Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Matinya hati nurani


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Arghkkk… Mr. Ghand mengerang, tatkala tubuhnya harus menerima tempelan besi panas. Tubuhnya menyucurkan keringat yang cukup banyak, wajahnya pun penuh dengan derita rasa sakit teramat sangatnya.


“Tahanlah tuan, setelah ritual ini tubuh tuan akan mulai terbiasa,” tukas seorang pria yang merupakan pemimpin ritual pemanggil roh tersebut.


Hahahah… tiba-tiba saja suara tawa seorang wanita menggelegar memenuhi ruangan yang serba gelap tersebut.


Seluruh pemimpin ritual rebah seketika, hanya Mr. Ghand yang bertahan di sana. “Wahai manusia serakah, apa yang membuatmu memanggilku kemari?” tukas seorang sosok wanita berpakaian serba merah. Sorot mata merah kehitaman, bak iblis jahanam.


Mr. Ghand tersungkur menahan segala rasa sakit pada tubuhnya. “Aku ingin menjadi kuat, dewi!” tukas Mr. Ghand dengan mantap.


“Apakah kau yakin! sekalipun kau harus melakukan sesuatu yang diluar nalar manusia bodohmu itu!” tukas sang sosok wanita yang disebut dewi merah (dewi iblis merah) tersebut.


“Aku sudah siap dengan segala konsekuensinya!” tukas Mr. Ghand dengan menunduk.


“Kau harus memakan janin yang berusia kisaran tiga minggu, dalam keadaan sang ibunya masih hidup. Kau harus melakukannya disaat sang pemilik janin masih sadar!” tegas dewi merah.


Seketika tubuh Mr. Ghand gemetar hebat. Ia tak bisa membayangkan, betapa kejamnya sosok yang kini ia hadapi. Mengapa ia harus melakukan hal sekejam itu, pikirnya.


“Aku siap, dewi” tegasnya dengan mantap. Walau hati nuraninya sangat menolak hal ini.


“Aku tahu, sudah terlalu banyak kekecewaan dan rasa sakit dihidupmu. Tetapi cara ini pun tidak bisa menjamin kau mampu mengalahkan Henokh, si pangeran kegelapan itu!” tukas sang dewi merah.


“Kumohon dewi! aku lelah dengan tindakanku yang lamban. Aku ingin menjadi lebih kuat, dan aku ingin mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!” pinta Mr. Ghand.


“Aku sudah pernah berhadapan dengan titisan pangeran kegelapan itu. Dia bahkan sangat sadis!” tukas sang dewi.


“Aku sangat membencinya, dia telah merenggut wanita yang menjadi ibu anakku” teriak Mr. Ghand. Kali ini Mr. Ghand terlihat berbeda, sorot matanya penuh kebencian dan dendam mendalam.


“Pelayan!” seru dewi merah, sembari menyeret seorang wanita dengan mulut tertutup kain.


“Sekarang wanita muda ini sedang mengandung janin yang berusia kisaran tiga minggu. Sekarang kesempatan pertamamu” tukas dewi merah.

__ADS_1


Mr. Ghand terlihat ketakutan bukan kepalang. Ia sangat gemetar melihat wnaita tersebut, ia teringat mendiang istrinya. Bagaimana mungkin ia tega membunuh bahkan melakukan tindakan tak berperikemanusiaan tersebut.


Namun karena terlalu menyimpan dendam kesumat, ia pun menyingkirkan hati nuraninya.


Arghk.. jerit sang wanita malang tersebut. Tanpa aba-aba, Mr. Ghand menembus perutnya menggunkan pisau dan mengeluarkan jan*n yang berada di sana. Sang wanita menjerit parau, bahkan hanya gemetar menahan penderitaan.


Tak ada lagi hati nurani, belas kasihan. Mr. Ghand langsung menyantapnya dengan begitu rakus.


Uhuakk… Mr. Ghand hampir saja memuntahkan jan*n tersebut, ini bahkan jauh lebih menjijikan. Namun ia berusaha menyantapnya, menahan rasa kemanusiaannya.


Sang dewi iblis tersebut pun tertawa terbahak, seakan puas dengan apa yang telah Mr. Ghand lakukan.


“Sekarang kau memiliki kekuatan, namun masih ada syarat lainnya” tukas dewi iblis tersebut.


“Apa itu dewi?” tanya Mr. Ghand penasaran.


“Kau harus menyetubuhi seorang perawan kisaran enam belas tahun, tepat dihadapan kami semua di sini!” ujar sang dewi merah dengan menyeringai.


