Mr. Devil Season 3

Mr. Devil Season 3
Tuan besar tampan


__ADS_3

“Mr. Devil – Season III”


Author by Natalie Ernison


Momen yang sangat berarti bagi Ellena dan Henokh akhirnya terwujud. Melakukan berbagai sesi pemotretan yang menyenangkan dan membahagiakan keduanya. Namun siapa sangka jika dipenghujung momen, sesuatu hal yang tidak diinginkan pun terjadi.


~ ~ ~


Dalam situasi yang tak terduga, Henokh tiba-tiba menggigiti bahu milik Ell. Hal ini cukup menyakitkan bagi Ell, namun karena cintanya pada Henokhlah yang membuat Ell tetap bertahan pada cintanya. Sehingga sesuatu yang lebih buruk pun terjadi lagi, Ell di bawa pergi oleh makhluk mengerikan ke sebuah kastil tua.


Seorang pria bertubuh profosional dengan wajah yang tampan berdiri di hadapan Ell. Pria tersebut mencengkram rahang Ell, dan menatap bekas gigitan di bahu milik Ell.


“Kau, tergigit!” tukas pria yang dipanggil tuan besar tersebut. Tuan besar tampan itu langsung meraih tubuh Ell dan mengangkatnya ala bridal style.


“Kau boleh pergi!” titahnya pada si anak kecil pucat tadi. Pintu pun tertutup dengan sendirinya, sedangkan Ell hanya terdiam membisu.


Tuan besar meletakkan Ell di atas kursi kayu berjunggit. Ell hanya terdiam kaku, sorot matanya kosong bak tak berpengharapan.


“Apakah sudah banyak penderitaan yang telah kau alami selama ini, sehingga kau kembali menjadi seperti ini..” ucap si tuan besar sembari menyentuh wajah Ell yang hanya terdiam kaku.


Setelah beberapa hari kemudian…


“Tuan besar, bolehkah aku mengajak gadis manusia itu bermain?” ucap Teddy, si anak kecil pucat yang telah menghantarkan Ell pada tuan besar.


“Hanya jangan mengerjainya!” peringat si tuan besar yang sebentar lagi akan pergi ke dunia manusia.


>>>


“Kakak manusia cantik..” ucap Teddy, dan membuat Ell memekik terkejut.


“Kau!” tukas Ell dengan napas terengah, karena selama ia berada di kastil tua tersebut, ia sering kali dikejutkan dengan berbagai hal.


“Panggil aku Teddy. Aku sudah meminta ijin tuan besar untuk membawa kakak manusia bermain,” ujar Teddy dan meraih tangan Ell dan melayang bersamanya.


“Te-Teddy.. apa yang kau lakukan padaku..” Ahkkk… pekik Ell, saat tubuhnya sudah melayang-layang di udara, dan keduanya kini berada di atas bangunan kastil teratas.


“Kakak manusia, apakah kau sebelumnya menjadi pemadok darah vampire?” tukas Teddy sembari duduk bersandar pada lutut Ell.


“Apa hidup bersanding dengan seorang penghisap darah, dan darahlu berkali-kali dihisap. Aku pun tidak mengerti mengapa hidupku begini, sekarang aku berada di kastil ini.”


“Kakak manusia, tuan besar sangat pemilih dan cukup sadis. Jadi bersikaplah baik, sehingga kakak manusia akan tetap hidup.”


“Mengapa kalian memanggilnya tuan besar, apakah tidak ada nama pasti!”


“Kami tidak layak memanggil nama beliau, karena dengan dibiarkannya kami tetap di sini pun sudah sangat beruntung bagi kami.”

__ADS_1


“Apakah ada yang tidak beruntung, Teddy?” ujar Ell penuh selidik.


“Yah kakak manusia. Bagi yang tidak menurut atau tidak sesuai keinginannya, maka akan di siksa hingga kematian menjemput mereka.”


Ahkk “Apakah sekejam itu Teddy! Lalu bagaimana dengan nasibku..” lirih Ell.


“Kakak adalah manusia biasa, sedangkan kami sudah menjadi makhluk kegelapan yang sewaktu-waktu bisa saja musnah. Jadi, berbuatlah hal yang menyenangkan tuan besar kami,” peringat Teddy dan memilin rambut panjang milik Ell.


“Teddy, apakah kau memiliki keluarga?” tanya Ell simpati, melihat bagaiaman Teddy memperlakukan dirinya dengan cukup baik.


“Yah, aku memang memiliki orang tua dan keluarga yang kaya. Namun, karena keegoisan ayah dan ibuku, aku menjadi korban dari pertengkaran mereka. Ibu marah pada ayah dan menjadikanku sasaran empuk. Ibu meninggalkanku di tengah hutan dengan maksud, agar ayah menyadari kesalahan ayah…--“


Teddy akhirnya ditinggalkan di tengah hutan, dan di sana Teddy bertemu dengan beberapa makhluk lalu ia tergigit dengan begitu sadis. Lehernya terkoyak ngeri dan akhirnya tubuhnya di bawa ke alam lain, alam kegelapan.


“Di sinilah aku bertemu uan besar, tuan besar telah mengambil jiwa-jiwa kami. Namun kami dibiarkan tetap hidup kembali di alam kegelapan ini.”


