My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#50


__ADS_3

Trevor hanya berharap ia bisa bangun sekarang.


Sebaliknya, ia malah mengalami mimpi yang paling menjengkelkan, sama sekai tida masuk akal dan benar-benar membuatnya frustasi.


Di dalam mimpinya itu ia kembali kebwaktu ketika ia sedang makan malam di Rotherstone malam lalu, kecuali dalam mimipinya, semuanya berubah, berdistorsi, seperti ketika Nick membuatnya mencoba opium.


Ruang makan Rotherstone berputar pelan, sementara wajah dan suara teman-temannya, serta semua yang ada di sana, tampak terbayang dan terlihat aneh.


Di dalam mimpinya, Trevor sedang duduk dengan teman-temannya dan istri-istri cantik mereka yang memakai banyak perhiasan di meja makan.


Mereka semua tertawa dan mengobrol, makan makanan yang disajikan dan menyesap wine, tapi enrah kenapa, Trevor seperti melewatkan semua itu.


Tidak seorangpun yang memperhatikan. Piring Trevor masih kosong, gelasnya juga kosong, dan setiap kali ia mencoba untuk memanggil pelayan, mereka dengan angkuh mengabaikannya.


Jadi, Trevor akhirnya melayani dirinya sendiri, ia meraih piring yang berisi bebek panggang, tapi tepat ketika tangannya sudah hampir sampai di piring itu ataupun piring makanan lainnya, piring itu langsung diambil dan diberikan kepada orang lain.


Kekecewaannya berubah menjadi amarah. Ia lapar!


Ketika Trevor memprotes atau meminta makanan, suaranya tidak bisa keluar. Ia mengangkat gelasnya agar tenggorokannya tidak terlalu kering, namun gelas itu juga tidak ada isinya.


Kelaparan dan kehausan di tengah-tengah pesta, setiap momen yang dilewatkannya di meja itu membuatnya semakin marah.

__ADS_1


Ini benar-benar tidaj adil. Bagaimana bisa tidak satu pun dari mereka yang menyebut diri sebagai temannya tidak mau repot-repot untuk melihat bahwa ia tidak diperlakukan sebagaimana mestinya?


Yang lain mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan, tapi bahkan Beauchamp sekalipun tida memedulikannya.


Mereka semua sibuk memandangi istri-istri mereka yang cantik, begitu puas dengan kesenangan yang mereka dapatkan hingga mereka sama sekali tidak menyadari bahwa teman mereka sedang tenggelam dalam kesengsaraan.


Trevor dilupakan di sini sama seperti saat ia disekap di ruang bawah Nick, saat ditahan sebagai sandera. Di dalam mimpinya, ia berpikir untuk meninggalkan meja itu dengan marah-marah dan bergegas pergi.


Tapi kemudian, akhirnya, menyusup dalam lelap tidurnya, Trevor menyadari kehadiran seseorang diruangan itu.


Bisikan yang asalnya tidak terlalu jauh...


Seseorang ada di sini.


Bertahun-tahun hidup di bawah ancaman yang tiada henti membuatnya langsung dapat bersiaga sebagaimana layaknya dalam peperangan.


Mengerahkan seluruh usahanya untuk bangkit dari tidur lelapnya, beberapa detik kemudian ia membuka matanya.


Tangan Trevor dengan siaga langsung meraih senjatanya.


Benak Trevor yang masih kabur tentu saja langsung berpikir apakah itu adalah seorang musuh yang diciptakannya akibat menjalani ratusan misi akhirnya berhasil melacak keberadaannya.

__ADS_1


Trevor duduk dan memperhatikan sekeliling ruangan, tapi si penyusup sudah melarikan diri terlebih dahulu melewati koridor. Ia bisa mendengaf langkah kaki namun tidak bisa melihat orangnya.


Masih mengerjap-ngerjapkan mata untuk menghilangkan rasa kantuk, Trevor memlonpat berdiri dan langusng bergerak untuk mengejar, melompati kotak-kotak dan melesat ke koridor.


Trevor hanya melihat sekilas bayangan yang bergerak.


"Siapa di sana?" teriaknya, kemudian ia mendengar suara dari sebelah kiri dan menoleh.


Lebih dari satu.


Trevor mendengar bunyi pintu dibanting yang berasal dari arah pintu masuk, sementara dari sbelah kirinya terdengar derak kaku yang menandakan kalau si penyusup kedua menyelinap ke luar melalui jendela lantai bawah.


Ia mengejar keluar melalui pintu depan. Demi Tuhan, jika itu adalah salah satu anggota Promethean yang tersisa...


Sebenarnya Trevor tidak ingin membunuh penyusup ke rumah yang bsru ditempatinya satu hari. Tapi jika ia memang harus melakukannya, itulah yang akan terjadi.


Bahkan, ia tidak akan berpikir dua kali.


Berlari ke ruang depan, Trevor melangkah keluar pintu, jantungnya berdetak kencang, dan tiba-tiba saja matanya menyipit ketika ia melihat seorang bocah kecil sedang melarikan diri.


Follow akun instagram author :

__ADS_1


@finkyalchaxiel


__ADS_2