Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Adik kecilku yang menggoda


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


~ ~ ~


“Kediaman Ellena Casey”


Setelah puas menangis, Ell pun duduk termenung memandangi langit-langit kamarnya. “Apakah selarang aku harus menjadi seorang iblis sungguhan! apakah aku harus menjadi sosok yang akan merebut kembali hakku!” batin Ell.


Arhhkk… erangnya, sembari menjambak rambutnya sendiri. “Aku lelah!” jeritnya di suasana hujan lebat dan suara gemuruh yang kian menggelegar seakan seirama dengan jeritan Ell kala itu.


Ell sudah cukup lelah dengan kehidupannya, kini ia berniat untuk membalaskan dendamnya. Terutama kepada keluarganya sendiri.


Berdiri di hadapan cermin besar yang terletak di lemari riasannya. “Mulai malam  ini kita akan lihat seberapa tangguhnya orang-orang ******** itu!” gumam Ell dengan wajah yang terlihat tak selembut dulu.


Keesokan harinya…


Ell kembali bekerja sebagai pegawai di perusahaan Matthe Group. Namun ada yang berbeda dari dirinya kini, tentu saja tak seperti dirinya biasa.


***


“Perusahaan  Matthe Group”


“Selamat pagi nona Ellena..” sapa para pegawai pria sembari menatap penh kegum diriya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Ell terlihat berbeda, ia mengenakan pakaian yang cukup ketat sehingga memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya. Dadanya pun cukup terbuka, dengan balutan make up yang tidak seperti biasanya.


Ia terlihat lebih elegant cantik, anggun dan juga seksi.


“Itu tuan Henokh!” gumam Ell. Dengan rasa percaya diri yang penuh, Ell pun berjalan dengan gaya anggun ke  arah ruangan pimpinan, yaitu ruangan Henokh. Kala itu Ell berada di perusahaan tempat Henokh lebih banyak bertugas.


“Permisi tuan, ini semua laporan yang tuan inginkan” ujar Ell dengan sedikit berjongkok sembari meletakkan beberapa salinan berkas yang Henokh minta. Karena pakaian yang ia kenakan cukup terbuka di area dada, sehingga ketika berjongkok Ell mempertontonkan belahannya.


Henokh yang berniat hendak memeriksa salinan berkas pun sedikit terganggu. Tentu saja ia terganggu jika melihat Ell berpenampilan menggoda seperti ini.


“Mengapa pakaianmu seperti ini! apakah kau berniat menggoda para pria?” tukas Henokh dengan tatapan yang tidak senang akan penampilan Ell kali ini.


Ell terdiam sejenak dan berusaha memikirkan jawaban apa yang tepat. “Apakah kau mendadak bisu!” tukas Henokh sembari beranjak dari kursi kerjanya. Ia meraih tengkuk leher Ell dan juga bagian pinggul Ell.


Ahkk.. pekik Ell terkejut dengan mata yang membulat. “Aku hanya mencoba menjadi wanita cantik” tukas Ell sembarangan. Ia tidak mampu berpikir.


Namun tiba-tiba saja Henokh mengangkat tubuh Ell ke atas meja, membuat salinan berkas juga peralatan kantor yang berada di atas meja berjatuhan.


“Apakah kau tahu apa yang kau lakukan” tukas Henokh sembari membuka lebar kedua pah* Ell hingga mengangk**g di hadapan dirinya.


“tentu saja aku tuan” jawan Ell sensual. Sungguh sesuatu yang cukup mengejutkan bagi Henokh. Bagaimana mungkin Ell bisa berlaku seperti ini, pikirnya.


“Bukankah tuan menginginkan aku agar lebih aktif, bukan!” ujar Ell sembari mencelupkan tangannya ke dalam kemeja Henokh dari sela kancing baju.


“Kau sangat menjijikan” tuka Henokh, lalu melepaskan Ell. Ell pun turun dari atas meja Henokh. Ia gemetar, ia takut, ia sangat malu dengan semua hal yang telah ia lakukan pagi ini.


“Kau keluarlah!” titah Henokh tanpa berpaling ke  arah Ell. Melihat sikap dingin Henokh, Ell pun keluar dari ruangan Henokh.


