My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#16


__ADS_3

Karena usaha Grace, orang-orang miskin yang berjarak beberapa kilometer mendengar tentang kebaikan desa itu, dan merekapun berdatangan ke rumah singgah untuk meminta bantuan selama masa-masa sulit seperti sekarang ini.


Grace menyadari bahwa tidak adil jika ia menambah beban kepada warga desanya, apalagi kebanyakan penduduk desa itu sudah menjadi janda akibat perang.


Dan keadaan tidak akan lebih baik saat musim dingin nanti, apalagi dengan buruknya hasil panen yang mereka dapatkan sekarang akibat gangguan cuaca. Tapi mungkin saja tahun depan, dengan penyewa baru yang kaya, atau bahkan mungkin pemilik baru yang tinggal di Grange, akan membawa kehidupan baru untuk desa mereka, dan biji-bijian baru juga panen, hingga tersedia cukup makanan bagi semua orang.


Grace harus mengakui kalau ide ayahnya itu cukup masuk akal...


"Selain itu," ayahnya menambahkan, "setiap kesatria pengambara pada akhirnya akan pasti mencari tempat pemberhentian terakhir. Dan tidak ada tempat yang lebih damai dibandingkan dengan Thistleton. Mungkin ini akan membawa kebaikan untuknya."

__ADS_1


"Papa."


"Percayalah kepadaku, Anakku," ayahnya berbisik cukup pelan, hingga mungkin hanya Grace yang bisa mendengar.


"Tidak ada yang lebih membenci perang dibanding mereka yang harus ikut berperang. Dia menyaksikan secara langsung kekejaman itu. Kau bisa melihat itu di matanya."


Pastor Kenwood memberi kedipan penuh makna, kemudian mengangguk kepada yang lain mohon diri, sambil bergumam, "permisi tuan-tuan."


Setelah itu Pastor Kenwood bergegas ke atas untuk menyelamatkan putra sang marquess dari dirinya, sekali lagi.

__ADS_1


Ditinggal sendirian di tempatnya berdiri, Grace dapat merasakan ada orang lain yang barada di dekatnya, menatapnya dengan geli. Perlahan ia berbalik dan mendapati sorot jail di mata Lord Trevor. Papa benar. Bahkan saat pria itu tersenyum sekalipun, seseorang yang perseptif dapat melihat kabut asap hitam di balik matanya, hampir dapat mendengar suara ledakan meriam di sana. Sementara untuk misi-misi yang pernah dijalani pria itu, pekerjaan kotor apa yang pernah dilakukannya, Grace sama sekali tidak akan ingin tau lebih dari yang hendak diceritakan mantan mata-mata itu kepadanya, begitulah yang dikatakan George.


Grace saat ini hanya bisa berpikir bahwa sangat tidak adil jika seseorang harus sebegitu menderita bagi orang lain. Tiba-tiba saja, gelombang rasa iba menyapunya. Segala macam penolakan yang tadi dirasakannya saat pria itu hendak pindah kedekat rumahnya sirna. Mungkin ayhanya benar. Seperti biasanya.


Mungkin Lord Trevor membutuhkan Thistleton seperti Thistleton membutuhkannya.


Jadi Grace merusaha mengendalikan rasa tegangnya di dekat pria itu, mengangkat kedua alisnya, dan bergumam dengan gaya mengejek.


"Kau lagi."

__ADS_1


__ADS_2