wajah pucat dan ekspresi yang sangat datar.
Anak laki-laki tersebut mendekati Ell dengan membawa sebuah rantai yang terlihat bercahaya. Rantai tersebut didekati pada Ell, dan tiba-tiba saja leher Ell sudah terpasang rantai, bak seekor anj*ng.
Ahhkk.. “Apa ini! Tidak mungkin!” jerit Ell sembari meraih rantai di lehernya, namun ketika ia menyentuh rantai tersebut, tubuhnya spontan tarasa panas.
“Kakak cantik menurutlah, hanay itu pilihan satu-satunya. Jika tidak, maka rantai ini akan memutuskan lehermu, kakak,” tukas sang anak kecil berwajah pucat. Dengan terpaksa Ell menuruti anak kecil tersebut, walau hatinya sangat menolak.
>>>
Ell berjalan di belakang si anak kecil, sedangkan lehernya terpasang tali yang terhubung dengan rantai. Rantai tersebut sedang berada di bawah kendali si anak kecil. Ell sangat tidak menyangka nasibnya akan sesial ini.
Arghhkkk haggkk…. suara jeritan, teriakan, lenguhan memenuhi lorong yang akan mereka lewati. Langkah Ell terhenti tatkala mendengar suara mengerikan tersebut.
“Tetaplah berjalan apa pun yang terjadi, atau jiwamu akan termakan habis!” peringat si anak kecil tadi.
Hhh hhh… Ell terengah tatkala melihat ada begitu banyak orang yang mengambang di udara dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang menjerit ketakutan dan juga pasrah, sedangkan yang tergeletak di lantai bertubuh manusia namun berkepala binatang.
Mereka melaluinya dan lagi-lagi melewati sebuah ruangan berisikan beberapa orang. Ada sebuah kolam yang berisikan orang-orang sedang duduk pasrah tak berpengharapan. Kaki Ell sudah sangat gemetar, ini sangat mengerikan.
Si anak kecil menghentikan langkahnya tepat di depan pintu besi. “Kakak cantik, menunduklah ketika kau bertemu tuan besar kami,” titah si anak kecil. Ell tak mengerti namun hanya bisa menurutinya.
Pintu terbuka, namun suasana begitu gelap gulita. Sapuan angin dan ada suara-suara bisikan membuat bulu kuduk Ell kian meremang.
“Siapa manusia ini!” tukas seseorang dari balik kegepalan malam. Tubuh Ell tersungkur dengan sendirinya dan lututnya menghantam lantai dengan cukup kuat.
Sosok pria bertubuh tinggi profosional sudah berdiri di hadapannya dengan sorot mata tajam. “Tuan besar, ini adalah gadis manusia yang telah budak kuning bawakan untuk anda,” ujar si anak kecil yang juga turut tersungkur.
Ell mendongak ke atas, dan terlihat jelas betapa tampannya tuan besar yang ialah pemimpin kastil mengerikan ini.
“Kau” ujar si pria mencengkram rahang milik Ell.
***
__ADS_1