“Ada apa dengannya, bukankah dia sangat suka melecehkanku!”batin Ell. Namun terdapat senyuman sensual di sana. Ia tersenyum miring tatkala mengingat bagaimana sikap dingin Henokh setelah apa yang ia perbuat.


Sepanjang hari Ell berpikir ingin masuk ke dalam perusahaan sang ayahnya. Walau selama ini, ia tak pernah berniat untuk bekerja di kantor.


Meraih ponsel dan mencari kontak nama “Kak Johanez/ Johz”


Ell memutar-mutar kursi kerjanya, dan memilin rambut panjang tergerainya.


Ellena: “Hallo kakak!” ucapnya dengan gaya manja.

__ADS_1


Johz: “Ia Ellena. Ada apa adikku, mengapa tidak biasanya kau menelponku?”


Ellena: “Aku meridukanmu kak. Bolehkan malam  ini kakak datang ke kediamanku!” pinta Ell manja.


Johz: “Baiklah. Pukul. 20.00 aku akan datang, selepas pekerjaanku selesai.”


Tsk… “Permainan akan segera dimulai” gumam Ell sembari menggigiti ujung penanya.


>>


Tiba saatnya Ell akan segera pulang menuju kediamannya.


“Nona Ellena, apakah ingin pulang bersama kami?” tanya salah seorang asisten pribadi Henokh, Mr. Trush.


“Trush! cepat!” tukas Henokh yang tiba-tiba saja datang, namun tak sedikit pun mempedulikan keberadaan Ell. Ell cukup heran dengan tingkah Henokh hari ini.


“Tidak, terima kasih tuan Trush” jawab Ell dengan senyuman sensualnya.


Ohh.. “Yah, baiklah” ujar Mr. Trush dengan membalas senyuman tak biasa Ell.


“terserah saja jika mau seperti ini” batin Ell.


***


“Kediaman Ellena Casey”


Ell sudah terlihat cantik walau ia cukup lelah dengan pekerjaan tambahan dari Henokh. Kali ini mengenakan lingerie yang cukup memperlihatkan bagian paha putih mulusnya, juga belahan dadanya.


Duduk dengan sikap manis dan siap menyambut kedatangan sang kakak tirinya.


Beberapa saat kemudian…


Bunyi mobil yang baru saja terhenti tepat di depan kediamannya. Ell sudah tak sabar menanti sang kakak tiri tampannya.


“Kakak!” seru Ell dan langsung mendekap erat Johz.


Ahh.. “Ellena, bagaimana kabarmu?” ujar Johz gugup. Ia merasa cukup canggung tatkala melihat penampilan Ell kala itu.


“Aku kurang baik kak..—“ ucap Ell dengan wajah sendunya.


“Apa yang terjadi padamu Ell?” tanya Johz penasaran, sembari meletakkan beberapa makanan dan minuman yang ia bawa malam  itu.


“Aku sepertinya tidak dibutuhkan di keluarga Matte, aku bahkan bingung kemana aku harus pergi. Aku tidak ingin merepotkan ayah dan ibu..—“ isaknya seketika.


“hei.. kakak masih ada untukmu, oke” ujar Johz menenangkan.


“Tapi berjanjilah padaku kak, jangan bocorkan hal ini pada ayah dan ibu. Aku hanya tidak ingin membuat mereka cemas..—“ pinta Ell.


“Bajing*n! jangankan cemas, justru para iblis itu sangat bahagia jika aku menderita. Namun aku harus memprovokasi kak Johz” batin Ell kala itu.


“Apakah kau berminat bekerja di perusahaan utama?” tanya Johz, spontan membuat Ell angat terkejut.


“Kakak, bukankah kakak tahu sendiri, jika ayah tidak mengijinkanku..—“ ucap Ell manja. Bahkan ia menggelayut ke atas pangkuan Johz, dengan penampilan yang sangat mampu menggugah birahi Johz. Karena walau bagaimana pun juga, Ell adalah saudari tirinya.


“Tidak perlu cemaskan hal itu. Mulai besok kau datanglah ke perusahaan, aku akan mengatur semuanya.”


Yeahh.. “Terima kasih kakak terbaikku” ujar Ell sembari mendekap manja Johz.


Johz hanya membalas dengan menepuk bahu polos Ell. Johz terlihat cukup canggung bahkan merona.


