
“Mr. Devil – Season III”
Author by Natalie Ernison
Ellena bersama seorang pelayan wanita, pekerja mansion Henokh pun tertangkap lalu dibawa ke dalam kastil kegelapan. Hal yang sangat mengerikan pun akhirnya terjadilah. Sang pelayannya disetubuhi secara brutal dan sadis oleh dua pengawal makhluk kegelapan yang sangat mengerikan.
~ ~ ~
“Maaf.. maafkan aku… kau begini, gara-gara aku..” isak Ell mendekap sang pelayannya yang kini hanya mengenakan jubah abu-abu untuk menutupi tubuh tak berbusananya.
“Tidak nona… semua ini sudah takdirku..” isak sang pelayan malang tersebut.
Tubuhnya gemetar dan suhu tubuhnya terasa begitu panas juga menggigil.
Mereka kini berada dalam sebuah ruangan gelap dan hanya bercahayakan lilin-lilin berserta lampion.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang..” lirih Ell. Ell pun gemetar ketakutan.
Beruntung dirinya tidak turut serta dalam kegiatan keji tersebut. Walaupun sang pelayan yang harus menjadi korbannya.
“Pelayan bertahanlah..” lirih Ell sambil mendekap tubuh pelayannya.
“Nona, jika aku tidak dapat bertahan, tolong kuburkan jasadku secara layak..” lirih sang pelayan dengan suara yang gemetar.
“Tidak! kita akan keluar dari tempat ini dengan selamat, kau bertahanlah…”
Bhuak… pintu jeruji besi tiba-tiba terbuka.
Tangan Ell ditarik paksa untuk pergi bersama para makhluk di alam tersebut.
“Jangan tinggalkan pelayanku, kumohon..” lirih Ell meminta agar sang pelayan wanitanya juga turut bersamanya.
“Dia sudah tidak berguna, dan kaulah yang berguna sekarang!” tukas dua pengawal yang telah menyetubuhi sang pelayan wanita Ell.
“Tidak! dia harus tetap pergi bersamaku..” pekik Ell.
“Kau sangat keras kepala! atau kau ingin bernasib sama dengannya!” bentak makhluk tersebut.
“Pergilah nona..” lirih sang pelayannya.
“Tidak!! aku tidak akan meninggalkanmu!” teriak Ell.
“Bawa saja jal*ng itu!” cela salah satu pengawal tersebut. Lalu menyeret paksa tubuh lemas sang pelayan. Pelayan wanita tersebut berkali-kali terjatuh, lalu rambutnya dijambak dan diseret-seret secara paksa.
>>>
Tepat di depan ruangan yang bercahaya, Ell bersama pelayan wanitanya disorong secara kasar hingga terjatuh.
Ahkk.. pekik Ell tatkala lututnya terasa begitu sakit karena terjatuh.
“Sayang, lihatlah jal*ng ini..” tukas seorang wanita yang ialah sang ratu. Ell sangat geram, dan mendongak. Namun sesuatu yang begitu memilukan hati harus terlihat di sana.
“Tuan Henokh..” ucap Ell lirih. Sang pelayan wnaitanya pun turut terkejut, tatkala melihat sosok Henokh sedang duduk di singgasana megah kastil utama.
Henokh dengan ekspresi datarnya, hanya melihat ke arah Ell dengan tersenyum miring.
“Tuan Henokh!” lirih Ell dan berusaha untuk terbangun, namun langkahnya tak mampu karena sakita dilututnya.
__ADS_1
“Nona..” seru sang pelayan memapah tubuh Ell.
Ell mulai terisak dan berusaha untuk melangkah ke arah Henokh. “Mengapa kau seperti ini, tuan..” lirih Ell. Henokh duduk bersama sang ratu seksi tersebut.
Sang ratu kejam itu menggelayut manja pada tubuh kekar berotot milik Henokh.
“Siapa kau! mengapa kau memanggil pengeranku seakan kau berharga!” cela sang ratu dengan tatapan hina.
“Kau ratu iblis keji! kau..” jerit Ell. Ell tersungkur dihadapan Henokh. Namun Henokh terlihat hanya diam saja.
“Apa yang kau lakukan di sini! kau hanya membuang waktumu saja.,” tukas Henokh dingin. Ell benar-benar tidak menyangka akan apa yang ia dengar dan lihat saat ini.
“Pengeranku, malam ini kita akan bermain gaya seperti apa lagi, sayangku..” ujar si ratu kejam dan terlihat begitu manja pada Henokh.
“Aku datang kemari penuh dengan perjuangan! pelayanmu sendiri di setubuhi dengan begitu keji oleh pengawal dua pengawal jahan*m ini! dan yang kami dapatkan adalah hal seperti ini! kau bajing*n!!” jerit Ell. Ell terlihat begitu kacau.
“Aku tidak pernah memintamu untuk datang. Lalu, apa yang akan kau katakan lagi..” tukas Henokh dengan tersenyum miring.
“Kau bajing*n kejam!!!” teriak Ell tak karuan.
Ell mencengkram lengannya yang terluka akibat cakaran sang ratu kegelapan kejam. Menangis dan terus menangis menahan rasa kecewa mendalam yang harus Ell alami saat ini.
“Pulanglah! pangeranku sudah bahagia denganku!” bentak sang ratu.
“Kau hanya iblis keji, jal*ng!!” teriak Ell.
