Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Mungkinkah bahagia itu milik kita?


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Henokh akhirnya dapat menemukan keberadaan Ellena, yaitu di dalam sebuah gua yang tak kasat mata. Tak semua dapat melihat keberadaan goa tersebut, dan hanya mereka yang memang penghuni kegelapanlah yang dapat. Karena Henokh adalah sang pewaris kegelapan, itulah yang membuatnya dapat melihat keberadaan gya tersebut.


~ ~ ~


Ell terbaring dengan keadaan pakaian yang sudah tercabik. Henokh meraih sebuah belati dan berusaha untuk menghujam ke  arah sosok tersebut. Sosok tersebut berubah menjadi sosok sang tuan besar Ezrai.


“Dasar sampah pengganggu!” cela sang tuan besar Ezrai. Keduanya saling menghajar, dan tubuh Henokh berkali-kali terkena serangan dari sang tuan besar Ezrai.


Setelah beberapa saat kemudian…


Henokh akhirnya tumbang, karena tenaganya tak cukup besar untuk melawan sang tuan besar Ezrai. Ell tak kuasa melihat keadaan Henokh yang sudah terlihat lebam berdarah-darah.


Ell meraih belati yang tergeletak di lantai, perlahan ia menyayat lengannya hingga tetesan darah mengalir deras.


Ahk… Ell melenguh parau, ini sakit dan sangat menyakitkan. Tak ingin menunggu lama, Ell berlari ke  arah Henokh dan memaksakan Henokh untuk meminum darah dari lengannya.


“Ellena apa yang kau lakukan..” tukas Henokh, sembari meresapi setiap tetesan darah segar Ell. Akhirnya tubuh Henokh perlahan pulih kembali dan kembali mengahajar sang tuan besar.


Pertempuran sengit pun terjadi, dan membuat dinding-dinding gua mulai retak.


“Bawa Ellena dari sini!” teriak Henokh pada Teddy Namie.


“Kalian dasar makluk pengkhianat!” teriak sang tuan besar pada Teddy Namie. Namun mereka tetap berusaha keras membawa tubuh Ell pergi bersama mereka.


“Kau makhluk keji!” teriak Henokh dan..


Sruahkkk….


Menghujam belati dengan tetesan darahnya sendiri tepat di area jantung sang tuan besar.


Ahk… “Ka—au…” ucap sang tuan besar lirih.


“Kau hanyalah perusak kebahagiaanku, jangan pernah berharap untuk memanfaatkan wanitaku menjadi benda yang akan melahirkan keturunan bagimu” cela Henokh dan semakin menghujam belati yang cukup panjang tersebut.


Ahkk hhh hh… Sang tuan besar Ezrai melenguh parau, dan wajah juga kulit tubuhnya berubah menjadi jasad pucat kebiruan.


“Kau sangat beruntung bisa memiliki wanita yang mampu menerimamu.. sedangkan aku..—“ ucap tuan besar Ezrai lirih dengan tertawa lirih pula.


“Kau berani menyakitinya, bukankah sejak awal kau sudah tahu dia akan menjadi istriku!” teriak Henokh dan terus menekan belati di jantung tuan besar Ezrai.


Ahkk… “Ka-auu pewaris kegelapan yang sang—aath baji-ngg-aanhh… tolong sampaikan rasa rinduku pada keluargaku..—“ lirih tuan besar Ezrai, sebelum tubuhnya perlahan berubah menjadi abu.


“Sudah berapa banyak jiwa yang kau renggut” tukas Henokh geram.


Hah… seringai tuan besar Ezrai. “Bukankah kita tidak jauh berbeda, tuan Henokh Matthe! bukankah seharusnya kau berada di dalam kegelapan..” cela tuan besar Ezrai.


“Baj**gan kau Ezrai! kau pantas mati tersiksa”

__ADS_1


“Yah, aku sudah lelah… tolong sampaikan kata maafku untuk kedua orang tuaakuhh…--“ ahkk… Seluruh tubuh tuan besar Ezrai berubah menjadi abu.


Henokh meraih abu tersebut dan menampungnya ke dalam sebuah kotak yang sudah ada di sana. Lalu pergi dari dalam goa tersebut. Setelah kepergiannya, goa tersebut pun hancur lalu kembali menghilang.


***


“Mansion kediaman Henokh”


Henokh terluka parah, sedangkan Ell sedang melalui masa pemulihan dari semua rasa traumanya.


“Jika saja aku bisa mengendalikan diriku, mungkin kau.---“


Seehhhtt…


Ell menahan perkataan Henokh menggunakan telapak tangannnya.


“Jangan pernah menyesali semua yang telah terjadi, aku sudah bahagia bisa bertemu kambali denganmu, tuanku..” ucap Ell lalu mengecup bibir Henokh.


Ehhmmm… “Kakak manusia, kami masih berada di sini..” ujar Teddy Namie yang saat itu sedang duduk memperhatikan perbuatan Ell bersama Henokh.


“Teddy Namie, sejak kapan kalian di sini!” pekik Ell terkejut juga malu tak terucapkan lagi.


Teddy Namie tersenyum geli melihat ekspresi tersipu Ell. “Tuan Henokhlah yang telah membawa kami kemari, dan berjanji akan segera membebaskan jiwa kami,” tukas Teddy riang.


“Tuan Henokh, luka di bahu tuan” ujar Namie heran, saat melihat luka di bahu Henokh sudah pulih kembali.


“Tentu saja, karena itu terjadi di alam roh kegelapan, dan kalian kini telah menjadi roh,” ujar Henokh tersenyum.


