
"Denny, apa kau baik-baik saja?"
"Dia tidak apa-apa," gerutu Trevor, sementara Grace memereiksa anak yang basah itu apakah ada yang luka parah atau patah.
Trevor sudah memeriksanya terlebih dahulu, dan ia yakin sekali kalau ia memiliki pelatihan medis lebih banyak dibanding Grace.
"Dia jatuh ke sungai saat menyeberangi batang kayu itu. Mereka cukup beruntung," Trevor menambahkan.
"Apa kau tau betapa mudahnya hal ini berubah menjadi tragedi? Aku terbangun dari tidur lelapku berpikir kalau ada penyusup berbahaya masuk ke rumahku. Mereka berdua menyusup masuk ke rumahku. Benar-benar perbuatan bodoh, mengingat apa pekerjaanku. Orang-orang yang menyusup masuk ke tempatku saat aku tidur biasanya tidak keluar hidup-hidup." ia memelototi mereka.
"Apa kalian dengar itu?" ujar Grace kepada si kembar dengan marah.
"Anak-anak, dia bisa saja membunuh kalian. Kalian tidak boleh menyusup masuk ke rumah orang begitu saja. Khususnya rumahnya. Sekarang minta maaf!"
Trevor memutar bola matanya, dan bukannya mengucapkan kata sederhana sepertu, "Maafkan aku," kedua bocah cerdik itu malah menangis.
Mereka bedua mempertunjukkan adegan menyedihkan, tersedu-sedu, dagu gemetar, dengan air mata bercucuran.
Dan yang membuat Lord Trevorn makin jengkel, aksi mereka itu cukup ampuh untuk menarik simpati Grace.
"Jangan menangis," ujar Grace dengan lembut kepada mereka, mengelus-elus rambut mereka, dan menangkup pipi tembam mereka.
"Dengar, semua sudah selesai. Yang terpenting sekarang adalah, tidak ada yang terluka."
Ketika Grace memeluk mereka, Trevor sudah tidak tahan lagi.
__ADS_1
"Miss Kenwood, yang benar saja!"
"Apa? Ada apa denganmu?"
Dari belakang Grace, kedua iblis kecil itu tersenyum bangga kepada Trevor ketika Grace membalikkan badan.
"Jangan memanjakkan mereka!" ujar Trevor kesal.
"Mereka mempermainkanmu! Apa kau tidak bisa melihatnya?"
Grace tampak emosi mendengar tuduhan Trevor terhadap malaikat-malaikat kecilnya dan langsung bersikap layaknya seorang ibu yang marah karena membela anaknya.
"Mereka cuma anak-anak!"
"Mereka sepasang setan kecil," gerutu Trevor. Kemudian mengetuk-ngetul sudut matanya dan menunjuk ke arah anak-anak itu.
Anak yang tidak basah kuyup, yang melempari Trevor tadi dengan batu, menjulurkan lidahnya kepada Trevor dari belakang Grace.
Trevor menyipitkan matanya menanggapi respons anak itu.
"Siapa orang tua mereka? Mereka tidak mau mengatakannya kepadaku, tapi aku benar-benar berniat untuk bicara dengan ayah mereka mengenai sikap mereka yang kelewatan ini."
Grace memberi Trevor tatapan peringatan dan merangkul lengan kedua anak itu.
"Jangan khawatir, aku akan mengurusnya. Mereka tidak akan mengganggumu lagi."
__ADS_1
"Lebih baik begitu, atau aku akan mencari anjing penjaga yang ganas dan menyuruhnya memakan mereka lain kali."
"Sudah cukup, My Lord. Kau sudah menjelaskan maksudmu. Kau membuat mereka takut."
"Membuat mereka takut? Justru merekalah yang membuatku takut! Yang satu itu hampir saja tenggelam tepat di depan mataku. Jika kau bisa mengendalikan kedua berandal ini, jauhkan mereka dari propertiku. Aku membeli tempat ini untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Bocah-bocah ini bukan masalahku. Aku tidak akan bertanggung jawan jika mereka menyusup lagi ke sini dan membuat diri mereka terbunuh!"
"Baiklah. Anak-anak, minta maaf kepada Lord Trevor. Sekarang." Grace maraih lengan mereka dan menarik mereka ke depan.
"Ayo! Minta maaf kepada pahlawan hebat kita karena kalian telah mengganggu kedamaian dan ketenangannya yang berharga," ujar Grace sambil menggerutu.
Trevor memelototinya, dan Grace balas memelototi pria itu.
Kedua anak itu bergumam, "Maaf."
"Begitu lebih baik. Selamat tinggal, Lord Trevor. Aku akan memastikan dan membuat semua orang menjauh darimu. Kami tidak akan mengganggumu lagi. Selamat datang di Thistleton," tambah Grace dengan nada menegur.
Kemudian iaembalikkan bada kedua anak-anak itu dan mulai berjalan kembali ke rumahnya, sambil mensmpatkan kedua tangannya di atas bahu si kembar.
Trevor menatap kepergian Grace dengan jengkel, merasa bingung sendiri bagaimana bisa ia yang menjadi orang jahat dalam hal ini.
"Siapa pun orang tua anak-anak itu, mereka lebih baik tidak memelihara kucing, apalagi anak kecil!" teriaknya dari belakang, masih tidak rela dengan akhir masalah ini.
Mendengar itu, Grace langsung berhenti berjalan. Selama sesaat, wanita itu berdiri tidak bergerak, membelakangi Trevor.
Follow akun instagram author :
__ADS_1
@finkyalchaxiel