
Seekor lebah mendarat di alat pengukur tanahnya. Serangga itu berjalan di sepanjang alat teropongnya, kemudian terbang lagi.
Setelah memastikan sendiri ukuran tanah ini beserta kontur-konturnya, untuk dibandingkan dengan ukuran aslinya yang katanya sekitar seribu dua ribu ratus hektare, Trevor mengambil pensilnya dan mulai menggambar lagi, menatap ke arah rumah dan membayangkan sedikit demi sedikit bagaimana nanti jadinya estat ini dengan, tentu saja, kerja keras dan banyak uang.
Setiap garis yang ditorehkannya, membentuk gambaran akan visinya, membuatnya untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata.
Selain pedang dan pistol, Trevor paling nyaman menggenggam pensil atau palu di tangannya, sesuatu yang tidak akan disenangi ayahnya.
Trevor memperhatikan matahari bergerak pelan melintasi estat itu dan perlahan ia melupakan segala hal yang berkaitan dengan medan perang dan misi-misi pembunuhannya, sementara ia menuliskan catatan-catatan kecil di map gambarnya.
__ADS_1
Kemudian Trevor berdiri dan berjalan melalui kebun buah yang tidak terawat, dan meskipun pohon-pohon itu harus berhadapan dengan hawa dingin yang tidak biasa, namun pohon aprikot mengeluarkan aroma yang luar biasa wangi di bawah sinar matahari.
Trevor menicipi air yang berasal dari aliran sungai mengeruk sedikit tanah di beberapa tempat menggunakan sekop yang ditemukannya di salah satu bangunan kecil, dan memeriksa tanah gembur itu dengan meremasnya hingga terburai.
Lahan di sama di penuhi tumbuha liar. Butuh setidaknya lima puluh orang untuk menyiangi lahan ini, hingga siap untuk ditanami kembali.
Lalu ia beranjak ke arah pepohonan yang tampak jelas membutuhkan penataan, dan melihat kalau tempat itu merupakan salah satu keuntungan tak terduga yang dimiliki estat ini.
Trevor mengetuk-ngetuk dindingnya, melongok ke dalam perapian, dan menginjak-nginjak anak tangga, dan sedikit mengguncang-guncang susurannya.
__ADS_1
Sesekali, ia menggeleng saat menemukan sesuatu yang menurutnya mengkhawatirkan, namun ia harus mengakui, tantangan yang disuguhkan estat ini sangat menarik.
Mengamati aula depan yang apak, Trevor bahkan sudah dapat mebayangkan di mana ia akan membuat tangga tambahan.
Jendela-jendela dengan kaca yang lebar mengganntikan kaca jendela bundar yang lama akan membantu rumah tua ini menjadi lebih hangat.
Bangunan ini juga membutuhkan pemanasan sentral, dan jika ia akan melakukan sejauh itu, kenapa tidak sekalian saja menempatkan sebuah alat pemanas baru di langit-langit, yang juga dapat difungsikan untuk memompa air panas ke lantai atas?
Tevor adalah penggila alat-alat modern. Toilet modern akan menjadi sebuah keharusan, sedangkan untuk dapurnya, tampaknya dapur itu sudah tertinggal hampir satu abad.
__ADS_1
Sementara Trevor merupakan seseorang yang sangat yakin dengan inovasi perapian dengan menggunakan bati bara Bodley Range dibandingkan perapian Rumford