Plak…
Sang ratu menampar wajah Ell hingga mengeluarkan sedikit darah, akibat kerasnya pukulan sang rat kegelapan jahat itu.
“Nona!’ jerit sang pelayannya lirih. Sementara Henokh hanya duduk santai menyaksikan semua kesedihan Ell kala itu.
Susah payah Ell beranjak dari tempatnya dan meraih tangan sang pelayannya. Mereka melangkah keluar dengan penuh kekecewaan mendalam.
“Pergilah sebelum kami berubah pikiran!” bentak dua pengawal dan mendorong kasar tubuh Ell bersama sang pelayan wanitanya.
>>>
Ell tersungkur pilu, dan terus terisak.
“Nona Ellena, pelayan!” panggil seseorang, yang ialah Mr. Trush.
“Apa yang terjadi..” pekik para pengawal bersama dua pelayan wanita.
“Kita kembali sekarang, aku lelah..” ucap Ell lirih dengan sorot mata kosongnya.
“Tapi nona, kita sudah..—“
“Kau bajing*n tengik! kau lihat apa yang telah mereka lakukan pada pelayan! mereka memperkosanya dengan sangat keji, hingga hampir membuatnya terbunuh! dan aku menyaksikan semuanya!” teriak Ell.
Sang pelayan terus terisak pilu, mereka terlihat begitu kacau.
“Aku harus membalasnya!” Mr. Trush terlihat begitu murka. Berniat ingin membalas smeua perbuatan keji para makhluk tersebut.
“Jika kau masih bersikeras, lebih baik kita mati bersama!” cegat Ell.
“Ada denganmu nona, bukankah kau sangat memperjuangkan tuan Henokh! lalu mengapa kau menyerah!”
__ADS_1
“Kau benar-benar bajing*n!”
Plak…
Ell menampar wajah Mr. Trush. “Bahkan aku saja tidak dipedulikan tuan Henokh, dia tidak peduli! apa kau masih menggunakan otak edi*tmu itu! Apa kau ingin mati mengenaskan hah” bentak Ell.
“Tuan Trush, kita hanya bisa secepatnya kembali. Nona Ellena benar, tuan Henokh tidak sama dengan dirinya dahulu..” tukas sang pelayan wanita malang.
Setelah memikirkannya, Mr. Trush pun setuju untuk kembali ke dunia manusia.
Mereka saling bergandengan tangan dan melukai tubuh mereka untuk meneteskan darah di lingkaran tanah yang mereka buat secara manual.
***
“Mansion kediaman Henokh”
Mereka pun kembali ke tubuh asal mereka, namun semua terlihat berbeda. Sang pelayan yang bersama Ell terlihat terluka parah dan akhirnya menghembuskan napasnya untuk terakhir kali tepat di atas pangkuan Ell.
Semua sangat terpukul, terlbih lagi Ell sangatlah kacau.
Arghk… Ell menjerit histeris, dan sangat kacau. “Kau sangat kejam tuan Henokh ********!” teriak Ell kala itu.
Sementara itu jasad sang pelayan malang dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.
***
Semenjak kejadian malam itu, Ell menjadi tak suka banyak bicara. Ell kerap kali menangis dalam diamnya. Bahkan semua gaun pengantinya ia bakar hangus, dan semua barang-barang pemberian Henokh lenyap.
Ell terkadang menjerit dan menangis tatkala mengingat perlakuan Henokh padanya di kastil kegelapan waktu itu.
“Ellena!” panggil seseorang dari balik pintu kamarnya.
Ell tak bergeming, dan terkadang Ell begitu sensitive untu beberapa hal. “Ellena, ini kak Johanez!” seru seseorang dari balik pintu kamarnya.
Ell pun beranjak, dengan wajah datar. “Apa yang kakak inginkan! bukankah kakak tahu ini jam istirahatku!” tukas Ell dingin. Ell bahkan menjadi sedikit kasar dalam berbicaa pada siapapun.
“Keluarlah, mari kita berbincang..—“
Bhuakk..
Ell mendadak membanting pintu kamarnya. Ell terperosot dan bersandar di balik pintu kamarnya. Air mata Ell kembali mengalir deras, ia tetap tak mampu melupakan Henokh.
“Mengapa kau begitu kejam padaku tuan..” isak Ell. Isak tangisnya kembali pecah tatkala mengingat sosok Henokh. Terlalu sakit memang semua hal yang Ell lalui disepanjang perjalanan hidupnya.
“Ellena!”
Bhuakk…
Johz mendobrak pintu kamar Ell secara paksa, sementara Ell kini duduk di kursi samping ranjang miliknya.
“Kak Johz..” isak Ell. Johz meraoh tubuh Ell, dan memeluk Ell. Ell terus menangis did alma pelukan Johz, rasa sesak kian menyiksanya.
Johz membelai puncak kepala Ell dengan sentuhan lembut, dan hati-hati. Hati dan perasaan Johz pun turut hancur tatkala melihat betapa pilunya perjalanan hidup juga cinta Ell.
“Kau boleh memukulku, jika kau rasa itu dapat melampiaskan amarahmu..” ucap Johz sendu.
Ell menggeleng dan kembali menelusupkan wajahnya dibalik dada kekar milik Johz. Johz pun tidak sanggup melihat semua penderitaan adik tercintanya itu.
__ADS_1
Akankah Ell mampu melewati kisah pilu ini, dan apakah Henokh akan kembali dengan berjuta cerita lagi…
****