“Yah, besok aku akan mempertemukan kalian dengan keluarga kalian. Karena malam ini aku baru saja memerintahkan orang-orangku untuk membantu mencari.”


“Baiklah tuan Henokh, dan bolehkah kami malam  ini bersama kakak manusia cantik?’ pinta Teddy penuh harap.


“Boleh saja, asalkan kalian tidak membuat istirahatnya terganggu..” uajr Henokh, lalu segera beranjak dari hadapan Ell dan kedua roh remaja Teddy Namie.


***


Mereka pun tiba di depan sebuah rumah megah, yang merupakan kediaman keluarga Teddy.


“Kemarilah,” ujar Henokh pada Teddy, dan mereka pun menuju kediaman megah tersebut.


Sepasang suami istri bersama dua orang wanita dan pria dewasa sudah ada di sana. Mereka adalah saudara dari Teddy.


Henokh membuat sebuah lingkaran besar dan meneteskan darahnay di setiap lingkaran.  “Kalian duduklah, saling berpegangan tangan jangan sampai lepas walau apapun yang terjadi. Karena ini adalah kesempatan terakhir kalian,” titah Henokh.


Ritual pemaggilan roh pun dimulai, seluruh ruangan terasa dingin berangin sepoi-sepoi, namun dingin ini berbeda. Mereka masih dalam posisi saling bergandengan tangan, dan…


Roh mereka saling bertemu dengan sosok Teddy di dalam lingkaran tersebut. Suasana haru biru mulai terlihat dan isak tangis mulai terdengar memilukan.


“Teddy!! maafkan ibu dan ayah.. Teddy…” isak tangis ibu dan ayahnya penuh penyesalan. Sudah beberapa tahun terakhir Teddy dinyatakan menghilang dan tak satu pun yang dapat menemukannya.


Ell yang dapat melihat peristiwa penuh haru pilu itu pun turut merasakan kesedihan mendalam keluarga Teddy. Teddy terlihat sangat merindukan keluarganya, namun waktunya sudah habis.

__ADS_1


“Teddy!!!” jerit histeris sang ibunya dan hampir jatuh pinsan, saat mereka semua kembali ke tubuh manusia mereka. Mereka hanya sempat saling berpelukan selama beberapa menit, dan hanya terucap kata maaf juga rindu mendalam mereka.


Bruhkk..


Sebuah kotak tergeletak di hadapan mereka, ketika membuka isi dari kotak tersebut. Mereka menemukan tengkorak anak manusia, dan lengkap dengan baju yang Teddy kenakan beberapa tahun lalu. Jerit tangis pun kembali pecah. Tugas Henokh pun selesai, dan kembali ke keluarga Namie.


***


Kehidupan Namie pun tak jauh berbeda dengan kehidupan Teddy. Hanya saja tubuh manusia Namie sempat disemayamkan di tempat yang seharusnya. Kehadiran Namie hanya sekedar ingin meminta maaf pada ibunya, karena kala itu Namie meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil.


Kala itu Namie bertengkar dengan ibunya, dan selalu menuntut pada kedua orang tuanya. Karena Namie kekurangan kasih sayang, dan kedua orang tuanya yang hanya sibuk bekerja.


“Aku hanya ingin melihat kedua orang tuaku saja..” lirih Namie. Namie pergi ke kediaman megah milik keluarganya dan tak lama setelahnya ia pun kembali.


“Bagaimana Namie?” ujar Ell penasaran.


“Aku sudah melakukan hal yang seharusnya kulakukan,” balas Namie dengan senyuman bahagia.


Terakhir ialah abu dari tuan Ezrai, dan Henokh harus mengabulkan permintaan terakhir dari tuan Ezrai padanya. Henokh melakukan hal yang seharusnya ia lakukan pada tuan Ezrai sebagai bentuk pengampunannya atas apa yang telah tuan Ezrai lakukan pada Ell.


Beberapa saat kemudian…


Henokh kembali ke mobil miliknya. “Bagimana tuan?” ujar Ell.


“Sudah beres sweety..” ucap Henokh dan mengecup kening Ell lembut.


“Tuan Henokh, akankah semua sudah beres?” ujar Teddy Namie.


“Tentu saja,” jawab Henokh singkat.


***


Setelah beberapa hari kemudian…


Henokh Ell, dan juga Teddy Namie pergi ke bagian atas mansion milik Henokh.


“Terima kasih tuan muda Henokh, dan maafkan aku nona Ellena..” ujar tuan Ezrai dengan bentuk tubuh semula namun wajahnya terlihat begitu bahagia.


“Yah kakak manusia, dan tuan Henokh. Terima kasih atas perjuangan dan bantuan dari kalian,” ucap Teddy Namie.


Henokh menyayat lengannya juga lengan Ell hingga meneteskan darah segar, dan membakar sebuah kain putih juga hitam. Asap yang muncul pun membuat ketiga roh itu melayang dan terus melayang hingga membentuk senyuaman di atas awan-awan.


Huhh… Ell menghela napas lega. “Semua sudah berakhir,” ucap Ell sendu.


“Tentu saja belum sweety..” sela Henokh dan langsung memeluk tubuh Ell erat.


“Apa itu tuan..” balas Ell lalu mendongak ke  atas.


“Ritual pelepasanku agar menjadi suami utuhmu..” ucap Henokh dan mulai menggerayangi Ell.


“Tuan hentikan.. aku masih lelah dan..—“ ahk… pekik Ell, namun Henokh tak menghiraukannya dan terus saja mencumbui Ell dengan begitu gemas.

__ADS_1


****


__ADS_2