
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Mr. Ghand serius dengan keputusannya untuk menjadi sosok yang berbeda. Ia bahkan telah melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan, membunuh dan melakukan tindakan sadis lainnya. Mr. Ghand telah menjadi pribadi yang berbeda dari dirinya terdahulu.
~ ~ ~
“Nona Ellena, malam ini kami akan pergi ke daerah B, untuk menjenguk keluarga yang sedang sakit” ujar salah seorang asisten rumah kediaman keluarga Cars kala itu.
“Baik bibi, “ jawab Ell. Ell pun masuk ke kamar pribadinya. Ia kini menjadi nona muda di rumah megah keluarga Brandon Cars. Sedangkan Johanez sudah jarang pulang ke rumah. Johanez terlalu sibuk dengan berbagai bisnis juga urusan perusahaan Cars Group.
Hakkh… desah kelelahan Ell, sembari memijat bagian batang lehernya. Ia cukup kelelahan dengan urusan perusahaan, tanggung jawabnya kini jauh lebih besar dari sebelumnya.
Drttt…Mr. Ghand memanggil…
Huh.. “Tuan Ghand..---“ gumam Ell ketika melihat nama Mr. Ghand di layar ponselnya.
Ellena: “Hallo tuan!”
Mr. Ghand: “Ellena, bagaimana kabarmu.--?” keduanya pun mulai berbincang-bincang. Ellena pun larut dalam perbincangan panjang mereka.
***
Mr. Ghand mengajak Ell untuk berjumpa dengannya di sebuah resto cepat saji. Kala itu, Henokh sedang dalam perjalanan ke luar negeri, sehingga Ell diluar pengawasannya.
“Resto xx”
“Hai!” sapa Mr. Ghand yang sudah menunggu kedatangan Ell di meja khusus.
__ADS_1
Ell meletakkan tasnya di atas kursi yang tersedia. “Maaf jika aku terlambat” ujar Ell pada Mr. Ghand.
“Seharusnya aku yang meminta maaf, karena tawaran makan malam ini mungkin mendadak untuk ibu bos sepertimu”
Ell tersenyum mendengar ucapan Mr. Ghand. “Tidak tuan, masih banyak hal yang harus kupelajari, dan aku bersyukur selama kita bekerjasama, tuan sangat membantuku” ucap Ell sembari meneguk air mineralnya.
“Ellena! masihkah kau ingat dengan perjanjian kita waktu itu?” seketika Ell menegang, tatkala mengingat dirinya yang pernah dipenuhi dendam. Ell lupa, jika dirinya telah menjalin hubungan rahasia bersama Mr. Ghand.
“Maaf tuan, aku terkejut tuan menanyakan hal itu” ujar Ell yang mulai terlihat panic dengan pertanyaan itu.
“Aku mencintaimu Ellena, aku sangat serius dengan perasaanku” tukas Mr. Ghand sembari meraih tangan Ell, dan menggenggamnya erat.
“Tuan Ghand, sebelumnya aku sangat minta maaf atas semua yang telah kulakukan pada tuan. Akulah yang memulai semuanya, akulah yang berlaku, layaknya seorang wanita ******. Aku yang salah dalam hal ini..—“ sesal Ell.
“Aku tahu kau memang tidak pernah tulus mencintaiku, Ellena..” ptong Mr. Ghand dengan wajah sendunya.
“Aku tidak akan memaksamu Ellena, namun aku akan selalu menjadi pria yang berusaha ada untukmu. Walau kehadiranku hanya saat kau butuh saja..” tukas Mr. Ghand dengan senyuman sendunya.
“Aku minta maaf tuan, untuk saat ini aku tidak dapat memikirkan hal lain..—“ sesal Ell.
“Tidak masalah Ellena.. namun bolehkah aku bertanya suatu hal padamu—“ Mr. Ghand masih bersikap manis dan ramah pada Ell.
"Silakan tuan" jawab Ell tegang.
"Pernahkah kau merindukanku, walau hanya dalam mimpimu?" ujar Mr. Ghand dengan menatap lekat kedua mata Ell.
"Tuan, ak-aku..--" jawab Ell terbata.
"Tidak perlu kau jawab , aku sudah tahu jawabanmu..--"
__ADS_1
>>>
Setelah makan malam bersama, Ell pun kembali pulang, sementara Mr. Ghand masih duduk diam di dalam mobil miliknya.
“Ellena, bahkan untuk melihatmu bersedih pun aku tidak sanggup..” ucap Mr. Ghand dengan lirih.
Arghhkk… Mr. Ghand mengerang, menahan rasa amarahnya. Ia sangat ingin melampiaskan amarahnya, namun karena begitu dalamnya rasa cinta pada Ellena, ia pun hanya bisa pasrah.
“Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu memandang ke arahku Ellena..” erangnya, memukul setir mobil dan menggertakkan gigi.
***
“Kediaman Ellena family”
“Nona Ellena!” panggil salah seorang asisten yang bekerja di kediamannya.
“Iya bibi” jawab Ell yang terlihat kelelahan dengan segala tanggung jawab barunya.
Sang asistennya pun, duduk mendekatinya. “Mengapa wajah nona muram sekali, apakah nona ada masalah?” tanya sang asisten wanitanya.
“Aku bingung dengan kehidupanku kini bi. Aku sempat merasa nyaman dengan seorang pria yang sangat baik padaku, namun kini aku berada dalam titik kebingungan..-“ keluh Ell pada sang asistennya.
“Maaf jika aku turut campur, tapi alangkah baiknya nona tetapkan hati sebelum melangkah dan memilih..—“ keduanya pun saling berbincang.
Ellena pun kini hidup sendiri, tinggal di rumah megah Brandon Cars family. Johanez kini telah kembali ke negara B, untuk menjalankan bisnisnya kembali. Selepas dari kenangannya saat bersama Ellena, itu pun termasuk alasan utama Johanez pergi meninggalkan kediaman Brandon Cars.
Johanez sudah terlanjut menaruh hati pada Ell, sehingga akan sangat menyakitkan bila ia terus berada di sisi Ell.
****
__ADS_1