>>

__ADS_1


Sejak kecil Johz sangat menyayangi Ell, walau sang ibunya, Mrs. Flia selalu bersikap tidak adil pada Ell. Johz bahkan akan selalu menjadi malaikat penolong bagi Ell. Namun setelah keduanya sama-sama remaja bahkan dewasa, Johz tak lagi bersama Ell. Johz pergi melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.


Johz adalah pria yang cukup baik, dan sangat peduli. Ia jauh berbeda dari sang ibunya yang sangat egois nan kejam pada Ell. Bahkan misteri tentang kematian mendiang ibu Ell pun belum terungkapkan hingga kini.


***


“Café xx”


“Mengapa kau tiba-tiba mengundurkan diri, Ellena?” tukas Mr. Ghand


“Aku harus kembali ke perusahaan keluargaku, aku harus melakukan semua ini demi masa depanku tuan..” sesal Ell.


“Tapi, bukankah ibu tirimu..—“


Sehhtt… “Jangan cemas, aku aku sering berkunjung ke rumah” tukas Ell sembari menahan ucapan Mr. Ghand menggunakan jari telunjuknya. Seketika itu juga, Mr. Ghand terdiam.


“Tuan, terima kasih  atas segalanya..—“ Ell meraih tas selempang miliknya, dan berjalan menuju sebuah mobil mewah yang kala itu terhenti di depan loby utama.


>>


“Urusanmu sudah selesai?”


“Sudah kak..” jawab Ell manja. Keduanya pun pergi menuju perusahaan utama keluarga Cars.


***


“Jika aku memiliki saham di sini, tentu saja aku akan ada pegangan,” batin Ell.


“Kak, sejak kecil ayah tidak menginjinkanku untuk memiliki saham apa pun. Aku merasa tidak pantas berada di sini..—“


“Heii… mengapa kau berkata demikian? bukankah kau adalah adikku satu-satunya, mengapa kau mencemaskan hal sekecil itu?” tukas Johz sembari mengusap gemas puncak kepala Ell.


“Anak ******** ini sangat mudah berkata itu hak kecil! seberapa banyak saham yang telah ia kuasai” batin Ell.


“Aku sangat payah kak.. dan jika boleh jujur, aku malu berada dalam keluarga Matthe tanpa sepeser pun kekayaan—“ keluh Ell lagi. Lagi-lagi Johz luluh dengan semua tingkah Ell kala itu.


“Selama kau bekerja di sini, aku tidak akan memberitahu pada ayah tentang keberadaanmu. Lagi pula ayah sangat jarang berkunjung, karena semuanya di bawah kendaliku” tukas Johz, semakin membuat Ell membenci keluarganya sendiri.


“Ayah pasti bangga, jika memiliki sebagian saham keluarga Cars. Namun itu pun sangat mustahil, kakak bahkan jauh lebih unggul..—“ Ell berpaling ke  arah tirai jendela kaca ruangan Johz.


“Bekerjalah dulu selama beberapa minggu atau bulan. Setelah aku melihat kemampuanmu, maka aku akan pikirkan mengenai pembagian saham.” Tukas Johz sembari mendekap pinggang Ell.


“Bajing*n! berani sekali memelukku! tapi biarkan saja, demi balas dendam. Aku akan menahan diri” batin Ell.


“Benarkah itu kak—“ ujar Ell dengan wajah memelas.


“Tentu saja,” tukas Johz.


“Terima kasih kak.” Ell mengecup pipi Johz dan pergi dari hadapan Johz.


>>


Ahhkk.. “What! mengapa dadaku berdegup kencang saat Ellena menciumku!” gumam Johz sembari menahan senyuman canggungnya.


“Adikku kecilku memang sangat  berbeda. Bahkan kami beda ibu, apakah salah jika aku berpikir untuk memilikinya! hah! konyolnya aku—“ gumam Johz dengan wajah tersipu.


Johz pria yang sangat baik dan sopan. Namun kali ini ia terlihat lain, perasaannya sangat aneh tatkala Ell bersikap padanya.


Setelah keduanya terpisah jauh, kini berjumpa disaat sama-sama dewasa.


Tsk… “Kalian akan hancur secara perlahan. Pertama kak Johz harus bertekuk lutut padaku..” batin Ell, kala itu masih berada di samping tembok sisi ruangan Johz.

__ADS_1


****


__ADS_2