Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Mengekang nafsu kegelapan


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Henokh akhirnya dapat menyelamatkan Ellena dari bawah kuasa sang tuan besar Ezrai. Tentu dengan perjuangan keras, sehingga akhirnya Henokh berhasil mengalahkan tuan nesar Ezrai. Meski tuan besar Ezrai telah berbuat hal yang sangat tidak senonoh pada Ellena, namun Henokh masih menggunakan hati nuraninya untuk mengampuni perbuatan jahat tuan Ezrai.


~ ~ ~


Henokh bersama Ellena bahkan membantu kedua remaja Teddy Namie juga tuan Ezrai untuk kembali ke tempat semestinya mereka berada. Namun perjalanan tidak semata-mata sampai di sini saja. Henokh dan Ellena harus berjuang mencari jalan keluar untuk masa depan pernikahan mereka.


Henokh kembali membuat acara ritual pemanggilan sang dewi merah kegelapan. Dengan niat ingin mencari cara agar ia tak ketergantungan lagi dengan darah perawan murni.


Ahk… Henokh melenguh, saat tetesan darah segar menetes derah dari telapak tangannya. Ia menyayat telapak tangannya sendiri, lalu meneteskannya di setiap tanda lingkaran tersebut.


Swussshhh swuss….


Angin berhembus kencang, angin dingin dan mencekam. Semua seisi ruangan acara ritual pun terasa berbeda. Kali ini Henokh tidak menggunakan darah perawan, namun hanya dengan darahnya sendiri.


Seketika suara tawa menggelegar memenuhi ruangan bahkan lorong ruang bawah tanah milik Henokh.


“Tuan muda Henokh Matthe, apa yang kau inginkan dariku!” ujar sosok wanita serba merah dengan wajahnya yang tidak seperti manusia, tentunya mengerikan.


“Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan, agar aku tidak ketergantungan dengan darah perawan murni dan harus menghisap darah secara langsung?” tukas Henokh sembari berdiri menghadap sang dewi merah kegelapan.


“Jadi kau menginginkan sesuatu yang sangat mustahil bagi seorang pengeran pewaris kegelapan,” ujar sang dewi merah kegelapan. Menghilang dan hanya terdengar suara, tiba-tiba sudah berdiri di belakang Henokh.


“Aku akan segera menikah, dan tentu saja istriku tidak rela jika aku harus menghisap darah secara langsung.”


“Kau sangat lucu tuan muda Henokh,” kekeh sang dewi merah kegelapan.


“Kau keterlaluan!” bentak Henokh. Henokh terlihat begitu marah, saat sang dewi merah menyentuh bagian g*nd*kan ***** milik kebanggaannya.


Sang dewi merah kegelapan tertawa terbahak, tatkala mengetahui hal yang tidak Henokh sukai. “Rupanya sang pangeran pewaris hanya sudi disentuh oleh wanitanya saja..” kekeh sang dewi merah kegelapan.


“Kau jangan berbuat hal yang tidak seharusnya kau lakukan! iblis rendahan!” cela Henokh dengan sorot mata menajam.


“Mulutmu sangat tajam dan sesuai dengan peranmu sebagai pangeran pewaris,” tukas sang dewi merah. Melayang-layang di udara dan berusaha menggoda Henokh dengan tubuh seksinya yang baru saja berubah wujud.

__ADS_1


“Kau bisa berhenti bicara omong kosong!” peringat Henokh, mencekik leher sang dewi merah kegelapan. Sungguh hanya Henokh yang berani melakukannya.


“Tuan muda Henokh, kau begitu bernafsu. Aku cemas, jika saja gadis manusia itu tidak sanggup melayanimu di ranjang..” ujar sang dewi merah kegelapan dan tertawa puas di hadapan Henokh.


“Jika kau masih tidak bisa serius, maka kau akan menghancurkan guci ini!” tegas Henokh. Guci yang dimaksud ialah guci berisikan perlengkapan acara ritual pemanggilan. Jika guci tersebut hancur, maka sang dewi merah akan kesulitan untuk kembali ke alamnya.


“Jangan bilang jika kau masih perjaka..” tukas sang dewi merah lagi, tentu saja sudah cukup membuat Henokh terpancing emosi.


“Kau harus tinggal di dalam mansion dalam kurun waktu yang tidak dapat kutentukan,” tukas sang dewi merah serius.


“Lalu apa lagi yang harus kulakukan?” tanya Henokh penasaran.


“Kau harus menahan diri untuk tidak meminum darah. Darah apapun itu, kau tidak boleh. Jika kau melanggar, maka kau akan berujung ke kegagalan.”


“Lalu apa yang akan kusantap, dan apa yang akan kulakukan di sana?”


“Kau hanya boleh menyantap daging-daging yang berasal dari dunia manusia, dan harus dimasak terlebih dahulu. Kau tidak boleh berkomunikasi dengan wanitamu. Kau sanggup.” Mendengar segala persyaratan itu, Henokh cukup mengerti.