“Baiklah!” ujar Mr. Ghand secara cepat.


“Setubuhi dia!” perintah sang dewi iblis.


Mr. Ghand mulai melucuti seluruh pakaiannya, dan juga mengoyakkan seluruh pakaian sang gadis. Sang gadis menggunakan topeng, juga mulut tertutup kain. Tak ada kata protes dengan persyaratan tersebut, Mr. Ghand hanya boleh menyetujuinya.


Sang gadis malang tersebut menggeleng pilu, ia bahkan berusaha meronta. Namun nafsu Mr. Ghand yang selama ini ia tahan pun kian memuncak. Tak butuh pemanasan dalam hal ini, ia harus secepatnya memperawani ang gadis.


Membuka lebar selangk**gan sang gadis malang, menyodorkan batangnya dan mencoba menyatukan tubuh mereka ****** k****** sang gadis malang itu. Tubuh sang gadis malang itu hanya bisa gemetar, menahan segala rasa sakitnya.


Selama beberapa menit, Mr. Ghand cukup kesulitan, karena keadaan sang gadis benar-benar belum siap untuk berhubungan sek*.


Akhinya, keduanya saling menyatukam tubuh, dengan tetesan darah ****** yang menetes. Mr. Ghand harus men***** setiap tetesan da*** ****** yang menetes *******************.


Ia terlihat begitu kelelahan, sementara sang gadis belia itu hanya terbaring terlentang. Sang gadis malang itu terluhat bgeitu menderita, rasa sakit di area ke********* seakan menyiksanya.


“Ghanderso! kau tahu siapa gadis ini!” ujar sang dewi iblis.

__ADS_1


Mr. Ghand hanya menggeleng tanda tak tahu. Ketika topeng sang gadis dibuka, Mr. Ghand terkejut hingga tersungkur lemas terhuyung.


“Yoshey!” ujarnya dengan mata membelalak.


Yoshey ialah saudara sepupunya, saudara kecil yang sangat ia sayangi. Si gadis malang ini merupakan anak yatim piatu, namun Mr. Ghand lah yang selalu berusaha membantu biaya hidupnya.


“Kakak..—“ ucap Yoshey dengan nada lirih. Ia terisak dalam segala rasa sakitnya.


Mr. Ghand mendekatinya, dan menyetuh wajah si gadis malangnya. Keduanya sama-sama terisak.


“Yoshey!!” jerit Mr. Ghand, sembari mendekap suadara kecil tercintanya yang malang.


Cluakkhh…


Sebuah belati menancam tepat di dada Yoshey malang. Bahkan yang melakukannya pun ialah sang dewi iblis.


“Setelah semua kenikmatan yang kau rasakan, jangan berlaga memiliki hati nurani.” Tegas sang dewi iblis.


Mr. Ghand masih dalam ratapan kesedihannya. Walau bagaimana pun juga, ia telah memperawani saudaranya sendiri. Bahkan untuk menyesalinya pun sudah tak ada lagi gunanya.


“Sekarang, bakar kedua tubuh ****** ini!” tukas sang dewi iblis.


Mr.Ghand lah yang harus melakukannya sendiri. Malam ini telah menjadi sejarah terpahit dalam kehidupan Mr. Ghand. Rasa bersalah sudah tak ada artinya lagi. Semua sudah terjadi dan tak akan mampu ia cegah.


“Kau pria yang baik, namun kini tak lebihnya sesosok iblis keji!” cela sang dewi merah.


“Semua kulakukan demi diriku. Aku sudah muak dengan sikap diamku, saatnya kau bertindak” ujarnya dengan wajah penuh dendam. Kini hidupnya Mr. Ghand benar-benar dipenuhi dengan rasa dendam dan hasrat untuk membunuh.


Dalam waktu bersamaan, ia telah membunuh dua wanita malang. Hati nurani terdalamnya seakan sudah mati rasa. Semua hanyalah rasa dendam, kebencian mendalam.


“Mulai malam ini, aku sudah menjadi bagian dari makhluk kegelapan terkutuk. Setiap malamnya, kau harus meminum darah perawan murni. Apa pun caranya, kau harusmelakukannya.” Seketika itu juga sosok sang dewi iblis menghilang bersama hembusan angin malam.


Arghkk… ia mengerang, dan menjambak-jambak rambutnya. “Kalian harus mati!” erangnya. Mr Ghand sudah jauh berubah dari dirinya yang terdahulu.


Lalu apakah langkah selanjutnya, yang akan ia lakukan?

__ADS_1


****


__ADS_2