Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Sepenggal kisah lama


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


~ ~ ~


Tidak peduli bagaimana kejamnya Henokh, Mr. Ghand pantang mundur untuk bisa mendapatkan Ellena. Rintangan di depan sungguh sangat tajam untuknya, namun rasa nyaman dan bahagianya ketika bersama Ell sungguh mampu membuatnya melupakan sejenak permasalahan di depan.


***


“Siapkan semua laporan selama satu bulan penuh ini, tidak peduli harus selesai dalam waktu satu jam!” tegas Henokh yang baru saja pulang dari perjalanan bisnis ke luar negeri.


“Baik tuan,” jawab asisten Trush. Henokh memang tidak akan pernah peduli seberapa kesulitan para pekerjanya. Karena yang ia tahu ialah pekerjaan akan segera selesai.


Setelah hampir satu jam kemudian…


“Permisi tuan, semua sudah selesai” ujar sang asisten dan juga Ellena sudah ada di sana.


Henokh pun cukup terkejut saat melihat kehadiran Ell di sana. “Apakah kau juga turut menyelesaikannya!” tukas Henokh sembari berjalan ke  arah Ell kala itu. Sementara asisten Trush hanya menunduk saja.


“Yah tuan, karena setiap akhir bulannya, harus ada laporan ke perusahaan Matthe group pusat.”


“Kau keluar!” titah Henokh pada asisten Trush. Sang asisten pun langsung keluar sesuai perintha sang tuannya.


“Apa kau lelah, sayang?” ujar Henokh sembari mendekati wajah Ell dan mengangkat dagu Ell hingga menatap ke  arahnya.


“Cukup lelah tuan,” jawab Ell ragu-ragu.


“Kau boleh istrahat terlebih dahulu. Karena sore ini kita akan ada pergi ke acara jamuan dengan klien.”


Ell mengangguk, “Baik tuan,” jawabnya. Namun Henokh masih meraih tangan Ell dan memberikan kecupan sejenak.


“Kenakan gaun yang akan ku kirimkan ke kediamanmu” ujar Henokh sembari menyentuh bibir Ell yang masih tersisa saliva darinya. Ell hanya mengangguk, dan pergi dari hadapan Henokh.


***


“Kediaman Ellena Casey”


Ell segera beristirahat sejenak, dan akan bersiap-siap untuk menghadiri acara jamuan bersama para klien perusahaan Matthe Group.


Setelah memanfaatkan waktu istrahatnya, kini Ell bergegas merias wajahnya. Menggunakan make up yang tipis, dan gaun yang telah Henokh persiapkan baginya.


“Apakah ini tidak terlalu terbuka” gumamnya, sembari berdiri, berputar di depan cermin. Mengenakan hand bag dan juga highheels berwarna hitam miliknya. Ell pun sudah siap dengan penampilan terbaiknya.


Setelah beberapa saat kemudian…


Sebuah mobil mewah berwarna hitam matte pun sudah terparkir tepat di depan loby utama kediamannya. Kaca berwarna hitam pekat pun perlahan turun, sehingga terlihat senyuman Henokh dari balik kaca mobil tersebut.


Melihat Henokh sudah tiba, Ell pun bergegas masuk. Ia duduk tepat di hadapan Henokh. Henokh menatapnya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Membuat Ell sedikit risih karena tatapannya.


“Kau sangat cantik Ellena” puji Henokh dan duduk di samping Ell. Tangannya langsung meraih pundak Ell hingga tersandar padanya.



“Tuan, jangan begini—“ ujar Ell berusaha menghindari Henikh yang sudah ingin memberinya salam rindu.

__ADS_1


“Apakah kita harus berhenti di depan toko kecantikan” tukas Henokh dan menatap dalam ke  arah Ell.


Ell masih bingung dengan pernyataan Henokh padanya. “Mengapa tuan?” tanya dengan heran.


“Bukankah kau takut jika kosmetikmu rusak karenaku” bisik Henokh di telinganya dengan sengajar, sambil membelai pundak Ell yang cukup terbuka.


“Bukankah kita akan menghadiri acara” tepis Ell.  Henokh hanya tersenyum, ketika Ell dengan berani menolaknya.


Cup…


Henokh ******* bibir Ell hingga membuat lipstick Ell berantakan karenanya. “Tuan!” pekik Ell kesal.


Tsk… “Tidakkah kau rindu denganku, sayang..” ujar Henokh, namun kini mereka telah tiba. Sehingga Ell bergegas mengenakan lipstick pada bibirnya.


***



Sementara berjalan memasuki gedung tempat acara jamuan, Henokh merangkul pinggul Ell erat. Ell berusaha melepaskannya, namun Henokh justru semakin mencengkram pinggulnya.


“Tuan muda Henokh Matthe, putra pewaris Matthe group sungguh luar biasa” puji sepasang pria dan wanita, yang ialah Mr. Brandon dan Mrs, Flia.


Melihat kedua orang tuanya begitu rama pada Henokh, hanya karena status sosial keluarga Matthe. Ell benar-benar muak.


“Ia tentu saja tuan dan nyonya Brandon Cars. Sepertinya, kita akan menjadi keluarga” tukas Henokh sembari mencengkram pinggul Ell. “Bukankah begitu sayang” ujar Henokh sambil menatap ke  arah Ell. Ell hanya tersenyum enggan.


>>


“Wow luar biasa Ellena, bahkan putra kembaran dari mantan calon suamimu pun menyukaimu” cela Mrs. Flia dengan tatapan sinis.


