My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#36


__ADS_3

Callie kehilangan kesabarannya.


"Kau benar-benar tidak tau sama sekali cara bersenang-senang! Tidak heran kau jadi perawan tua!" ujarnya ketus.


Grace tersentak seolah baru saja ditampar, lalu memalingkan wajah, ia mengerutkan bibirnya agar tidak memberi respon buruk, respon yang tidak akan dimaafkan, baik oleh ayahnya maupun Tuhannya.


Pada saat itulah, ketika mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan Callie, Grace melihat kedua saudara kembar Bitsy di dekat deretan pepohonan di Grange.


Dua kepala kecil itu terlihat menyembul dari balik batang kayi besar yang sudah roboh.


Apa yang mereka lakukan? Keliatannya agenda petualangan si kembar hari ini adalah memata-matai sang mata-mata.


Grace memutar bola matanya dan merasakan kelutusasaan.


Pria itu pasti akan benci sekali tingal di sini! Kalau dia jadi membeli rumah itu.


Di seuah desa yang dihuhi kurang dadi lima ratus jiwa, semua orang tau mengenai segala hal tentang orang lain, atau mereka pada akhirnya bisa tau dengan sendirinya.


Mantan mata-mata ini sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kehilangan anonimitasnya di sini.


"Aku tidak mengerti kenapa kau begitu mempermasalahkan aku mendatangi pria itu. Aku hanya berusaha bersikap ramah padanya"

__ADS_1


"Kau dan semua wanita yang ada di dunia ini," gerutu Grace.


"Apa maksudmu?"


"Callie, saat aku bertemu dengannya di London, dia sedang dikerubungi oleh belasan wanita, dan mereka semua berusaha merayunya, kurang lebih seperti yang kau lakukan hari ini."


"Aku tidak begitu!"


"Dan dia sangat membencinya. Saat kami hanya berdua saja, dia mengolok-ngolok mereka. Lord Trevor menyebut mereka karnivor. Apa kau ingin dia melihatmu dengan cara seperti itu juga?"


"Karnivor?" seru Callie, tapi kahirnya ia mulai paham sindiran itu, dan terlihat panik.


"Tapi keliatannya seperti itu," ujar Grace datar.


"Kau hanya cemburu karena dia lebih memperhatikan diriku dibandingkan kau!"


Grace nenoleh kepada Callie dengan terkejut.


"Apa kau tidak bisa melihat kalau dia merasa terganggu denganmu?"


"Well, aku tidak pernah dianggap begitu!" ujar Callie dengan terkesiap.

__ADS_1


"Kenapa kau tega berkata seperti itu kepadaku? Asa kau tau, aku menyesal mengatakan ini, tapi dia bilang kalau dia tidak ingat pernah bertemu denganmu!" Grace langsung terdiam karena kaget.


"Dia bilang begitu?" tusukkan rasa sakitnya begitu cepat dan tidak menyenangkan, namun Grace hanya memalingkan wajahnya, agak terkejut mendengarkan pengakuan itu, dan mengatakan kepada dirinya kalau semua ini tidak akan ada pengaruhnya.


Grace tidak pernah memiliki bayangan romantis dengan Lord Trevor. Tidak ada satu pun, setidaknya yang rela ia akui.


Geace pastilah bodoh sekali jika berharap akan memiliki hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan yang hangat dan akrab dengan pria itu, seperti hubungannya dengan George selama ini.


Tentu saja, Gorge tidak pernah mencium Grace dengan penuh gairah di dalam ruangan yang gelap.


Callie melirik Grace sekilas dengan gugup, jejak rasa bersalah nampak di mata gadis itu karena telah mengatakan hal buruk itu kepadanya.


Bitsy menoleh dari satu lady ke yang lainnya dengan penuh kekhawatiran, kemudian gadis kecil itu menggenggam tangan Grace.


Setelah beberapa saat, Grace menemukan kembali suaranya.


"Aku tidak yakin kau mengertu situasinya, Calpurnia. Taoi kau pasti menyadari, karena kau sering ikut kegiatan amal denganku, banyak para petani di sini tidak punya pekerjaan. Jika Lord Trevor membeli Grange dan memfungsikan kembali lahan itu, dia pasti akan membutuhkan pekerja dan pelayan. Keluarga-keluarga yang miskin di desa kits akan bisa hidup layak lagi. Kau paham? Itu akan memberi kebaikan untuk kita semua. Itulah sebabnya aku tidak ingin kau menakutinya denga bersikap terlalu lancang. Kita harus bersikap sopan."


Grace bimbang, namun memutskan untuk mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya.


"Sejujurnya, Callie, kau adalah harapan terbaik kami untuk membuatnya bisa menetap di Thistleton. Kau adala gadis paling cantik di desa ini. Jika ada seseorang yang menjadi alasannya untuk pindah kemari, orang itu adalah kau. Tapi dia pasti tidak akan mengizinkanmu kalau dia pikir kau gadis gampangan. Dia sudah pergi ke mana-mana, melakukan berbagai macam pekerjaan, dia sudah melihat semuanya. Dia tidak mungkin mau meladeni sikap kekanak-kanakanmu. Apa kau paham?"

__ADS_1


__ADS_2