My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#6


__ADS_3

Lord Trevor Montgomery tidak henti-hentinya menatap ke arah pintu masuk ruang dansa, tapi lama kelamaan perasaanya menjadi semakin tidak enak. Ia mulai berpikir memaksakan diri datang ke pesta ini benar-benar tidak ada gunanya.


Masih tidak ada tanda-tanda Laura.


Dasar wanita tak setia.


Mungkin Laura sedang bersembunyi darinya. Mungkin wanita itu takut untuk muncul di pesta malam ini, karena Trevor mungkin akan melakukan sesuatu terhadap tunangan baru, wanita itu.


Seolah ia tidak bisa membunuh seorang tentara idiot dengan mata tertutup.


Well, wanita itu seharusnya sedemikian menyanjung dirinya sendiri.


Trevor sudah tidak lagi memikirkan Laura Bayne. Itulah yang harus Laura dan setiap orang di London ketahui.

__ADS_1


Sial, bukan berarti Trevor menunggu untuk menikahi wanita cantik berpikiran dangkal itu beberapa tahun belakangan ini. Ia juga tidak dengan sengaja membangun rumah impian untuk mereka tinggali bersama setelah tugasnya melayani negara sudah selesai.


Tapi persetan dengan semua itu. Lagi pula, ia mungkin tidak akan bahagia dengan pernikahannya bersama wanita itu, kata Trevor kepada diriny sendiri. Ia bahkan tidak begitu mengenal Laura. Ia sendiri yang menginginkan demikian, demi tujuan tertentu, agar wanita itu tidak terlalu dekat dengannya.


Tapi tetap saja, dicampakkan, meskipun karena suatu kesalahan, tapi terasa lebih memalukan daripada yang sanggup ditanggungnya. Jadi walaupun Trevor sebenarnya sama sekali tidang ingin berada di sink malam ini, ia tidak punya pilihan.


Harga dirinya yang masih tersisa menuntut Trevor untuk muncul dan menunjukkan pada dunia bahwa ia sama sekali tidak peduli bahwa sekarang ini semua rencana masa depannya telah hancur berantakkan.


Seluruh kalangan bangsawan tau, bahwa tunangannya menganggap Trevor sudah tewas, pada saat ia tengah pergi berperang. Dalam pikirannya sendiri, Trevor merasa kalau ia sudah dicampakkan.


Seharusnya Laura menunggu konfirmasi bahwa Trevor benar-benar telah tewas. Tapi Laura tidak menunggu. Wanita itu langsung melupakan Trevor dan melanjutkan hidupnya.


Namun di sisi lain, Trevor merasa kalau ia tidak sepatutnya menyalahkan Laura. Tapi ia jadi begitu emosi jika memikirkan pada akhirnya, setelah menjalani tugas melayani negara selama bertahun-tahun, tepat ketika kemenangan sudah berada di depan mata, harapan lamanya yang terpendam justru terlepas dari genggamannya.

__ADS_1


Ia merasa dirinya menjadi bahan tertawaan. Bukan berarti ia ikut tertawa.


Yang ia tau hanyalah bahwa ia tidak ingin ada seorang pun yang menganggap dirinya patut dikasihani. Dan dengan tekad itulah ia mengenalan jas malamnya, memasang senyuman yang ia harap tidak terlalu sinis, dan menunkukkan pada dunia bahwa ia baik-baik saja.


Mati satu tumbuh seribu.


Yang benar-benar Trevor inginkan saat ini adalah dibiarkan sendirian, tapi karena ketenaran mengerikan yang bsru dijalaninya ini membuat hal itu jadi mustshil, jadi ia bersikap sebagaimana layaknya pria terhormat Inggris dan menunjukkan kehadirannya.


Trevor datang kemari malam ini lebih bertujuan untuk memperlihatkan kepada Laura bahwa ia sudah melupakan wanita itu semudah Laura melupakannya.


Bahkan, ada begitu banyak wanita yang sekarang mengelilingi Trevor yang keliatannya tidak dapat menahan diri untuk menyenangkannya dam mengobati luka hatinya.


Namun saat ini Trevor agak membanci mereka semua. Tidak ada yang khusus. Mereka seperti titisan iblis, yang memiliki sifat busuk di setiap diri mereka.

__ADS_1


Trevor tersenyum kepada para wanita pengisap darah itu, tidak tertarik, menjaga jarak, setengah mendengarkan ocehan bodoh mereka dan bertanya-tanya dalam hati siapa diantara mereka yang sepertinya hebat di tempat tidur.


__ADS_2