
"Ya." Trevor berhasil mengangguk dengan sopan, namun kemudian ia tersenyum pada gadis kecil yang ada di dekatnya.
"Dan siapa putri kecil ini?"
Grace dan anak itu, yang masih bergandengan tangan, saling bertukar pandang.
"Ini temanku, Bitsy Nelcott. Bitsy, apakah kau bisa memberi salam hormat kepada pria ini?"
Bitsy memasukkan jarinya ke dalam mulut dan memberikan tatapan memohon kepada Grace agar ia tidak perlu melakukan permintaan wanita itu.
"Ayo, tidak apa-apa," desak Grace lembut.
"Kau sendiri tadi yang mau ikut denganku untuk menemuinya, kan? Well?"
"Perlihatkan kepada pria terhormat ini kalau kau bisa memberi hormat, Bits!" desak Miss Windlesham.
Namun Bitsy hanya menggeleng, tangannya masih tertancap di dalam mulut.
Trevor menyeringai dan berjongkok di depan gadis kecil itu.
"Tidak apa-apa, Miss Nelcott. Aku bukanlah orang yang mewajibkan formalitas. Terkadang ada saatnya kita merasa takut." Trevor mengambil sekuntum bunga aster dan menyodorkannya kepada Bitsy.
"Ini untukmu."
Bitsy menerimanya sambil tersenyum waspada.
__ADS_1
"Kau bilang apa?" tukas Grace.
"Terima kasih," gumam Bitsy, hampir tidak terdengar.
"Sama-sama." Tersenyum, Trevor kembali berdiri tegak.
Miss Kenwood sepertinya mulai teringat tujuan awalnya, ia menatap Trevor dan berkata.
"Well! Kami tidak akan, um, mengganggumu selagi kau menimbang-nimbang rumah ini, Lord Trevor. Aku hanya berkunjung sebentar untuk mengingatkanmu, bahwa undanganmu untuk makan di kediaman kami masih berlaku..."
Sebelum Grace sempat menyelesaikan ucapannya, Miss Windlesham bertepuk tangan, memotong ucapan Grace.
"Oh, benar sekali! Ide yang bagus! Kau harus datan ke Windlesham Hall untuk makan malam, Mu Lord, dan Grace, kau dan ayahmu juga harus datang, karena kalian semua sudah saling kenal. Ruanh makan kami jauh lebih besar dibandingkan rumahmu, jadi di rumahku, kita semua bisa saling mengenal dengan lebih baik! Ini sempurna! Ibuku pasti akan senang sekali. Koki kami adalah koki yang..."
Bagi Trevor sendiri, ia sama sekali tidak punya minat untuk bertemu dengan keluarga Windlesham, setidaknya tidak sekarang, makan malam bersama keluarga Kenwood merupakan separuh dari alasan jauh-jauh datang ke tempat ini, meskipun mungkin seharusnya ia mengirimkan kabar kedatangannya terlebih dahulu.
"Kami bisa menceritakan kepadamu semua gosip tentang orang-orang penting di sini, karena tentu saja, kami kenal semua orang..."
"Callie," akhirnya Grace bicara dengan bijak.
"Aku tidak yakin kalau itu adalah ide yang bagus."
Nada bicaranya terdengar begitu diplomatis pasti dapat memukau rekan-rekannya di Departemen Luar Negeri, pikir Trevor geli.
"Omong kosong!" Gadis itu memelototi Grace diam-diam, dan mungkin mengira kalau Trevor tidak melihatnya.
__ADS_1
"Ibuku pasti akan sangat kesal kalau dia tidak makan malam bersama kami! ujarnya di sela-sela giginya yang digemeretakkan, dan saat itu Grace memucat dengan pemahaman.
"Aku tidak mau merepotkan," potong Trevor.
Trevor tidak ingin menempatkan Grace di posisi yang membuatnya di musuhi oleh wanita paling berkuasa di desa ini.
Setiap desa memang memiliki semacam ratu seperti itu, dan ibu Calpurnia, lady dari Windlesham Hall, patilah salah satunya di Thistleton.
Trevor jelas tidak ingin menjadi penyebab keretakan antara Her Ladyship dan Grace, atau membuat Grace membantah kehendak sang pemimpin desa.
"Aku tidak yakin berapa lama waktu yanh kubutuhkan untuk menyelesaikan ini," jelas Trevor dengan nada suara sedikit kecewa.
"Aku membawa bekal sendiri di dalam kereta. Kebiasaanku sebagai tentara. Aku akan kembali lagi ke London sebelum gelap," tambah Trevor mantap.
"Aku bisa makan sendiri, tapi terima kasih pada kalian berdua. Kalian benar-benar baik."
"Apa pun yang tidak menyulitkanmu, My Lord," Grace menawarkan senyuman yang hampir dapat menyembunyikan kekecewaannya.
"Ayolah, Calpurnia, jika His Lordship memutuskan untuk membeli Grange, kita akan punya banyak waktu unutuk bersosialisasi dengannya nanti. Beri kami tumpangan untuk kembali pulang, kau mau, kan? Jaraknya terlalu jauh untuk kaki kecil, Bitsy."
"Baiklah," gerutu gadis muda itu.
"Semoga hari kalian menyenangkan, Ladies," ujar Trevor sambil mengangguk sopan sebagai salam perpisahan.
Dan sementara Calpurnia menaiki kerets kudanya sambil merajuk, Trevor mengedipkan mata kepada Grace.
__ADS_1