Mrs. Flia seketika terbahak karenanya. “Apakah aku sudah lihai bermain dengan banyak gaya sek*!” cela Mrs. Flia sembari menatap Ell dengan penuh hina.


“Mungkin ibu bisa mengajariku gaya-gaya lainnya. Bukankah ibu sangat lihai berlaku layaknya, ******!” tukas Ell dengan sengaja.


“Kau, dasar anak ****** murahan!” bentak Mrs. Flia kesal.


“Ia, aku memang ******. Lalu bagaimana denganmu ibuku tercinta, bukankah kau juga ******!” cela Ell.


“Kau—“ Mrs. Flia mengangkat tangannya hendak memukul wajah Ell.


“Jika ingin melakukan tindakan kekerasan, jangan di sini!” tukas seorang pria sembari menepis tangan Mrs. Flia, ia yang tiba-tiba saja muncul.



“Tuan pertama, Ghand—“ ucap Mrs. Flia dengan tangan yang gemetar tak tahan ingin melayangkan pukulannya pada Ell.


“Jangan coba-coba menyakiti wanita ini” tukas Mr. Ghand dengan tatapan yang dalam.


Cih…“Apakah wanita ini sudah menjadi pel*cur vip keluarga Matthe bersaudara!” pekik Mrs. Flia dengan penuh emosional.


“Mulut anda sangat memalukan nama baik tuan Brandon!” tukas Mr. Ghand dengan tatapan tidak suka.


“Sebentar lagi kau akan dicampakkan setelah Matthe bersaudara puas dan bosan denganmu!” tukas Mrs. Flia dan pergi dari hadapan Ell juga Mr. Ghand.


“Maaf tuan, tuan harus menyaksikan tingkah laku tak terpuji keluargaku” sesal Ell sembari menunduk sendu.

__ADS_1


“Jangan pernah menangisi sesuatu yang tidak berarti, tapi buktikan jika kau wanita yang kuat” ujar Mr. Ghand sembari menyeka air mata Ell.


“Terima kasih tuan Ghand—“ ucap Ell lirih.


Dari balik tembok, Henokh telah menyaksikan semua yang terjadi. “Ternyata Ghand sangat menyukai Ellena” gumam Henokh dengan tatapan dengkinya.


>>


“Tuan aku harus kembali bersama tuan Henokh” ujar Ell sembari berjalan bersama Mr. Ghand.


“Yah, besok kembali bekerja dengan semangat baru, oke!” ujar Mr. Ghand sembari melambaikan tangannya pada Ell.


Ell kembali menuju mobil yang telah sedari tadi menantinya.


“Apa kau sudah selesai?” tukas Henokh yang saat itu sudah duduk manis menantinya.



“Ia tuan—“ jawab Ell sembari menunduk.


“Coba beri tahu padaku, gaya yang tepat” tukas Henokh yang tiba-tiba saja menind*hi tubuh Ell.


“Tuan, mengapa--?” pekik Ell. Ia terkejut, karena Henokh tiba-tiba saja berbuat hal ini padanya.


“Bukankah kau sangat tahu perihal gaya bercinta” tukas Henokh sembari menahan kedua bahu Ell.


Ell baru tersadar, bahwa Henokh sepertinya sudah mendengar semua percakapannya bersama sang ibu tirinya. “Itu, aku hanya—“ ucap Ell dengan memelankan suaranya.


“Hanya apa, hmm…” Henokh sudah mengecup area leher hingga dadanya yang cukup terbuka.


“Tuannhh hhh hhh..—“ lenguh Ell. Bobot tubuh Henokh sungguh berat dna tak mampu ia lawan. Memang ia bukanlah lawan yang tepat bagi Henokh.


“Aku sangat ingin mencabik –cabik orang yang berani merendahkan calon istriku, namun terlalu gampang jika langsung mati!” tukas Henokh sembari membelai wajah Ell.


“Itu masalahlku, aku bisa selesaikan sendiri” sanggah Ell.


Tsk… “Apa yang bisa kau lakukan, bahkan namamu saja tidak terdaftar di hak waris keluarga. Lalu apa senjata yang akan kau gunakan!” cela Henokh.


“Apa pedulimu! ini hidupku! kau bukan siapa-siapa, kau hanya pimpinanku..—“ tukas Ell dengan mata yang berkaca-kaca.


Melihat ekspresi wajah Ell, Henokh pun menjadi sedikit luluh. “Keluar dari mobilku!” titahnya kasar dengan nada membentak. “Ingat! kau hanya bawahanku, dan jangan berpikir bisa dengan mudah menjadi nyonya Matthe!” cela Henokh.


Tubuh Ell bergetar setelah mendengar pernyataan tersebut. “Tentu saja tuan Henokh, aku hanya pegawai rendahan, dan tidak lebih” ucap Ell lirih. Ell bergegas menuju kediamannya. Hatinya terasa sangat sakit bak tertusuk pisau tajam. Ucapan Henokh sangat tajam baginya.


***


“Mansion kediaman Henokh Matthe”


Arghh… “Sial!” erang Henokh sembari meninju dinding.


“Mengapa kau hanya mengingat Hogue! apakah kehadiranku hanya angin lalu bagimu!” teriak penuh lirih Henokh kala itu. “Mengapa kau tidak pernah mengingatku Ellena” lirihnya dan terperosot di lantai kamarnya. Dengan mengenggam segelas darah segar, dan…


Pranggkk… pecahan beling dari puing-puing gelas darah segar berserta darah yang berserakan di lantai.


Apakah Ellena pernah menjadi sosok istimewa bagi Henokh? ataukah ada sepenggal kisah lama yang tidak mampu Ell ingat?

__ADS_1


****


__ADS_2