My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#41


__ADS_3

"Well, jika ada yang terpikirkan oleh kalian begitu aku pergi, kalian bisa mengirimkan pesan kepadaku, Ini alamatku di London."


Ketika lord Trevor menyerahkan secarik kertas kecil dari saku depan kepada ayahnya, Grace bertatapan dengan tetangga barunya dan menahan tatapannya sedikit terlalu lama.


"Well!" kata sang pastor.


"Kejadian hari ini perlu dirayakan. Kalian berdua mau bergabung denganku untuk minum anggur, kan?"


"Dengan senang hati," sambut Trevor.


Grace mengangguk, dan Papa meninggalkan mereka berdua untuk mengambil wine.


Trevor berpaling dan tersenyum kepada Grace ketika mereka hanya berdua saja. Tanpa dapat dikendalikannya, Grace merona. Sepertinya ia selalu bereaksi seperti ini, jika menyangkut Trevor.


"Ayahmu sepertinya orang yang baik," ujar Trevor, Grace tersenyum hangat,


" Memang benar." Trevor kembali bersandar di kursinya.


"Biasanya aku tidak langsung bisa menyukai seseorang."


"Benarkah?" tanya Grace dengan senang.


"Well, dia menyayangi semua orang. Bahkan kau."


Trevor hanya mengangkat bahunya, dan menundukkan pandangannya.


"Aku tidak yakin dia masih akan menyayangiku jika dia tau apa yang telah kulakukan di misi terakhirku."


Tatalan bingung Grace bertemu dengan sorot menyelidik pria itu.


"Kau pasti sudah tau siapa aku sekarang, kan, Miss Kenwood? Kau mungkin pernah mendengarnya. Maksudku, siapa aku dulu."

__ADS_1


Grace mengangguk canggung. "George... Lord Brentford... mengatakannya padaku."


"Benar." Trevor melepaskan helaan napas, menatap sepatu bot di ujung kakinyabdi julurkan ke depan.


"Seluruh dunia sepertinya sudah tau mengenai kisahku sekarang, yang membuatku agak khawatir."


Grace berusaha memilih kata-kata yang tepat. "Kau pastilah sangat berani..."


"Oh Tuhan, jangan... kumohon."


Sorot keputusasaan yang langsung terlihat di mata pria itu membuat Grace terhenti.


"Maaf."


"Aku hanya melakukan tugasku. Dan biasanya tugasku ini adalah tugas yang buruk. Jangan beri aku sanjungan yang tidak pantas kuterima."


Grace memperhatikan Trevor, tidak yakin apa yang harus dipikirkannya terhadap pria itu.


"Apakah benar kau direkrut saat masih bocah, seperti yang dikatakan orang-orang?"


"Benar."


"George bilang kau tau sembilan cara yang berbeda untuk membunuh seseorang dengan tangan kosong." Lord Trevor mendengus pelan dan memalingkan wajahnya.


"Apakah itu benar?" tuntut Grace dengan suara pelan.


"Aku tidak pernah benar-benar menghitungnya," ujar Lord Trevor masam. Grace mengerutkan dahi, memperhatikan pria itu.


"Kau tidak suka bekerja untuk Ordo?"


"Terkadang pekerjaannya menyenangkan." Sorot tajam Trevor mengamati deretan pepohonan, seolah sudah jadi kebiasaannya.

__ADS_1


"Aku mengerti." Pria ini cukup menarik, Grace harus mengakuinya.


"Jadi, apa yang kau lakukan di misi terakhirmu yang akan membuat ayahku jadi tidak senang, kalau boleh aku bertanya?"


"Aku dengan tidak sengaja meledakkan gereja," jawab Lord Trevor


"Tapi itu gereja Katolik, jika ada pengaruhnya." Grace melihat pria itu dengan sorot geli,


"Setidaknya kau tidak benar-benar berniat meledakkannya."


"Benar." Trevor tersenyum dengan kilatan kelegaan di matanya.


"Biasannya aku senang jika meledakkan sesuatu, tapi yang terakhir itu benar-benar membuatku merasa menyesal."


Grace menatap pria itu dengan campuran perasaan tertarik dan geli. Ia tidak pernah membayangkan akan memiliki teman yang senang meledakkan sesuatu atau bahkan bisa membunuh dengan satu cara saja menggunakan tangan kosong.


"Apa?" gumam Lord Trevor ketika melihat Grace tersenyum.


Grace menggeleng. "Setelah petualangan yang biasa kau jalani, aku khawatir ka akan menganggap desa kami ini sangat membosankan."


Lord Trevor tertawa lembut, kembali menyandarkan kepalanya di kursi, dan menatap ke langit gelap.


"Miss Kenwood," ujarnya, " di titik ini dalam hidupku, aku akan sangat menantikan 'kebosanan' dalam hidupku dengan sepenuh hati."


Sebelum Grace berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk menanyakan pendapat pria itu tentang Calpurnia, Papa kembali membawa wine, membagikan gelas untuk mereka, dan menawarkan untuk bersulang.


"Untuk pemilik baru Grange!"


"Untuk Thistleton," sahut Lord Trevor, dan menambahkan dengan melihat sekilas ke arah Grace, "dan kemungkinan baru."


Grace merona, tentu saja, dan menyentuhkan gelasnya dengan yang lain sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Cheers!"


"Cheers!" balas yang lain.


__ADS_2