Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Akan selalu melindungimu


__ADS_3

"Mr. Devil – Season III"


Author by Natalie Ernison


Pasca kematian Mr. Brandon, Ellena semakin disibukkan dengan segala tugas tanggung jawab barunya. Kini ia adalah sang pemilik sah dari perusahaan yang telah mulai berkembang. Jonahez pun sibuk dengan segala tugas tanggung jawabnya. Mengingat Ellena belum mahir dalam urusan perusahaan, Johanez pun turut membantunya.


~ ~ ~


"Katakan padaku jika kau kesulitan" ujar Johanez sembari membantu Ell mengurus document mau pun berkas-berkas lainnya.


"tidak kak, hanya saja aku sangat kelelahan" ucap Ell sembari menyandarkan diri di kursi kerjanya. Johz memandangi Ell dengan penuh rasa cemas, ia cemas jika wanita yang kini di depannya tidak seceria dulu.


"Jika kau kelelahan, silakan istrahat. Aku akan mengurus semua pertemuan, atau mengubah jadwal yang ada."


"Aku baik-baik saja kak—" sela Ell sembari menghela napasnya yang terasa berat.


"Ellena.." tukas Johz. Ell menunduk dan terlihat sangat kelelahan dengan semua tugas tanggung jawabnya. Karena menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita seperti Ellena.


Bughh...


Ellena jatuh terhuyung dari atas kursi kerjanya. Wajahnya sangat pucat dan suhu tubuhnya pun terasa cukup panas.


"Ellena! heii.. bangun.. jangan bergurau!" pekik Johz penuh kecemasan.


***


Johz dengan sigap langsung membawa Ell menuju ruang khusus dan mendatangkan seorang dokter.


"Bagaimana keadaan Ellena, dok?" ujar Johz mash dengan raut wajah penuh kecemasannya.


"Apakah nona Ellena tidak pernah bercerita tentang penyakitnya" tukas sang dokter dengan ekspresi prihatin.


"Apa maksud anda, dok!" Johz semakin diliputi rasa yang tak menentu, tatkala mendengar pernyataan dari sang dokter yang telah memeriksa keadaan Ell.


"Nona Ellena mengindap penyakit yang cukup serius jika tidak ditangani dengan baik" ucap sang dokter.


"Dok, apa yang terjadi dengan Ellena!" tukas Johz dengan penuh emosional.


"Aku pun cukup sulit untuk menjelaskannya. Karena keadaan organ dalamnya cukup baik, hanya saja dilihat dari gejala-gejalanya, nona Ellena sebenarnya tidak cukup baik."


"Dokter! aku bisa membayar berkali lipat jika itu dapat membuat Ellena membaik. Tapi tidak bisakah, anda katakan yang sebenarnya!" ucap Johz penuh lirih. Walau bagaimana pun juga, Ellena adalah wanita yang sangat ia cintai, sekali pun Johz tahu Ellena tidak akan bisa ia raih kembali.


"Aku akan berusaha mencari kebenarannya, namun tolong perbanyak istrahat bagi nona Ellena" tukas sang dokter penuh prihatin.


Setelah mendengar pernytaan dari sang dokter, Johz kembali melihat keadaan Ell yang masih belum sadarkan diri secara penuh. Kini Ell masih terbaring lemah, bahkan untuk membuka mata saja Ell kesulitan.

__ADS_1


"Kak Johz.." ucap Ell lirih.


"Kau ingin sesuatu katakan saja, oke."


"Aku baik-baik saja kak, mengapa kakak terlalu banyak berpikir. Ini hanya—"


"Ellena! mulai hari ini kau harus perhatikan kesehatanmu. Jika kau mampu membuat perusahaan ayah berhasil, namun kesehatanmu terancam, akan lebih baik jika kau tidak perlu bekerja. Apa arti dari semua keberhasilanmu, jika kau saja tidak bisa menikmatinya." Tukas Johz dengan mata yang berkaca-kaca.


"kak Johz, bukankah kakak akan segera menikah! mengapa kakak masih berada di sini?" sela Ell mengalihkan pembicaraannya dengan Johz.


"Apa pedulimu! dirimu sendiri saja tidak kau pedulikan!" tukas Johz lalu meninggalkan Ell.


"Kak Johz, maafkan aku... aku sudah terlalu banyak menyusahkanmu...--" lirih batin Ell.


>>>


Sementara di balik pintu ruangan khusus Ell, Johz bersandar di samping sisi pintu. Di sana Johz menangis tanpa suara, ia bahkan meninju dinding. "Ellena, hanya kau yang benar-benar peduli padaku.," lirih Johz.


---Kilas balik---


"Kau harus belajar dan buat ayah dan ibu bangga dengan kesuksesanmu!" tukas seorang wanita yang berdiri dihadapan seorang anak lelaki remaja.


Wanita itu adalah Mrs. Flia, ibu tiri dari Ellena. Anak lelaki remaja itu ialah, Johanez.


"Tapi aku ingin istrahat bu, aku lelah mempelajari materi sebanyak ini" keluh Johz kala itu.


Disela kelelahannya dalam belajar, Johz pun berjalan sebentar ke halaman belakang kediaman Brandon Cars.


Saat sedang berjalan-jalan dihalaman belakang, trelihat seorang anak gadis kecil sedang bermain boneka sendiri. Bicara sendiri, tertawa sendiri, dan hanya bermain dengan boneka-boneka.