Mendengar pengakuan Teddy, Ell terdiam dan cerita yang cukup mengerikan baginya. “apakah kau merindukan ibumu dan ayahmu?” tanya Ell prihatin.


“Tentu saja aku merindukan mereka, dan aku tidak dapat lagi keluar dari kastil ini. Jiks tidak menurut, maka jiwa kedua orang tuaku akan disiksa,” ucap Teddy lirih.


“Apakah kau ingin bertemu dengan kedua orang tuamu?”


“Yah, tapi hal itu tidak mungkin. Karena aku sudah sepenuhnya menjadi pelayan tuan besar.” Teddy pun berdiri dan mengajak Ell untu beranjak dari tempat tersebut.



>>>



Arghkk… hhh hh… tiba-tiba saja Ell memekik dan mencengkram kepalanya sendiri. Rasa nyeri ini sama seperti saat ia mendapati ingatannya kembali. Namun kali ini nampak berbeda, tak seperti dulu lagi.


Arghhh hhh… Ell menjerit, kepalanya terasa sangat sakit dan pandangan matanya pun berputar-putar. Ia melangkah keluar dari kamarnya dengan keadaan tak cukup baik. Bertumpu pada setiap tembok-tembok yang berada di lorong kastil.


“Kakak manusia!” seru Teddy bersama seorang gadis remaja.


“Teddy…--“ lirih Ell dan ia pun akhirnya terjatuh.


Setelelah beberapa saat kemudian…


“Sepertinya kakak manusia ini sudah sadar Teddy” ucap salah seorang gadis remaja yang kini berjongkok ke arah Ell.


Ahkk.. pekik Ell terkejut, karena dua pasang mata merah gelap menatapnya tajam.


“Teddy” ucap Ell dan duduk di hadapan kedua remaja itu. “Mengapa tubuhmu berbeda Teddy, bukankah pertama bertemu kau tak setinggi ini?” tukas Ell heran.

__ADS_1


“Tubuh asliku seharusnya begini kakak manusia, dan kemarin adalah tubuh tiruanku untuk mengambil simpatik manusia.”


Pertanyaan Ell akhirnya terjawab namun ia masih bertanya-tanya siapa gadis remaja di samping Teddy.


“Aku Namie, aku nasibku hampir sama seperti Teddy,” ucap si gadis remaja tersebut. Ell menatap kedua remaja malang tersebut, sungguh hal yang sangat memprihatinkan baginya.


Teddy, Namie



Kringg…. nnnngggghkk….


Tiba-tiba suara bising yang mampu membuat gendang telinga sakit pun terdengar menggema ke seluruh penjuru kastil.


‘Teddy! Namie!” seru Ell, tatkala melihat kedua remaja tersebut mulai menghilang dari hadapannya dan menembus pintu. Sedangkan Ell masih tertinggal di sana. Kini hanya Ell sendiri di sana, dan ia pun memilih untuk tetap berada di sana.


Setelah beberapa saat kemudian…


Tak tak tak…. suara langkah kaki seseorang di area lorong kamar yang kini Ell tempati, dan tiba-tiba langkah tersebut terhenti tepat di depan pintu kamar kediamannya kini.


“Teddy, Namie” ucap Ell lega, tatkala melihat kedua remaja tadi sudah kembali.


“Apa yang kau lakukan di sini? mengapa tidak tinggal di kamarmu sendiri!” tukas seorang pria dengan pakaian serba hitam, dan itu ialah tuan besar kastil tersebut.


Tuan besar kastil



“Maaf tuan besar, aku..—“ Ell melihat ke arah Teddy dan Namie hanya hanya menunduk. Ell bingung harus berkata apa lagi, ia pun sangat ketakutan. Karena aura pria ini begitu mengerikan dibalik wajah tampannya.


“Apa kau mendadak bisu!” bentak sang tuan besar. Teddy dan Namie meringuk ketakutan, Ell hanya menunduk bingung dan ketakutan.


Ahk…. Ell memekik, saat sang tuan besar mencekik lehernya, tak terlalu keras namun ini sangat menakutkan.


“Apa kau ingin bermain-main denganku! Atau kau sudah bosan menjadi manusia!” bentak sang tuan besar lagi dengan sorot mata menggelap.


“Am—ampun ttu-an… aku tidak bermaksud..” lirih Ell.


“Kau sangat lancang! manusia!” bentak sang tuan besar, dan bentakannya mampu memecahkan bola lampu kamar tersebut, sehingga tersisa hanya cahaya remang dari lorong kastil.


Ell tak berani menangis, walau sebenarnya ia sangat ingin menangis. “Manusia rendahan!” cela sang tuan besar, sorot mata penuh dengan kekejaman yang tak terkatakan.


Ahk… pekik Ell lagi, saat sang tuan besar melepaskan cengkraman tangan dari leher Ell. Sang tuan besar pun pergi dari hadapan Ell juga dua remaja tadi.


“Kakak manusia, maafkan kami.. kami tidak dapat melindungimu..” lirih Teddy dan Namie lalu mendekap Ell yang sedang terisak ketakutan juga sedih. Hal ini sangat menyedihkan baginya.

__ADS_1


****


__ADS_2