My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#9


__ADS_3

Jadi seperti ini yang terjadi di London. Grace khawatir ia sedang terguncang.


Untungnya,ia bukanlah tipe yang mudah pingsan. Siapa yang tau apa yang dapat dilakukan pembunuh spion-perompak ini kepada wanita yang tegah hilang kesadaran?


Kenyataannya, Grace tidak begitu yakin apan yang sebenarnya terjadi saat ini. Satu saat, ia tengah sibuk mengurusi urusannya sendiri, memeriksa giginya di cermin, merapikan rambutnya sebelum George mengajaknya berdansa.


Dan di saat berikutnya pria ini tiba-tiba menyusup masuk ke lesendiriannya, menyelinap ke dalam ruangan ini dengan sembunyi-sembunyi, dan merayunya dengan cara yang blak-blakan.


Begitu hening seperti serigala yang siap menyerang mangsanya.


Setidaknya sekarang Grace tau kalau penilaiannya terhadap pria di ruang dansa tadi memang benar.


Ada sesuatu yang jelas salah dengan pria ini. Ego yang luar biasa besar, baru itu awalnya, ditambah dengan moral yang busuk. Seorang pria terhormat tidak akan sembarangan memilih wanita dan menciumnya begitu saja.


Di sisi lain, meskipun hampir saja pingsam, Grace harus mengakui bahwa pria ini sangat mahir dalam hal ini.


Sentuhan pria itu agak sedikit menuntut daripada yang seharusnya, ketika ia membelai tubuh Grace dan menahannya. Pria itu seolah berusaha untuk menakut-nakuti Grace dengan keganasannya.


Jadi jelas sekali pria itu tidak mengenal Grace dengan baik. Merupakan sebuah point penting bagi harga dirinya bahwa ia tidak mudah takut pada seseorang ( selain ketakutan umum terhadap Lady Windlesham ).


Bahkan, setelah pulih dari keterkejutannya, Grace menjadi lebih penasaran dengan ciuman yang disuguhkan pria itu dibandingkan hal yang lainnya.


Kelakuan yang buruk, pikir Grace. Tapi ini adalah cimuman pertamanya.

__ADS_1


Mungkin sebaiknya ia menikmatinya saja...


***


Trevor menyukai rasa wanita itu. Dan itu membuatnya kesal, mengingat tujuannya bersikap kasar sebenarnya untuk memberi pelajaran kepada wanita nakal ini.


Trevor memeluk wanita itu makin erat, merampas ciuman darinya, membuat kedua bibirnya terbuka dengan ciuman-ciuman yang ia lancarkan, sementara ia membelai leher wanita itu.


Geliat kaget wanita itu, berpadu dengan rasa manis lidahnya, menyulut api gairah dalam darah Trevor yang sudah lama berubah menjadi sangat dingin.


Sambil mengerang, Trevor mencengkeram pinggang wanitavitu makin erat, membelainya di mana-mana, menangkup rahang halusnya dengan tangan yang satu lagi.


Jantung Trevor berdetak kencang, ia sendiri merasa terkejut dan sedikit terguncang dengan reaksinya terhadap wanita itu, mengingat bahwa biasanya ia adalah seorang pria terhormat yang selalu bersikap sempurna.


Dan yang lebih mengejutkan Trevor, pada saat ini, menyerah pada hasrat terasa menyenangkan setelah sekian lama tidak pernah merasakannya lagi.


Sudah saatnya untuk menghentikan kehidupan selibatnya, putus Trevor.


Tidal biasanyabia bersikap spontan seperti ini, tapi jika dipikir lagi, di tengah bulan juni biasanya bukan musim gugur.


Seluruh dunia jadi aneh, termasuk dirinya. Tidak ada lagi yang masuk akal, jadi kenapa ia harus tetap mengikuti aturan normalnya?


Dengan rasa lapar, Trevor menangkup payudara wanit asing itu, yang lembut, padat,dan bulat. Ya, mungkin yang dibutuhkannya malam ini adalah kontak hangat dengan manusia lainnya.

__ADS_1


Siapapun wanita ini, Trevor akan menerima apa yang ditawarkannya. Kemudian, begitu pikirannya kembali jernih, ia dapat memulai lagi kehidupannya.


Dimulai dengan melepaskan amarahnya, meskipun amarah sepertinya bukan satu-satunya yang masih tersisa dalam dirinya.


***


Grace benar-benar tidak tau apa yang telah merasukinya. Tubuhnya terang-terangan menolak apa yang diperintahkan oleh otaknya. Pria ini terasa begitu nikmat.


Dorong pria itu! Itu sudah cukup! Sisi dirinya yang lugu berteriak. Lagi pula, memangnya pria ini pikir dirinya siapa? Pria ini tidak punya hak untuk menggerayanginya, menciuminya, dan memperlakukannya seperti mainan hanya untuk kesenangan pria itu belaka. Tidak padanya, ataupun orang lain.


Putri Pastor. Guru sekolah Minggu!


Namun tubuhnya yang sudah lama kelaparan, sepertinya memiliki ide lain tentang siapa dirinya yang diam-diam tertanam cukup dalam.


Mungkin di sudut hatinya yang gelap, ia tidaklah jauh berbeda dengan wanita mantan penghibur yang pernah dibimbingnya, Marianne.


Well, Grace mungkin bisa dikatakan sebagai seorang wanita terhormat, namun didalam pelukan pria ini, ia tahu dengan pasti jika ada sedikit keraguan sebelumnya bahwa dirinya sungguh bukanlah seorang malaikat, seperti yang George dan banyak orang lainnya percayai.


Dan anehnya, Grace merasa senang dengan pengingat yang ditunjukkan oleh pria asing ini kepadanya, bahwa sebenarnya ia juga punya sisi liarnya sendiri.


Tubuhnya gemetar karena belaian pria itu. Kulitnya merona, terbangun oleh sentuhan pria itu; bibirnya bengkak seperti mawar yang merekah akibat cumbuan mahir pria itu; dan jari kakinya melengkung dengan sendirinya.


Namun sementara seluruh nafasnya bergelenyar dengan kenilmatan terlarang ini, akal sehatnya kembali muncul.

__ADS_1


Ini harus berhenti. Harus.


Ia bukanlah wanita penggoda seperti kebanyakan wanita yang ada di ruang dansa itu. Ia adalah seorang wanita terhormat, yang membawa pengaruh baik pada yang lainnya, dan ia sama sekali tidak diperblehkan untuk berciuman dengan mata-mata bertubuh tinggi yang memabukkan di ruangan yang gelap ini


__ADS_2