"Ellena!" panggil Johz kala itu, dan duduk di samping Ellena kecil.


"Kakak Johz! mengapa kakak kemari? bukankah kakak harus belajar agar bisa menjadi bos besar!" tukas Ellena kecil dan masih mengajar bicara boneka-bonekanya.


Johz menatap Ellena kecil, begitu banyak rasa kesepian dari sorot mata Ellena. Kesehariannya hanya bermain dan berkomunikasi dengan boneka-boneka miliknya. Sedangkan sang ayahnya hanya sibuk bekerja, dan sekali pun pulang ke rumah hanya untuk bersama istri barunya.


"Kakak akan menajdi seorang pangeran jahat, kau akan menjadi seorang putri yang mengubah hati pangeran, oke!" tukas Johz, sembari meraih boneka milik Ell. Keduanya pun mulai bermain, dan Ell pun terlihat girang. Karena baru kali ini ada yang mengajaknya bermain, tertawa bersamanya.


>>


Setiap kali merasa jenuh dengan kegiatan belajarnya, Johz selalu bermian bersama sanga dik kecilnya, Ellena.


Hingga suatu saat...


"Buat ibu bangga, Johanez! kau harapan ibu! jangan buang-buang waktumu, oke!" tegas Mrs. Flia lalu pergi untuk bersenang-senang dengan komunitasnya.

__ADS_1


Johz hanya bersandar di kursi belajarnya, ia sangat lelah harus terus menerus belajar.


"Kakak, Angelie sangat rindu dengan pangeran hitamnya.. kakak harus menghibur Angelie" ujar Ell dari balik pintu, ruang belajar Johz. Sembari mendekap dua boneka kesayangannya, dan hanya berdiri di depan pintu.


Johz berbalik dan melihat betapa kesepiannya Ellena kecil. "Baiklah tuan putri, pangeran baru saja menyelesaikan urusam istana. Mari kita bernyanyi dan membuat adonan cake" ujar Johz, seketika itu jugawajah muram Ell kecil berubah ceria.


Setiap harinya, Ell selalu melakukan hal yang sama pada Johz. Ell kecil tidak pernah berani masuk ke dalam ruangan belajar Johz, karena ibu tirinya tentu akan sangat marah.


Suatu saat, saat Ell kecil sedang berlari-lari dengan membawa bebepa cake buatan pelayan rumah. Ia berniat untuk membagikannya dengan sang kakak, Johz. Namu baru saja Ell tiba depan pintu, ia melihat Johz sedang terengah-engah mencengkram area dadanya.


"Kakak!"teriak Ell namun ketika hendak meraih gagang pintu, Ell teringat peringatan sang ibu tirinya.


"Kau hanya anak pembawa sial bagi keluarga Cars! jangan dekati anakku, kau hanya akan menularkan kesialan! jangan coba-coba masuk ke dalam ruangan mau pun kamar kami! camkan itu!"


"Kakak!" isak Ell kecil. Ia berusaha menahan dirinya untuk tidak masuk. Namun keadaan Johz kian memprihatinkan.


"Bibi! tolong!" teriak Ell memenuhi langkahnya menuju lantai dasar kediamannya.


"Nona Ellena, mengapa berteriak?" tukas salah seorang pelayan dapur.


"Bibi! tolong kak Johz, kakak..—" isak Ell.


"Kau anak sialan!" tukas Mrs. Flia secara tiba-tiba dan mendorong Ell.


"Kau yang menyebabkan anakku begitu, kau yang selalu mengajaknya bermain, kau tahu bukan, anakku harus belajar! bukan bermain sepertimu!" bentak Mrs. Flia.


"Nona Ellena" ucap sang pelayan dapur sembari mendekap Ell kecil.


"Bibi terima kasih, aku baik-baik saja," tukas Ell kecil dengan wajah tersenyum. Seolah-olah hatinya sudah terbiasa dengan perlakuan sang ibu tirinya.


>>>


Berkali-kali Ell kecil melewati kamar sang kakak, Johz. Namun tak ada lagi keberaiannya untuk menyapa. Namun untuk kedua kalinya, Ell melihat Johz terengah, kali ini ia tidak dapat emnahan dirinya lagi.


"kakak.." seru Ell kecil, dan memberikan segelas air hangat dari tempat yang tersedia di samping pintu masuk.


"Ellena, terima kasih. Apakah kau tidak bersama tuan puteri dan pengaran hitamnya!"


"Pengeran sedang kelelahan dan butuh istrahat, aku tidak akan mengusik pangeran..." isak Ell dan mendekap Johz. Ia tahu kali ini Johz tidak dapat lagi bermain bersama dirinya.


***


"Ellena! aku bersumpah akan selalu melindungimu.." lirih Johz di balik pintu ruangan khusus Ell yang saat ini sedang terbaring lemah.


Johanez selalu ingat akan apa yang pernah ia lalu semasa kecil bersama sanga adiknya, Ellena. Sekali pun kenyataan terberatnya ialah, bahwa ia bukan bagian dari keluarga Brandon Cars. Namun Johz tetap menyayangi Ell, dan saat ini Johz harus bertarung dengan pikiran mau pun perasaannya sendiri. ia harus merelakan bahwa Ell tidak akan bisa ia miliki.

__ADS_1


*****


__ADS_2