Namun jika ia harus menahan diri untuk tidak berkomunikasi dengan Ell, inilah titik tersulit bagi Henokh. Akan sangat membosankan jika harus hidup biasa dan seperti manusia pada umumnya.


“Kau bercanda! kau ingin membuat usahaku untuk mendapatkannya sia-sia!” tukas Henokh.


“Kau keterlaluan! kau mencoba mempermainkanku!” Henokh meraih belati perak miliknya dan hendak memusnahkan sang dewi merah.


“Kau benar-benar sang pewaris jahanam, tuan muda Henokh! kau bahkan ingin menghabisiku, padahal aku telah berniat membantumu!” cela sang dewi merah, tak percaya jika Henokh akan semarah ini.


“Semua yang aku ucapkan sangat tidak masuk akal. Aku harus begini dan begitu, kau pikir aku bodoh! kau memang penipu manusia, tapi tidak padaku!” tukas Henokh dan mencekik sang dewi merah.


“Kau jangan macam-macam denganku tuan muda Henokh. Jika kau berani melukaiku lagi, maka keturunanmu akan menerima akibat fatal!” peringat sang dewi merah kegelapan.


“Cepat cari jalan lain! jangan mempersulitku!” tegas Henokh lalu melepaskan cekikannya. Sang dewi merah kegelapan terlihat susah payah untuk terbangun kembali. Karena tindakan Henokh cukup kejam baginya.


“Hanya itu yang dapat kulakukan, jika kau tidak terima kau boleh kembalikan aku..—“


Arghkk… teriak Henokh, lalu menghancurkan guci ritual tersebut hanya dengan sekali tendangan saja.


Henokh terlihat begitu putus asa. Baru saja ia hampir kehilangan Ell, kini datang lagi ujian yang lebih berat padanya. Ia tak pernah menginginkan takdir sebagai sang pangeran pewaris dunia kegelapan.

__ADS_1


Kenyataannya, Henokh harus menanggung beban sebagai seorang manusia juga sekaligus sang pewaris kegelapan. Sejatinya Henokh harus berada di alam kegelapan dan menjalani kehidupan lainnya di sana. Akan tetapi, Henokh tidak bisa jauh dari Ell.


Ell yang hanya manusia biasa, tentu saja tidak akan bertahan di dunia kegelapan. Bahkan umur Ell sebagai seorang manusia pun jauh lebih singkat dibandingkan Henokh yang bukanlah manusia sejati.


***


“Kediaman Ellena family”


“Mengapa begini tuan Henokh?” ujar Ell heran. Karena malam ini Henokh bersikap tak biasa. Henokh begitu manja padanya, dan seperti bukan dirinya.


“Aku harus tetap berada di mansion dan memulai kehidupan sebagai manusia normal pada umumnya. Semua itu untuk mengekang naluri kegelapanku.”


“Bukankah itu hal bagus tuan, berarti kita memiliki kesempatan, bukan!” Ell terlihat lega setelah mendengar penyataan dari Henokh.


“Tapi aku tidak boleh menemuimu bahkan menghubungimu dalam kurun waktu yang tidak dapat dintentukan. Aku tidak sanggup sweety..” keluh Henokh dan terus menggelayut manja pada Ell.


“Jika itu yang terbaik, mengapa tidak kita coba saja.”


“Jadi menurutmu itu ide cemerlang!” Henokh menatap Ell dalam.


Hmm… Ell mengangguk setuju. “Lalu kau bisa bermain dengan pria lain!” mendengar hal itu, Ell terlihat cukup kesal.


“Bagaimana bisa tuan bicara seperti itu! apakah selama ini tuan belum sepenuhnya percaya padaku!” tukas Ell kesal.


“Aku hanya sekdar bicara, mengapa kau harus marah jika kau tidak merasa seperti itu.”


“Jelas aku marah. Penyataan tuan seakan beranggapan jika aku wanita yang tidak setia..”


“Terkadang aku berpikir, mengapa begitu sulit kisah cinta kita. Apa memang manusia dan keturunan kegelapan tidak ditakdirkan untuk bersama..—“


Ell mengernyitkan dahinya tak percaya engan apa yang ia baru saja dengar. “Tuan Henokh, apa kau mulai merasa ragu padaku?” ucap Ell lirih.


Henokh berpaling dari Ell dan menatap ke gedung-gedung di area perumahan kediaman Ell. “Hanya untuk menjadikanmu istri saja, aku harus berkorban. Pengorbanan ini sangat sulit, karena aku bukanlah manusia biasa sepertimu. Jika tidak meminum darah, maka sama saja aku membunuh diriku sendiri.”


“Lalu apa yang kau inginkan sekarang?” tukas Ell, ingin segera menerima kepastian dari Henokh.


“Jujur aku tidak mampu untuk tidak meminum darah,--“

__ADS_1


Ell mundur perlahan, dan menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang sangat pilu.


****


__ADS_2